
Jessy terkekeh melihat wajah Zio yang kesal lantas ia bernalik berjalan ke dalam meninggalkan Zio
"Kenapa kau ada di kamar ini?, seharusnya kan kita ada di kamar sebelah?" tanya zio mengikuti langkah Jessy Setelah menutup pintu nya
"Kamar sebelah ada problem jadi kita di pindahkan di kamar ini" jawab Jessy
"OHh"
(Untung saja tidak jadi tidur pisah ranjang) batin Zio bernapas lega
"Sana kamu mandi pasti capek" ucap Jessy tersenyum menatap Zio
"Baiklah" ucap Zio mengangguk ia kemudian masuk ke dalam kamar mandi
Beberapa menit kemudian Zio keluar dari kamar dengan handuk yang melekat di pinggang ia lantas menghampiri Jessy yang sedang menunggu nya di sofa dengan makanan yang tersaji di depan Jessy
"Sudah selesai kenapa tidak pakai baju?" ucap Jessy melihat Zio sekilas
"Baju ku kan belum ada sayang" ucap zio menghampiri Jessy
Ia berniat duduk di samping Jessy namun ia tertahan kala Jessy memberikan Sebuah paper bag berisi pakaian nya
"Nah pakai, cepat sana ganti baju" ucap Jessy mendorong tubuh zio agar zio segera berganti baju
Ia sungguh malu melihat Zio bertelanjang dada
"Iya iya tunggu aku, kita makan bersama" ucap Zio
"Iya" sinbkat Jessy tanpa melihat zio
Tak lama zio sudah selesai berganti baju ia lalu duduk di samping Jessy, lalu mereka mulai makan, karena sedari pagi sampai siang mereka belum makan apapun kecuali hanya makan yang ringan saja itu pun hanya sedikit
"Ah keyang nya" ucap zio mengelus perut nya
"Pindah Tempat sana" ucap Jessy membereskan piring dan gelas nya agar nanti pelayan datang langsung mengangkut nya
"Kita kesana bareng" ucap zio tersenyum lebar
"Udah ayok" ucap Jessy berdiri, zio pun ikut berdiri lalu mereka berjalan ke arah ranjang duduk berdampingan
Dengan posisi Jessy memeluk tubuh Zio, zio mengelus kepala Jessy
"Zio?" panggil Jessy
"Hem" dehem Zio
__ADS_1
"Apa beneran kita sudah menikah?" tanya Jessy melihat ke arah cincin nya
"Tentu saja, kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Zio
"Entahlah, tapi aku merasa ini seperti itu mimpi saja" ucap Jessy
"Apa kejutan ku membuat mu menjadi linglung?" ucap Zio
"Maksud nya?" ucap Jessy mendongak ke atas
"Iya, kau tanya apa beneran kita sudah menikah, tentu saja kita sudah menikah, kita juga sudah mengucapkan janji suci" ucap zio menggenggam tangan Jessy
"Tapi itu semua kan karena kamu, pura-pura menculik ku" kesal Jessy memukul dada Zio
"Aduh sakit sayang kenapa di pukul, di usap usap saja biar enak" ringis zio mengelus dadanya
"Kau, cepat cerita kan kenapa kamu menculik ku untuk pernikahan kita" ucap Jessy akan memukul dada zio tapi di tahan oleh Zio
"Haha baik baiklah" kekeh Zio
Flashback on
Satu bulan yang lalu tepat nya setelah Jessy dan zio pulang dari rumah mochi
"Aduh di mana sih buku nya" ucap Zio mencari buku harian Jessy di kamar Jessy
Jessy ia sedang pergi di ajak oleh Mona dan Al jalan-jalan ke mall tentu saja itu suruhan Zio agar ia lebih leluasa mencari buku harian Jessy
"Biasa nya dia menempatkan di mana?" ucap zio mencari di tumpukan buku-buku
Tempat itu tidak ada ia ganti mencari di tempat lain di nakas samping ranjang Jessy ia membuka satu persatu laci hingga akhirnya laci paling bawah zio bisa menemukan buku harian itu
