Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 84


__ADS_3

Jessy menatap Zio dengan mata yang basah


"Aku" ragu Jessy


"Aku mau" ucap Jessy mengangguk setelah mengucapkan kalimat itu tangis Jessy semakin luruh


Ia berharap dengan berhubungan dengan Zio trauma yang ia alami akan menghilang


Zio yang mendengar ucapan Jessy seakaan tuli mendadak, benar kah apa yang ia dengar


"Coba kau bilang sekali lagi" ucap Zio menatap Jessy


"Aku mau hiks hiks" ucap Jessy dengan suara yang tangis nya


Sudut kedua bibir Zio terangkat tinggi sungguh bahagia ia saat ini ia lalu mengambil cincin dari tempat nya lalu menyematkan pada jari Jessy


Jessy melihat jari nya ia malah menangis semakin kencang bukan tak bahagia, tapi sangat sangat bahagia


"Kenapa menangis" ucap Zio menghapus air mata Jessy dengan ibu jari nya


"Peluk hiks hiks" ucap Jessy dengan manja ia merentangkan kedua tangannya


Zio yang mendengar nya pun tersenyum lalu ia memeluk Jessy sambil mengusap kepala Jessy


"Sudah berhenti menangis kamu tak malu di lihat semua orang?" ucap Zio terkekeh masih mengelus kepala Jessy


Tunggu semua orang?, mendadak tangis Jessy berhenti ia mengintip dari lengan Zio


Jeng jeng


Disana sudah berdiri ada Al, Lily, angel, delix yang selalu menempel di samping angel, Felix, Mona, orang tua Jessy? tunggu sejak kapan orang tua Jessy sudah berada di sini?, dan juga pasangan paruh baya yang Jessy tak tau, tak lupa juga sahabat Zio menjadi saksi


Malu sungguh malu batinnya apalagi ia berkata manja pada Zio tadi huh, image wanita kuat kini luntur sudah


"Kenapa kau tak bilang bilang kalau ada mereka di sini" bisik Jessy mengeratkan pelukannya


"Kau tidak bertanya sayang" ucap Zio terkekeh geli


Blush


Sudah sekian lama Jessy tak pernah menjalin hubungan dengan orang lain sekali di panggil 'sayang' muka nya menjadi merah merona


"Aa apa sih" ucap Jessy menjadi gagap seketika


"Kenapa kau menjadi gagap sayang" ucap Zio mengangkat kepala Jessy tapi Jessy menahan nya


"Sayang lihat aku" ucap Zio berusaha mengangkat wajah Jessy


Blush

__ADS_1


Wajah Jessy semakin merah ah sungguh seperti orang polos yang baru berpacaran


"Sayang" Ucap Zio dengan lembut


Mau tak mau Jessy mengangkat tangannya menatap wajah Zio yang tersenyum lembut pada nya


"Sayang kenapa wajahmu merah" ucap Zio khawatir ketika melihat wajah Jessy yang memerah Karena panggilan nya


Sungguh kau tak Pekka zio, Zio


"Ah sudah lah aku tak apa-apa" ucap Jessy Kembali menundukkan kepalanya


"Ayo kita kerumah sakit aku tak mau kamu kenapa-kenapa" ucap Zio cemas ia hendak melangkah tapi di tahan Jessy


"Sudah lah aku tidak apa-apa, aku bukan sakit Zio" ucap Jessy


"Tapi" ucap zip terpotong kala mendengar suara Al


"Mommy, uncle sampai kapan kalian akan berpelukan terus menerus Al sudah capek berdiri terus" keluh Al yang ternyata mereka semua masih berdiri melihat Jessy dan Zio


Sontak Jessy melepaskan pelukan nya lalu ia berjalan cepat menghampiri mereka meninggalkan Zio sendiri di luar gazebo


"Ma, pa, kenapa kalian sudah ada di sini saja" ucap Jessy memeluk mama dan papa nya bergantian


"Kemarin mama dan papa sudah ada di sini" ucap mama Jessy mengelus kepala Jessy dengan wajah berseri nya


"Ayo masuk di luar sudah semakin dingin tidak baik untuk kakek-kakek dan nenek-nenek" celetuk zio yang berjalan menghampiri mereka


