Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 73


__ADS_3

"Bagiamana dok keadaan nya" tanya jessy kepada dokter yang kini selesai memeriksa Zio di kamar zio


"Tidak apa-apa, hanya perlu istirahat beberapa hari di rumah, dan ini obat di minum tiga kali sehari" ucap dokter tersenyum lebar mengulurkan obat nya ke jessy


"Terimakasih dok" ucap Jessy mengangguk menerima obatnya


"Baik kalau begitu saya pamit, jaga suami anda baik-baik ya" ucap dokter berlalu pergi


Jessy hendak menyankal namun dokter sudah keburu pergi


"Huh" Jessy menghela nafas panjang ia menatap Zio


"Mommy apa kita akan tingga di sini?" tanya Al yang sedari duduk di sofa


"Mau bagaimana lagi Mommy juga tidak tega ninggalin nya" ucap Jessy duduk di sofa samping Al


"Al tidur di sini juga tidak apa-apa" ucap Al merebahkan diri di atas sofa


"Baiklah" ucap Jessy tak ada pilihan lain ia kemudian membuka lemari zio mengambil selimut namun ia tak menemukan nya


Ia menghela nafas ia menutup kembali lemari zio


"Mommy pulang dulu ya mau ngambil selimut di sini tidak ada selimut satupun" ucap jessy menatap Al


"Baiklah mommy, Al akan di ini menjaga teman Mommy" ucap Al tersenyum lebar


"Ini jika ingin main ponsel Mommy" ucap Jessy memberikan ponsel nya


"Terimakasih mommy" ucap Al menerima ponsel Jessy


Jessy lalu berjalan menghampiri zio ia menatap wajah zio yang pucat ia lalu membenarkan selimut zio


Tunggu selimut? ia melihat selimut yang ia pegang


"Aku baru sadar kalau selimut nya ada di sini semua" ucap Jessy tersenyum kecil


Ia hendak pergi namun ia mendengar suara orang bergumam ia menoleh ke arah Zio


"Jessy" gumam Zio dalam tidurnya


"Jessy maafkan aku" gumam Zio dengan dahi berkerut


"Ku mohon jangan tinggalkan aku" gumam zio tanpa sadar mengeluarkan cairan bening di pelupuk mata nya


Deg


Tubuh Jessy menegang sempurna sebegitu kah zio merindukan nya, ia menatap wajah zio


"Maaf" lirih Jessy lalu pergi ke rumah nya mengambil selimut

__ADS_1


Pagi hari Zio terbangun bau aroma masakan tercium sampai ke hidung nya, ia menyandarkan punggungnya lalu menoleh ke arah balkon begitu menyilaukan pikir nya


"Apa bibi tidak jadi pergi" gumam zio


Ia lalu menatap sekeliling melihat ke arah sofa


(Anak kecil?) batin Zio ketika melihat Al masih tertidur lelap


"Jadi aku kemarin tidak bermimpi?" ucap zio mengingat ia bertemu Jessy di depan rumahnya


"Tapi dia sudah menikah" sendu zio ia memandang langit lewat balkon tanpa menyadari ada orang yang menghampiri nya


"Om sudah bangun?" tanya Al yang baru bangun tidur


Zio menoleh tersenyum mengangguk


"Apa om haus, apa om lapar biar Al ambilkan" tawar Al


Zio menggeleng kepala tersenyum lebar


"Terimakasih nanti om ambil sendiri" tolak zio tak ingin merepotkan Al


"Ini minum dulu om" ucap Al menyodorkan gelas berisi air putih


"Baiklah terimakasih" ucap zio menerima gelas itu lalu meneguknya hingga setengah mengembalikan ke atas nakas


Al mengangguk lalu ia berputar mengelilingi kasur lalu merangkak naik ke atas duduk di samping zio


"Apa om boleh bertanya?" tanya Zio. tersenyum lebar menatap Al


"Mau tanya apa om" ucap Al yang juga menatap Zio


"Apa kau tidur disini tadi malam?" tanya Zio


"Iya om mommy juga tidur di sini, di sofa itu" ucap Al menunjuk sofa tempat ia tidur tadi


