Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 86


__ADS_3

"Sayang kenapa diam saja" ucap zio ketika melihat Jessy hanya sedari tadi hanya diam entah memikirkan apa


"Eh apa kau tanya apa?" ucap Jessy kembali ke alam sadar nya


"Kenapa kau diam saja aku sudah ngomong panjang lebar tapi kamu malah diam saja" ucap Zio menatap Jessy


"Emang kamu ngomong apa" ucap jessy malah balik tanya


"CK kamu ish, lagi mikir apa sih hem" tanya Zio lembut mengelus kepala Jessy


"Tidak apa-apa" ucap Jessy menggeleng padahal dalam pikirannya kini di penuhi apakah harus menikah? bagaimana kalau dulu terjadi? masak harus batal menikah untuk kedua kali? harus kah?


"Bilang saja gak papa kok siapa tau kalau kamu bilang ke aku bisa mengurangi beban di pikiran kamu" tanya zio merapikan rambut Jessy


"Aku gak papa kok" ucap Jessy tersenyum paksa


Zio menghela nafas panjang ia sebenarnya tau jika Jessy sedang memikirkan pernikahan nya, zio tau saat ia mendatangi rumah kedua orang tua Jessy ketika ia hendak meminta restu pada orang tua Jessy


Dan orang tua Jessy bisa sampai di sini juga karena Zio yang mengajak orang tua Jessy untuk menyaksikan sesi kejutan lamaran untuk Jessy


"Bicaralah, apapun yang kamu pendam selama ini lepas kan semua apapun yang ada dalam hati mu, aku akan mendengar kan keluh kesah mu, walau aku mungkin tak bisa merasakan apa yang kamu rasakan setidaknya kamu bisa berbagi pikiran kamu untuk ku" ucap Zio membawa Jessy dalam pelukan nya


Ia sengaja tidak mengatakan langsung ia ingin Jessy sendiri yang mengatakan nya


Jessy merebahkan kepalanya di bahu zio ia lalu menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya secara perlahan


"Sebenarnya dulu aku akan menikah" ucap Jessy ia menggenggam tangan Zio dengan erat bayangan masalalu terlintas dalam ingatan nya


"Menikah dengan orang dulu sangat aku cintai bahkan kita sudah merancang masa depan kita" ucap Jessy setetes dua tetes cairan bening membasahi pipinya Zio yang melihatnya pun mengusap kepala Jessy dengan lembut


Ia bisa merasakan jika Jessy ada penyesalan, takut kemarahan tersendiri


"Satu bulan sebelum pernikahan di gelar ia tak menunjukkan sikap yang berubah, sampai hari ke satu sebelum pernikahan ia juga tak menunjukkan bahwa ia selingkuh tapi" ucap Jessy berhenti ia menangis


Zio hanya menepuk-nepuk punggung Jessy sungguh ia juga merasa sangat sakit melihat Jessy menangis seperti itu


"Tapi aku tak menyangka saat di hari pernikahan kita ia pergi meninggalkan meninggalkan ku bersama wanita lain" ucap Jessy semakin dalam ke pelukan Zio


"Hiks hiks" isak Jessy


"Lalu apa kau tau dia kabur dengan siapa?" tanya Zio memeluk Jessy


"Aku tau wanita itu merupakan teman kuliah nya dulu, yang dulu hanya sebuah teman sekarang bukan hanya teman" ucap Jessy masih menitikkan air mata nya

__ADS_1


"Lalu apa kau Sekarang menyesal berpisah dengan nya?" tanya Zio


"Aku tak menyesal berpisah dengan nya tapi aku menyesal membuang waktu berharga ku dengan lelaki yang tidak malu seperti nya" ucap Jessy menggeleng


"Lalu kenapa kau menangis?, jika kau menyesal membuang waktu berharga mu untuk lelaki seperti dia, lebih baik kau memanfaatkan sisa waktu berharga mu untuk sekarang ini, isi waktu berharga mu dengan kebahagiaan yang selama ini kau harapkan" ucap Zio


