Strong Single Mom

Strong Single Mom
Extra part 3


__ADS_3

Lamunan akan masalalu Mona terhenti kala ia sang supir memanggil nya karena sudah sampai di Bandara


Mona turun dari mobil lalu nasuk ke dalam Bandara tak lama pesawat yang ia tumpangi akan lepas landas


Beberapa jam kemudian Mona sudah sampai di negara nya ia lalu menghubungi seseorang untuk bertemu dengan nya


Ia lalu bergegas berangkat menuju tempat yang mereka buat janji, beberapa menit kemudian Mona sudah sampai di sebuah restoran bergaya klasik tanpa basa-basi ia lalu masuk ke dalam menunggu seseorang


Beberapa menit kemudian Mona sedang duduk di hampiri oleh seseorang


"Hay lama menunggu" ucap orang itu duduk di depan Mona


"Tidak aku baru saja tiba" ucap mona tersenyum lebar


"Oh, ada apa kau mencari ku" tanya orang di depan Mona


"Bisakah kau mencari informasi, dan keberadaan seseorang, dan rencana yang apa yang ia akan lakukan?" ucap Mona menatap orang di depannya


"Siapa?" tanya orang di hadapan Mona


"Stevani" ucap Mona


"Orang itu lagi, bukankah kau selalu mempersulit dia dari dulu hingga sekarang sampai ia tak bisa keluar negeri" ucap orang itu


"Akhir-akhir aku sibuk dengan urusan ku jadi aku tak memperhatikan gerak gerik nya" ucap Mona


"Emang ada masalah apa lagi dengan dia?" ucap orang itu


"Kemarin seperti nya aku lihat dia berada di kota Paris, tepat di hotel zio menikah, aku ingin memastikan saja apa itu benar dia atau bukan" ucap Mona


",Kalau memang itu benar dia kau mau apa?" tanya orang itu


"Aku akan memperingati dia untuk jauh dari kehidupan Zio karena aku tau dia masih terobsesi dengan zio" ucap Mona


"Hem" orang itu mengangguk paham


"Kapan kau membutuhkan informasi ini" tanya orang itu


"Secepat nya kalau bisa tiga hari ini" ucap Mona menatap orang di depannya


"Oke, nanti ku kirim lewat email mu" ucap orang itu mengangguk


Mona tersenyum mengangguk lalu mereka menikmati kebersamaan mereka

__ADS_1


Tiga hari kemudian sesuai yang irnag itu katakan ia mengirim sebuah email tentang Vani ke Mona


Ting


Motif di ponsel Mona berbunyi ia lalu membuka nya


"Aku sudah kirim semua informasi nya kau periksa lah, dan jangan lupa transfer uang nya"


Bagitu lah isi dari chat nya, Mona meletakkan ponsel nya lalu membuka email yag masuk ia membaca nya dengan teliti


Hingga di akhir informasi ia menggebrak meja dengan keras, informasi itu tentang dimana Vani menyuruh orang untuk mengetahui keberadaan zio dan Jessy


Setelah tau keberadaan mereka Vani menyusul zio dan Jessy dan membuat keributan di sana


"Sialan dia, berani sekali mengusik kehidupan keluarga ku" ucap Mona dengan emosi membara


"Liat seberapa lama kau akan bertahan, jangan salah kan aku kalau kau menderita karena ku" ucap Mona bertekad


Ia lalu menghubungi seseorang untuk membuat Vani menderita dengan cara membuka semua skandal tentang perselingkuhan Vani


Foto, video rekaman yang bisa membuat Vani di benci oleh masyarakat luas dan ia juga menyuruh orang agar Vani tak bisa kemana-mana hingga membuat ia menderita di negara itu


Dan terbukti dalam satu bulan semua orang mencaci maki Vani, memandang Vani dengan jijik akibat foto yang beredar dan sekarang pun Vani tak bisa melakukan apa pun karena di setiap ia keluar pasti ada yang menghakimi nya


Minggu ini adalah Minggu di mana dokter mengatakan bahwa Jessy akan melahirkan buah hati nya