"Apa Daddy kamu tidak marah jika kalian tidur di sini" ucap Zio ingin memastikan sesuatu


"Daddy pergi ke luar negeri beberapa hari, jadi Al tinggal sama mommy di sini, Al malas harus tinggal di rumah mewah itu" celoteh Al


Tunggu, rumah mewah?, setau nya rumah Jessy bukanlah rumah mewah apa mereka tidak tinggal bersama? batin Zio bertanya tanya


"Ehem apa kalian tidak tinggal bersama kan kalian satu keluarga? tanya zio hati-hati


Al menggeleng kepala nya ia lalu merebahkan diri di samping Zio


"Kata mommy, itu tidak boleh karena mommy dan Daddy tidak pernah menikah" jawab Al sayu sayu


"Benarkah lalu sekarang apa mommy Jessy sudah punya pasangan?" tanya Zio senang

__ADS_1


Hening tak ada Jawaban dari Al, zio pun menoleh ke arah Al ternyata tidur


"Ternyata tidur pantes tidak ada Jawaban" ucap zio melihat Al yang tertidur lelap


"Terimakasih tuhan sayaa masih ada harapan untuk mengejarnya" ucap zio merasa sangat senang sekali


Ia lalu ikut merebahkan diri di samping Al berbaring menghadap ke arah Al ia juga menyelimuti tubuh Al, lama kelamaan ia juga ikut tidur kembali sambil memeluk Al


Tak berapa lama Jessy masuk membawa sebuah nampan berisi makanan untuk zio makan pagi sebelum minum obat


"Tuan ba ngun" ucap Jessy memelan di kala melihat pemandangan di depannya ia baru sadar jika Al tidur bersama Zio karena Al terlihat hanya kepalanya saja bahkan tubuh Al di peluk oleh zio


(Dulu kau begitu tega tapi sekarang kau menyayangi nya) batin Jessy melihat wajah zio yang begitu terlihat menyayangi Al dalam tidur nya


(Benar kata orang kalau kamu sudah berubah drastis bukan seperti zio yang dulu) batin Jessy menatap zio


Walau Jessy tak pernah bertemu Zio tapi ia masih bisa mengetahui informasi tentang zio


Entah itu ia sengaja atau ia hanya iseng mencari informasi mengenai Zio


"Sudah lah biarkan mereka tidur melihat wajah kalian aku tak tega membangunkan nya" ucap Jessy mengangkat nampannya kembali lalu ia meninggalkan mereka berdua


Jessy ia kembali pulang untuk menyelesaikan desain nya karena ia masih punya beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan secepat mungkin


"Lebih baik aku pulang mengambil buku desain ku, mengerjakan beberapa pekerjaan yang harus di selesaikan sambil menunggu mereka berdua bangun" gumam Jessy memakai mantelnya ia lalu pegi ke rumah nya


Beberapa menit kemudian Jessy sudah kembali ke rumah zio ia juga sudah mandi membersihkan diri


Ceklek pintu utama ia buka lebar ia menutup nya kembali meletakkan sepatu nya lalu berganti sendal rumahan ia meletakkan barang-barang nya belum menyadari adanya kehadiran seseorang


"Kita mulai sekarang" ucap Jessy meletakkan semua peralatan tempur nya di atas meja lalu ia duduk di bawah sofa


"Mommy apa kau tidak lapar" celetuk Al yang mengagetkan Jessy


"Aduh sayang kenapa kau mengagetkan Mommy" ucap jessy memegang dadanya


"Mommy sendiri yang tidak sadar Al dan uncle di sini" ucap Al menggembung kan pipinya


"Maaf apa kalian sudah makan" ucap Jessy berdiri menghampiri mereka


"Belum, ini juga mau makan kamu ikut makan di sini lah" ucap Zio menatap Jessy


"Baiklah aku panas kan makanan dulu" ucap Jessy hendak memanaskan makanan namun di cegah Zio


"Tidak perlu, sudah aku panas kan, duduk dan makan lah" ucap zio tersenyum lebar


"Baiklah " ucap Jessy duduk di samping Al


Lalu mereka mulai makan pagi bersama seperti sebuah keluarga yang harmonis

__ADS_1


__ADS_2