Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 74


__ADS_3

Mereka akhirnya selesai makan, Jessy berdiri membereskan piring piring Kotor menaruhnya di wastafel ia lalu mencuci semua piring nya


Al dan Zio kini beranjak dari duduknya berjalan ke arah sofa mereka duduk di atas sana


"Apa kamu mau nonton film" tawar zio pada Al


Al menggeleng kepala nya lalu mendekat ke arah Zio


"Mommy mau melukis jadi Al tidak mau berisik takut mengganggu mommy" bisik Al


"Melukis?, mommy kamu suka melukis" tanya zio mengeryit heran


"Iya melukis lihat" ucap Al menunjuk semua barang-barang Jessy


Zio melihat ke arah Al menunjuk ia bingung kalau melukis harus nya pakai cat air, dan menggunakan kanvas yang lumayan besar kenapa ini hanya pensil warna dan beberapa buku drawing


Tangan zio terulur mengambil buku gambar itu lalu membuka nya ia menghela nafas panjang


"Sayang ini namanya desain bukan melukis" ucap Al mengelus kepala Al


"Mommy bilang ia melukis" ucap dengan polosnya


"Iya sama seperti melukis bedanya kalau melukis itu di buku yang lebih besar dari ini" ucap zio menunjuk buku di pangkuan nya


"OHh" ucap Al mengangguk paham


Zio tersenyum tipis ia melihat desain baju Jessy satu persatu


(Bagus sekali dia mendesain baju) batin zio meneliti desain Jessy


"Apa sudah selesai melihat nya" ucap Jessy meletakkan tiga gelas di atas meja dua gelas coklat panas satu teh hangat


"Oh, desain mu bagus juga" puji Zio dengan senyum manis nya


"Terimakasih, apa kau sudah meminum obat mu" tanya Jessy pada zio


"Nanti" ucap Zio meletakkan buku Jessy ke asalnya


"Kalau tidak makan kapan kau akan sembuh" ucap Jessy berjalan menaiki tangga


(Aku berharap lebih lama sembuh agar kau selalu memperhatikan ku) batin Zio berharap


"Apa kau mau melukis?" ucap zio menatap Al yang sedari diam saja


"Tapi Al tidak membawa buku gambar uncle" ucap Al menggeleng kepala nya


"Tunggu sebentar" ucap Zio membuka ia membuka laci meja nya lalu mengambil iped nya menutup nya kembali


Ia mengotak Atik sebentar lalau memberikan nya pada Al


"Ini kamu bisa mewarnai gambarnya sesuai yang kamu mau" ucap zio tersenyum lebar

__ADS_1


"Benarkah" ucap Al tersenyum senang menerima iped nya


Zio mengangguk lalu mengelus kepala Al


"Ini obatnya minum dulu" ucap Jessy memberikan obat pada zio


"Terimakasih, tapi apa aku langsung menelannya tapi minum air putih" ucap Zio terkekeh kecil


"Oh iya aku lupa, aku ambilkan air putih dulu" ucap Jessy berbalik mengambil air putih di dapur


"Ini" ucap Jessy memberikan air putih pada zio


"Terimakasih" ucap zio menerima gelas itu lalu meminum nya dengan obat nya


Jessy mengangguk lalu berjalan ke arah perapian ia menyalakan perapian itu agar di ruangan terasa hangat


"Kau main apa sayang" ucap Jessy melihat Al yang sibuk sendiri


"Al sedang melukis lion" ucap Al tanpa melihat Jessy


"Lalu kau dapat itu dari mana" ucap Jessy mulai membuka semua pekerjaan nya


"Dari uncle" ucap Al menunjuk zio yang sedang menatap mereka


"Kalau begitu jangan lama-lama main nya" ucap Jessy


"Iya mom" ucap Al mengangguk


Setelah itu hening tak ada percakapan sama sekali mereka sibuk dengan pikiran masing-masing


"Aduh ini jam berapa aku sampai lupa" ucap Jessy melihat jam tangannya


"Sudah waktunya makan siang aku harus memasak" ucap Jessy


Lalu ia menatap Al dan Zio, mereka tertidur dengan posisi Al tidur di pangkuan zio


