Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 72


__ADS_3

Hari ini adalah keberangkatan Felix ke negeri lain untuk beberapa hari kedepan di sinilah mereka Al dan Jessy mengantar kan felix ke bandara ia akan berangkat dengan jet nya sendiri


"Aku pergi dulu ya sayang jaga diri baik-baik jangan ngerepotin mommy Jessy terus, ya" ucao Felix yang menggendong Al


"Iya Daddy, Daddy juga jaga diri baik-baik jangan lupa untuk makan dengan teratur" ucap Al mengingat kan


"Iya sudah ya Daddy berangkat dulu" ucap Felix menurunkan Al dari gendongan nya


"Aku pergi dulu, jaga Al baik-baik" ucap Felix pada Jessy


"Iya hati-hati" ucap Jessy mengangguk


"Bye-bye" ucap Felix tersenyum melambaikan tangannya lalu pergi meninggalkan Al dan Jessy


"Daddy I love you" teriak Al tersenyum lebar


Felix menoleh tersenyum lebar ia menyatukan kedua tangannya lalu membentuk lopelope dengan tangan nya


"Ayo kita ke rumah mommy yang baru" ajak Jessy saat Felix sudah tak terlihat


"Les't go" ucap Al tersenyum lebar


Lalu mereka meninggalkan bandara menuju rumah Jessy


...----------------...


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di rumah jessy


"Waah rumah Mommy bagus sekali" ucap Al berlari pelan meninggalkan Jessy yang menyeret koper Al


"Iya kah, ayo masuk nanti kedinginan kalau kelamaan di luar" ucap Jessy membuka pintu


Al mengangguk lalu masuk kedalam


"Kamu mau makan apa sayang" tawar Jessy ketika ia melihat jam dinding yang ternyata sudah mau siang hari waktu nya untuk makan siang


"Terserah mommy, Al suka masakan Mommy very very delicious" puji Al


"Benarkah, tapi mommy tak merasa begitu" ucap Jessy berjalan ke perapian dan menyalakan api


"Benar kata Lily masakan Mommy lebih enak daripada masakan aunty angel" ucap Al duduk di dekat perapian


"Iya baiklah, kamu tunggu di sini kalau mau main, main saja dan ingat jangan dekat-dekat api" ucap Jessy memperingati


"Siap komandan" hormat Al bagaikan tentara


"Hiihi anak pintar" ucap Jessy mengelus kepala Al lalu ia berjalan ke arah dapur lalu mulai memasak


Di rumah zio


Kini ia sedang berbaring lemah di atas kasur sudah dari beberapa hari yang lalu ia merasakan tidak enak badan tapi ia tahan tapi pagi tadi tenaga nya sudah terkuras habis apalagi ia masih bekerja lembur saat Merasa tidak enak badan

__ADS_1


"Dingin sekali" ucap Zio menggigil ia sudah menggunakan beberapa selimut tebal tapi masih saja terasa dingin


Tak lama pintu di ketuk dari luar


Tok tok tok


"Tuan bibi masuk nya" izin bibi


Lalu tanpa menunggu Jawaban zio bibi masuk kedalam sambil membawa sebuah nampan berisi semangkok bubur untuk zio tak lupa segelas air putih hangat


"Tuan makan dulu ya habis itu minum obatnya" ucap bibi meletakkan nampan di atas nangkas


Zio membuka matanya perlahan wajah pucat badan terasa dingin sungguh kasihan


"Bibi bantu" ucap bibi membantu zio yang hendak bersandar


"Terimakasih bi" ucap zio dengan lemah


Bibi mengangguk lalu ia mulai menyuapi Zio dengan telaten beberapa menit kemudian zio sudah selesai makan, minum dan minum obat


"Tuan istirahat lah bibi ke bawah dulu" ucap bibi membereskan nampan nya


Zio mengangguk lemah lalu bibi mengangkat nampannya kemudian pergi meninggalkan zio yang sudah memejamkan mata nya


Malam hari Bibi sedang menyiapkan bubur untuk zio makan malam bibi pun naik ke atas serta membawa nampan berisi makanan untuk zio


