Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 94


__ADS_3

Beberapa hari kemudian sesuai yang mereka sepakati kini Jessy dan Zio sudah duduk di sebuah restoran mewah, suasana romantis dengan diiringi musik yang romantis pula


"Apa kau suka?" ucap zio menatap Jessy


"Hemm suka" ucap Jessy mengangguk sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya


"Baguslah kalau kamu suka" zio tersenyum senang


Jessy tak menjawab ia hanya menikmati makanan nya dengan sangat lahap


"Kalau makan suka seperti anak kecil" kekeh Zio mengusap sudut bibir Jessy yang ada sisa makanan menempel di bibir


"Biarin yang penting kamu usapin" ucap Jessy tersenyum lebar


"Iya iya, aku akan selalu mengusap bibir mu" ucap Zio


"Setelah ini kita kemana?" tanya Jessy


"Kita nemuin teman aku dulu boleh?" ucap zio menatap Jessy


"Siapa teman mu laki-laki atau perempuan" selidik Jessy


"Ehm perempuan" ucap zio menggaruk kepalanya


"Tak adakah teman mu yang laki-laki gitu" kesal Jessy


"Sayang,yang aku temui sekarang itu wanita bukan laki-laki, kalau laki-laki mah sering aku temui" ucap zio


"CK" decak Jessy tak suka


"Kamu tenang saja dia sudah menikah kok dan sudah punya anak" jelas zio melihat wajah Jessy yang bersahabat


"Beneran" ucap Jessy menelisik wajah zio


"Iya sayang ku yang suka cemburu" ucap zio tersenyum lebar


"Hempt" Jessy memalingkan wajahnya dengan pipi mengembung


"Tambah cantik kalau lagi marah" ucap Zio terkekeh kecil


Jessy hanya diam tak membalas ucapan zio


Selesai menikmati makan malam yang romantis kini zio dan Jessy sedang berada di mobil mereka Ingin menuju ke tempat di mana teman nya berada


"Kita sudah sampai" ucap zio menghentikan mobil nya di depan rumah sederhana bergaya Eropa terlihat sangat klasik


"Ini rumah nya?" ucap Jessy melihat rumah di depan nya


"Iya ayo masuk" ucap Zio membuka steltbelt nya


Jessy mengangguk ia juga membuka steltbelt nya lalu zio keluar lebih dulu membuka pintu untuk Jessy


Mereka kemudian berjalan ke arah Pintu menekan bell rumah


Tak lama pintu terbuka, tampak lah wanita cantik terlihat seperti masih muda


"Oh kau sudah datang kita menunggu mu sedari tadi" ucap wanita itu

__ADS_1


"Hhee, oh iya kenalin ini calon istri aku namanya Jessy, Jessy perkenalkan ini mochi" ucap zio memperkenalkan mereka berdua


"Hallo Jessy" sapa Jessy mengulurkan tangannya


"Mochi" ucap mochi menerima uluran tangan Jessy sambil tersenyum lebar


"Apa kau tak menyuruh kita masuk," ucap zio ketika mereka sudah melepas kan tangannya


"Oh iya sampai lupa, ayo masuk" ucap mochi tersenyum membuka pintu lebar agar zio dan Jessy masuk ke dalam


Jessy menatap sekeliling sungguh terasa hangat dan nyaman


"Ayo duduk dulu aku panggilkan suami dan anak ku" ucap mochi tersenyum mempersilahkan Zio dan Jessy duduk di atas sofa


Zio dan Jessy mengangguk lalu mereka duduk di atas sofa, sedangkan mochi memanggil suami dan anak nya di lantai atas


"Aku baru tau kalau kamu punya teman yang hidup nya sederhana" bisik Jessy


"Dia teman lama, hidup nya memang selalu sederhana walau uang nya banyak" ucap Zio tersenyum menatap Jessy


"Oh gitu ya, aku kira teman mu tak ada yang hidup sesederhana ini" ucap Jessy menatap sekeliling


Zio hanya tersenyum saja mendengar ucapan Jessy, tak lama mochi datang dengan suami dan anak nya


"Maaf nunggu lama ya" ucap mochi menghampiri Jessy dan zio


"Em tidak kok" ucap Jessy tersenyum menggeleng


"Haha, kenalkan ini suami aku Michelle, dan ini anak ku Devina" ucap mochi menunjuk suami nya dan mengangkat anak nya yang belum genap satu tahun