"Ahhh akhirnya ketemu juga" ucap zio mencium buku harian Jessy
Dengan senyum mengembang ia mulai membuka isi buku itu, lembar dengan lembar ia membuka dari awal nya batal nya pernikahan, pindah kota, bertemu zio, kekesalan Jessy, pertengkaran, hinaan cacian, butik baru, bertemu ayah kandung Al, pindah negara, kesuksesan, dan hingga pada saat ini ia ketemu kembali pada zio
Zio membaca nya dengan teliti, hingga tanpa sadar air mata nya menetes tanpa di perintah
"Maaf aku memang sangat salah dulu, sangat egois" ucap Zio mengelus lembar dimana ia bertengkar dengan Jessy
"Aku berjanji akan membuatmu bahagia bagaimana pun caranya" ucap zio bertekad
Ia lalu membuka lembar berikut nya hingga beberapa lembar akhirnya ia menemukan apa yang di cari
Sebuah gaun pengantin pria dan wanita, baju untuk sepasang orang tua, dan baju untuk sepasang kerabat
__ADS_1
dan tuxedo gaun kecil untuk Lily dan Al, disana juga ada nama nya di masing-masing gambar
Zio mengambil ponselnya lalu memfoto gambar itu semua lalu ia membuka lembar berikut nya
Di sana terlihat sebuah dekorasi yang Jessy inginkan, zio juga memfoto nya setelah itu ia membuka lembar berikut ya tak ada gambar lain hanya sebuah note kecil
Note Jessy: hihi aku berharap beberapa gaun tuxedo, dan , dekorasi yang aku gambar bisa jadi dekorasi di pernikahan ku, untuk makanan Hem, seperti nya apa saja yang penting buat perut kenyang hihihi
Zio terkekeh ia lalu menutup buku harian Jessy meletakkan nya kembali pada tempat nya
Ia tak mau membuka lembar yang lain takut ia tak akan kuat membacanya
Setelah itu ia bergegas turun kebawah sebelum membuka pintu ia menoleh untuk memastikan tidak ada barang yang berantakan
Di rasa sudah rapi tak ada barang berantakan ia lalu membuka pintu turun ke bawah menunggu Jessy pulang
Minggu kedua Zio meminta bantuan asisten Jessy untuk membuat gaun pernikahan Jessy tapi ia minta supaya tak memberitahu Jessy asisten Jessy pun menyetujui nya
Minggu ketiga zio sudah mulai sibuk-sibuknya menyiapkan segala hal untuk pernikahan nya, menyewa gedung, catering, penghias dekorasi dan lain sebagainya
Minggu ke empat zio menyibukkan diri ia mengerjakan semua pekerjaan agar beberapa hari kedepan Setelah pernikahan nya ia bisa punya waktu cuti yang banyak
Ia berencana membawa Jessy bulan madu Setelah hari pernikahan mereka
H-5 Zio datang ke tempat bara ia meminta bantuan bara untuk membatu membawa Jessy ke acara pernikahan nya
"Hey bro lama gak ketemu" ucap zio menyapa bara yang sedang mengontrol anak buah nya
"Tumben lu terbang kesini tumben lah, ada apa" ucap bara menelisik
"Enggak mau berkunjung saja" ucap Zio basa-basi
"Mau berkunjung atau minta bantuan nih secara lu kan mau nikah beberapa hari kedepan" ucap bara menuang kan wine di gelas lalu ia berikan pada zio
"Hahah, kagak ada" ucap Zio terkekeh kecil
"Ngaku aja lah, aku dah tau sifat kamu" ucap bara
"Iya-iya aku kesini mau minta bantuan kamu buat jemput istri ku ke acara pernikahan kita nanti" ucap zio tersenyum bara
"Lah, gitu aja pakai basa-basi segala" ucap bara menatap Zio
"Tapi jemput nya dengan cara lain" ucap Zio tersenyum penuh arti
"Maksud nya?" tanya bara bingung
__ADS_1