Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 60


__ADS_3

"Kenapa dikhianati cinta" ucap Willi terkekeh


"Yang bro lu udah putus sama Anette?" ucap bara menyambar omongan Willi


Zio mengangguk menenggak minuman nya


"Cari yang baru bro apa perlu aku kenallin, kamu mau tipe apa?" ucap bara menarik turunkan alisnya


"CK dasar Playboy cap buntut" ucap Willi menggeleng kepala


"Sirik aja sih Lo" ucap bara menatap Willi


"Mungkin aku udah jatuh cinta sama orang lain" ucap Zio akhirnya bersuara


Willi dan bara sesaat menoleh ke arah Zio bersamaan


"Gue gak salah dengar nih" ucap bara seolah membersihkan kuping nya


"Terus apa masalah nya bro kejar lah" ucap Willi menepuk pundak Zio


"Tunggu tunggu, tapi seriusan lu udah punya tambatan hati?" tanya bara penasaran


"Maybe" ucap Zio


"Terus kenapa lu galau gitu?" ucap bara bingung


"Gue gak tau caranya ngedeketin dia, liat Wajah ku aja dia langsung hindarin aku" ucap Zio


"Apa kau mau ku ajarin?" ucap bara tersenyum lebar sambil menarik turunkan alisnya


Willi dan Zio menatap bara secara intens


"Boleh juga, ide lu" ucap Willi menunjuk bara


"Lihat nanti, gue gak yakin kalau kamu bisa jadi guruku" ucap Zio menggeleng


"Kenapa, apa selama ini kehebatan ku menaklukkan wanita belum terlihat di matamu" sombong bara


"CK sombong" ucap Willi


"Ngapa lu jomblo diam" sinis bara


"Masalah nya dia itu bukan wanita seperti yang kau dapat kan selama ini" ucap Zio

__ADS_1


"Tunggu maksud mu dia bukan seorang wanita?" ucap bara terkejut


"Dia wanita dodol tapi sifatnya berbeda dengan wanita mu selamanya ini" ucap Willi mengeplak kepala bara


"Sakit bodoh" umpat Bara


Willi terkekeh geli sedangkan zio menggeleng kepala nya


"Dah lah biar aku cari sendiri cara nya" ucap Zio menegak tandas minuman terakhirnya lalu ia meninggalkan mereka berdua


"Kira-kira wanita seperti apa yang bisa buat tuan muda kita galau seperti itu, dulu saat dengan Anette tidak begitu galau nya" ucap bara merangkul bahu Willi


"Entahlah yang penting bukan wanita setengah pria" ucap Willi tertawa lebar


"CK sana pulang" decak bara mengusir Willi


"Oke gue pulang" ucap Willi meneguk minumannya habis lalu pergi meninggalkan bara


"Lah beneran pergi tuh orang" ucap bara tersenyum menggeleng


Di sore hari Felix terbangun dari tidurnya ia merasakan berat di area perutnya ia melihat ke arah perutnya ia kemudian terkekeh geli melihat sepasang kaki mungil bertengger di atas perutnya


Ia kemudian menyingkirkan sepasang kaki mungil itu dengan hati-hati ia takut membangun kan baby Al


Setelah itu dia menatap baby Al sebentar Lalu ia turun mencari Jessy


Tak berapa lama kemudian pelanggan itu selesai membeli baju


"Terimakasih, jangan lupa untuk datang kembali" ucap jessy tersenyum ramah mengantarkan pembeli keluar pintu


Setelah itu ia membalikkan papan bertuliskan 'open' menjadi 'close' lalu ia menghampiri Felix yang sedang berkutat dengan ponselnya


"Ehem apa baby Al sudah bangun tuan?" tanya Jessy basa-basi


"Eh belum pulas sekali ia tidur" ucap Felix tersenyum


"Oh, bisakah kita bicara serius" ucap Jessy


Felix mengangguk meletakkan ponselnya lalu menatap Jessy serius


"Huh, tuan Felix kalau boleh saya jujur saya enggan jika harus berpisah dengan baby Al, karena selama ini baby Al yang menemani saya suka maupun duka, dia yang selalu menjadi penyemangat saya saat saya terjatuh" ucap Jessy