"Bolehkah aku menggendong nya" ucap Jessy menunjuk Devina yang sangat cantik, lucu dan gembul


"Tentu saja" ucap mochi memberikan Devina pada Jessy


Dengan sangat antusias Jessy menerima Devina ia mendudukkan Devina dalam pangkuan nya


"Kau temani mereka ngobrol dulu" ucap mochi menepuk lengan suami nya lalu ia pergi ke belakang


"Bagaimana bisnis anda tuan Zio" ucap Michelle memulai obrolan yah lelaki yang di obrolin selalu bisnis tak ada yang lain


"Pangvil saja zio tak usah pakai embel-embel tuan" ucap Zio terkekeh


"Kalau begitu anda juga panggil saya Michelle saja" ucap Michelle


"Perusahaan ku ya begitu semakin berkembang, bagaimana dengan perusahaan mu Michelle?" ucap Zio


"Sama seperti mu semakin berkembang" ucap Michelle terkekeh


"Kenapa kalain para lelaki selalu bahas bisnis jika kumpul-kumpul" saut mochi dari arah belakang


Mochi membawa nampan berisi minuman dan makanan untuk mereka


"Biasa lelaki memang begitu" ucap Zio terkekeh


"Silahkan di minum" ucap mochi menyimpan nampan nya di nakas samping Michelle


"Terimakasih, maaf sudah merepotkan kalian" ucap Jessy tersenyum tak enak hati

__ADS_1


"Ah tidak repot kok, ayo di minum zio juga ayo minum" ucap mochi


"terimakasih, aku minum ya" ucap zoo mengangkat gelas nya lalu ia meminum nya


"Em Devina sudah umur berapa sayang" ucap Jessy mengajak bicara Devina


"Belum satu tahun Tante" sahut mochi


"Oh belum satu tahun ya" ucap Jessy mengangguk


"Kelihatan nya kau suka sekali dengan anak kecil" ucap mochi


"Ya memang dia sangat suka dengan anak kecil" bukanya Jessy yang menjawab melainkan zio


"Pantas saja seperti banyak wawasan mengenai anak kecil" ucap mochi tersenyum mengangguk paham


"Oh iya ada perlu apa kamu memanggil kita kemari?" tanya zio berbohong menatap mochi


"Oh iya Sampai lupa tujuan awal" ucap mochi


"Ayo ikut, kita bicara di ruang kerja ku saja biar lebih enak" ucap mochi berdiri ia mengambil Devina dari pangkuan Jessy


Zio mengangguk mengajak Jessy berdiri mereka lalu berjalan mengikuti mochi yang sudah berjalan di depan nya, sedangkan suami mochi dan anak nya tak ikut dengan mereka


"Mochi" panggil Zio mochi berhenti ia menoleh ke arah zio


"Ada apa?" ucap mochi


"Bolehkah aku numpang ke toilet sebentar" ucap Zio menatap mochi


"Kamu mau kemana" ucap Jessy menatap Zio


"Aku mau ke toilet kamu ikut dia dulu, aku sudah tidak tahan" ucap Zio


"Hem baiklah jangan lama-lama" ucap Jessy cemberut


"Iya, dimana toilet nya?" tanya zio lagi karena mochi belum menjawab


"Kamu belok kesana saja, ruangan paling ujung" jawab mochi


"Terimakasih aku ke toilet dulu, tolong jaga dia" ucap Zio menujuk Jessy lalu ia pergi ke arah tempat yang mochi katakan


"Ayo kita ke ruang kerja ku, sambil nunggu zio" ucap mochi menggandeng tangan Jessy


"Hemm" ucap Jessy mengangguk


"Em bolehkah aku bertanya?" ucap Jessy ragu-ragu


"Katakanlah" ucap mochi mengangguk


"Tapi jangan tersinggung ya" ucap Jessy menatap mochi mereka berhenti di depan pintu


"Iya" ucap mochi tersenyum mengangguk


"Kenapa kau di panggil mochi, apa itu nama asli mu?" ucap Jessy berhati-hati


"Haha, tidak itu hanya nama panggilan, karena aku suka panggilan itu" kekeh mochi membuka pintu lalu mereka masuk ke dalam

__ADS_1


__ADS_2