
"Aku gak mau tau pokoknya besok mama harus bisa masuk ke mall itu" ucap mama Mark
"Apa kata temen-temen mama kalau sampai tau kalau mama di larang masuk kedalam sana" kesal mama Mark
Papa Mark hanya diam melihat tingkah mama Mark yang sedang di kemarahan
"Iya ma, kalau begitu Mark pergi dulu" ucap Mark pasrah
Di sisi Jessy ia sedang berangkat ke butik ia diantar oleh Zio karena ia juga akan berangkat ke kantor nya
"Sayang, apa kau punya waktu luang besok malam" ucap Zio fokus dengan jalanan tapi tangan nya fokus menggenggam tangan Jessy
"Memang Kenapa?" tanya Jessy menatap Zio
"Tidak aku hanya ingin makan malam bersama mu" kilah zio sebenarnya ingin melakukan sesuatu kepada Jessy tanpa di di ketahui oleh Jessy
"OHh, kenapa tidak nanti malam saja" ucap Jessy tersenyum lebar
"Kalau nanti malam aku ada lembur" ucap zio
"Baiklah, besok kita makan malam" ucap Jessy mengangguk menyetujui ajakan zio
"Benar ya" ucap zio tersenyum senang
"Hem" ucap Jessy mengangguk sambil merebahkan kepalanya di bahu zio
Mobil yang penuh kasmaran itu terus melaju menempuh tujuan mereka, beda hal nya dengan keadaan Mecca saat ini
"Sial kenapa mereka tak ada yang mau membantu ku padahal jika mereka butuh bantuan aku yang selalu membantu nya" gerutu Mecca ia keluar dari rumah temannya untuk kesekian kali
Dan untuk kesekian ia di usir mentah-mentah oleh temannya, begitu jika punya tapi tidak tulus mereka hanya memanfaatkan keadaan
"Kemana lagi aku harus pergi" ucap Mecca mencari taksi yang lewat
"Aku pergi kerumah mark saja, bagaimana pun perusahaan nya masih bisa berjalan sampai sekarang karena perusahaan papa, anggap aja dia balas Budi" ucap Mecca
Dengan keputusan bulat ia datang ke rumah Mark, dan di sini lah ia setelah menempuh beberapa menit akhirnya ia sampai di rumah Mark
Ting tong
__ADS_1
Mecca menekan bell rumah tak lama keluar lah Art tempat rumah mark bekerja
"Eh nona Mecca, masuk non" ucap bibi tersebut membuka lebar pintu utama
Mecca hanya diam ia lalu masuk kedalam dan tanpa di persilahkan ia langsung duduk di sofa ruang tamu ia menyimpan koper nya di samping nya
"Tunggu sebentar saya panggilkan nyonya sebentar nona" ucap bibi
"Dimana Mark?" tanya Mecca
"Tuan muda sudah berangkat ke kantor nona" jawab bibi
"Hem, aku pergi ke kantor nya saja" ucap Mecca berdiri menggenggam koper nya namun ia hendak berjalan ia tiba-tiba berhenti ketika mendengar suara dari atas tangga
"Ngapain kamu kesini" ucap mama Mark menuruni tangga sambil menatap tajam ke arah Mecca
Mecca berbalik ia melihat mama Mark yang raut wajah nya tak bersahabat
"Ngapain kamu kesini, gara-gara kamu saya dan keluarga saya di larang masuk ke dalam mall yang bergengsi di negara ini" ucap mama Mark menghampiri Mecca
"Apa maksud Tante" ucap Mecca tak mengerti
"Sebenarnya apa maksud Tante" ucap Mecca karena ia benar-benar tidak tau apa-apa karena sedari tadi ia belum membuka hp jadi ia tak tau apa yang sedang terjadi
"CK, berhubung kamu itu tidak tau apa-apa aku kasih tau ke kamu ya, dengar baik-baik, gara-gara kamu menyinggung keluarga paling berpengaruh di negara ini saya dan keluarga saya tak di izinkan masuk ke dalam mall paling besar di negara ini, tak hanya keluarga saya" ucap mama Mark
"Tapi juga keluarga kamu termasuk kamu juga di larang tak hanya itu saya juga mendengar bahwa banyak kontrak kerja yang batal akibat ulah kamu, dan di pastikan perusahaan kamu tak akan bertahan lama" sinis mama Mark
"Apa?" kejut Mecca
"Tante jangan ngomong sembarangan" ucap Mecca tak percaya
"Apa untungnya aku berbohong, dan juga dengar dengan kedua kuping kamu" ucap mama Mark menunjuk kuping Mecca
"Aku sebagai nyonya di rumah iniulai hari ini, aku memutuskan hubungan kalian antara kamu dan Mark sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi" ucap mama Mark
"Tante tidak bisa seenaknya gitu dong Tante" ucap Mecca tak terima
"Terima gak terima itu urusan kamu, bibi usir wanita ini dari rumah" ucap mama Mark pergi meninggalkan Mecca
__ADS_1
"Apa kalian lupa perusahaan keluarga anda masih bisa bertahan sampai sekarang karena berkat perusahaan papa saya" teriak Mecca ketika bibi hendak memegang tangan nya
"Oh kamu mau perhitungan dengan saya ya" ucap mama Mark dengan senyum sinis nya
"Bisa di bilang begitu" ucap Mecca
Ia mengesampingkan harga diri nya setidaknya ia bisa mendapatkan uang dari keluarga Mark ia bisa pergi Ari negara ini, toh juga ia sudah tak peduli dengan perusahaan papa, apalagi ia sudah tak di anggap anak nya
"Oke, sekarang kamu mau berapa" ucap mama Mark
"Cukup 100 jt dolar" ucap Mecca dengan enteng
"Kamu mau memeras saya ya" ucap mama Mark tak suka
100 jt dolar itu bukanlah uang yang sedikit
"Itu sudah setara dengan apa yang kau miliki sekarang ini" ucap Mecca tersenyum menujuk semua barang di rumah Mark
"Kalau aku tidak mau bagaimana hah" ucap mama Mark
"Kalau tidak mau ya siap-siap perusahaan anda bangkrut" ancam Mecca tersenyum sinis
"Apa, berani-beraninya kamu" ucap mama Mark dengan kesal
Ia tidak mau menjadi gelandangan, dengan terpaksa ia menuruti ucapan Mecca walau tidak memberikan uang sebanyak itu
"Tunggu di sini" ucap mama Mark
Mecca tersenyum senang akhirnya rencana nya berhasil, ini sungguh menjadi yang terakhir kalinya, kalau ia masih punya uang banyak mana mungkin ia bisa begini
"Ini ambil, ini isinya setengah nya dari yang kau minta, aku tidak uang lagi, punya ada di balik kartu itu" ucap mama Mark melempar sebuah kartu ATM di atas meja
"Tak masalah, terimakasih Tante" ucap Mecca mengambil kartu itu lalu pergi tampa pamit
"Sial berani-beraninya dia meras uang saya" kesal mama Mark ia lalu naik ke atas dengan perasaan dongkol
Sedangkan Mecca ia pergi dari rumah Mark langsung ke ATM ia menguras habis uang yang ada di dalam ATM itu sebelum Atm itu di blok
Setelah menguras habis ia lalu memesan tiket pesawat, ia sudah putuskan untuk meninggalkan negara ini toh di sini dia sudah tak punya siapa siapa lagi pikir nya
__ADS_1