
Keesokan pagi harinya terjadi keributan di sebuah rumah penuh dengan kemewahan
Terlihat sepasang suami istri sedang bercek Cok entah karena apa, yang pasti perempuan paruh baya itu sangat marah, laki-laki paruh baya juga tak kalah marah
"Papa bagaimana sih begitu aja tidak pecus" omel istrinya
"Kamu jangan asal ngomong aja, itu semua juga perbuatan dari anak kamu dan kamu" ucap pria paruh baya itu dengan marah
"Kok mama yang di salahin kan papa yang kerjanya tidak pecus" ucap istri nya dengan mulut pedasnya
"Kalau tidak pecus lalu selama ini uang untuk mu dan anak mu belanja itu dari mana dari langit" marah suami nya
"Dan sekarang lihat kalian cuma suka foya-foya, lihatlah sekarang kita di larang masuk mall yang terkenal, banyak perusahaan yang memutuskan kontrak kerja" ucap suaminya dengan nada tinggi
"Entah siapa yang anak ku singgung hingga seperti ini" kesal suami nya
"Kenapa sih papa gak nyogok pengelola mall itu" saran istri nya
"Kamu gila pemilik mall terkenal dengan kekejaman, bisa-bisa hancur perusahaan yan aku bangun selama ini kalau aku berani menyogok pengelola mall" ucap suami nya
"Lalu kita harus bagaimana pa" ucap istri nya
"Panggil anak kamu kemari" ucap suaminya bersungut-sungut
Istri nya mengangguk lalu ia baik ke atas membangun kan Anak semata wayang nya yang masih tertidur pulas di bawah selimut tebal nya
"Mecca, nak bangun papa mencarimu" ucap mama Mecca mengetuk pintu kamar Mecca
Ya mereka adalah keluarga Mecca, mereka juga sudah tau kalau mereka di larang masuk ke mall milik Felix dan akibatnya itu berimbas pada kontrak kerja sama dengan perusahaan lain
Karena perusahaan lain tau jika mall itu milik Felix, keluarga besar Mecca Sampai di larang masuk artinya ada yang masalh dengan Felix dan itu membuat perusahaan lain enggan bekerja sama karena takut terseret masalah mereka
"Mecca" panggil mama Mecca karena Mecca tak kunjung menyaut
"CK benar-benar ni anak" gerutu mama Mecca lalu ia membuka pintu kamar Mecca yang ternyata tidak di kunci
"Mecca" teriak mama Mecca sambil menarik selimut Mecca
"Apaan sih ma, gak usah teriak teriak juga kali" kesal Mecca tanpa menatap mama nya
"Bangun sekarang, di cariin papa mu kalau tidak bangun habis kamu sama papa mu" ucap mama Mecca lalu meninggalkan Mecca
__ADS_1
Mecca yang mendengar papa mencarinya ia lalu duduk di atas ranjang mengacak rambut dengan kasar
"Sial, ngapain sih ganggu orang" ucap Mecca mau tak mau ia turun dari ranjang nya merapikan diri lalu ia turun menemui keluarga nya
Tak tak tak
"Mana Mecca" tanya papa Mecca melihat istri nya turun sendiri
"Lagi cuci muka" ucap mama Mecca
"CK" decak papa Mecca ia sudah tak sabar ingin menghajar putrinya itu akibat ulahnya bisnisnya kini terancam
"Lama sekali itu anak ini sudah lima menit, panggil dia sekarang" ucap papa Mecca
"Baru juga lima menit" kesal mama Mecca
"Lima menit juga waktu, cepat panggil dia" bentak papa Mecca
"Iya iya" pasrah mama Mecca ia bangun dari duduk nya namun ia hendak berjalan Mecca sudah menuruni tangga
"Itu dia" ucap mama Mecca menunjuk Mecca lalu ia duduk kembali
"CK, emang ada apaan sih pa Mecca kan lagi enak tidur" kesal Mecca menghampiri orang tua nya
"Tidur saja yang kau pikirkan, tidak lihat kalau perusahaan kita" sinis papa Mecca
"Tinggal pecat aja karyawan nya yang tidak pecus mengelola perusahaan" gampang Mecca
"Apa kau bilang, bukan karyawan yang tidak pecus tapi Karena perbuatan mu perusahaan kita jadi terancam" bentak papa Mecca
"Kok Mecca sih pa, kan Mecca gak salah apa-apa" protes Mecca
"Tidak salah apa-apa, coba kau ingat kemarin kau menyinggung siapa hah" bentak papa Mecca
"Maksudnya gimana sih pa Mecca tidak paham" ucap Mecca tak mengerti situasi sekarang ini
"Itu lah yang kau bisa hanya makan tidur foya-foya, itu terus kerjaan nya" ucap papa Mecca
"Terus Mecca mau apa lagi, jadi wanita malam" kesal Mecca menatap tajam papa nya
"Apa kau bilang hah, coba ulangi sekali lagi" bentak papa Mecca
__ADS_1
"Iya Mecca jadi wanita malam" ucap Mecca seolah menantang
Plaakk
"Jika itu mau kamu pergi dari rumah ini dan jangan pernah kembali lagi, papa tidak Sudi mempunyai anak wanita malam" bentak papa Mecca dengan penuh emosi
"Oke yang itu mau papa" ucap memegang pipi nya ia lalu naik ke atas mengemasi barang-barang
"Jika kau ingin menyusul dia silahkan, dan jangan anggap aku suami mu, dan jika kau ketahuan membantu nya jangan harap bisa menginjakkan kaki di rumah ini" ancam papa Mecca pada mama Mecca yang hendak menyusul meccca ke atas
Mama Mecca diam di tempat ia tidak jadi menyusul Mecca karena sekarang uang lebih penting dari Mecca batin nya
Tak berapa lama Mecca keluar xari kamar menuruni tangga sambil membawa koper dan tas kecil di bahu nya
"Tunggu tinggalkan semua fasilitas yang aku berikan kau tak berhak menggunakan nya" tagih papa Mecca
Dengan amarah yang membuncah Mecca mengeluarkan isi tas nya ia melemparkan semua nya di depan papa nya
Ada beberapa kartu ATM, kunci mobil, dan kunci apartemen
"Puas, Sekarang aku bukan anak mu lagi" ucap Mecca lalu pergi meninggalkan mereka
"Aku juga tidak akan menganggap mu anak ku" teriak papa Mecca setelah itu ia memegang dada nya yang terasa sesak beberapa detik kemudian ia terjatuh pingsan di lantai
Mama Mecca yang panik pun menghampiri papa Mecca ia mencoba membangunkan papa Mecca tapi papa Mecca tak kunjung sadar
"Pak Randy" panggil mama Mecca pada supir nya
"Pak Randy" teriak mama Mecca, pak Randy tergopoh-gopoh menghampiri mama Mecca ia melihat papa Mecca yang terbaring di atas lantai, lalu ia membantu mengangkat papa Mecca mengantarkan nya ke rumah sakit
Di rumah Mark juga terjadi keributan mama Mark marah-marah karena pagi ini ia ingin pergi ke mall tapi ketika ia masuk ke dalam tapi di hadang oleh satpam
"Ini semua bukan salah Mark ma, ini semua salah Mecca" ucap Mark membela diri sendiri
"Apa kau tak berada di sana saat kejadian itu hah?" bentak mama Mark
"Aku ada di sana tapi kan Mecca yang cek Cok dengan nya ma" ucap Mark
"Lalu kau diam saja, seharusnya kau itu larang dia" ucap mama Mark
"Mark sudah larang tapi yang keras kepala ma" ucap Mark
__ADS_1