
Baby Al menatap Jessy tanpa berkedip lalu tiba-tiba Baby Al menaris dengan sangat keras
Hiks hiks hiks
"Cup cup sayang, berhenti nangis ya nan nanti kita tidak jadia jalan-jalan kalau baby Al nangis" ucap Jessy berusaha menenangkan baby al
"Baby berhenti nangis atau kita pulang saja" ucap Jessy mengelus kepalanya baby Al lalu kakinya maju satu langkah seolah oleh akan kembali ke kamar nya padahal Jessy hanya bohong saja agar baby Al berhenti menangis
Dan benar baby Al seketika berhenti menangis ia menatap Jessy Lalu menelusup kan wajah di ceruk leher Jessy
"Bilang apa sama Mommy" ucap Jessy mengelus punggung baby Al
"Sorry" ucap baby Al belepotan dengan Nada menyesal
"Is oke no problem" ucap Jessy mengangguk
"Yuk kita berangkat sekarang" ajak Delic ketika baby Al sudah mulai tenang
"Maaf ya" ucap Jessy tak enak hati
"Gak apa-apa kok namanya juga anak kecil" ucap Delic tersenyum
"Hem ya" ucap Jessy mengangguk
Mereka turun ke lantai dasar lalu berjalan ke arah basement lalu masuk ke dalam mobil dan siap untuk pergi
"Umur baby Al sudah berapa tahun kalau boleh tau?" tanya Delic memecah keheningan karena sedari tadi tak ada percakapan sama sekali hanya ada suara baby Al yang kegirangan saat melihat mobil berlalu lalang
"Sudah satu lebih sih" ucap Jessy mengengelus pipi baby Al
"Pintar ya umur segitu sudah bisa jalan" kata Delic mengengelus rambut baby Al
"Iya dia termasuk Anak yang pintar cepet tanggap" ucap Jessy tersenyum mengangguk
"Semoga kelak bisa jadi anak yang hebat ya baby Al ya" ucap Delic tersenyum mengelus pipi baby Al
Baby Al menatap Delic tersenyum dan mengangguk
"Gemesnya" ucap Delic
Jessy hanya tersenyum kecil sudah biasa ia menemui orang-orang seperti Delic suka sekali melihat baby Al apalagi ketika baby Al tertawa pasti lebih menggemaskan
"Kita makan di sini saja ya" ucap Delic berhenti di sebuah restoran
"Iya gak papa kok, baby Al ikut pak sopir nya" canda Jessy
"Siap non" ucap delic tertawa
Delic pun turun lalu membukakan pintu untuk Jessy ketika pintu terbuka baby Al mengadahkan tangan minta di gendong
"Sini sayang sama om" ucap delic menggendong baby Al
"Pa pa" ucap baby Al menepuk-nepuk pelan pipi delic
"Baby apa kata Mommy tadi" ucap Jessy ketika mendengar ucapan baby Al
Baby Al membuang mukanya seolah mengejek Jessy 'yang penting baby udah jalan-jalan' pikir baby Al
__ADS_1
"Huh" Jessy menghela nafas berat
"Udah gak papa namanya juga anak kecil ayok kita masuk" ajak delic
Mereka berjalan bersama masuk bertiga seperti keluarga kecil saja
"Silahkan di pilih menu nya tuan, nyonya dan tuan muda" ucap pelayan menyodorkan buku menu
"Terimakasih saya pesan spaghetti carbonara sama minumnya lemon tea" ucap Delic pada pelayan dan pelayan pun mengangguk
"Kamu mau pesan apa?" tanya delic sambil menyodorkan buku menu pada Jessy
"Sama in aja, saya makan apa aja kok" ucap Jessy tersenyum ia menjauhkan buku menu dari baby Al yang sedari tadi menggapai buku menu
"Oke, spaghetti carbonara nya dua, lemon tea nya dua, susu jagung buat anak kecil terus sama salad buah tapi pakek buah aja" jelas delic
"Baik mohon tunggu sebentar tuan" ucap pelayan
Delic mengangguk Pelayan itu pun pergi
"Sst sst" bisik Jessy
