Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 53


__ADS_3

Sinar mentari pagi menyinari bumi menyinari seluruh permukaan bumi termasuk seseorang orang yang sesang tertidur lelap cahaya mentari pagi menembus nya dari celah-celah korden


Terdengar suara berdering di atas nangkas dengan mata yang masih mengantuk ia mengangkat nya


"Hallo" ucap Zio dengan suara khas bangun tidur nya


"Saya sudah menemukan informasi tentang anak itu tuan" ucap anak buahnya


"Katakan" ucap Zio Masi setengah sadar


"Tapi" ucap anak buahnya ragu-ragu


"Cepat katakan" bentak zio yang sudah tak sabar mendengar informasi tentang anak yang si asuh Jessy


"Maaf tuan dari informasi yang saya tau anak itu anak- - " ucap anak buahnya tak yakin


"Anak siapa cepat katakan atau mau saya pecat hah" bentak Zio kini ia sudah duduk dari awalnya berbaring di atas tempat tidur


"Anak yang bersama nona Jessy adalah , , , Anak nona Anette tuan dengan selingkuhannya" ucap anak buahnya takut-takut


Zio membulat kan matanya apa tidak salah yang ia dengar sekarang


"Coba kau ulangi lagi" ucap Zio


"Anak yang bersama nona Jessy adalah anak kandung nona Anette tuan" ulang anak buahnya


Zio diam seribu bahasa di lihat dari umur baby Al sudah satu dua tahun lebih


"Hallo tuan" panggil anak buahnya karena tak jawaban dari Zio


"Tuan" panggil lagi anak buahnya


Zio kembali sadar dalam lamunan nya


"Kau istirahat lah nanti uangnya saya transfer" ucap zio mematikan ponselnya


"Tuhan ternyata -, " ucap Zio mengusap wajah nya dengan kasar ia tak percaya apa yang baru saja ia dengar sungguh betapa bodoh nya ia


Ia bangkit berdiri membuka korden ia menutup matanya sinar mentari pagi sungguh sangat menyilaukan baginya ia seperti mendapatkan sebuah tamparan keras cahaya matahari bagaikan kenyataan yang selama ini terhalang oleh Korden seperti hati yang buta akan cinta


"Uh rasanya seperti menyinari mata hati Yang buta" ucap Zio menatap sekilas sinar mentari pagi


Lalu ia berjalan ke arah kamar mandi menghidupkan shower membasuh tubuhnya yang masih menggunakan piyama tidur nya


Ingatan demi ingatan baik buruk nya terlihat samar ia memukul-mukul tembok kamar mandi hingga tangan nya berdarah tapi ia tak menghiraukan itu semua yang ia rasakan saat ialah menyesal yang amat dalam


Lain hal nya dengan zio yang mendapatkan kenyataan pahit lain pula kenyataan Jessy yang mendapat kabar bahagia ia bahagia karena sekarang baby Al sudah ceria seperti biasanya

__ADS_1


"Ngeng ngeng, pesawat mau terbang aaa" ucap Jessy menyuapi baby Al


Baby Al tertawa lebar menerima suapan dari jesssy


"Aaa lagi" ucap Jessy ikut membuka mulutnya baby Al pun menerima nya dengan senang hati


Ceklek


Pintu ruangan baby Al terbuka lebar


"Wow ada apa ini kenapa banyak sekali orang nya?" ucap Jessy tersenyum melihat semuanya ada orang tuanya, angel, mbok Eem dan em pria depan rumahnya kalau ia tak salah ingat


"Hallo sayang Tante yang paling cantik datang" ucap Angel berhambur memeluk baby Al


"E jangan peluk-peluk cucu mama nanti dia sakit lagi nanti" canda mama Jessy memisahkan baby Al dari pelukan angel


"Ish aku kan kangen sama ponakan Tante yang gemas ini" ucap Angel menciumi baby Al, dan tentu saja baby Al memberontak tak mau


"Sudah-sudah kasihan baby Al" ucap papa Jessy menengahi


"Ma, pa kenapa datang kesini pasti capek iya kan, papa duduk aja dulu, mama juga" ucap jessy menggiring orang tuanya ke arah sofa


"Kita gak capek kok Nak, apalagi melihat cucu kita iya kan pa" ucap mama Jessy menatap baby Al dari kejauhan


