Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 35


__ADS_3

"Saya suaminya" ucap seseorang dengan tiba-tiba di belakang Jessy


Sontak semua orang menoleh ke arah pria yang berbicara begitupun Jessy ia membulatkan matanya kegika berbalik badan


"Saya suaminya, saya jarang menemaninya karena saya selalu ada urusan ke luar negeri ataupun ke luar kota, soal ia berbicara suaminya meninggal itu karena ia protes karena saya bagikan tak ada di sisinya" jelas pria itu


Semua diam tak ada yang berani berbicara kembali Jessy pun diam beberapa saat lalu ia akan bersuara pria itu kembali berbicara


"Kalian semua jangan menuduh orang tanpa bukti, karena itu bisa terkena pasal pidana, kalian boleh bubar" ucap pria itu


Semua orang membubarkan diri masing-masing dengan berbisik bisik sedangkan Jessy menatap sengit orang itu


"Apa-apaan anda berbicara seperti itu tuan Mark" ucap Jessy menatap Mark dengan api menyalang


Ya orang berbicara tadi adalah Mark, ia memang menunggu Jessy di taman itu ia sudah tahu kebiasaan Jessy yang selalu datang ke taman itu, ia ingin melihat Jessy walaupun dari kejauhan ia juga sengaja berbicara seperti itu karena ia masih menyimpan rasa pada Jessy ia tak mau melihat Jessy di sakiti oleh orang lain


Tak hanya menyimpan rasa pada Jessy Mark pun menyimpan rasa pada wanita lain, dan bisa di bilang kalau Mark mencintai dua wanita sekaligus


"Jessy, aku hanya membantu mu saja aku tak mau melihat mereka menyakiti mu" ucap Mark sendu


"Cih menyakiti, kau yang menyakiti ku hingga terdalam Mark ingat jangan pernah temui aku lagi" ucap Jessy hendak melangkah tapi tangannya di cekal oleh Mark


"Jessy, soal itu aku minta maaf" ucap Mark menyesal


"Tak ada gunanya, lepas" dingin Jessy ia menghempaskan tangan Mark dengan kasar lalu ia melangkah pergi meninggalkan Mark yang terdiam melihat punggung Jessy yang menggendong baby Al yang sedang tertidur pulas


"Andai kau tahu kalau aku masih mencintaimu Jessy" lirih Mark lalu ia pergi meninggalkan taman itu


Di sisi lain di tempat yang sama seseorang yang sedang menyeringai ketika melihat bagaimana Mark membantu Jessy


"Kejutan yang tak terduga, dengan adanya video ini pasti ia takkan berkutik sedikit pun" ucap orang itu tersenyum licik


"Tunggu pembalasan ku" ucap orang itu menatap handphone di tangannya lalu pergi meninggalkan taman itu


Di apartemen Jessy ia sedang menunggu lift tiba di lantai tujuan ia sesekali mengusap air matanya ia sungguh merasa sangat tak berdaya saat ini


Ia tak masalah jika ia di kata orang tapi ia sungguh tak tega ketika ada orang yang yang mengata baby Al


Baby Al bagi Jessy adalah segalanya ia sudah menganggap baby Al sebagai anak kandung siapapun yang yang mengata baby Al ia sungguh tak terima

__ADS_1


Ting pintu lift terbuka ia keluar lalu berjalan ke arah kamarnya saat ia hendak membuka pintu ia berpapasan dengan delic yang juga sedang membuka pintu


"Wah pagi sekali kalian keluar" ucap delic tersenyum


Jessy tak menjawab ia hanya masuk ke dalam saat ini ia ingin sendiri


"Kenapa dia biasa nya dia ceria?, sekarang aku di cuekin" ucap delic bingung


"Padahal kacang murah dari pada anggur, harusnya aku di anggurin bukan di kacangin" ucap delic menggaruk kepalanya


