
"Kak" panggil delic kini mereka sedang berada di ruang kerja Felix
Dua mommy sekaligus anak nya sedang berada di ruang keluarga acara barbeque pun sudah selesai Beberapa menit yang lalu
"Hem" saut Felix dengan deheman
"Ada apa kau mengajak ku kesini?" tanya delic heran
"Aku mau minta saran dengan mu" ucap Felix menatap delix
"Hehehe syarat apa ni ngomong-ngomong" ucap delix cengengesan
"Ehem, tentang Al kenapa jika aku membawa perempuan ke rumah ia selalu menolak wanita itu, aku juga ingin memberikan Al mama baru, aku tak mau Al terus terusan bergantung pada Jessy" ucap Felix
"Cari aja yang seperti Jessy mungkin Al akan mau, kalau tidak Jessy aja yang jadi mommy sah Al" ucap delix menatap Kaka nya
"Jessy?" ucap Felix memincingkan matanya
"Ya Jessy apa selama ini kau tidak pernah merasakan getaran cinta di antara kalian?" ucap delic membentuk jari lope lope
"Em tidak sama sekali aku hanya menganggap dia sebagai saudara kita tak lebih" ucap Felix
"Benarkah, kenapa tidak mencoba menjalin hubungan dengan nya, dan kau tidak perlu mencari mama baru untuk Al" ucap delic
"Huh, kalau aku bilang tak ada rasa ya tak akan ada rasa di antara kita, lagipula perasaan tak bisa di paksakan" ucap Felix menggeleng
"Baiklah, selamat bekerja keras mencari mama baru buat Al" ucap delic tersenyum lebar
"Huh" Felix menghela nafas panjang ia menyenderkan punggungnya di sandaran sofa menutup kedua matanya dengan lengan panjangnya
"Kak" panggil delic ragu-ragu
"Apa?" saut Felix tanpa menyingkirkan tangan nya
"Em apa anak mu pernah menanyakan soal ibu kandung nya?" tanya delic hati-hati
Felix mengangkat tangannya membuka matanya kemudian Matanya menatap lurus kedepan
"Pernah" singkat Felix
Flashback on
Sinar senja menghiasi langit sore di sebuah atap mansio terdapat sepasang ayah dan anak menikmati senja ia duduk di temani segelas juice dan juga beberapa cemilan
"Dad" panggil Al
__ADS_1
"Iya apa sayang" ucap Felix menoleh menatap Al
"Apakah daddy menyayangiku?" tanya Al hati-hati
"Kenapa bertanya seperti itu sayang tentu saja Daddy sangat menyayangi mu" ucap Felix heran
"Apa dad menyesal aku lahir di dunia ini" ucap Al dengan sendu
"Ssst kenapa kau bicara seperti itu baby" ucap Felix tak suka
"Jawab dad" ucap Al menatap kedua mata Felix
"Tentu tidak sayang mana mungkin Daddy menyesal, kau sangat berarti buat Daddy, Daddy tak mau kehilangan kamu" ucap Felix memeluk Al
(Lagi) lanjut Felix dalam batinnya
"Benarkah dad" ucap Al tersenyum
"Tentu saja" ucap Felix tersenyum
"Kalau dad menyayangi ku bolehkah aku bertanya" ucap Al menatap Felix
"Tentu saja boleh memang kau mau bertanya apa honey" ucap felix mengangguk tersenyum
Felix diam ia sungguh tak tau menjawab bagaimana karena ibu kandung Al atau di panggil Anette sudah mati di makan serigala peliharaan delix
Memang Felix yang melemparkan Annete ke serigala itu lantaran sikap Annete yang sudah tak bisa emosi ia juga marah karena Annete berani membuang darah dagingnya
Dan memang delix dan felix berkecimpung di dunia gelap tapi delix yang lebih sering di dunia gelap itu, menurut mereka semua bisnis tak ada yang berjalan baik tanpa adanya dunia gelap yang mendukung nya apalagi di kota mereka sangat kejam akan pesaing bisnis di mana mana