"Iya apa yang di bilang mama mu nak" ucap papa Jessy tersenyum


(Daddy bersyukur nak kamu di kelilingi oleh orang yang menyayangi kamu dengan tulus) batin pria itu yang mendengar ucapan orang tua Jessy


Orang tua Jessy saling menatap lalu kemudian tersenyum


"Mana ada papa sakit lihat papa baik-baik saja" ucap papa Jessy memperlihatkan ototnya bukan lebih tepatnya lengan tanpa otot


"Iya iya Jessy percaya" ucap Jessy mengangguk


"Aduh kenapa pipi baby Al semakin lebar, gemes nya" ucap Angel yang terus saja mencium pipi gembul baby Al


Karena tak tahan baby Al memberontak kembali sambil berkata


"Engsel" ucap baby Al belepotan dan angel pun melepaskan baby Al


"Hahahaha"


Gelak tawa semua orang dalam ruangan mendengar suara baby Al


"Tau lah Tante ngambek" ucap Angel menjauhi baby Al


"Hahaha Sudah sudah, jessy pria ini siapa?, apa kau tak mau memperkenalkan pada kita" goda mama Jessy melihat pria itu

__ADS_1


"Em dia tetangga Jessy ma" ucap Jessy


"Oh tetangga" ucap mama Jessy tersenyum mengangguk


"Hallo Tante, paman saya Felix" sapa Felix


"Hallo, saya mama papa nya Jessy dan ini kenalin anak Tante kembaran Jessy" ucap mama Jessy menunjuk angel di anggukki papa Jessy sedangkan hanya menatap pria itu


(Tampan sekali baru tau kalau pria itu tampan) batin angel


(Kembaran? kembaran dari mana?) batin Felix bingung


"Ahhaha itu maksud Tante kembaran beda ayah beda ibu, tapi tante sudah menganggap anak sendiri karena dia tak mau jadi adik atau kaka jadi tante bilang kembaran Jessy karena usia mereka sepantaran" jelas mama Jessy tersenyum canggung karena melihat wajah Felix yang kebingungan mbok Eem hanya tersenyum mendengar ucapan mama Jessy


"Tak apa Tante" ucap Felix tersenyum mengangguk


"Baby kenapa nak" ucap mbok Eem melihat baby Al yang terus menatap Felix


Sontak semua orang menoleh ke arah baby Al dan benar bahkan baby Al menatap Felix tanpa berkedip


"Baby, sayang kenapa, kenapa lihat om Felix begitu" ucap Jessy menghampiri baby Al


"Papa" ucap baby Al menunjuk Felix


Deg


Semua orang menjadi tegang bahkan Felix lebih tegang mendengar nya


"Maaf baby Al suka begitu, ketika melihat seorang laki-laki yang dekat dengan saya, suka manggil sembarangan bahkan saya sudah menegurnya tapi tetap saja begitu" ucap Jessy menatap Felix tersenyum tidak enak hati


"Iya apalagi tuan orang kedua yang dekat dengan non Jessy" ucap mbok Eem mengangguk


"Ah iya mbok gak papa" ucap felix mengangguk tersenyum


(Aku tau itu tapi alangkah lebih baik jika baby Al terus memanggil ku seperti itu) batin Felix menatap baby Al


"Apalagi ketika saya melihat baby Al teringat akan anak saya yang di telantar kan oleh ibu kandungnya" imbuhnya Felix terus menatap baby Al


"Kenapa kau mencari nya" ucap Angel spontanitas membuat semua orang menatap angel


"Maaf" ucap mama Jessy menutup mulut angel


"Angel tidak boleh berbicara seperti itu, itu privasi orang" bisik mama Jessy


"Maaf" bisik angel


"Tidak apa-apa Tante yang dia bilang benar, tapi sayang seribu sayang anak saya di telantar kan masih keadaan bayi, dan baru Beberapa bulan terakhir ini saya baru tau kalau saya mempunyai seorang anak" lirih Felix

__ADS_1


Semua diam menatap ke arah Felix sungguh miris melihat nya apalagi melihat wajah Felix yang terlihat amat sangat sungguh menyesal bahkan kerinduan pada anak nya besar nya luar binasa eh salah luar biasa


Hallo readers kangen gak sama author dua hari gak up heheh maaf ya 😂🤭🙏🙏


__ADS_2