Strong Single Mom

Strong Single Mom
chapter 104


__ADS_3

Sedangkan di rumah Zio Vani sedang membuat masakan seadanya karena bibi sedang membeli sayuran di supermarket


"Aku buat makanan sederhana saja, di sini pun tak ada bahan makanan yang banyak hanya ada beberapa sayuran dan ayam" ucap Vani


Ia mulai mencuci memotong membuat bumbu dan mulai memasak, tak lama bibi datang menghampiri Vani


"Aduh non kenapa non masak?" ucap bibi menghampiri Vani


"Tak apa bi, zio suka" ucap Vani tersenyum lebar sambil mengaduk-aduk masakan nya


"Tuan sudah turun?" tanya bibi menatap Vani


"Iya Bi" ucap Vani mengangguk


"Kalau non Jessy apa kamu sudah melihat nya?" tanya bibi karena ini sudah mau siang tapi bibi belum melihat mereka satu pun


(CK kenapa pembantu ini bahas dia sih jadi rusak mood saja) batin Vani kesal namun ia tak menampakkan nya


"Gak tau bi" ucap Vani menyajikan masakan nya


"Biar bibi aja non" ucap bibi mengambil alih menyajikan makanan nya


"Ya udah kalau gitu bi, boleh tidak kalau saya bangunin mereka" ucap Vani


"Sambil nunggu bibi siapin makanan" imbuh nya


"Boleh kalau tidak keberatan" ucap bibi tersenyum mengangguk


"Kalau gitu saya ke atas dulu ya bi" ucap Vani berbalik meninggalkan bibi menyiapkan makanan


"Kalau bukan demi zio, aku gak mau sok akrab dengan pembantu itu ih buatku jijik saja, apa lagi badan ku sudah bau asap makanan uh" gumam Vani mencium pakaiannya


Vani mengambil parfum dari tas nya lalu ia menyemprotkan nya ke badannya


"Hemm gini kan wangi" ucap Vani tersenyum senang


Ia meletakkan parfum nya kembali melangkah menaiki tangga sambil melihat ke kanan ke kiri menatap semua sudut rumah Zio


"Kenapa dia gak beli rumah yang mewah dan besar aja" gumam Vani


"Rumah ini terlalu kecil buatku" ucap Vani berhenti di ujung tangga


"Yang mana ya kamar nya" ucap Vani melihat beberapa pintu di hadapan nya


"Aku buka satu-satu kali ya" ucap Vani menghampiri pintu di dekatnya membuka nya


"Hem ini pasti ruang kerja nya" ucap Vani melihat sekeliling lalu menutup nya kembali


"Ini bukan nya" ucap Vani melihat pintu di depan nya


Ia membuka nya ternyata itu tempat gym dan ruang bersantai

__ADS_1


"Gila nih rumah nya kecil tapi ada kamarnya, ada ruang kerja, ada tempat gym pula" ucap Vani menghampiri salah satu alat olahraga


"Kelihatan nya sering di pakai ya" ucap Vani


"Eh tunggu kenapa malah aku di sini" gumam Vani ia menggelengkan kepalanya lalu ia keluar tem6oat gym


"Ini pasti kamar nya" ucap Vani membuka pintu tapi


"Kenapa tidak bisa di buka" gumam nya, ya memang Setelah zio menutup pintu nya ia juga mengunci pintu nya


"Zio, apa kamu di dalam" ucap Vani mengetuk pintu


Tak ada sahutan sama sekali dari dalam


"Zio kamu sudah selesai belum ganti baju nya, kalau sudah kita makan yuk" ucap Vani


Namun lagi-lagi tak ada sahutan dari dalam


"Zio" panggil Vani tetap saja tak ada sahutan sama sekali


"Kamana sih dia" kesal Vani


Ia turun ke bawah mencari bibi


"Bi kenapa gak ada sahutan dari dalam padahal sudah aku ketuk pintu nya" ucap Vani


"Mungkin mereka mandi non" ucap bibi menatap Vani


"Masak sih bi, tapi zio pamit nya sudah dari setengah jam yang lalu Lo bi" ucap Vani heran


