Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 102


__ADS_3

Setelah membuat tanda di dada Jessy Zio melihat nya tersenyum puas ia melihatnya sambil mengusap nya pelan


"Basgus juga hasil karya ku" ucap Zio tersenyum bangga


Jessy tak menjawab ia memegang wajah Zio dengan kedua tangan nya lalu ia mengusap bibirnya ke bibir zio sehingga membuat lipstik nya belepotan di bibir dan bibir Zio


"Kau sebenarnya sedang apa sayang" ucap zio melihat tingkah aneh Jessy


"Ssstt diam lah" ucap Jessy mengacak rambut nya dan rambut Zio


Di luar Vani menunggu nya dengan sangat kesal ia menghentakkan kakinya di atas lantai


"Sial kenapa mereka lama sekali, sebenarnya mereka ngapain sih" ucap Vani ia hendak menerobos masuk ke dalam tapi ia urungkan ketika melihat pintu kamar terbuka lebar


Kreekk


"Maaf menunggu lama nona, tuan zio sedang mandi" bohong Jessy tersenyum lebar


Vani tak menjawab ia melihat penampilan Jessy dari atas sampai bawah berantakan semua nya


"Apa yang kalian lakukan" pekik Vani


"Tentu saja membuat bayi lucu nona" ucap Jessy menunjukkan tanda di dada nya


(Sial) umpat Vani dalam hati


"Ada apa sayang siapa yang kau ajak bicara" ucap zio menghampiri Jessy karena ia penasaran dengan apa yang di lakukan Jessy tadi


"Oh ini ada pelayanan kamar salah ketuk pintu" bohong Jessy menutup pintu dengan keras


Brak


"Dasar wanita gila" umpat Vani dengan kesal, amarah yang menggebu-gebu ia masuk ke dalam kamar nya


Brak


Ia menutup pintu nya dengan kasar (Pintu be like: apa salah gue ya)


"Sial wanita itu pasti sengaja" ucap Vani membanting tas nya di atas sofa


Kamar pengantin baru Jessy mengusap bibir nya dengan tisu


"Kenapa di hapus lagi kan tadi bagus Sekali" ucap zio duduk di samping Jessy di atas ranjang


"Pertunjukan nya sudah selesai" ucap Jessy membuang tissue di tempat sampah


"Pertunjukan apa?" ucap Zio bingung


"Pertunjukan topeng monyet" asal Jessy ia duduk di sofa membuka makanan yang pelayan tadi antarkan


"Topeng monyet?" ucap zio semakin bingung

__ADS_1


"Aaa" ucap Jessy menyodorkan sepotong desert di depan Zio


Zio pun membuka mulutnya menerima suapan Jessy


"Apakah enak?" tanya Jessy mengalihkan pembicaraan


"Enak, apa kau suka?" tanya zio menatap Jessy


"Suka, rasa nya pas tidak kemanisan tidak hambar" ujar Jessy tersenyum lebar


"Aku bisa membuat nya, kalau kau mau aku bisa membuat nya untuk mu" ucap zio mengusap sisa makanan di sudut bibir Jessy


"Benarkah?" ucap Jessy menatap Zio antusias


"Temtu saja, tapi tunggu kita pulang dari sini" ucap Zio merapikan anak rambut di wajah Jessy


"Kenapa kita tidak pulang sekarang saja?" ucap Jessy meletakkan sendok nya


"Sekarang?" ucap Zio menatap Jessy


"Hemm" ucap Jessy mengangguk


"Tapi kan kita masih ada waktu beberapa hari di sini" ucap Zio


"Tapi aku mau nya desert buatan kamu" ucap Jessy memelas


"Apa kau ingin sekali?" ucap zio menatap Jessy dengan lembut


"Tentu saja, aku mau mengicipi semua makanan yang suami aku masak" ucap Jessy tersenyum lebar


"Oke" ucap Jessy tersenyum lebar ia beranjak dari duduknya lalu ia merapikan semua barang nya


(Hem gak papa pulang sekarang dari pada liat muka orang itu terus-menerus bikin mood pengantin baru ilang aja) batin jessy terkekeh kecil