"Apa?" tanya delic heran karena Jessy berbisik
"Emang ada ya untuk anak kecil" tanya Jessy karena setahu nya jarang ada restoran menyediakan makanan untuk anak kecil
"Oh di sini memang menyediakan makanan mulai dari orang dewasa, orang tua, kakek nenek, dan anak kecil" jelas delic
"Kok kamu tau aku aja baru tau sekarang" tanya Jessy memang Jessy batu permata kali kesini
(Jangan sampai tau kalau aku mencarinya di internet) batin delic
"Oh keren juga kamu bisa nemuin tempat ini tanpa tau jalan nya" puji Jessy
"Iya lah apa sih yang gak bisa buat saya" sombong delic
"Sombong amat haha" ucap Jessy terkekeh begitu pun juga baby Al ikut terkekeh entah baby Al mengerti atau hanya ikut tertawa saja
"Hey kalian menertawakan ku" ucap Delic tak terima
"Mana ada kita hanya ketawa" ujar Jessy tersenyum lebar
"Sama aja ogeb" ucap Delic
Jessy hendak menjawab tapi keburu ada pelayan yang mengantarkan pesanan mereka
"Maaf permisi ini pesanan anda tuan nyonya" ucap pelayan itu meletakkan makanan mereka di atas meja
"Ah iya" ucap Delic
"Selamat menikmati" ucap pelayan setelah meletakkan semua makanan itu
"Terimakasih"Ucap Jessy dan delic
Pelayan itu tersenyum mengangguk lalu kembali meneruskan pekerjaan nya
"Selamat makan" ucap delic tersenyum
__ADS_1
"Selamat makan juga" saut Jessy
Mereka mulai menikmati makanan nya
"Bagaimana rasanya enak bukan?" tanya delic menatap ke arah Jessy
"Hem not bad" ujar Jessy menyuapi baby Al
"Iya lah siapa dulu yang cari" ucap Delic
"Cih," decih Jessy
"Em kamu kalau makan begitu ya" tanya delic karena melihat Jessy bergantian menyuapi dirinya dan juga baby Al
"Iya lah sekalian saya makan kalau enggak gitu enggak kelar kelar" jelas Jessy
"Oh" delic mengangguk kepalanya lalu ia melanjutkan makan nya dengan cepat
Jessy yang melihat delic makan dengan lahap pun mengeryit kan dahinya
"Kau lapar apa kelaparan" tanya Jessy menggeleng kepala nya
"Ah kenyang" ucap delic mengelus perutnya
"Sini biar saya saja yang nyuapi baby Al kamu yang makan aja" ucap Delic mengambil baby Al dari pangkuan Jessy
"Pa pa" ucqp baby Al menatap Delic
"Baby jangan gitu" ucap Jessy
"Kau jarang dekat dengan pria ya?" tanya delic
"Bisa di bilang begitu kau merupakan satu satunya yang jalan Sama baby Al" jelas Jessy
"Pantas saja" ucap delic menyuapi baby Al
"Pantas kenapa?" tanya Jessy bingung
"Pantas saja mungkin bagi baby Al saya adalah papa nya, karena dia baru pertama kali di ajak pergi oleh kamu bersama dengan laki-laki pertama kalinya" ujar Delic
"Iya sih ini juga baru pertama kalinya" ucap Jessy mengangguk
"Sorry apa kamu gak mau gitu berhubungan dengan laki-laki mencarikan baby Al ayah gitu?" tanya delic hati-hati
"Gak pernah, semenjak kejadian batal nikah" ucap Jessy pelan
"Apa batal nikah" ucap delic meskipun samar tapi ia masih mendengar jelas ucapan Jessy
"Udah ayok pulang takut kemalaman" ucap Jessy mengalihkan pembicaraan
"Ah iya juga ayo kita pulang" ucap Delic mengambil dompet nya lalu meninggalkan uang beberapa lembar berwarna merah di atas meja
Mereka pulang ke apartemen bersama tanpa tau ada orang sedari tadi melihat mereka bertiga
"Bagus aku punya bukti" gumam wanita itu menyeringai
(Tunggu saat nya kau akan hancur) batin orang itu
__ADS_1