"Mereka tertidur pulas sampai aku tak menyadari nya huh keenakan kerja ya gini" ucap Jessy membereskan pekerjaan nya


Ia berdiri merenggangkan otot otot nya lalu naik keatas mengambil selimut nya ia kembali turun kebawah lalu menyelimuti mereka


"Seperti nya ada yang kurang ya" ucap jessy menatap wajah Al


"Aku kan belum memandikan Al tadi padi" ucap Jessy menepuk keningnya


"Aduh kenapa aku jadi pelupa begini ya" ucap Jessy menggeleng kan kepalanya


"Ppfftt"


Terdengar suara menahan tawa Jessy menoleh kearah samping ia melihat Zio yang sudah bangun dan sedang menahan tawa nya


Tunggu menahan tawa?, apa dia melihat tingkah konyol nya tadi sungguh malu batinnya

__ADS_1


"Ehem aku masak dulu" ucap Jessy salah tingkah ia berjalan menunduk ke arah dapur


Sedangkan Zio melihat tingkah Jessy hanya bisa menahan tawa


"Sungguh menggemaskan" ucap Zio tersenyum manis


Di tempat lain waktu yang sama tepat nya di negara orang, Felix yang baru tiba di negara orang pun tergesa-gesa berjalan menghampiri mobil yang menjemput nya tiba-tiba . . .


Brugg


"Maaf aku tak sengaja" ucap Felix pada seorang wanita yang ia tabrak ia membantu mengambil tas wanita itu yang terjatuh


"Tak apa, lain kali hati-hati, tak masalah jika aku yang kau tabrak tapi kalau nenek-nenek bisa bahaya" ucap wanita itu tersenyum manis menerima tas nya lalu pergi meninggalkan Felix yang memandang nya tanpa berkedip


(Cantik)bantin Felix


"Woy bengong aja" ucap seseorang menepuk pundak Felix


"Eh em enggak kok" ucap Felix gelagapan ia menggaruk kepalanya


"Ayo masuk liatin siapa sih" ucap teman Felix merangkul pundak Felix lalu mengajak nya masuk kedalam mobil


"Apa pemilik perusahaan itu sudah datang" tanya Felix ketika mereka berada di dalam mobil


"Belum katanya, pemilik perusahaan itu sedang mengantarkan keluarga pergi, jadi kita masih ada waktu" ucap teman Felix


"Oke baiklah" ucap Felix mengangguk paham ia lalu menghubungi asisten nya yang sudah sampai di negara itu terlebih dahulu


Setelah itu Felix memandang pemandangan dari jendela mobil sambil memikirkan kejadian beberapa waktu lalu


(Kenapa aku jadi selalu memikirkan nya) batin Felix mengingat wajah wanita itu


(Apa ini yang namanya cinta pandangan pertama, tapi dia sama sekali bukan tipe ku) batin Felix kesal ia mengacak acak rambutnya


"Aaakkkhh" teriak Felix tanpa sadar


Orang yang yang berada di dalam mobil sontak melihat ke arah Felix


"Kau kenapa?" tanya teman Felix heran


"Heheeh tak apa-apa" ucap Felix tersenyum canggung


Temannya mengangkat bahunya acuh lalu kembali fokus pada ponselnya


(Gila baru kali ini aku mempermalukan diri sendiri) batin Felix menggeleng kepala nya


Lain tempat lebih tepatnya wanita yang di tabrak Felix tadi


"Sudah bertahun-tahun tak bertemu kau masih saja begitu tampan" gumam wanita tersenyum cantik


Ya wanita itu adalah teman Felix saat di kampus, alasan Felix tak mengenalnya karena dulu wanita itu tak berpenampilan Sekarang

__ADS_1


Dulu wanita itu berpenampilan kutu buku hingga banyak orang yang menjauhi nya karena penampilan nya


Sekarang semua orang pura-pura mengenal akrab dengan nya karena penampilan nya yang sekarang tentu saja juga karena uang


__ADS_2