Malam itu Jessy dan Zio cekout kamar tanpa di ketahui Vani


Keesokan pagi harinya burung berkicau merdu mengiringi pasangan suami istri yang sedang tidur berkicau bagaikan nyanyian pengantar tidur


Mereka masih terlelap dalam tidur nya padahal ini sudah pagi menjelang siang


Mereka masih tidur akibat kelelahan berolahraga malam semalam, karena zio meminta imbalan nya setelah membuat makanan untuk Jessy


Tak berapa lama zio terbangun dari tidurnya ia tersenyum kala melihat wajah cantik istrinya di pagi hari


(Aku berharap sampai tua nanti kita akan terus begini, bangun pagi yang ku lihat pertama kali adalah diri mu) batin Zio mengelus pipi Jessy


Elusan tangan zio membuat Jessy terusik dari tidurnya ia membuka matanya melihat wajah Zio yang tersenyum tampan


"Selamat pagi my wife" ucap Zio mengecup kening Jessy


"Pagi?, buka nya ini sudah siang ya" ucap Jessy menunjuk cahaya matahari yang sudah terik sekali

__ADS_1


"Iya kah, aku terpana lihat wajah mu sampai tak menyadari kalau ini sudah siang" ucap Zio terkekeh


"Pagi-pagi sudah gombal" ucap Jessy bangun dari tidurnya


"Mau ngapain?" tanya zio melihat Jessy merangkak menuruni ranjang


"Mau mandi habis itu buat sarapan" ujar Jessy mencepol rambutnya dengan asal


"Mau mandi bareng?" ucap zio menarik turunkan alisnya


"Tidak terima kasih" tolak Jessy menyilang kan kedua tangannya


"Ayolah, kita sudah menikah sayang" ucap Zio duduk di atas ranjang


"Tidak, karena itu pasti tidak hanya mandi saja" ucap jessy menutup pintu kamar mandi tak lupa ia mengunci pintu nya


"Ayolah sayang, lagipula aku sudah melihat nya, bahkan sudah pernah merasakan nya" ucap Zio menatap pintu kamar mandi


"Aku tidak dengar" saut Jessy dari dalam


Zio terkekeh ia lalu mengambil pakaian nya, memakai nya lalu turun ke bawah


Tak tak tak


Sampai di bawah ia melihat ada seorang wanita yang duduk di atas sofa sambil memainkan ponselnya


Wanita itu menganggap ini adalah rumah nya sendiri zio pikir itu Mona tapi Karena di atas meja banyak cemilan minuman, dan tak lupa beberapa sampah berceceran di lantai samping meja


"Tumben pagi-pagi sudah kesini?" ucap Zio melewati wanita tanpa menoleh ke arah wanita itu


"Iya, kan aku mau buatin Masakin buat kamu" ucap wanita itu menghampiri Zio dengan wajah sumringah nya


Zio menghentikan langkahnya ia kemudian berbalik menatap orang yang berdiri di depan nya dengan tatapan tajam


"Kenapa liatin aku seperti itu terkejut ya" ucap wanita di depan Zio


"Siapa yang mengizinkan kamu masuk" teriak Zio dengan kemarahan


"Aku, tentu saja tidak perlu izin" ucap wanita itu tersenyum lebar


"Pergi dari rumah saya Sekarang" bentak Zio menunjuk ke arah pintu


Wanita itu bukannya takut malah semakin berani


"Kenapa harus keluar ini kan rumah aku juga" ucap wanita itu yang tak lain yang tak bukan adalah Vani


(Sial bagaimana caranya wanita ini bisa masuk, ah **** pasti bibi yang menyuruhnya masuk) batin Zio mengingat bibi yang masih bekerja di rumah seperti biasa nya


"Oke ini rumah kamu ya, tunggu sebentar" ucap Zio tersenyum penuh arti


"Kamu mau kemana" cegah Vani merentangkan kedua tangannya

__ADS_1


"Aku mau berganti pakaian agar kamu tidak menciun bau asam" ucap Zio menurunkan tangan Vani lalu meninggalkan Vani menaiki tangga


"Haha, akhirnya kamu akan menjadi milikku gak sia-sia aku nunggu dari pagi" ucap Vani tersenyum senang


__ADS_2