
Tok tok tok
"masuk" saut dari dalam
"permisi tuan jadwal hari ini anda punya meeting dengan perusahaan delic pagi ini setelah itu jadwal anda kosong tuanhanya tanda tangan Beberapa berkas saja tuan" ucap Jessy membacakan jadwal Zio hari ini
"Apa tuan delic sudah berada di sini?" Tanya zio
"Sudah tuan beliau lagi berada di kantin sambil menunggu asisten nya tuan" jawab Jessy
"setelah dia selesai hubungi saya" ucap Zio lalu ia membuka dokumen yang ada di depannya
"Baik tuan" ucap Jessy lalu ia keluar dari ruangan zio dengan perasaan bingung
(Kenapa dia bisa tau kalau tuan delic sudah ada di sini) batin Jessy bertanya
"Sudahlah mungkin dia gak sengaja lihat lihat kita" gumam lirih Jessy ia masuk ke dalam ruangan nya
Beberapa menit kemudian Jessy kembali mengetuk pintu ruangan Zio
"Maaf pak tuan delic bersama asisten nya sudah menunggu di ruang rapat" ucap Jessy
"Kita kesana sekarang" ucap Zio beranjak dari duduknya ia berjalan mendahului Jessy menuju ruang rapat
"Selamat pagi tuan delic maaf menunggu lama" ucap Zio
"Tak apa tuan kebetulan saya juga menunggu asisten saya" ucap Delic tersenyum
"Memang anda tidak berangkat bersama tuan Delic" ucap Zio tersenyum dingin
"Tidak tuan kebetulan saya berangkat dengan asisten anda" ucap delic tersenyum ke arah jessy
"Oh kebetulan ya" ucap Zio tak senang
"Kita rapat sekarang" ucap Zio duduk di tempatnya
Mereka semua akhirnya duduk di kursi masing-masing, membahas mengenai kerja sama mereka
"Baik tuan delic pembangunan proyek kita akan di laksanakan Minggu depan dan jika anda ingin memantau perkembangan nya bisa sehari atau dua hari melihat proses pekerjaannya" jelas Jessy
"Baik saya akan datang lima hari setelah proyek berjalan karena saya masih ada urusan yang belum di selesaikan" jelas delic
"Tidak masalah tuan kabar selanjutnya akan kami tunggu" ucap Jessy
"Baik rapat kita sampai di sini dulu, terimakasih atas kerjasama nya tuan delic kembali bertemu satu Minggu kemudian" ucap Zio
"Ah iya senang bekerjasama dengan anda tuan kalau gitu saya pergi dulu" ucap delic
__ADS_1
"Ah ya silahkan tuan" ucap Zio mengangguk
"Mari saya antar tuan" ucap Jessy tersenyum
"Terimakasih nona Jessy" ucap delic berjalan keluar ruangan
"Sama-sama tuan" ucap Jessy mengangguk
"Oh iya bisakah besok kamu antar saya ke Bandara?" tanya delic ketika mereka menunggu lift
"Asisten anda kan ada?" tanya Jessy heran
"Maaf nona saya tidak ikut pergi, saya masih ada urusan di sini" ucap asisten delic
"Oh begitu ya, kira-kira jam berapa pesawat nya?" tanya Jessy
"Setelah makan malam mungkin" ucap Delic menggaruk kepalanya
"Mungkin?" tanya Jessy heran
"Saya lupa hehe, nanti saya kabari anda nona Jessy, sampai jumpa lagi" ucap delic dan asisten nya masuk ke dalam lift
"Oke sampai jumpa" ucap Jessy tersenyum melambaikan tangan nya
Pintu tertutup Jessy berbalik kembali ke ruangan nya ia juga mulai mengerjakan pekerjaan
"Sudah selesai mbok Eem boleh pulang" ucap Jessy menghampiri mbok Eem dan baby Al yang terlihat tak bersemangat
"Baik non mbok pulang dulu ya bye-bye" ucap mbok Eem melambaikan tangan nya
"Hati-hati mbok" ucap Jessy tersenyum menatap mbok Eem membuka pintu
Mbok Eem tersenyum mengangguk ia lalu menutup pintu saat ia keluar kamar Jessy
"Hey baby Al kenapa gak bersemangat gitu" ucap Jessy mencubit pelan pipi baby Al
"Gak rela di tinggal sama om tetangga ya" ucap Jessy ya memang selama ini baby Al sering bermain dengan delic karena baru pertama kali baby Al punya teman bermain jadi wajar baby Al sangat tak rela berpisah dengan Delic
"Nanti juga kita ketemu lagi dengan om tetangga" ucap Jessy menenangkan baby Al
Baby Al menatap Jessy lalu mengulurkan tangannya minta di gendong Jessy pun menerima uluran tangan baby Al ia pun menggendong baby Al
Tak lama bell apartemen berbunyi dan Jessy pun membuka pintu siapa yang bertamu
"Hay sudah siap?" tanya delic yang sudah rapi
"Berangkat sekarang ya?" tanya Jessy tersenyum
__ADS_1
"Bukan tahun depan, sudah sana ganti baju" ucap Delic mengambil baby Al dari gendongan Jessy
"Oke tunggu sebentar" ucap Jessy ia berlari kecil mengambil tas nya
"Ayok kita berangkat" ucap Jessy menutup pintu apartemen nya
"Sudah?" tanya delic
"Sudah ayok" ucap Jessy mengangguk lalu mereka turun Ke lantai dasar sampai di lantai dasar mereka berjalan ke arah taksi yang sebelumnya delic sudah pesan
Mereka masuk dan taksi mulai berjalan meninggalkan apartemen mereka
"Jika kau pergi lalu apartemen mu bagaimana?" tanya Jessy
"Nanti suatu saat aku tempatin lagi, awalnya mau nyewa hotel tapi kalau di pikir-pikir lebih enak di apartemen lebih leluasa" ujar Delic
"Iya juga sih kalau di hotel harus bayar permalam belum lagi yang lain" ucap Jessy mengangguk
"Makanya saya cari apartemen saja" ucap Delic mengelus punggung baby Al yang sedari tadi tak mau lepas dari nya
"Tapi kenapa gak milih di apartemen kelas atas kau kan kaya" tanya Jessy
"Saya lebih suka yang sederhana kalau nanti mau jual atau menyewakan lebih cepat dapat peminat nya" jawab Delic
"Pemikiran yang sangat bagus" ucap Jessy mengangguk
Mereka mengobrol sangat asik sampai tak sadar jika mereka sudah sampai di bandara
"Kita sudah sampai ayo turun" ucap delic
"Biar baby Al aku gendong" ucap Jessy mengambil baby Al dari gendongan delic
Awalnya baby Al merengek tak mau tapi dengan bujukan delic akhirnya baby Al mau di gendong Jessy
"Anak Tampan om pergi dulu ya sampai ketemu Minggu depan bye bye " ucap delic mengelus rambut baby Al
"Jaga diri baik-baik ya, saya pergi dulu" ucap Delic tersenyum lalu melambaikan tangan ia berjalan ke arah gerbong pesawat
"Pa pa" ucap baby Al sesegukan
"Sudah sudah kita pulang" ucap Jessy ketika Delic sudah menghilang dari pandangan nya
Mereka lalu pergi meninggalkan Bandara
"Dia" ucap seseorang yang melihat Jessy baby Al dan juga delic
"Aku tak menyangka" ucap orang itu ketika ia mendengar kata baby Al
__ADS_1
Ia lalu meninggalkan Bandara dengan wajah yang sulit di tebak dengan perasaan yang bercampur menjadi satu