
"Emang siapa saksi matanya?" tanya bara terkekeh
"Cewek gue lah video sama foto kan darinya, lagipula juga gue pernah dengar kalau anak itu panggil rekan bisnis gue dengan sebutan papa" ucap zio mencengkeram gelas yang di pegang nya
Masih ingat saat Jessy mengantarkan delic ke bandara saat itulah Zio mendengar saat baby Al menangis memanggil papa pada delic
Zio berada di sana karena ia juga sedang menjemput rekan bisnisnya yang baru tiba dari negara nya
(jangan jangan ada yang salah nih) batin Willy
"Cewek lu?, terus cewek lu dapet dari mana?", tanya bara heran buat apa cewek Zio ngurusin masalah pribadi orang pikirnya
"Mending lu cari kebenaran nya deh dari pada lu nyesel" nasehat Willy.
"Belum tentu yang lu liat dan yang lu denger itu semua bener kali aja itu cuma salah paham" ucap bara menepuk pundak Zio
"Kalian kenapa sih ngebelain dia Mulu" kesal zio
"Kita cuma kasih saran aja bro urusan pribadi sama kerjaan beda gak perlu lu pecat dia, padahal skill dia bagus kalau lu kecewa punya bawahan kayak dia cukup lu tegur aja, and then seseorang yang terlihat jahat belum tentu itu jahat dan begitu sebaliknya, ingat kata-kata gue, dah lah cabut gue" ucap Willy ia pun meninggalkan mereka berdua
"Ck" zio pun berdecak kesal ia pun meletakkan gelasnya dengan kasar
Tak
"Gue pergi dulu" ucap zio berjalan keluar dari tempat itu
(Kenapa semua orang belain dia sih) batin Zio kesal
Di apartemen Jessy ia sedang mengemasi barang-barang nya yang mungkin ia tak akan menggunakan lagi dan ia menyisihkan sebagian pakaiannya untuk sehari-hari biar nanti saat ia pindah rumah tidak membuang waktu lama
Karena ia lebih suka mengerjakan pekerjaan di awal waktu
"Selesai semua tinggal kita melakukan perencanaan" ucap Jessy ia mengambil laptop nya dan mulai mencari rumah untuk di jadikan tempat tinggal nya berjaga-jaga jika nanti rumah yang di tawarkan teman mbok Eem tak puas untuk nya
Jessy mencari rumah sambil mencari referensi untuk usahanya nanti ia terus mencari sampai tak sadar sudah larut malam ia melirik waktu
"Ternyata sudah larut malam sebaiknya aku tidur besok adalah hari yang lelah" ucap Jessy ia meletakkan laptop nya lalu berbaring memeluk baby Al yang sudah tidur sebelum Jessy mengemasi barang-barang nya
Keesokan pagi harinya di kantor seseorang terlihat wajah seseorang yang menakutkan kesal amarah, sedih menyelimuti menjadi satu
Ia menatap kosong jendela besar di depannya tak lama kemudian terdengar suara pintu
Tok tok tok
"Masuk" saut dari dalam
__ADS_1
"Katakan" imbuh nya dengan nada dingin
"Maaf tuan, keberadaan tuan muda Sekarang belum bisa kita temukan, semua informasi nya tertutup tak ada informasi sedikitpun tentang tuan muda" ucap asisten nya
"Cepat cari tuan muda sampai ketemu kalau tidak ketemu kau jangan sampai muncul di depanku" ucap pria itu penuh penekanan
"Baik tuan saya permisi" ucap asisten nya
"Maafin Daddy, yang terlambat mengetahui keberadaan mu nak" ucap pria itu penuh penyesalan
Di sebuah hotel di salah satu kamar terdapat dua orang yang sedang tertidur pulas tanpa mengenakan sehelai benang pun mereka tidur hanya menyelimuti diri mereka dengan selimut tebal
"Enggh"
"Ada apa babe, tidurlah ini masih pagi" ucap laki laki tersebut
"Aku harus bangun nath, aku ada urusan pagi ini" ucap wanita tersebut
