
"Maaf jika membuat nona sedikit terkejut, tapi jika saya boleh jujur saya ingin sekali merawat baby Al, waktu yang selama ini terbuang sia-sia aku ingin menebus nya dengan merawat baby Al karena masa kecil baby Al tak akan terulang kembali" ucap Felix memohon
Jessy diam ia tak menjawab semuanya pun saling pandang mbok Eem mengelus punggung Jessy
"Huh" Jessy menghela nafas apa yang di takut kan kini terjadi sungguh ia tak sanggup jika harus berpisah dengan baby Al tapi ia juga tak punya hak atas baby Al
Delima itu yang di rasakan Jessy, setetes cairan bening jatuh menetes di pipi baby Al membuat ia terusik dan bangun dari tidur nya
Ia membuka matanya dengan pandangan yang pertama kali ia lihat adalah Jessy yang berkaca-kaca, Jessy yang menyadari baby Al melihat nya secepat mungkin ia mengusap air matanya namun baby Al sudah melihat nya
Baby Al lalu berdiri menatap semua orang yang tengah kebingungan, ada apa dengan baby Al bangun tidur tiba-tiba menatap mereka batinnya tapi tidak dengan Jessy ia malah terkekeh kecil melihat baby Al, karena ia tau apa yang akan di lakukan baby Al
Mbok Eem, Felix, angel dan delic memasang wajah bingung mereka menatap baby Al dan Jessy bergantian
(Apa anakku akan membenciku, kenapa menatap ku seperti itu) batin Felix
(Pasti akan terjadi sesuatu) batin mbok Eem menebak
(Apa mereka berdua gila) batin angel
"Dia tidak gila bodoh" ucap delic seakan tau batin angel
"Kok kamu tau" ucap Angel dengan polosnya
"Lebih baik kau diam dari pada kena amukan kakakku" bisik delic
Angel mengangguk, lalu mereka menatap baby Al yang hendak turun dari sofa Felix yang melihat nya itu pun hendak membantu tapi baby Al tak mau di bantu
Deg
Tubuh Felix menegang apakah baby Al membencinya karena mendengar suara keras Felix saat di taman, entahlah
Baby Al berhasil turun dari sofa ia lalu mencari sesuatu Jessy yang melihatnya pun semakin terkekeh empat orang tadi yang memperhatikan mereka berdua kembali memasang wajah semakin bingung
Mata baby Al menangkap sesuatu sebuah remote televisi lalu ia mengambilnya kemudian ia kembali menaiki sofa berdiri di atas sofa lalu
"Don't hurt Mommy" ucap baby dengan khas anak kecil tangan yang memegang remot tadi ia mengarahkan pada mereka tangan satunya ia gunakan untuk menghimpit kepala Jessy kedalam ketiak nya Jessy pun semakin terkekeh, Baby Al seolah melindungi mommy nya
Semua orang melongo bagai orang bodoh melihat tingkah baby Al
"You" tunjuk baby Al pada mbok Eem
"You" tunjuk baby Al pada angel
"You" tunjuk baby Al pada delic
"And you" terakhir baby Al menunjuk ke arah Felix
Khheekkk
__ADS_1
Baby Al memperagakan seolah mengancam membunuh mereka mengarahkan remote televisi ke leher baby Al, sungguh menggemaskan
Semua orang kemudian tertawa lebar ketika melihat apa yang di maksud baby Al
Hahaha
"Baby kita bukan penjahat, tapi kamu yang penjahat lihat mommy kamu kau himpit di ketiak mu" ucap delic menunjuk Jessy yang terkekeh di ketiak baby Al
Baby Al menengok ke arah Jessy benar kata Delic lalu secepat mungkin baby Al melepaskan tangannya dan duduk di samping Jessy pura-pura tak terjadi apa-apa
Hahaha
Tawa mereka semakin lebar suasana yang awalnya serius kini menjadi tawa akibat melihat tingkah baby Al yang menurut nya menggemaskan
