Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 69


__ADS_3

Orang itu menutup pintu dengan pelan lalu ia berbalik


"Kak" panggil delic


"CK kau mengejutkan ku" ucap Felix mengelus dadanya


Ya orang sedari tadi yang masuk adalah Felix ia ingin melihat wajah Al yang mungkin akan ia rindukan


"Kenapa kau ada di depan kamar Al?" tanya delix heran


"Sstt mereka tidur, ayo kita turun" ucap Felix mengajak delix turun ia takut jika pembicaraan mereka mengganggu tidur Al dan Jessy


"Mereka?" ucap delic mengeryit heran


"Iya Al di temani Jessy tidur tadi aku ingin melihat nya sebentar lalu keluar, saat keluar kau datang mengagetkan ku" jelas Felix yang kini mereka sedang menuruni tangga


"Oh" ucap delix berohria saja sambil mengangguk


"Ada apa kesini kamu" tanya Felix heran melihat delix kesini malam-malam


"Heheeh" tawa delix menggaruk kepalanya yang tak gatal


"Aku tau pasti kau di usir istri mu kan" ucap Felix menelisik


"Hehehe" ucap delix dengan cengiran nya


"Ada apa lagi sih emang gak malu sama anak" ucap Felix duduk di sofa ruang tamu


"Ya mau bagaimana lagi kak namanya juga kepengen" ucap delix duduk di samping Felix


"Ck alasan" decak Felix


"Beneran kak" kilah Delic


"Sudahlah, bagaimana perusahaan kamu" tanya Felix menatap delix


"Aman kak" ucap delix tersenyum sombong


"Benar kah, awas kalau nanti aku tau kau punya hutang di mana-mana" ucap Felix


"Itu tidak akan mungkin" ucap delix tersenyum lebar


"Yaya terserah kau saja aku mau tidur dulu" ucap Felix beranjak dari duduknya


"Oke" ucap delix mengangguk lalu ia merebahkan diri di atas sofa yang panjang

__ADS_1


Tak lama suara dengkuran halus dari bibir Delix menandakan ia sudah ke alam mimpi nya


Keesokan harinya delix yang sedang tidur di atas sofa merasakan badannya terasa berat sekali ia mencoba membuka matanya


"Enghh kenapa ada kepala di dadaku" gumam delix saat melihat kepala yang bersandar di atas dadanya


"Kepala angel kah" gumam delix tersenyum lebar ia lupa jika ia sedang menginap di mansion Felix dan tidur di atas sofa


"Hehehe sayang kau sudah tidak marah lagi" ucap delix menutup matanya kembali tangannya mengelus kepala itu


Ia tak menyadari bahwa ia sedang di perhatikan oleh seseorang dengan pandangan tak percaya


"Maafin aku ya kemarin sudah maksa kamu, tapi aku senang kamu sudah tak marah lagi" ucap delix tersenyum tanpa membuka matanya


"Sayang bolehkah aku minta pagi ini" ucap delic mengangkat kepala itu dengan kedua tangan nya


Ia membuka matanya sedikit melihat ke arah depannya, ia mencoba fokuskan pandangan nya yang kabur karena baru bangun tidur


Tapi delic merasa bodo amat, ia mendekat kan bibir nya ke arah bibir di depan nya perlahan-lahan namun saat akan mencapai bibir di depannya ia berhenti sejenak


"Aaaaa" teriak orang di depannya


Karena suara yang keras Delix melepaskan tangannya beralih menutup kupingnya orang yang berada di atas nya pun langsung loncat berlari ke arah orang yang sedari tadi melihat tingkah delix


"Mommy, Daddy mau menciumku" adu Al pada Jessy


Lalu Al mengurungkan niatnya mencari Jessy ia melangkah mendekati delix ia tersenyum lebar lalu tidur di atas Delix menganggap delix sebagai sofa yang tinggi


Sedangkan Jessy ia sudah selesai memasak hendak membangun kan Al di kamar tapi matanya menatap Al yang tidur di atas Delix dan tangan Felix mengelus kepala Al