"Menyesal juga tidak akan bisa mengulangi kesalahan yang lalu, tapi kita memperbaiki nya" imbuh Zio menundukkan kepalanya menatap Jessy


"Sudah berhentilah menangis nanti cantik nya ilang kalau kamu nangis terus" hibur Zio


"Ish mana ada nangis cantiknya ilang" gerutu Jessy memukul pelan dada Zio


"Bisa, coba lihat aku" ucap zio tersenyum mengangkat wajah Jessy


Jessy melonggarkan pelukannya lalu ia mendongak menatap Zio


"Lihat mata merah bengkak " ucap zio mengusap air mata Jessy dengan ibu jari nya


"Hidung merah" ucap zio tersenyum mencolek hidung Jessy


"Sudah seperti badut tidak cantik lagi" ucap Zio terkekeh geli


"Ish apa an sih" kesal Jessy menelusup kan wajah nya ke dada Zio


"Mana ada kau itu yang badut" ucap Jessy dengan muka cemberut nya


"Kamu badut nya"Goda Zio


"Kamu" ucap Jessy


"Coba lihat kesini" ucap Zio mengangkat kepala Jessy


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir Jessy


"Sudah tidak kayak badut lagi" ucap Zio tersenyum lebar


"Apaan sih" ucap Jessy kembali menelusup kan wajah nya ke dada Zio


Zio hanya terkekeh ia mengelus kepala Jessy dengan lembut


(Akan aku buat mereka merasakan apa yang dulu kamu rasakan sayang, aku berjanji) batin zio menatap kearah Jessy

__ADS_1


Tak lama setelah itu hening Zio masih setia mengelus kepala Jessy dengan lembut


"Sayang" panggil Zio karena ia tak merasakan pergerakan dari Jessy


"Sayang" panggil zio lagi tapi Jessy masih saja tak menyahut


Ia lalu mengambil ponsel nya membuka camera depan nya lalu mengarahkan ke wajah Jessy karena ia tak bisa melihat wajah Jessy


"Tidur ternyata" kekeh Zio


"Aku minta satu ya" ucap Zio lalu . . .


Bunyi kamera ponsel zio ia memfoto wajah Jessy yang tertidur yang menurut nya sangat menggemaskan


"Terimakasih" ucap Zio tersenyum melihat hasil jepretan nya ia lalu mencium kepala Jessy


Ia menatap ke depan entah apa yang ia pikirkan


(Aku akan membuat pernikahan kita menjadi pernikahan yang tak bisa kau lupakan seumur hidup) batin Zio tersenyum penuh rencana


Keesokan pagi harinya Jessy terbangun dari tidurnya ia membuka matanya mengucek mata nya menetralkan pandangan nya


Tunggu seperti nya ada yang aneh, batin nya


Ia merasakan berat pada perutnya ia melihat ke arah perutnya tanggan kokoh bertengger di atas perutnya lalu ia menoleh ke arah samping


Yang pertama kali ia lihat Wajah yang nyaris sempurna, bulu mata yang begitu lentik, hidung mancung, dan bibir yang begitu em seksi


"Kau tampan sekali" ucap Jessy tersenyum mengelus pipi Zio


Lalu tangan nya merambat ke bibir Zio, entah bisikan dari mana ia mengecup sekilas bibir Zio, sudah berani ya ku Jessy 😂


"Manis" ucap Jessy terkekeh lalu ia larut dalam pandangan nya


"Aku tau kalau aku tampan" suara serak khas orang bangun tidur


Byar


Pemilik suara membuka matanya Jessy pun terkejut bukan main sontak Jessy menjauhkan wajahnya dari wajah Zio


"Kenapa menjauh, tadi kau nempel nempel" goda zio ia tau apa yang di lakukan Jessy sebenarnya ia sudah terbangun saat Jessy menggerakkan badannya tapi ia masih pura-pura tidur ia ingin tau apa yang akan di lakukan oleh Jessy, tapi siapa sangka ia mendapat kan semangat pagi dari calon istri nya itu


Jessy membulatkan matanya apa Zio tau batinnya, nggak gak mungkin kan dia tidur pikir Jessy masih positif thinking

__ADS_1


__ADS_2