Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 103


__ADS_3

Ceklek


Zio membuka pintu, menutup nya kembali ia kemudian berjalan ke arah lemari, mengeluarkan koper dari atas lemari


Membuka lemari dan memasukkan baju Jessy dan baju zio dalam koper, memang sudah ada baju Jessy dalam lemari zio karena zio sudah menyuruh orang untuk mengangkut sebagian baju Jessy ke rumah nya


"Kau sedang apa sayang?" tanya Jessy melihat zio yang memasukkan baju nya dan baju Jessy


"Cepat pakai pakaian mu, kita akan bukan madu sekarang" ucap Zio tanpa melihat Jessy .


"Sekarang, tapi kenapa kau seperti terburu-buru seperti itu?" tanya Jessy melihat tingkah Zio


"Nanti aku ceritain cepat ganti baju" ucap zio memberikan sebuah gaun pada Jessy dan mendorong Jessy ke dalam kamar mandi dengan pelan


"Sebenarnya ada apa?" gumam Jessy melihat pintu yang baru tertutup rapat


Ia mengendikkan bahunya lalu ia mengganti pakaian nya, tak hanya Jessy zio pun mengganti pakaian nya


Tak berselang lama Jessy keluar kamar mandi sudah rapi dengan pakaian nya


"Sudah selesai, kemasi barang pribadi mu" ucap Zio memberikan tas Jessy pada pemiliknya


Jessy semakin mengeryitkan kening nya namun ia tak urung melakukan apa yang Zio bilang


Sembari mengemasi barang Jessy zio membuka pintu balkon menyeret koper nya keluar balkon


Ia lalu mengambil sebuah tali mengikatkan di pagar balkon lalu mengikatkan pada koper nya lalu menurunkan koper itu secara perlahan


"Sudah belum sayang" tanya Zio melihat koper nya


"Iya ini udah, emang ada apa sih, kenapa gak lewat tangga saja kamu turunin koper nya" ucap Jessy memakai tas nya dan menghampiri Zio di balkon


"Sudah Diam saja, tutup korden dan pintu balkon" ucap zio ia mulai menurunkan dirinya


"Sudah" ucap Jessy melihat Zio turun dari balkon


Beruntung kamar mereka cuma lantai dua jadi tidak terlalu tinggi, dan di bawah balkon kamar zio di tumbuhi beberapa tanaman jika mereka berdiri di bawah balkon tidak terlihat dari dalam rumah Zio


"Kamu Sekarang turun jangan bersuara oke" ucap Zio mendongak ke atas


"Tapi, tidak lewat tangga saja?" ucap Jessy bingung menatap Zio


"Sudah nanti kau tau" ucap zio menjulurkan tangannya


"Nanti kalau aku jatuh bagaimana?" ucap jessy takut


"Tidak akan, kalau nanti jatuh aku tangkap dulu" ucap zio


"Benar ya, aku turun" ucap Jessy mulai menuruni balkon dengan hati-hati


Zio siap siaga di bawah, Jessy menuruni balkon dengan berpegangan pagar dan beberapa tembok atau apapun yang bisa ia pegang


"Lepaskan tangan mu biar aku tangkap dari sini" ucap zio siap menangkap Jessy dari bawah


"Aku takut" ucap Jessy mendongak ke atas


"Tidak apa-apa cepatlah" ucap Zio tak sabar

__ADS_1


"Aku lepas" ucap Jessy melepaskan tangannya dan tubuhnya di tangkap Zio


"Ayo sekarang kita pergi" ucap zio masuk ke dalam mobil taksi yang kebetulan lewat


"Ahh akhir nya" ucap Zio duduk di kursi penumpang


"Kita kemana tuan nyonya" tanya pak supir sambil fokus ke jalanan


"Ke bandara pak" ucap Zio tersenyum lebar


"Baik tuan, mohon Pasang sabuk Pengaman nya" ucap pak supir


Zio mengangguk memasang sabuk pengaman nya Jessy juga


"Sayang sebenarnya ada apa?" tanya Jessy tak sabar


"Di dalam rumah ada wanita gila" ucap zio


"Wanita gila?, kenapa tidak kau usir saja?" ucap Jessy menatap Zio


"Susah ngusir nya seperti noda membandel" ucap Zio


"Sebentar, aku tebak pasti wanita itu yang ada di hotel kemarin" tebak Jessy


"Benar" ucap Zio mengangguk


"Kenapa bisa ada dia di dalam rumah?" ucap Jessy heran


"Mungkin bibi yang menyuruhnya masuk" ucap Zio


"Bibi?" ucap Jessy


"Benar-benar ya, lalu kenapa kita tidak usir saja dia, kenapa malah kita yang seperti kabur dari rumah kita sendiri" kesal Jessy


