
Zio berlari mencari ruangan Jessy berada, akhirnya ia melihat bibi yang sedang menunggu harap-harap cemas
"Bi" panggil zio
"Tuan, nyonya ada di dalam" ucap bibi menunjuk ruangan bersalin
Zio menolek ke arah yang di tunjuk bibi bertepatan itu dokter membuka pintu
"Keluarga nona Jessy" ucap dokter sambil membuka masker nya
"Saya suami nya dok" ucap zio menghampiri dokter itu
"Silahkan masuk" ucap dokter masuk ke dalam, zio pun mengikuti dokter masuk ke dalam
"Sayang" panggil zio menghampiri Jessy yang sedang merintih kesakitan
"Sakit" adu nya menatap zio dengan keringat yang bercucuran
"Sabar ya sayang" ucap zio mengelus kepala Jessy sambil menggenggam tangan Jessy
"Tapi sakit" ucap Jessy menangis
"Dokter Kapan istri saya mau melahirkan" ucap Zio menatap sang dokter
Dokter itu tak menjawab melainkan melihat Jessy sudah pembukaan berapa
"Sekarang waktunya" ucap dokter menatap suster suster
"Ibu siap-siap ya, saya bilang satu dua tiga ibu mengejan ya" ucap dokter
Jessy mengangguk dengan cepat
"Yang kuat ya sayang" ucap Zio
"Satu dua tiga" ucap dokter
Jessy mulai mengejang
"Ayo kamu pasti bisa sayang " ucap zio menyemangati Jessy
"Satu dua tiga" ucap dokter Jessy kembali mengejang dan sambil menggenggam erat tangan zio
"Semangat sayang, satu dua tiga enghh" ucap zio ikut mengejang
"Kenapa kamu ikut mengejang" ucap Jessy menatap Zio
"Biar aku bisa ikut merasakan nya" ucap zio
"Ayo lagi Bu sudah kelihatan kepala nya" ucap dokter itu
Jessy mengejang lagi tak hanya Jessy zio pun ikut mengejang
Plak
"Aduh" Ringis zio memegang kepala nya karena di tabok Jessy
"Kenapa kau ikut mengejang" protes Jessy
"Biar aku ikut merasakan nya sayang" ucap Zio menatap Jessy
"Jika kau terus mengejang aku takut jika kau akan ke toilet mengeluarkan bom atom mu" ucap Jessy dengan nafas tersengal-sengal
__ADS_1
"Tidak akan" ucap Zio dengan mantap
"Ayok Bu, jangan ngobrol aja" ucap dokter
Jessy mengejang lagi zio pun ikut
"Engg"
"Ayo Terus kepala nya hampir keluar" ucap dokter
"Tunggu sayang" ucap zio melepaskan tangannya lalu berdiri
"Ada apa" tanya Jessy heran
"Seperti nya ada yang mau keluar, aku ke toilet dulu, kamu tahan sebentar ya, jangan keluar kan anak kita tunggu aku selesai" ucap Zio lalu ngibrit keluar ruangan mencari toilet
Sedangkan Jessy ia geram bukan main bisa-bisa nya ia di tinggal saat melahirkan Anak nya di suruh tunggu pula tu
"Zio" teriak Jessy tanpa sadar ia mengejang dengan kuat dan pads akhirnya keluar lah zio junior ke dunia
Oekk oekk
"Hahaha"
Para suster dan dokter pun tertawa melihat tingkah Zio
"Suami nyonya lucu sekali" ucap dokter tersenyum menatap Jessy
Jessy hanya tersenyum saja, sungguh tenaga nya terkuras habis
"Tunggu sebentar nyonya bayi anda sedang kami bersihkan" ucap dokter
Jessy mengangguk lemah
"Tuan, bagaimana keadaan nyonya, baik-baik saja kan" tanya bibi
"Aduh bi nanti saja, gawat ini" ucap zio meninggalkan bibi
Bibi terheran-heran melihat zio yang panik, ia pun meras khawatir dengan keadaan Jessy di dalam
Namun rasa khawatirnya pudar kala mendengar suara tangisan bayi dari dalam
"Syukurlah bayi nya selamat" ucap bibi bernapas lega
