
Bibi berbalik hendak mekrluar dari ruang olahraga namun tiba-tiba Jessy memanggil bibi nya kembali
"Bi" panggil Jessy dengan nada meringis
"Ada apa non, non kenapa?" ucap bibi ia berbalik dan menghampiri Jessy
"Perut Jessy sakit bi" ucap Jessy yang merasa kan peut nya sakit sekali
"Aduh non jangan-jangan non mau melahirkan" ucap bibi cemas
"Mungkin iya Bi, sakit nya sudah sering-sering" ucap Jessy memegang perutnya
"Ya udah kalau gitu kita ke rumah sakit aja ya non" ucap bibi
"Iya Bi" ucap Jessy sesekali meringis merasakan perut nya
Dengan langkah Pelan Jessy dan bibi berjalan keluar dari ruang olahraga
"Ada bi" tanya pelayan lain menghampiri mereka
"Nona seperti nya mau melahirkan" ucap bibi
"Kalau begitu saya panggilkan supir biar antar nona ke rumah sakit" ucap pelayan itu
"Tunggu, ambil tas berwarna biru di dekat pintu, itu berisi perlengkapan bayi" ucap Jessy memegang tangan pelayan itu
Pelayan itu mengangguk ia keluar menyuruh supir untuk menyiapkan mobil lalu kembali ke dalam mengambil tas berisi perlengkapan bayi
Meletakkan nya ke dalam mobil Setelah itu bibi dan Jessy pergi ke rumah sakit di antar pak supir
Sedangkan pelayan rumah menghubungi zio
Kring
Kring
Bunyi ponsel Zio yang ternyata di pegang oleh asisten nya
"Hallo" Jawab asisten Zio
"Tuan, nyonya akan melahirkan sekarang sedang menuju rumah sakit" ucap pelayan
"Apa, ini beneran kan tidak bohong" ucap asisten karena tadi Jessy baik-baik saja saat mengantar tuan nya batin nya
"Benar tuan" ucap pelayan mengangguk walau sang asisten tak bisa melihat' nya
Klik
Asisten mematikan sambungan telepon nya lalu ia masuk ke dalam ruangan
"Ada apa, ini kita baru mulai kenapa kau ganggu saja" ucap Zio pada asisten nya
__ADS_1
Asisten nya tak menjawab ia berjalan menghampiri zio lalu membisikkan sesuatu
"Tuan nyonya akan melahirkan" bisik asisten nya
"Jangan berbohong kamu" ucap zio tak percaya
"Saya tidak bohong tuan, tadi pelayang yang mengatakan nya" ucap asisten nya
"Jessy" zio bangkit berdiri lalu meninggalkan ruangan tersebut tanpa basa-basi
Sang asisten nya hanya menganga melihat tingkah zio karena zio belum tau dimana Jessy akan melahirkan, ponsel pun zio lupa membawa nya
"Asisten Fred kenapa tuan zio pergi" tanya klien nya
"Maaf tuan mungkin rapat kita tunda hari ini, karena istri tuan zio akan melahirkan" jelas asisten Fred menatap mereka semua
"Bilang kalau istrinya mau melahirkan, Jangan asal nyelonong aja" protes klien itu
"Maaf tuan, mari saya antar" ucap Asisten Fred
Zio turun menggunakan lift dengan harap harap cemas, sampai di bawah ia langsung keluar lift
Namun saat ia merogoh saku mencari kunci mobil nya ia menepuk jidat nya karena kunci mobil nya di bawa asisten Fred
"Sial, ponselku juga tidak ada" umpat zio
Dengan terburu-buru ia berbalik menekan tombol lift khusus CEO, namun pintu itu tak kunjung terbuka ia terpaksa membuka khusus karyawan biasa
"Maaf atas ketidak nyamanan anda tuan" ucap asisten Fred meminta maaf
"Lain kali jangan di ulangi lagi" ucap klien itu lalu pergi meninggalkan asisten Fred
