Strong Single Mom

Strong Single Mom
Chapter 67


__ADS_3

Zio merenggangkan otot nya tak sadar ia sudah duduk di balkon beberapa jam, ia melihat jam tangannya ternyata sudah siang hari ia lalu bangkit berdiri menenteng laptop nya dan juga membawa cangkir kopi ke tangan nya yang yang kosong


Ia menatap jalanan sekilas namun ekor matanya menangkap sesuatu


(Haha mana mungkin dia di sini, kau sudah sangat merindukannya sampai sampai berhalusinasi dia ada di sini) batin Zio terkekeh ia lalu masuk kedalam tanpa memastikan apa yang di lihatnya


Andai saja ia melihat dengan seksama mungkin ia akan kegirangan apa yang selama ini di cari berada di depannya


Ya memang rumah baru Jessy berada di depan rumah zio dan mereka berdua juga tidak tau entah takdir apa yang mempertemukan mereka kembali setelah sekian lama mereka tak bertemu


Zio ia sudah pindah ke Perancis karena ia juga ingin melupakan kenangan pahit di negara Jerman, sekaligus ia ingin mengukir Kenangan baru di negara romantis dan siapa tau ia bisa mengetahui keberadaan Jessy lewat Felix karena ia belum pernah melihat Felix bertemu dengan Jessy


Keesokan pagi harinya seperti rutinitas zio sebelum pergi ke kantor ia akan berolahraga ringan di dalam kamar nya


Ia berdiri di depan jendela lalu membuka korden nya supaya cahaya matahari masuk kedalam kamar nya


"Turun salju tapi tipis" gumam zio melihat kepingan salju yang turun ke bumi


Ia kemudian berjalan mengambil Barber dan mulai olahraga angkat beban


Di tengah olahraga nya ia iseng ingin melihat pemandangan luar ia pun menengok ke arah balkon nya namun sedetik kemudian ia berhenti mengangkat barbel nya yang berhenti tepat di atas kakinya


"Jessy" gumam Zio melihat Jessy yang sedang menyibakkan korden nya


"Mungkin aku salah liat" ucap zio mengucek matanya


"Itu beneran Jessy" ucap zio sumringah tanpa sadar ia melepaskan Barber yang sedari tadi ia pegang


Dug bug


"Aduh" teriak zio berjongkok memegang kakinya yang terkena Barbel


"Barbel sialan gak senang apa lihat orang bahagia" kesal zio menyalahkan Barbel padahal dia sendiri yang salah


Ia lalu bangkit menekuk kaki nya yang sakit matanya melihat ke arah jendela tempat di mana Jessy berdiri namun ia tak menemukan siapapun di sana


"Sial Barber sialan, itu beneran Jessy atau bukan ya" gerutu zio ia menendang barbel itu


"Aduh" ringis zio


"Bodoh sekali, kenapa Barbel aku tendang, gila pagi-pagi udah apes Mulu" ucap zio berjalan ke kamar mandi siap membersihkan diri olahraga yang baru ia dapat setengah dari biasanya pun ia tak mau mengurusi nya buat kesal saja batinnya

__ADS_1


Setelah selesai zio pun turun dengan setelan baju kerja nya ia lalu duduk di kursi makan ia lalu menyesap kopi nya yang sudah menjadi rutinitas nya di pagi hari


"Pagi tuan" sapa bibi yang baru melihat tuanya


"Pagi bi, tumben bikin sandwich banyak bi" tanya Zio karena melihat bibi membuat sandwich lebih banyak dari biasanya


"Iya tuan ada tetangga baru di depan rumah tuan, sekalian bibi mau anterin untuk salam perkenalan" ucap bibi tersenyum lebar


"Memang siapa tetangga baru bi" tanya Zio kepo


"Bibi belum tau tuan tapi bibi pernah liat dia wanita masih muda" ucap bibi tersenyum lebar


"OHh" ucap Zio berohria saja tanpa menyambung ucapan bibi


"Atau tuan mau anterin sandwich ini siapa tau nanti jodoh tuan, biar tuan gak sendirian di rumah" goda bibi yang tak takut pada Zio