Jessy kira Delix tau jika Al tidur di atas tubuh nya namun saat Jessy hendak menghampiri mereka Jessy mendengar gumaman Delix yang mengira Al adalah angel dan Jessy berhenti di tempat menatap delix tak percaya


"Sudah sudah tak apa-apa" ucap Jessy mengelus kepala Al


"Ada apa baby kenapa kamu teriak apa kamu terjatuh apa yang terjadi" ucap Felix khawatir ia berlari menuruni tangga menghampiri Al ia memutar tubuh al melihat dengan cermat apakah ada yang terluka atau tidak


"Daddy stop Al pusing" ucap Al menangkap tangan Felix lalu tangannya beralih memegang kepalanya


"Kita ke dokter Sekarang" ucap Felix panik ia hendak menggendong Al tapi di cegah Jessy dan Al


"Felix no" ucap Jessy


"Daddy no" ucap Al berbarengan


"Why katanya kepala mu pusing Kenapa tidak mau di bawah ke rumah sakit nanti kalau kepala mu ada yang tidak beres bagaimana?" cerocos Felix dengan posesif nya

__ADS_1


Al dan Jessy memutar bola matanya jengah sedangkan Delix menutup matanya kembali mendengar ocehan Kaka nya


"Ayo kita kerumah sakit kita periksa kepala baby" ucap Felix hendak menggendong Al kembali namun Al kembali berteriak


"Daddy stop it" teriak Al mengarahkan lima jarinya di depan muka Felix


"Dengar kan Al dad" ucap Al menu selangkah kedua tangannya memegang wajah Felix


"Al tidak apa-apa, Al pusing karena Daddy memutar tubuh Al tanpa henti" jelas Al dengan pelan


"Lalu Al teriak karena Daddy Delix ingin mencium bibir Al" ucap Al menunjuk delix yang berbaring di atas sofa seolah tak terjadi apa-apa


"Apa kenapa bisa Daddy delic ingin mencium mu" ucap Felix terkejut membulat kan matanya


"Dia pasti ngigo mimpi angel tidur atasnya" jelas Jessy menggandeng tangan Al lalu mengajak Al untuk sarapan pagi meninggalkan Felix yang menatap delic yang sedang menikmati tidurnya


Felix tak bertanya kenapa Al tidur di atas Delix karena Al suka sekali tidur di atasnya atau tidur di atas badan delix


Felix berjalan menghampiri delic lalu ia mengambil sebuah bantal sofa lalu ia memukul-mukulkan nya di badan Delix


"Bangun kau, bangun" ucap Felix sambil memukul badan Delix dengan bantal sofa


"Aduh apa sih kak ganggu aja" kesal delix karena merasa tidur nyenyak nya terganggu


"Cepat bangun, bangun"ucap Felix tak berhenti memukul delic sebelum delix benar-benar bangun


"Ada apa sih kak" ucap Delix mengumpulkan nyawanya ia bangun dan duduk masih memejamkan matanya


"Hey Kenapa kamu mau mencium bibir Anakku" ucap Felix mencoba membuka mata delix dengan tangan nya


"Sejak kapan aku belok kak" ucap Delix menepis tangan Kaka nya


"Delix apa kau tadi bermimpi ada angel di atas tubuh mu" ucap Felix


"Kok Kaka tau" kejut Delix ia membuka matanya menatap Felix


"Itu anakku yang tidur di atas tubuh mu bodoh" umpat Felix melemparkan bantal lalu pergi meninggalkan delix karena ia merasa kesal jika melihat muka delix.


Delic diam ia mencoba mencerna kata-kata Kaka nya sedetik kemudian


"Apa" kejut Delix membulatkan matanya lalu ia berteriak


"Aaaa tidak" teriak delic semua yang mendengar teriakkan Delix hanya menghela nafas panjang


Untung mansion Felix luas dan cukup jauh dari rumah tetangga kalau tidak bisa bisa mereka di keroyok masa karena sudah teriak di pagi hari mengganggu orang lain

__ADS_1


Kasih like, vote dan komentar biar author tambah semangat, dan jangan lupa mampir di cerita author yang lain๐Ÿ˜๐Ÿ™


__ADS_2