Ya Setelah sembilan mengandung, menghadapi tingkah zio yang kekanakan, tingkah manja zio, dan ngidam zio yang membuat Jessy harus extra sabar menghadapi nya


Apalagi suasana hati Zio yang sering berubah-ubah seperti musim, kini sekarang mereka ada di dalam kamar


"Sayang kau tak apa-apa aku tinggal?" tanya zio melihat Jessy dengan tak tenang


"Tak apa pergilah" ucap Jessy tersenyum mengangguk menyakinkan zio bahwa ia tak apa-apa


"Huft ya sudah aku pergi, kalau bukan meeting ini penting pasti aku akan menemanimu di rumah" ucap Zio menghela nafas berat


"Nanti setelah meeting kan bisa menemani ku" ucap Jessy menakup pipi Zio


"Baiklah, aku pergi dulu ya" ucap zio menatap Jessy lalu ia berlutut di depan perut Jessy yang sudah membesar


"Hay BoGi (Boy atau Girl karena mereka tak tau jenis kelamin anak nya mereka sengaja biar surprise di hari lahir) jadi anak baik ya, jangan nyusahkan mommy daddy pergi dulu mau cari uang" ucap Zio mengajak bicara anak nya


"Daddy pergi dulu ya bye-bye" ucap Zio mencium perut. buncit Jessy

__ADS_1


Jessy tersenyum melihat apa yang di lakukan zio, zio berdiri lalu mencium kening Jessy


"Kalau ada apa-apa segera hubungi aku ya" ucap zio menatap Jessy


"Iya hati-hati di jalan ya" ucap Jessy mengangguk


Zio ikut mengangguk lalu ia berangkat ke kantor, Jessy mengantar kan zio sampai di depan pintu ia melambaikan tangan nya kala mobil yang di tumpangi zio berjalan semakin jauh dari kediaman nya


"Kita tunggu Daddy di dalam ya" ucap Jessy mengelus perut nya


Ia masuk ke dalam rumah lalu duduk berjalan di ruangan olahraga, yang ada di lantai satu


Jessy dan zio sepakat membeli rumah baru yang lebih besar dari biasanya yang mereka tempati


Dan semenjak kehamilan Jessy, zio dan Jessy tidur di kamar bawah karena zio takut terjadi apa-apa jika Jessy menuruni tangga


Sampai di ruang olahraga Jessy mengambil bola besar dan matras ia berencana untuk melakukan olahraga ringan untuk memperlancar proses kelahiran nya kelak


"Biar bibi bantu non" ucap bibi menghampiri Jessy mengambil matras dan bola besar


"Terimakasih bi" ucap Jessy mengangguk


"Non mau bibi ambilkan minum?" tawar bibi meletakkan barang yang ia pegang


"Boleh bi, kebetulan Jessy mau minum jus strawberry" ucap Jessy tersenyum lebar


"Ada lagi non?" ucap bibi


"Gak ada bi" ucap Jessy menggeleng kepala nya


"Kalau gitu bibi buatin ya, non tunggu jangan ngapa-ngapain tunggu bibi Dateng baru olahraga ya" ucap bibi karena ia sudah di pesani Zio agar menjaga Jessy selama ia pergi


"Iya Bi pasti Zio kan yang nyuruh bibi" ucap Jessy hafal betul


"Iya non, namanya juga tuan sayang sama non, takut kenapa-kenapa sama non dan anak non" ucap bibi tersenyum lebar


"Iya Bi Jessy ngerti" ucap Jessy tersenyum mengangguk


"Apalagi ini anak kita yang pertama" imbuh Jessy tersenyum mengelus perutnya


"Makanya di maklumi aja jika tuan zio begitu" ucap bibi tersenyum lebar Jessy hanya mengangguk


"Ya udah kalau gitu bibi buat jus dulu ya" ucap bibi tersenyum lebar

__ADS_1


Jessy mengangguk bibi pun berbalik badan ia akan melangkah namun . . .


__ADS_2