Al tentu saja ia juga di jaga ketat oleh anak buah mereka tak hanya Al seluruh keluarga yang mereka sayangi juga di jaga ketat termasuk juga Jessy tapi mereka tak menyadari ada yang mengikuti nya
"Dad" panggil Al karena Felix sibuk dengan lamunan nya
"Ya honey" ucap Felix menoleh ke Al
"Kenapa Daddy malah bengong" ucap Al
"Sorry honey, sebenarnya mama kamu sudah meninggal saat kamu lahir sayang" bohong Felix
"Huh" Al menghela nafas panjang ia menunduk
"Dad, bisakah kau jujur padaku aku tau mama kandung Al masih hidup saat Al di lahirkan, Al juga tau kalau mama Al sengaja membuang Al di kontrakan kecil" ucap Al berkaca-kaca
"Tidak sayang kenapa kau berkata seperti itu, dari mana kau berbicara seperti itu" kilah Felix
__ADS_1
"Dad, sejujurnya Al pernah mendengar saat kau berbicara dengan mommy Jessy, apakah itu semua benar dad" ucap Al sudah menitikkan air mata nya
"Sayang dengar, tak penting mama kandung Al menyayangi Al ataupun tidak, apa kau lihat, Daddy, Daddy delix, aunty, dan yang paling penting mommy Jessy mereka sangat menyayangi mu" ucap Felix menghapus air mata Al
"Kamu seharusnya bersyukur kau masih bisa lahir di dunia ini di sanyangi oleh orang-orang, kau lihat bintang bintang yang bertaburan di atas langit malam, kata orang bintang di langit malam adalah jiwa seseorang yang sudah tiada ia bisa menyaksikan di atas sana tapi tak bisa merasakan di bawah sini, sebagian dari mereka ada yang pernah merasakan di bawah sini, tapi ada juga sebagian dari mereka belum pernah sama sekali merasakan di bawah sini, jiwa mereka yang di atas sana ingin sekali berada di bawah sini, apalagi yang belum pernah merasakan di bawah sini" jelas Felix
"Dan kamu satu satunya orang yang beruntung bisa merasakan di bawah sini, jadi jangan bersedih lagi ya, masih banyak orang yang sayang sama kamu termasuk Daddy yang sangat amat menyayangi Al" ucap Felix tersenyum lebar
Al mengangguk ia kemudian memeluk Daddy nya ia bersyukur mempunyai Daddy yang sangat menyayangi nya dan orang orang yang menyayangi nya
"Sudah mau malam yuk masuk tidak baik angin malam untuk anak kecil" ajak Felix Al mengangguk setuju
"Gendong" pinta Al tersenyum lebar
"Baiklah, kita siap terbang kemana saja" ucap felix tertawa
Dengan bahagia Al menaiki punggung Felix lalu mereka berdua turun kebawah
Sejak saat itu Al sudah tak lagi menanyakan perihal mama kandung nya
Flashback off
"Kasian Al karena harus mempunyai mama kandung yang seperti itu, untung perempuan gila itu sudah mati di perut foxy" ucap delix tersenyum lebar
"Ya kalau dia masih hidup sampai sekarang ia pasti akan membuat masalah, apalagi jika ia mengganggu kehidupan Al" jelas Felix
"Benar" ucap delix mengangguk setuju lalu mereka berdua masuk kepikiran nya masing-masing
Mengingat kembali kejadian masa lampu mereka sungguh miris batinnya
Lamunan mereka buyar saat mendengar suara pintu di ketuk
Tok tok tok
"Daddy" panggil Al
"Masuklah" jawab mereka
"Daddy aku ngantuk" ucap Al dan Emily berbarengan masuk ke dalam
"Sini sayang" ucap Felix dan delix barengan pula
Lalu kedua bocah itu menghampiri Daddy mereka masing-masing dan tidur di pangkuan Daddy mereka
"Mereka sungguh lengket tapi aku menyayangi nya" ucap delix tersenyum menatap Felix dan Felix tersenyum mengangguk
__ADS_1