
Setelah terjadi keheningan di ruangan Zio kini terdengar suara kursi bergerak. Zio memutar kursi kebesaran nya yang awalnya menghadap jendela kini menghadap ke arah meja
Ia meletakkan tangannya di atas meja menatap tajam Jessy yang berdiri di depannya
"Siapa nama kamu" tanya Zio memulai pembicaraan
"Jessy tuan" jawab Jessy menundukkan kepala
"Kamu berbicara dengan siapa hah" sentak Zio
"Maaf tuan" ucap Jessy menatap Zio
"Kemana semua keberanian mu yang kemarin, sekarang berbicara dengan ku saja menunduk atau mau saya pecat" sindir Zio berdiri lalu duduk di atas meja tepat di depan Jessy
"Kenapa diam apa kamu baru menyesal setelah tau saya?" ucap Zio bersedekap matanya menatap Jessy dengan sangat tajam
"Tidak tuan, saya mohon maaf tuan saya mohon jangan pecat saya" pinta Jessy karena jika dirinya di pecat maka ia akan sulit sekali mendapatkan pekerjaan karena siapapun yang di pecat dari perusahaan foxy maka semua perusahaan besar maupun kecil tak mau menerimanya kalau orang yang di pecat itu seperti sebuah parasit yang harus di hindari
"Kalau saya tetap memecat kamu bagaimana" ucap Zio menyeringai
"Saya mohon jangan tuan saya butuh pekerjaan ini" mohon Jessy
Zoo tak menjawab ia hanya diam melihat Jessy yang terus memohon agar zio tak memecatnya
"Saya mohon tuan" ucap Jessy terus memohon
(Biar tau rasa kamu siapa suruh ngatain saya miskin) batin Zio tersenyum senang
"Baik saya tidak jadi memecat mu" ucap Zio menatap Jessy
"Benar tuan aaa, terimakasih tuan" ucap Jessy senang sampai-sampai memegang tangan Zio
Zio yang di pegang tangannya merasakan jantungnya berdetak kencang Namun dengan segera ia menepis nya
"Lepaskan" ucap Zio menepis kasar tangan yang Jessy pegang
"Maaf tuan saya tidak sengaja" ucap Jessy langsung menunduk
"Sudahlah lupakan" ucap Zio saat melihat Jessy kembali menundukkan kepalanya
"Saya tidak jadi memecat mu tapi " ucap Zio menghentikan ucapannya
"Tapi apa tuan" ucap Jessy menatap Zio
"Tapi kau harus jadi sekertaris ku" ucap Zio tersenyum menyeringai
"APA" teriak Jessy kaget
"Gak usah teriak-teriak aku juga bisa dengar" kesal Zio mengusap telinga nya
__ADS_1
"Tapi tuan saya kan hanya S1, sedangkan untuk jadi sekertaris butuh setidaknya minimal S2 tuan" ucap Jessy heran
"Mau tidak, kalau tidak mau kamu silahkan angkat dari dari perusahaan saya" ucap Zio tersenyum licik
(Kalau aku tolak aku susah dapat pekerjaan bagaimana dengan baby Al nanti) batin Jessy
"Bagaimana mau tidak gaji kamu bisa naik 5 kali lipat dari gaji sebelumnya" ucap Zio memanasi
(Kalau aku terima gaji ku bisa 5 kali lipat dari gaji sebelumnya tapi mungkin makhluk astral ini akan menyiksa ku ketika gaji sekertaris nya) batin Jessy bimbang
"Mau tidak saya beri 3 detik berpikir" ucap Zio menunjukkan 3 jari nya
Jessy masih diam memikirkan tawaran Zio
"Satu." ucap Zio mulai menghitung
Namun Jessy masih diam
"Tiga" ucap Zio yang tiba-tiba mengucap angka 3
"Aaa kenapa langsung angka 3" protes Jessy
"Tidak mau ... " ucap Zio terpotong
"Ya saya terima tuan" ucap Jessy cepat yang pada akhirnya menerima tawaran Zio
"Bagus" ucap Zio tersenyum puas
"Sekarang kau boleh pulang" ucap Zio kembali mendudukkan bokongnya di atas kursi kebesarannya