"Urusan apa sih babe, aku kan ada di sini" ucap pria bernama nath itu semakin merengkuh wanita itu dalam dekapan nya
"CK lepas nath, bukankah kau akan terbang hari ini" ucap wanita itu
"CK iya iya morning kiss dong" ucap nath
Cup
"Itu kecupan sayang bukan ciuman" ucap nath
"Sama aja, minggir ah atau aku gak mau ketemu kamu lagi ini" ancam wanita itu
"CK iya udah" kesal nath melepaskan rengkuhan nya
Wanita itu pun bangun berjalan ke arah kamar mandi membersihkan dirinya setelah selesai ia berjalan keluar menggunakan jubah handuk nya ia memungut baju yang berserakan di lantai lalu memakai kembali
"Aku pergi dulu" ucap wanita itu setelah memakai semua pakaiannya
"Kenapa terburu-buru sih, emangnya kamu mau kemana Anette?" tanya nath dengan mata terpejam
Ya wanita itu adalah Anette kekasih Zio, dan pria itu adalah kekasih gelap Anette
"Aku ada urusan, jangan lupa transfer uang ke rekening ku" ucap Anette lalu pergi meninggalkan Nath
"CK dasar ******, kalau gue gak ingin nikmatin tubuhnya gue juga ogah pacaran sama dia" gerutu Nath saat Anette tak ada di kamarnya
"Wanita seperti Anette tak ada bedanya sama ****** di luaran sana, bicth" umpat Nath
__ADS_1
Ya memang selama ini Nath hanya memanfaatkan tubuh Anette juga kepamoran Anette untuk urusan pribadinya
Nath juga tahu kalau Anette kekasih Zio dan juga ia tahu kalau kelakuan Anette saat di luar negeri, tapi Nath pura-pura tak tahu agar semua yang rencana nya berhasil
Di tempat lain Jessy berada ia sedang ada di rumah teman mbok Eem yang menyewakan rumah
"Jadi ini toh yang namanya nak Jessy cantik" ucap teman mbok Eem
"Iya Bu, saya Jessy ini anak saya baby Al" ucap Jessy tersenyum
"Ganteng nya, gemes" ucap teman mbok Eem mencubit pipi baby Al
"Terimakasih nenek" ucap Jessy mewakili baby Al
"Mau tengok rumahnya sekarang atau nanti nak Jessy?" tanya teman mbok Eem
"Sekarang aja bu, lebih cepat lebih bagus" ucap Jessy tersenyum
"Kasih yang murah loh Rat" ucap mbok Eem pada temannya yang bernama Ratna
"Tenang aja, diskon pokoknya" ucap bu Ratna terkekeh
"Spesifik rumah sudah tau kan Bu" tanya Jessy
"Dua lantai kan, kebetulan ibu punya lagi kosong, cocok buat usaha juga" jelas bu Ratna
"Kapan ini liat rumah nya, kok gak berdiri diri" canda mbok Eem
"Haha ayo kita kesana, jalan kaki aja deket dari sini kok" ucap Bu Ratna berdiri di ikuti oleh Jessy dan mbok Eem baby Al juga sudah dalam gendongan Jessy
"Mari" ucap Bu Ratna mereka keluar rumah lalu berjalan ke tempat rumah sewa berada
"Nak Jessy mau buka usaha apa?" tanya Bu Ratna basa-basi ia sudah tau karena mbok Eem juga sudah memberitahu nya Bu Ratna hanya ingin mengobrol santai saja sambil berjalan ke rumah sewaan
"Jessy rencananya mau buka butik Bu, kebetulan Jessy sedikit tau tentang busana" ucap Jessy tersenyum
"Wah pas sekali kalau buka butik di sana tempatnya strategis cocok buat jualan pokoknya mah" ucap Bu Ratna
"Nah itu udah keliatan rumahnya" ucap Bu Ratna menunjuk sebuah rumah dua lantai di samping pertigaan
"Warna biru itu ya Bu" ucap Jessy melihat ke rumah itu
"Mana sih non kan gak cuma satu rumah warna birunya" ucap mbok Eem karena memang ada dua yang bercat biru lantai dua
"Itu loh bi sebelum pertigaan" jelas Jessy
__ADS_1
"Oh itu ya, mbok baru liat" ucap mbok Eem terkekeh