"Kita buat dia nunggu sampai berlumut, siapa suruh ganggu kebersamaan kita" jelas Zio tersenyum puas


"Kenapa gak sekalian kita cat dia" ucap Jessy


"Boleh juga" ucap Zio terkekeh


"Bisa ya kita ada pelakor bukanya kita usir malah kita suruh jaga rumah" ucap Jessy terkekeh


"Karena kita beda dari yang lain" ucap Zio menatap Jessy sambil menarik turunkan alisnya


"CK apa bedanya" ucap Jessy menatap Zio


"Bedanya, kita pasangan paling romantis" ucap zio mendekatkan wajahnya ke wajah Jessy


"Apaan sih, ini tempat umum" ucap Jessy menjauhkan wajah zio dengan. tangan nya


"Mana ada tempat umum, kita di dalam mobil sayang" ucap Zio menatap Jessy heran


"Ingat ini bukan mobil mu, dan juga juta tidak berdua" ucap Jessy melirik ke depan


"Tenang non saya tidak dengar" saut pak supir terkekeh


"Kau dengar, jadi di dalam mobil hanya kita berdua" ucap Zio tersenyum puas

__ADS_1


"Tidak dengar apa, tidak dengar kok nyaut" ucap Jessy dengan wajah cemberut nya


"Sudah lah sayang, supir nya juga fokus ke jalanan" ucap Zio


"Cih" decih Jessy ia memalingkan wajahnya


"Iya iya, sudah jangan cemberut lagi, Nanti kita tidak jadi honeymoon loh" ujar Zio


"Kita mau honeymoon kemana?" tanya jessy menghadap zio


"Kita gak jadi honeymoon kamu cemberut gitu kok" ucap zio tersenyum tipis


"Enggak ini udah gak cemberut" ucap Jessy tersenyum antusias


"Gitu dong, kamu mau nya kemana?" tanya zio


"Emm Amerika, Jerman, California terserah" ucap Jessy tersenyum lebar


"Kalau gitu kita ke new York aja bagaimana?" ucap Zio


"Boleh" ucap Jessy mengangguk


"Ke China?" ucap Zio


"Boleh, bisa ketemu idola aku" ucap Jessy tersenyum antusias


"Korea?" ucap Zio


"Emm boleh bisa ketemu oppa" ucap Jessy tersenyum lebar


"Ke seluruh dunia mau?" ucap Zio menatap Jessy


"Boleh banget, tapi" ucap Jessy


"Tapi kenapa?" tanya Zio mengelusi kepala Jessy


"Tapi itu tidak mungkin karena menghabiskan uang banyak" ucap Jessy terkekeh


"Kalau kamu mau kita bisa nyicil" ucap Zio terkekeh


"Emang kreditan" ucap Jessy menatap Zio


"Hahah" Zio hanya tertawa melihat wajah Jessy


"Apa kau lapar?" tanya zio mengingat mereka belum makan


"Laper sekali" ucap Jessy mengelus perut nya


"Baiklah" ucap Zio mengangguk


"Pak kalau nanti di depan ada restoran kita berhenti dulu ya pak" ucap Zio


"Iya tuan" ucap pak supir taksi mengangguk


"Sabar ya kita cari restoran dekat sini" ucap zio mengecup puncak kepala Jessy


"Oke" ucap Jessy mengangguk patuh

__ADS_1


Zio tersenyum ia membawa Jessy dalam pelukan nya mengelus kepala Jessy dengan sayang tak lupa sesekali ia mengecupnya


Pak supir yang melihat nya pun hanya tersenyum, untung saya sudah menikah, kalau jomblo bisa wafer entar batin pak supir taksi


__ADS_2