"Kok pulang tuan tidak memecat saya kan" ucap Jessy khawatir karena Zio menyuruh nya pulang
"Tidak, sebagai tanda perkenalan kau boleh pulang hari ini dan besok pagi saya sudah melihat kamu berada di ruangan ku" ucap Zio tanpa menatap Jessy
(Sebagai awal kesengsaraan mu aku berikan hari ini kau libur kerja) batin Zio tersenyum tipis
"Tapi bagaimana dengan barang-barang mu tuan" tanya Jessy teringat dengan barang-barang nya
"Itu masalah gampang sekarang kau pulang" ucap Zio membuka sebuah dokumen
"Tapi tuan" ucap Jessy masih enggan pulang
"Pulang" tegas Zio menatap tajam Jessy
"Baik tuan saya permisi" ucap Jessy langsung keluar dari ruangan Zio
Sepeninggal nya Jessy Zio pun menghentikan aktivitas nya menutup dokumen yang ia buka tadi ia tersenyum licik kala ia berhasil membuat Jessy menerima tawarannya dan ia pun mulai merencanakan sesuatu untuk Jessy kedepannya
Lalu ia merogoh saku jasnya mengambil ponselnya menekan beberapa tombol lalu ia menempelkan Ponsel nya di telinganya
__ADS_1
Setelah telepon tersambung ia pun berbicara sebentar lalu menutup telfonnya kembali kemudian ia bangkit berjalan keluar menemui orang yang ia telpon tadi
Di sisi Jessy ia berjalan gontai menuju ruangan nya dalam hati ia berpikir apakah langkah yang ia ambil akan berbuah baik atau malah sebaliknya
"Huh demi baby Al aku harus semangat mengumpulkan uang aku tak mau melihat anakku susah" ucap Jessy menyemangati diri sendiri
"Jhingshen" ucap Jessy mengepalkan tangannya ke udara
Sampailah ia di ruangannya mika yang melihat Jessy masuk keruangan pun segera menghampiri nya
"Jessy bagaimana kamu tidak di pecat kan" ucap mika khawatir
"Enggak tenang aja, aman" ucap Jessy tersenyum menatap mika
"Beneran kan" ucap mika antusias
"Iya mika ku sayang" ucap Jessy mencubit pipi mika
"Terus kenapa kamu di panggil asisten Ed" ucap mika tambah antusias
"Besok aku ceritakan" ucap Jessy berjalan ke arah meja kerjanya
"Ish Jessy cerita sekarang kan bisa" kesal mika karena Jessy tak menceritakan kenapa Jessy di panggil asisten Ed
"Besok aja mika" ucap Jessy merapikan barang-barang nya ke dalam tasnya lalu memakai tasnya
"Kamu beneran gak di pecat kan" ucap mika melihat Jessy memakai tasnya
"Beneran lah" ucap Jessy tersenyum
"Tapi kenapa sekarang kau memakai tas?" tanya mika
"Pulang dong" ucap Jessy tersenyum senang karena bisa pulang lebih awal
"Pulang, Tapi " ucap mika bertambah bingung
"Sudahlah, besok juga aku ceritakan semuanya aku pulang dulu bye bye" ucap Jessy melangkah menuju lift
"Sudahlah bikin orang bingung aja" ucap mika yang tak mendapatkan informasi apapun
Seseorang yang mendengar percakapan mereka sedari tadi ia tersenyum senang
"Semoga saja ia beneran di pecat kan aku bisa mengambil hati boss lagi" ucap orang itu tersenyum senang
"Semenjak dia bekerja di sini selalu saja boss memujinya sebelum ada diakan aku yang selalu di puji" ucap orang itu yang iri pada Jessy
"Sudahlah kita lihat saja besok apakah dia di pecat atau tidak kalau dia tidak di pecat akan ku singkirkan dia dengan cara ku sendiri" ucap orang itu tersenyum licik lalu ia kembali menyelesaikan pekerjaan nya
.Hay readers jangan lupa untuk vote like dan komen sebanyak banyaknya dukungan kalian sangat berharga buat author terimakasih banyak 🙏🙏
__ADS_1