
Mereka masuk ke dalam ruang kerja mochi
Mochi menyuruh Jessy untuk duduk di atas sofa panjang sedangkan mochi ia memnutar lagu membuat orang rileks, tenang dan damai
"Sekarang apa pekerjaan mu" tanya mochi basa-basi
"Hanya mendesain gaun" ucap Jessy tersenyum
"Jadi kau seorang desainer?" ucap mochi berjalan menghampiri Jessy
"Hemm" ucap Jessy mengangguk
"Pasti lelah kan setiap kali gambar, menguras tenaga pikiran" ucap mochi duduk di samping Jessy
"Memang, tapi mau bagaimana lagi" ucap Jessy tersenyum
"Hem aku punya trik biar kamu bisa mengurangi lelah kamu, ya aku juga sering lakukan ini jika aku lelah" ucap mochi
"Benarkah bagaimana cara nya" tanya Jessy menatap mochi
"Kau mau mencoba nya?" tanya mochi
"Mau coba" ucap Jessy mengangguk
"Baiklah sekarang ikuti apa kata ku ya" ucap mochi menatap Jessy serius
"Hem" Jessy mengangguk
"Sekarang kamu posisi kan duduk yang senyaman mungkin" ucap mochi
Jessy membenarkan Duduk nya
"Tarik nafas dalam-dalam lalu keluar kan" ucap mochi
Jessy mengikuti perkataan mochi
"Sekarang lakukan itu sebanyak tiga kali" ucap mochi
Jessy melakukan nya hingga selesai sampai tiga kali
"Sekarang coba sekarang kamu tutup matamu, lalu lakukan seperti tadi sebanyak tiga kali" ucap mochi
Jessy menutup matanya bernapas dalam-dalam lalu buang ia melakukan sesuai perkataan mochi hingga rasanya ia lebih rileks, tenang
Mochi yang melihatnya pun menepuk pundak Jessy dengan pelan
Puk
Badan Jessy langsung jatuh ke belakang mochi denagn sigap menangkap Jessy
"Sekarang ikuti perkataan ku, bayangkan kamu sedang berada di rumput luas duduk di bawah pohon besar yang meneduhkan, angin berhembus ke sembarang arah" ucap mochi
Tubuh Jessy tambah rileks di buat nya lalu tak lama zio masuk kedalam
Ceklek
"biar aku saja" ucap zio menutup pintu lalu menghampiri mereka
__ADS_1
Zio merebahkan tubuh Jessy di atas sofa paha nya sebagai bantalan Jessy
"Jessy apa kau mendengar perkataan ku, jika mendengar anggukan kepala mu" ucap mochi
Jessy mengangguk
"Apa kau mendengar suara suara ku" tanya Zio Jessy hanya diam
"Seperti nya dia tidak mendengar mu" ucap mochi tanpa suara hanya gerakan bibir saja
"Bolekah aku bertanya?" ucap mochi
Jessy mengangguk kan kepalanya
"Apa kau punya kekasih atau tunangan kalau punya siapa namanya" tanya mochi
"Punya namanya zio" ucap Jessy dengan mata terpejam nya
"Lalu, apa kau akan menikah dalam waktu ini" tanya Jessy, Jessy mengangguk
"Tapi apakah kau mencintai calon suami mu" ucap mochi
"Iya, sangat mencintai nya" ucap Jessy penuh keyakinan
"Lalu apakah kau tau kapan kalian akan melangsungkan pernikahan kalian?" tanya mochi
Jessy menggeleng
"Dia tak pernah mengungkit soal pernikahan, aku curiga kalau dia punya kekasih lain" ucap Jessy dengan polos nya
Zio terkekeh geli
"Iya, setelah lamaran itu aku tak pernah mendengar pembahasan tentang pernikahan, bahkan ia sibuk akhir-akhir ini" ucap Jessy dengan wajah cemberut nya
Zio semakin terkekeh geli ia berusaha menahan tawa nya agar tidak pecah
"Jika benar calon suami mu punya selingkuhan apa yang kau lakukan" ucap mochi
"Aku akan memukul kepala nya dengan sepatu ku dan wanita nya aku jambat rambut nya" ucap Jessy memeragakan memukul dan menjambak
Hahaha
Tawa zio semakin pecah, bukanya ia marah malah tertawa, begitu pun mochi ia tertawa kecil
"Ku doakan semoga calon suami mu tak punya selingkuhan ya" ucap mochi
"Pertanyaan selanjutnya, apa kau mempunyai keinginan dekorasi untuk pernikahan kalian kelak" ucap mochi