Tak lama telepon rumah berdering bibi menghampiri nya lalu mengangkat nya


Beberapa saat bibi berbicara ia menghampiri Vani


"Maaf non, ternyata tuan dan nyonya pergi bulan madu" ucap bibi tak enak


"Apa" pekik Vani


"Sial, sia-sia aku nunggu di sini" geram Vani ia pergi meninggalkan bibi tanpa berbicara apapun keluar rumah zio dengan perasaan kesal marah menjadi satu


"Sial berani-beraninya mereka kabur dari aku" ucap Vani ia lalu menghubungi seseorang setelah menghubungi seseorang ia lalu pergi meninggalkan rumah Zio


Setelah menempuh perjalanan Beberapa jam lamanya kini zio dan Jessy sampai di sebuah negara yang terkenal akan seni di mana lagi kalau bukan new York


"Akhirnya kita tiba di new York tak sabr pengen jalan-jalan" ucap Jessy Melihat sekeliling nya


"Kita istirahat dulu baru jalan-jalan, ayok" ajak zio mereka memasuki mobil menuju hotel yang mereka pesan


Pagi hari di Zio dan Jessy sudah bersiap mengelilingi kota new York hal yang pertama mereka ingin mengunjungi patung Liberty yang terkenal, mengunjungi museum-museum dan yang lain nya


"Wah indah nya, baru pertama kali aku lihat patung Liberty, ternyata sebesar ini" kagum Jessy

__ADS_1


"Suatu saat nanti kalau ingin ke sini lagi boleh" ucap Zio tersenyum


"Oke" ucap Jessy mengangguk mereka mengelilingi tak lupa mengambil gambar mereka


Siang hari mereka istirahat di sebuah restoran sambil makan siang, mereka duduk berhadapan


"Aduh capek nya" ucap Jessy menyenderkan punggungnya


"Kau mau pesan apa" tanya zio melihat buku menu yang di sodorkan oleh pelayan


"Apa aja, yang seger seger pokok nya" ucap Jessy


"Oke" ucap Zio mengangguk


Zio memesan makanan untuk mereka pelayan itu pergi setelah mencatat pesanan mereka


Beberapa menit kemudian pesananan mereka telah sampai langsung saja zio dan Jessy memakan nya karena mereka sudah lapar sekali


Di tengah menikmati santapan nya mereka di kejutkan dengan adanya wanita yang tak tau diri duduk di samping zio


"Hay" ucap Vani tersenyum lebar menatap zio


"Kau kenapa kau bisa ada di sini" ucap Zio membulatkan matanya


"Tentu saja menyusul suami ku" ucap Vani yang tak tahu malu memeluk lengan Zio, zio pun segera melepaskan tangannya


Jessy yang melihatnya amarahnya sudah tak terkendali ia membanting sendok nya


Tring (Anggap lah itu bunyi sendok jatuh di atas piring ya)


"Cukup" bentak Jessy dengan nafas membara


"Sini kau" ucap Jessy menarik tangan Vani menyeret nya keluar restoran


"Apa-apaan sih lepas" ucap Vani menarik tangan nya


"Apa kau tak ada laki-laki lain yang mau sama kamu sehingga suami ku kau rebut hah" bentak Jessy


Semua orang sontak menoleh ke arah mereka


"Cih" decih Vani menatap sinis Jessy


"Kau itu yang merebut zio dari ku" ucap Vani menunjuk Jessy


"Seharusnya aku yang menikah dengan nya bukan kamu" ucap Vani dengan nada tinggi


"Kau sudah merebut jiwaku" teriak Vani


"Aku yang rebut zio dari kamu, jangan mimpi" sinis Jessy


"Kalau dia dari dulu dia milik mu kenapa kau membiarkan nya menikah dengan orang lain" ucap Jessy tersenyum tipis

__ADS_1


"Itu semua karena kau yang merebut nya" ucap Vani


"Oh ya, sekarang kita tanya dia, siapa yang benar ucapannya" ucap Jessy menunjuk Zio yang terburu-buru menghampiri mereka


__ADS_2