Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 38


__ADS_3

"Aku pulang" ucap Jessy membuka pintu apartemen nya


"Loh kok sudah pulang non, kan masih pagi" ucap mbok Eem heran


"Gak papa mbok Jessy pengen nemenin baby Al aja" ucap Jessy tersenyum


"Oh" ucap mbok Eem mangguk mangguk


(Pasti terjadi sesuatu) batin mbok Eem


"Mau makan non, mbok siapin dulu ya" tawar mbok Eem


"Enggak mbok terimakasih, Jessy masih kenyang" tolak Jessy tersenyum lebar


"Bener non" ucap mbok Eem memastikan


"Iya mbok, Jessy ganti baju dulu ya mbok" ucap Jessy mengangguk berjalan ke arah kamar nya


Jessy menghela nafas ia duduk di atas ranjang nya ia melihat semua isi kamarnya ia mengelus ranjang nya


"Bakal rindu suasana ini" ucap Jessy tersenyum getir


"Aku harus kuat, mari kita mulai yang baru" ucap Jessy tersenyum mencoba menyemangati diri sendiri


Ia kemudian ia bergegas untuk berganti baju lalu kemudian ia keluar menuju ke ruang tamu tapi ketika ia sampai di sana tak ada orang sama sekali


Lalu ia berjalan ke arah pintu samping kamar nya membuka nya dengan pelan ia melihat mbok Eem sedang menidurkan baby Al ia pun kembali menutup pintu nya ia berjalan ke arah ruang tamu ia duduk di sana matanya memandang ke arah depan pikirnya pun entah kemana


"Kenapa?" tanya mbok Eem duduk di samping Jessy


"Eh mbok, gak papa mbok" ucap Jessy menunduk


"Cerita sama si mbok, apakah kau di pecat?" tanya mbok Eem hati-hati


Jessy menganggukkan kepalanya dengan pelan


"Pekerjaan gampang di cari non, tak perlu sedih seperti itu, memang kehilangan pekerjaan cukup buat orang merasa sedih tapi tak perlu harus sedih terus menerus, tapi kita jangan putus asa non, percayalah rezeki sudah ada yang mengatur" ucap mbok Eem mengelus punggung Jessy


"Jessy bukan sedih perkara pekerjaan mbok tapi Jessy sedih ketika mendengar orang-orang menghina baby Al" ucap Jessy mulai terisak bayangan orang menghina baby Al terlintas dalam memorinya


Mbok Eem mengeryit kan dahinya apa hubungannya dengan pekerjaan? pikirnya


"Kok sampai bawa baby Al, apa hubungannya non?" tanya mbok Eem menatap Jessy

__ADS_1


Jessy pun menceritakan semua kejadian di kantor Zio tanpa ada yang terlewat sedikit pun


"Bener bener keterlaluan orang itu, seharusnya dia kan mendengar penjelasan si non kenapa langsung pecat menghina orang pula" geram mbok Eem mendengar cerita Jessy


"Sudahlah mbok Jessy ingin membuka lembaran yang baru" ucap Jessy


"Lalu rencana non Jessy bagaimana sekarang?" tanya mbok Eem


"Jessy ingin membuka sebuah butik mbok karena Jessy pernah mempelajari tentang busana" ucap Jessy tersenyum


"Em, tapi emang non Jessy gak balik lagi jadi sekertaris atau kembali ke perusahaan non?" ucap mbok Eem


"Huh, tempat Jessy bekerja adalah perusahaan besar mbok, jika Jessy cari pekerjaan ke perusahaan akan Sulit nantinya, siapapun yang di pecat dari sana maka gak ada pekerjaan lagi untuk nya karena bagi mereka yang di pecat adalah benalu" jelas Jessy


"Kok gitu ya non" ucap mbok Eem mangguk mangguk


"Iya mbok, tapi mungkin Jessy gak bisa memperkerjakan mbok Eem lagi" ucap Jessy menggenggam tangan mbok Eem ia merasa bersalah saat ini


"Loh kenapa non, mbok Eem gak di bayar pun mbok mau kok non, mbok sudah menganggap non dan baby Al seperti anak dan cucu mbok sendiri" ucap mbok Eem membalas genggaman tangan Jessy