"Saya mohon tuan Felix jangan mengambil baby Al dari saya, ya saya tau kalau tuan Felix memegang hak penuh atas asuh baby Al tapi saya sungguh tak sanggup jika berpisah dengan baby, mungkin anda menganggap saya egois tapi saya mohon sekali jangan pisahkan kami" ucap Jessy tulus dengan mata berkaca-kaca nya

__ADS_1


"Tapi " ucap Felix terpotong


"Saya mohon tuan, please" mohon Jessy menyatukan kedua tangannya


"Huh, nanti saya pikirkan lagi jalan keluar nya Nona Jessy, tapi jika saya jujur saya juga tidak mau berpisah lagi dengan baby Al" ucap Felix menatap kedua mata Jessy


"Mungkin berat buat anda karena selama ini anda yang mengasuh baby Al dari kecil hingga sekarang ini, memberikan kasih sayang yang penuh, tapi saya juga tak mau berpisah dengan nya" jujur Felix


Jessy menunduk sedih, berat sungguh berat rasanya namun mau bagaimana lagi ia tak punya wewenang sama sekali


Felix berdiri menatap Jessy yang menunduk


"Nona Jessy saya akan mencari jalan keluar agar kita berdua tak berpisah dengan baby Al, apalagi baby Al seperti nya sangat menyayangi anda lebih dari apapun, saya permisi dulu, jika nanti saya menemukan jalan keluar semoga anda bisa membuat keputusan yang sangat bijak" ucap Felix meninggalkan Jessy


Jessy yang mendengar penuturan Felix semakin gelisah di buatnya ia mengusap wajahnya kasar ia bangkit berdiri berjalan menaiki tangga membuka pintu lalu ia menghampiri baby Al yang masih tertidur ia menatap baby Al


Tak lama baby Al membuka matanya ia menatap Jessy, Jessy tersenyum menatap baby Al


"Why baby" ucap Jessy merebahkan diri di samping baby Al


"Daddy" ucap baby Al


Jessy tersenyum miris sungguh baby Al sangat merindukan sesosok Daddy ia kembali teringat saat baby Al menggenggam erat tangan Felix saat di rumah sakit, ya Jessy melihat ketika Felix menjenguk baby Al secara diam-diam ia juga melihat reaksi baby Al ketika kedatangan Felix ia sungguh sedih melihatnya


"Daddy pulang kerumahnya nanti kesini lagi" ucap Jessy tersenyum


"Mam" ucap baby Al meminta makan Jessy terkekeh lalu ia beranjak mengambil sebuah Snack khusus anak kecil


"Baby Al makan Snack dulu nanti habis makan Snack kita mandi lalu baru kita pergi cari makan" ucap Jessy tersenyum memberikan Snack itu pada baby Al


Dengan senang hati baby Al menerima Snack itu dengan tersenyum lebar menampilkan dua lesung pipi di sisi kiri dan sisi kanan lalu baby Al memakan makanan dengan lahap


"Seperti nya kamu memang lapar sayang" ucap Jessy mengelus kepala baby Al


Tak membutuhkan waktu lama baby Al selesai menghabiskan Snack itu ia mengulurkan tangannya dengan senang hati Jessy menerima uluran tangan baby Al lalu mereka berjalan ke arah kamar mandi siap untuk mandi sore hari


Setelah selesai mandi dan berganti baju mereka turun kebawah namun saat sampai di bawah mereka melihat delic dan Felix yang sudah menunggu mereka sedari tadi


"Daddy" ucap baby Al berusaha melepaskan diri dari gendongan Jessy


"Kenapa kalian ada disini?" tanya Jessy menurunkan baby Al


"Dia bilang ia lapar jadi sekalian ajak kalian makan" ucap delic menunjuk Felix yang menggendong baby Al

__ADS_1


"Oh ayo kita berangkat sekarang baby Al juga udah lapar" ucap Jessy mengangguk.


Lalu mereka keluar rumah untuk mencari makanan


__ADS_2