Kemudian ia mengendikkan bahunya acuh lalu ia menuju lift saat menunggu lift ia juga berpapasan dengan tetangga nya yang sedang mengobrol dan juga sedang menunggu lift


Awalnya ia tak memperdulikan tapi delic penasaran saat mereka menyebut nama Jessy dan juga baby Al ia memasang tajam kuping nya mendengar informasi yang ingin ia dengar


Ting pintu lift terbuka ia terus mendengarkan orang di samping nya bercerita sampai di lantai dasar ia akhirnya tau Kenapa Jessy diam saat ia menyapanya


"Jadi begitu tapi siapa ya laki-laki itu pengen liat tampang nya lebih cakepan mana sama aku, dan yang pasti cakepan aku lah" narsis delic dengan senyuman di wajah nya


Setelah bergumam ia melanjutkan perjalanan nya yang sempat tertunda


Di apartemen Jessy ia sedang meletakkan baby Al di atas ranjang ia memandang wajah baby Al sesak di dalam dada, kejadian tadi masih terlintas jelas di otaknya


"Mommy akan berusaha menjadi terbaik buat kamu, terimakasih sudah hadir di hidup Mommy" ucap Jessy mengecup pipi baby Al yang tertidur pulas


Jessy pun ikut berbaring di atas ranjang ia memeluk tubuh baby Al dan kemudian mereka tidur bersama di atas ranjang


Keesokan pagi harinya Jessy sudah bersiap diri ia menghampiri baby Al dan mbok Eem di ruang tamu


"Selamat pagi sayang, selamat pagi mbok Eem" sapa Jessy tersenyum ia duduk di samping baby Al lalu mencium pipi baby Al


"Selamat non, udah mau berangkat kerja non" tanya mbok Eem basa-basi


"Iya mbok, Jessy mau pamitan dulu sama Anak kesayangan mommy" ucap Jessy menciumi wajah baby Al, dan membuat baby Al tertawa kegelian


"Ya udah mommy berangkat dulu ya bye-bye" ucap Jessy berdiri lalu melambaikan tangan nya


"Hati-hati non" ucap mbok Eem


"Iya mbok titip baby Al ya" ucap Jessy membuka pintu apartemen

__ADS_1


"Pasti non" ucap mbok Eem


"Mommy" ucap baby Al belepotan


Jessy pun tersenyum lalu menutup pintu lalu ia berjalan ke arah lift menunggu lift


Tak lama pintu lift terbuka ia segera masuk pintu lift mulai tertutup tapi ada seseorang yang menghalanginya jadi pintu lift kembali terbuka


"Maaf" ucap orang itu belum melihat orang di dalam nya


"No problem" ucap Jessy menatap orang di depannya


"Eh ternyata kamu hehe" ucap orang itu masuk ke dalam lift dan melihat orang di depannya


"Iya tuan delic, mau berangkat kerja?" tanya Jessy tersenyum


"Iya, ini mau jalan ke kantor tuan Zio mau sekalian bareng" tawar deoic


"Tak usah, saya sudah ngrepotin tuan Delic terus" tolak Jessy tak enak hati


"Ngrepotin apa, enggak lah sekalian aja bareng sama saya ya, kalau sendiri sendiri nanti di kira kita musuhan lagi" canda delic


"Em baiklah terimakasih taun" ucap Jessy tersenyum mengangguk


"CK belum jam kerja panggil biasa aja lah" ucap delic pura-pura kesal


"Iya iya" ucap Jessy terkekeh geli


(Mudah sekali orang ini berubah mood) batin Jessy


Ting


Pintu lift terbuka mereka keluar lalu berjalan ke arah mobil delic dan mulai berangkat ke kantor Zio


Beberapa menit kemudian mereka sampai di kantor Zio Jessy dan Delic turun dari mobil berjalan bersama ke lantai atas


"Saya mau ke kantin dulu nanti saya ke ruang rapat" ucap delic


"Baik tuan" ucap Jessy mengangguk

__ADS_1


__ADS_2