"Aduh ma sakit" keluh zio memegang lengan nya


Ya pasangan suami istri tadi adalah orang tua Zio yang selama ini sibuk menikmati hidup mereka berdua di negara lain


"Rasain" ucap mama Zio lalu mereka masuk kedalam Karena udara di luar sudah sangat dingin


Jessy sungguh tak merasakan dingin di luar padahal ia menggunakan baju sedikit terbuka, karena ia merasa kan kebahagiaan yang paling dalam hingga tak bisa merasakan dingin nya malam


Mereka saat ini duduk di ruang keluarga kecuali empat orangp, yaitu felix, Mona, bara, dan Willi mereka sedang membahas bisnis, mereka tak mau mengganggu acara keluarga


kecuali delix yang terus menempel di samping angel, sedangkan Al dan lily bermain di bawah, di atas bulu karpet yang tebal


Zio di samping Jessy para orang tua juga bersampingan


"Zio apa mereka orang tuanmu?" bisik Jessy


"Ya, ma pa kenalin ini calon istri zio" ucap Zio tersenyum bangga memperkenalkan Jessy pada orang tuanya


"Mama sudah tau, iya kan sayang" ucap mama zio tersenyum pada Jessy


"Iya Tante, om Tante apa kabar" sapa Jessy tersenyum sopan

__ADS_1


"Om baik" ucap papa Jessy


"Tante yang tidak baik" ucap mama zio pura-pura sedih


"Apa Tante sakit, kalau sakit Kenapa tidak ke rumah sakit Tante" ucap Jessy cemas


"Iya Tante sakit, Tante sakit hati karena tidak pernah di jenguk oleh anak kadung Tante" ucap mama zoo pura-pura menangis


"Sudah lah ma, kan Zio sibuk kerja, lagipula mama juga sudah ketemu zio bonus calon istri Zio" ucap zio tersenyum lebar merangkul bahu Jessy


"Kau liat Jessy begitulah zio, setiap kali mama suruh pulang dia selalu beralasan sibuk, sibuk, dan sibuk" keluh mama zio pada Jessy


"Ma" ucap Zio


Jessy hanya tersenyum canggung, mama papa Jessy hanya tersenyum ia bersyukur Jessy mempunyai mertua yang baik pada Jess


"CK" decak mama Zio sebal dengan Zio


"Tante tenang saja nanti pasti bujuk zio untuk sering jenguk Tante dan om" ucap Jessy tersenyum lebar


"Kamu juga sering-sering berkunjung ke rumah mama dan papa ya, setidaknya satu Minggu sekali atau dua kali" celetuk Mama Zio


"Ma yang benar aja masak satu Minggu satu sampai dua kali" protes Zio


"Kau lihat Jessy dia masih saja tidak mau" ucap mama Zip pura-pura sedih ia masuk dalam pelukan papa zio


"Kenapa kamu berbicara seperti itu, kasihan tante, kita turuti aja permintaan Tante" ucap Jessy membela mama Zio ia menatap tajam zio


"Sayang, kita bisa bangkrut kalau menuruti keinginan mama" ucap Zio dengan lembut


"Mana ada kamu akan bangkrut kan rumah Tante dekat" ucap Jessy dengan polosnya


"Emang kamu tau rumah mama di mana?" tanya Zio menatap Jessy dengan lembut


Jessy menyengir ia menggaruk kepalanya


"Hehehe Gak tau" tawa Jessy dengan wajah tanpa dosa nya


"Coba kau tanya rumah mama ada di mana?" ucap zio menunjuk mama nya dengan dagu nya


"Emang rumah Tante di mana?" tanya Jessy menatap mama zio


"Dekat kok, dekat malah, di Meksiko" ucap mama Zio dengan wajah tanpa dosa nya


Gleg


Meksiko? apa tak salah dengar Jessy, apalagi mama Zio bilang dekat wah sungguh dekat kalau begitu


"Bagaimana dekat kan?" ucap Zio tersenyum menatap wajah Jessy yang terkejut

__ADS_1


"Hehehe" Jessy tak menjawab hanya menyengir kuda


__ADS_2