"Tidak, aku takut jika nanti seperti yang dulu aku alami menggelar pesta pernikahan tapi tidak jadi" ucap Jessy setitik air mata nya jatuh kedalam pipi zio yang melihat nya pun mengusap pipi Jessy
"Coba sekarang kau rasakan sebuah kebahagiaan, kebahagiaan dari semua orang senyum di wajah kamu tak pernah luntur, hingga besok nya kamu di dandani yang cantik memakai gaun pernikahan yang mewah, selesai make up kamu keluar berjalan menuju altar di sebelah kanan mu ada ayah kamu yang menggandeng tangan mu menuju calon pengantin kamu yaitu kekasih kamu saat ini zio" ucap mochi
Jessy mengangguk senyum lebar dan tangis menjadi satu
"Sampai saat nya calon suami kamu menggandeng tangan kamu dan akhirnya kalian mengucap janji suci suara tamu undangan ikut bersorak bahagia atas pernikahan kalian" ucap mochi
Jessy menangis, dan senyum Secara bersamaan Zio menatap Jessy dengan lembut jari nya masih setia mengusap air mata Jessy
__ADS_1
"Sekarang apa yang kamu rasakan bahagia sedih atau marah" ucap mochi
"Bahagia" lirih Jessy
"Bahagia bukan, sekarang kamu jelaskan suasana saat ini mulai dari tamu undangan, keluarga, teman, kerabat" ucap mochi
"Semua terlihat bahagia apalagi suami sekarang wajah nya tebih bahagia dari yang lain" jelas Jessy
"Sekarang apa itu adalah impian pernikahan kamu" ucap mochi dan Jessy mengangguk
"Oke boleh kamu jelaskan pernikahan impian kamu yang seperti itu, saya tidak bisa melihat karena aku tidak hadir dalam pernikahan mu itu" ucap mochi
"Aku saat ini sedang menggunakan gaun pernikahan berwana putih bersih, veil menghiasi kepala ku warna senada dengan gaun pernikahan ku saat ini, Zio memakai tuxedo berwarna putih" ucap Jessy
"Kenapa berwarna putih?" tanya mochi
"Karena aku suka warna putih di saat hari penting ku" ucap Jessy tersenyum lebar
"Oke lalu apakah gaun itu kamu buat sendiri?" tanya mochi
"Iya itu gaun hasil desain ku sendiri, aku mendesain nya di buku harian ku" ucap Jessy
"Lalu bagaimana dengan decorasi nya?" ucap mochi
"Decorasi nya semua Penuh warna hiru langit, mulai dari bunga hingga balon yang bertebaran" ucap Jessy tersenyum lebar
"Sungguh indah aku bisa membayangkan nya" ucap mochi
"Sekarang kamu kembali lah untuk masa sekarang" ucap mochi
"Sekarang kamu lupakan tentang pertanyaan yang tadi ajukan, sekarang kamu kembali pada masa terakhir kamu duduk, dan tubuh kamu sekarang sudah rileks dari sebelumnya" ucap mochi
Jessy duduk kembali masih memejamkan mata nya
"Ketika aku panggil kamu, kamu buka matamu" ucap mochi Jessy mengangguk paham
"Jessy" panggil mochi
Jessy membuka mata nya perlahan ia lalu menatap sekeliling
"Sejak kapan kamu ada di sini" ucap Jessy menatap Zio Yang ada di samping nya
"Sejak kau memejamkan mata mu" ucap zio tersenyum
"Oh, tapi benar apa yang kau bilang tubuh ku rasa nya sedikit rileks dari pada yang tadi" ucap Jessy tersenyum lebar menatap Mochi
"Benarkah" ucap mochi menatap Jessy lalu melirik Zio
"Benar" ucap Jessy mengangguk
"Sekarang apa kau mau tetap di sini atau kamu mau keluar, aku mau membicarakan bisnis dengan nya mungkin sedikit lama, aku takut kamu akan bosan" ucap Zio menatap Jessy
"Em baiklah, aku akan keluar, tapi jangan lama-lama ya" ucap Jessy berdiri
"Oke hati-hati ya" ucap Zio
"Jika kamu tidak keberatan kamu bisa main dengan Devina, dan tolong suruh sekalian suamiku kemari" ucap mochi
__ADS_1
Jessy mengangguk paham lalu ia keluar ruang kerja