"Gak bi, zio sudah punya" ucap zio beralasan


"Mana kok bibi gak pernah liat tuan bawa kesini" ucap bibi tak percaya


"Udah bi zio kenyang, aku pergi ke kantor dulu" ucap zio menyesap kopi nya lalu berjalan meninggalkan bibi yang sedang menatap zio Dengan tersenyum menggeleng


"Kapan tuan ada yang ngurus, semoga saja wanita itu cepat di temukan biar tuan zio tak merasakan kesepian lagi" ucap bibi yang tau zio mencari seorang wanita tapi bibi tak tau siapa wanita itu, rupa wajah wanita itu pun juga bibi tak tau


Tok tok tok


Bibi mengetuk pintu saat sudah sampai di depan pintu rumah Jessy


"Ya" saut dari dalam lalu tak lama pintu itu terbuka


"Hallo non" ucap bibi ramah


"Iya Bi ada apa ya bi" tanya Jessy tersenyum mengangguk


"Ini non masakan bibi kebanyakan tak ada yang makan gak baik kalau di buang" ucap bibi menyodorkan kotak makanan kedepan Jessy


"Ehh iya Bi terimakasih ya kalau gitu masuk bi" tawar Jessy menerima kotak makan itu


"Terima kasih non" ucap bibi masuk kedalam rumah Jessy, Jessy mengangguk lalu menutup pintu


"Wah non, rumah nya mirip sekali dengan rumah majikan bibi" ucap bibi melihat sekeliling

__ADS_1


"Benarkah bi masa sama, pasti ada yang beda lah" ucap Jessy tersenyum lebar


"Enggak non sama persis letaknya cuma barang nya yang beda" ucap bibi menggeleng


"Itu namanya beda bi" ucap jessy tertawa kecil mana mungkin desain rumahnya sama dengan orang lain, karena rumah ini dia sendiri yang desain


"Enggak non coba bibi tebak pasti di sini ada tiga kamar kamar utama di atas dua kamar tamu di bawah" ucap bibi tersenyum


"Rumah pada umumnya juga gitu bi" ucap jessy


"Eits tapi bibi tebak lagi pasti lantai atas tempat pribadi non, seperti ruang kerja, rumah kaca" ucap bibi tersenyum lebar


"Kok bibi tau" ucap Jessy terkejut


"Lalu di sana ada kolam renang di dekat dapur, dua kursi panjang satu meja kecil di tengah lalu di sekelilingnya banyak tanaman buah-buahan" ucap bibi makin tersenyum lebar


"Lah iya Bi" ucap Jessy makin terkejut ia juga makin penasaran dengan majikan bibi kenapa ide nya sama persis dengan ide Jessy


"Wah kenapa bisa sama pasti kalian berjodoh" goda bibi


"Apa sih bi, Jessy gak kenal sama Majikan bibi, bagaimana kalau majikan bibi sudah beristri" ucap Jessy


"Tenang non majikan bibi masih jomblo" ucap bibi terkekeh geli


"Udahlah bi, bibi duduk dulu sampai lupa mau nyuruh duduk minum apa bi" tawar jessy mengalihkan pembicaraan


"Gak usah non bibi mau balik ke rumah majikan bibi dulu" tolak bibi


"Kenapa buru-buru bi kita belum ngobrol banyak ini" ucap Jessy pura-pura cemberut


"Nanti kapan kapan lagi non, bibi mau beresin rumah dulu, bibi pulang ya" ucap bibi berjalan ke arah pintu


"Iya Bi terimakasih sandwich nya, tempat nya Jessy pinjam dulu ya" ucap Jessy membukakan pintu


"Iya non" ucap bibi lalu ia keluar dari rumah jessy


"Huh penasaran bagaimana orang nya mungkin siapa tau dia bisa di ajak bisnis" ucap Jessy menutup pintu lalu ia berjalan ke meja makan membuka kotak makan yang di antar bibi


"Sandwich ?" gumam Jessy lalu ia melahap sandwich itu


"Enak ternyata" ucap Jessy berbinar tanpa sadar dalam waktu singkat ia sudah memakan habis tanpa sisa

__ADS_1


"Lah habis ternyata" ucap Jessy ketika tangan nya tak mendapatkan apa-apa


Ia lalu meletakkan kotak makanan itu ke wastafel lalu ia berjalan ke atas untuk mendesain gaun pesanan orang


__ADS_2