Sampai di pintu kamar Zio bibi mengetuk pintu dahulu sebelum masuk, setelah mengetuk pintu barulah bibi membuka pintu lalu masuk ke dalam


"Tuan" panggil bibi ketika melihat zio tertidur


"Tuan" panggil bibi sekali lagi


Merasa di panggil zio pun membuka matanya perlahan


"Makan dulu tuan" ucao bibi tersenyum


Zio mengangguk


Beberapa saat kemudian Zio sudah selesai makan nya ia juga sudah minum obat


"Ada apa bibi kenapa?" tanya Zio lemah saat melihat bibi ingin mengatakan sesuatu tapi ia segan


"Anu tuan" ucap bibi ragu


"Katakan lah" ucap Zio tersenyum


"Bibi gak bisa jagain tuan, bibi ada urusan mendesak, dan juga bibi ijin untuk beberapa hari karena ibu bibi sakit di kampung" ucap bibi ragu-ragu


"Pulanglah bi orang tua lebih utama, aku tak apa-apa" ucap zio tersenyum lebar walaupun keadaan masih lemas


"Tapi tuan" ucap bibi tak enak jika meninggalkan zio sendiri di rumah

__ADS_1


"Tak apa bi pulang lah" ucap zio ia duduk dengan pelan lalu tangannya terulur meraih laci di samping nya membukanya lalu mengambil sebuah amplop


"Ini untuk bibi ongkos pulang, juga buat berobat ibu bibi" ucap zio memberikan amplop coklat ke bibi


"Terimakasih tuan, tapi bagaimana tuan, atau bibi hubungi mommy tuan?" ucap bibi menerima amplop coklat dari tangan zio


"Jangan bi tak usah, besok zio juga sudah mulai sehat, bibi pulang lah jangan khawatir kan zio" ucap Zio tersenyum lebar


"Huh baiklah tuan, tapi bibi nanti akan kirim seseorang untuk mengecek orang buat mastiin tuan dengan keadaan baik" ucap bibi


Zio mengangguk lalu dengan berat hati bibi beranjak dari duduknya lalu mengambil nampan ia melihat zio sejenak


"Zio gak papa bi" ucap zip menyakinkan bibi


Bibi menghela nafas panjang lalu ia meninggalkan zio sendiri an di rumah


Beberapa menit kemudian suara bell rumah berbunyi


Ting tong Ting tong


Zio membuka matanya dengan sangat berat ia mendengar suara bell berbunyi kembali


Ting tong


Lalu dengan hati-hati ia turun dari ranjang berjalan perlahan membuka pintu kamar lalu menuruni tangga dengan sangat hati-hati sampai di ujung tangga bell rumah kembali berbunyi


Ting tong


"Ya sebentar" teriak zio menggunakan sekuat tenaga nya ia berjalan dengan memegang pinggiran tembok atau apapun yang ia bisa memegang nya


Ceklek


Pintu terbuka dengan pelan zio merasakan tenaga mulai habis pandangan nya mulai buyar


Dengan samar-samar ia melihat Jessy menggandeng anak kecil mereka berdiri di depannya menggunakan pakaian yang cukup tebal


"Hallo bibi" ucap Jessy tersenyum ia kira yang membuka pintu adalah bibi ternyata adalah zio


"Tuan zio" kejut Jessy membulatkan matanya


"Teman mommy?" tanya Al menggoyangkan tangan jessy


"Iya sayang, teman Daddy juga" ucao Jessy mengangguk tersenyum menatap Al


Zio yang mendengar nya kaget


(Daddy, jadi dia sudah menikah) batin zio


"Maaf kesini malam-malam tuan, saya kesini ingin mengembalikan kotak makan tuan, yang waktu itu bibi antarkan ke rumah saya" ucap Jessy tersenyum mengulurkan paper bag berisikan kotak makan


Zoo menatap Jessy dan Al bergantian pandangan nya semakin lama semakin buyar lalu sedetik kemudian

__ADS_1


Brug


__ADS_2