Tak berapa lama suster dan dokter keluar dari ruang bersalin
"Bagaimana keadaan nyonya dan bayi nya dok" tanya bibi
"Anda tidak perlu khawatir bayi dan ibunya selamat" ucap dokter tersenyum
"Syukurlah" ucap bibi bernapas lega
"Kami permisi dulu" ucap dokter
"Tunggu kapan saya menjenguk nya dokter" ucap bibi
"Setelah kita pindahkan ke ruangan rawat inap ya Bu" ucap dokter
Bibi mengangguk paham
"Permisi" ucap dokter lalu pergi meninggalkan bibi
__ADS_1
Beberapa menit kemudian zio selesai dengan urusan nya ia keluar dengan perasaan lega
"Hah lega nya" ucap Zio tersenyum puas
"Aku harus cepat" ucap Zio bergegas menuju ruangan Jessy
"Bibi kemana?" ucap zio tak melihat bibi di luar
"Mungkin bibi sedang ke kantin rumah sakit" ucap Zio mengangguk
Pintu ruangan terbuka zio menoleh muncul lah dokter yang berbeda, zio hendak bertanya namun dokter itu berucap
"Apa kau keluarga pasien?" tanya dokter
Dengan ragu zio mengangguk
"Kenapa tidak masuk dari tadi apa kau tak kasian pada istri Anda?" omel dokter itu
Zio hanya bengong ternganga
"Cepat masuk" ucap dokter itu dengan nada tinggi
Zio yang terkejut pun langsung masuk ke dalam tanpa basa-basi, sampai di dalam ia terkejut bukan main kala yang di lihatnya bukan Jessy melainkan wanita lain yang lebih tua dari Jessy
"Cepat bantu istri anda, jangan bengong di sini" ucap dokter itu mendorong zio ke arah wanita itu
Wanita itu menoleh ke arah Zio lalu menjambak rambut Zio dengan kuat
"Aduh sakit" Ringis Zio merasakan sakit akibat jambakan dari wanita itu
"Aaaa" teriak wanita itu sambil menjambak rambut zio menggoyangkan ke kanan ke kiri berputar putar
Adegan itu berlangsung hingga sepuluh menit lama nya, sio terduduk di atas lantai di samping ranjang
Zio lemas kepala nya di Jambak sampai sakit rambut acak-acakan, pakaian berantakan
"Akhirnya" ucap wanita itu dengan lemah ia pun memejamkan mata nya
"Jadi suami itu harus siaga, istri mau melahirkan kok malah pergi" omel dokter.
Zio hendak menjawab kalau itu bukan istri nya namun dokter itu kembali berkata
"Suami model apa itu, tampang ganteng, pinter cari duit, tapi istri mau melahirkan kok di tinggal, jangan mau enak nya aja tuan" cerocos dokter
"Melahirkan itu sakit butuh perjuangan, kalau gak mau Nemani istri anda lahiran jangan buat anak" ucap dokter itu lalu keluar ruangan
Zio hanya diam sambil menggelengkan kepalanya, salah satu suster menghampiri nya
"Mari saya bantu tuan" ucap suster membantu zio berdiri
"Kau bukanya suster yang membantu istri saya lahiran, kenapa kamu diam saja" protes Zio menatap tajam suster di depan nya
"Maaf tuan saya tidak berani, dokter itu galak" terang suster
"Cih dimana ruangan istri saya" ucap Zio
"mari saya antar" ucap suster, zio pun mengikuti langkah suster itu
Di dalam ruangan bersalin para suster saling menatap bertanya satu sama lain lalu salah satu dari mereka bertanya pada wanita yang melahirkan
"Bu apa pria tadi suami ibu?" tanya suster
__ADS_1
"Tidak sus, suami saya lagi kerja di kantor" ucap wanita itu dengan Watados nya
Para suster itu pun menganga lebar jadi dokter tadi salah menarik orang di omelin pula, pasti pria itu kesal bukan main batin suster