Asisten Fred lalu keluar kantor lalu menyuruh satpam mengambil mobilnya
"Tuan kemana ya, apa dia sudah pergi duluan, masak pergi duluan kan kunci mobilnya ada padaku, bahkan ponsel nya juga" ucap asisten Fred celingukan
"Bisa saja dia pergi dulu naik taksi ya kan" ucap asisten Fred
Mobil Zio datang, asisten Fred pun menghampiri nya
"Apa kau lihat tuan zio keluar kantor?" tanya asisten Fred
"Saya tidak tau tuan karena saya baru saja ganti sif dengan satpam lain" ucap satpam
"Ya sudah" ucap asisten Fred masuk ke dalam mobil
"Apa aku pergi saja, kalau di sana tuan butuh apa-apa bagaimana, tapi kalau tuan masih di sini bagaimana" ucap asisten Fred memukul kepala nya
"Aduh bikin pusing saja, tunggu tapi apa tuan tau di mana rumah sakit tempat nyonya Jessy melahirkan?" ucap asisten Fred bermonolog
"Kau bego sekali Fred tentu saja nyonya akan melahirkan di rumah sakit milik tuan Felix" ucap asisten Fred teringat sesuatu
__ADS_1
Ia langsung menamcap gas ke arah rumah sakit yang tidak jauh dari rumah zio
Sedangkan zio ia sedang kelimpungan mencari Asisten Fred ia mencari dari, ruang rapat hingga di ruang asisten Fred sendiri
"Kemana pula manusia itu" ucap zio ngos-ngosan karena ia mencari nya dengan berlari-lari
"CK, apa jangan-jangan dia menyusul ku ke rumah sakit" ucap zio ia lalu segera menuju lift untuk turun ke bawah
Sampai di bawah zio keluar kantor melihat ke kiri ke kanan, lalu menghampiri satpam
"Tuan-" ucap satpam hendak mengatakan sesuatu tapi di potong oleh Zio
"Apa Fred sudah pergi?" tanya Zio
"Sudah tuan baru saja" ucap satpam
"Aaaahhh, kenapa begini" teriak Zio frustasi
"Tau gitu aku langsung ke rumah sakit saja" gerutu zio ia mencari taksi yang lewat
Tak berapa lama taksi pun lewat zio segera memperhentikan nya, Lalu masuk ke dalam taksi pun menuju rumah sakit milik Felix
Di rumah sakit Jessy sedang menunggu pembukaan sepuluh ini sudah pembukaan delapan
"Bagaimana keadaan nyonya bi" tanya asisten Fred pada bibi yang menunggu di luar
"Masih menunggu pembukaan sepuluh" jawab bibi
"Bukanya tadi baik-baik saja ya bi, kenapa tiba-tiba nyonya melahirkan" tanya asisten Fred
"Kamu ini bagaimana orang melahirkan memang begitu" ucap bibi
"Makanya cari istri biar tau rasa nya punya anak" ucap bibi
(Bagaimana mau cari istri bi, aku aja harus berada di sisi tuan, tunggu) batin asisten Fred
"Bi apa tuan sudah kesini?" tanya Fred
"Seharusnya bibi yang bertanya di mana tuan kenapa kamu datang sendiri" ucap bibi bingung
"Yang bener bi?" tanya asisten Fred
"Beneran masak bohong" ucap bibi mengerutkan keningnya
"Mati aku" ucap asisten Fred lalu ia terburu-buru turun ke lantai dasar
"Moga saja tuan masih di kantor" ucap asisten Fred sambil berlari
"Lewat tangga saja biar cepat" ucap asisten Fred ia lalu menuruni tangga dengan terburu-buru berharap zio masih di kantor
Namun saat asisten Fred baru masuk ke pintu tangga pintu lift terbuka lebar keluar lah zio dengan nafas memburu, dengan perasaan cemas kesal, khawatir, marah menjadi satu
__ADS_1