"Kak ternyata kau punya bibit yang seperti itu, haha" ledek delic
"Masalah, dia juga anak mu" ucap Felix sinis
"Mana ada dia Anakku dia itu anak mu" ucap delic tak terima
"Kau tak percaya"Ucap Felix delic menggeleng
"Lihat, baby Al siapa dia" tanya felic pada baby Al menunjuk delic
Baby Al menatap Delic "Papa" ucap baby Al dengan muka polosnya
"CK aku bukan Daddy mu, dia Daddy mu" kesal delic seakan ia terbuli oleh ayah dan anak itu
"Diam kamu" kesal delic
"Sudah-sudah jangan berantem mau pamit pulang dulu" ucap mbok Eem berdiri
"Mbok mau pulang, biar di antar asisten saya saja mbok" ucap Felix mencari asisten nya entah kemana perasaan tadi asisten nya mengikuti nya sekarang ia tak tau dimana asisten nya
"Tidak apa-apa taun biar saya sendiri lagian juga dekat kok" ucap mbok Eem tersenyum
"Gak papa mbok, Jack" panggil Felix
Pintu kamar tamu terbuka muncul lah Jack yang entah sejak kapan ia berada di dalam kamar
"Iya tuan" ucap Jack
"Sejak kapan kau ada di sana" tanya angel
"Sejak tadi nona" ucap Jack menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Apa kalian melihat nya masuk kamar?" tanya angel pada mereka kecuali Jack
Mereka menggeleng kepala tanda tak melihatnya
__ADS_1
"Wah keren di bisa teleport, impresif" ucap Angel mengacungkan jempol nya
"Dasar gila" ucap delic melihat tingkah angel
"Apa sih" kesal Angel
"Mbok doakan kalian berdua jodoh" ucap mbok Eem tersenyum lebar lalu pergi meninggalkan mereka di susul asisten Felix mengantarkan mbok Eem
Hening tak ada yang berbicara semua sibuk dengan pikiran masing-masing, tak terkecuali baby Al yang sibuk bermain sendiri
"Ehem, tuan delic kenapa kau ada di sini bukanya kamu bilang gak akan kesini lagi?" tanya Jessy memecah keheningan
"Ada urusan sama dia" ucap delic menunjuk Felix yang sedari dari memandang baby Al
"OHh, kau penggila kerja tumben kesini, datang nya berdua lagi" ucap Jessy tersenyum
"Dia nih yang ikut-ikutan" kesal Angel menatap tajam delic
"Aku gak ikut kamu ya, kamu yang ngajak aku" ucap delic memutar balik kan fakta
"Mana ada kamu yang nyerobot masuk ke dalam taksi" ucap Angel
"Gak ya" ucap delic
"Ada" ucap Angel
"Aduh mulai lagi" ucap Jessy menggeleng kepalanya
"Ehem tuan" bisik Jessy memanggil Felix tapi Felix tidak dengar ia asyik menatap baby Al
"Tuan" panggil Jessy menyentuh lengan Felix
"Ah iya ada apa" ucap Felix menatap Jessy
"Kita keluar biarkan mereka berdua" ucap Jessy menunjuk angel dan delic masih adu mulut
"Baiklah, tapi apa aku boleh menggendong nya" ucap Felix menatap baby Al
"Silahkan" ucap jessy mengangguk
"Baby mau Daddy gendong" ucap Felix tersenyum menjulurkan tangannya
Baby Al menatap Felix lalu menatap Jessy Jessy pun mengangguk lalu baby Al menerima uluran tangan Felix
Dengan sangat hati-hati Felix mulai mengangkat tubuh baby Al, karena menggendong baby Al adalah pertama kali baginya
(Begini rasanya menggendong anak sendiri) batin Felix tersenyum senang
"Kita cari makanan saja" ucap Jessy lalu melangkah menuju pintu apartemen
__ADS_1
Felix mengangguk lalu mengikuti langkah Jessy meninggalkan angel dan Delic masih setia dengan pertikaian kecil dan tak menyadari dalam apartemen tinggal mereka berdua sendiri