"Terimakasih mbok sudah menganggap Jessy seperti anak mbok sendiri tapi Jessy gak bisa jika mbok bekerja tanpa di bayar, lagi pula Jessy juga akan pindah ke apartemen ini" ucap Jessy menatap mbok Eem


"Non mau pindah kemana non, pindah ke rumah mbok aja" tawar mbok Eem


"Gak mbok Jessy gak mau ngrepotin mbok Eem lagi, rencana nya Jessy mau pindah ke kontrakan dua lantai mbok biar nanti lantai bawah bisa buat butik Jessy" ucap Jessy tersenyum


"Enggak mbok, Jessy cari kontrakan aja" tolak Jessy


"Beneran non" ucap mbok Eem


"Iya mbok, tunghu sebentar ya mbok" ucap Jessy berdiri dari duduknya ia berjalan ke kamar nya tak lama kemudian ia kemabali duduk di samping mbok Eem


"Ini gaji mbok Eem bila ini" ucap Jessy menyodorkan sebuah amplop coklat


"Aduh gak usah non, buat non aja" tolak mbok Eem


"Terima aja mbok ini gaji mbok Eem, kalau mbok Eem gak terima Jessy marah Lo" ucap Jessy pura pura marah


"Iya deh deh non mbok Eem terima, terimakasih ya non" ucap mbok Eem pasrah mau menolak pun tak bisa karena Jessy sosok yang keras kepala


"Nah gitu dong kan Jessy jadi sayang sama mbok" ucap Jessy memeluk mbok Eem


"Iya non mbok juga sayang sama kalian berdua" ucap mbok Eem mengelus punggung Jessy

__ADS_1


"Oh iya non mbok Eem punya temen yang suka nyewain rumah mau gak non, mbok kenalin ke temen mbok" ucap mbok Eem


"Boleh mbok" ucap Jessy mengangguk


"Tapi mungkin tempatnya jauh dari sini non, gak papa" ucap mbok Eem


"Gak papa mbok, asal jangan di hutan" ucap Jessy terkekeh


"Ada non kalau non mau" canda mbok Eem


"Kalau di hutan siapa yang mau beli baju Jessy mbok" ucap Jessy tersenyum


"Ada non, mahkluk tak kasat mata non" ucap mbok Eem terkekeh geli


"Ada-ada aja si mbok ini" ucap Jessy tersenyum menggeleng


Mbok Eem hanya tersenyum ia senang ketika melihat Jessy tertawa kembali ia berdoa semoga Jessy bisa tersenyum bahagia seperti ini


Malam hari Di tempat lain terdengar bising nya suara musik DJ yang cukup keras bau minuman alkohol tercium di mana mana


Di sini lah tempat zio sekarang ia sedang berkumpul dengan teman-teman nya


"Ada apa ni tumben traktir kita minum" tanya Willy


"Entah mungkin mau menikmati dunia malam" ucap bara terkekeh


"CK, cariin gue sekertaris" ucap zio pada Willy


"Sekertaris lu kemana bro" tanya bara di anggukki oleh Willy


"Gue pecat" singkat Zio menegak minuman nya


"Lu pecat, bukanya gue gak salah dengar ni, bukanya sekertaris lu cewek ya" tanya Willy mengeryit heran


"CK buat apa memperkerjakan cewek murahan kaya dia" ucap Zio mengingat kejadian tadi pagi


"Maksudnya bagaimana bro cerita lah" ucap bara penasaran


"Dia itu Udah punya anak di luar nikah udah gitu dia deket-deket sama dua orang kaya buat kehidupan nya" jelas Zio geram


"Emang lu tau dari siapa bro jangan asal nuduh nanti kau menyesal nuduh orang sembarangan" nasihat Willy


"Gue gak asal nuduh gue juga ada bukti nya toh juga gue ada saksi mata" ucap Zio tak terima

__ADS_1


Willy menatap bara, bara pun menggeleng tak tahu saksi mata? pikir mereka


Hola readers maafin author ya kalau bahasa Indonesia author kurang tepat atau bagaimana dan membuat readers tak nyaman bacanya maafin author ya, soalnya author sehari-hari kalau ngomong gak pakai bahasa Indonesia jadi agak belepotan ngomong nya, mohon di maklumi ya😊 terimakasih 🙏🙏


__ADS_2