
"Anda" ucap Jessy dan Delic berbarengan
Semua menatap Jessy dan Delic secara bergantian
(Hebat juga dia bisa kenal dengan pemilik perusahaan Delic company) batin Zio tak suka
"Kalian saling kenal?" tanya Zio menatap tajam mereka berdua
"Kurang lebih begitu tuan" ucap Jessy tersenyum
(Cih apa-apaan senyum itu, sama saya pun tak pernah senyum begitu) batin Zio menatap Jessy
"Kita mulai rapat sekarang" ucap zio duduk di tempat duduknya
"Baiklah"Ucap Delic kemudian mereka mulai duduk di tempatnya masing-masing
Satu jam rapat berjalan lancar kini tiba waktunya untuk istirahat makan siang dan juga rapat kali ini Delic company menyetujui kerjasama yang zio ajukan
"senang bekerjasama dengan anda tuan Delic" ucap zio menjabat tangan Delic
"Senang juga bekerjasama dengan anda tuan zio" ucap Delic menerima jabatan tangan zio
"Bagaimana kalau kita makan siang bersama tuan sebagai awal kerjasama kita" ajak Delic
"Maaf tuan tapi. . . " ucap Zio terpotong
"Anda mau kan asisten Jessy?" tanya Delic menatap Jessy
"Anggap saja ini sebagai awal perkenalan kita" imbuh Delic
"Baiklah tuan, bagaimana kalau kita makan di restoran depan kantor di sana menunya sangat enak" ucap Jessy tersenyum
(Tak apa terima ajakan tuan Delic anggap ini ucapan terimakasih yang telah menyelamatkan baby Al) batin Jessy
"Anda yakin tidak mau ikut bergabung tuan?" tanya Delic pada Zio
"Tidak terima kasih" ucap Zio cepat lalu ia berjalan meninggalkan mereka
"Maaf tuan Delic, tuan Zio memang begitu jangan di masukan ke dalam jantung" ucap Jessy tak enak hati
(Lucu juga ini orang) batin Delic
"Gak papa nona Jessy saya tak memasukkan nya ke dalam jantung tapi langsung pembuangan akhir" ucap Delic terkekeh
"Hhaha tuan Delic bisa bercanda juga ya" ucap Jessy tersenyum lebar
"Saya kan bukan robot nona Jessy" ucap Delic
"Iya betul tuan mari tuan silahkan" ucap Jessy mempersilahkan Delic untuk melangkah terlebih dahulu
__ADS_1
"Lady's first" ucap Delic tersenyum
"Oke baiklah" ucap Jessy mengangguk lalu mereka melangkah menuju restoran di depan kantor
Sedangkan Zio sedang menggerutu kesal entah kenapa ia tak suka jika yang ada mendekati Jessy
"Kenapa lama sekali mereka pergi" gerutu Zio padahal ini baru lima menit berlalu mungkin mereka baru sampai di dalam restoran
"Aku lihat aja mereka dari sini katanya kan dia makan di depan kantor iya ide bagus" ucap Zio lalu ia mengambil sebuah teropong miliknya kemudian mengarahkan pada restoran itu
"CK mana sih mereka" kesal Zio karena tak menemukan mereka
"Itu dia, kenapa mereka berdua dimana asisten dia" ucap Zio melihat mereka makan berdua karena max sudah pulang duluan karena ia maih ada urusan
"Romantis sekali mereka, sial kenapa aku jadi kesal begini" kesal Zio ia membanting teropongnya lalu duduk di kursinya
"Bisa-bisa nya mereka bermesraan di depanku" kesal Zio
Kesal zio sudah sampai ke ubun-ubun ia mengatakan kalau mereka ada di depannya padahal lebih tepatnya mereka ada di restoran depan kantor
"Apa aku susulin aja nya kesana, tapi kalau ketahuan mereka kan gengsi" gumam Zio
Ia berpikir kemudian Ting, mungcul sebuah lampu kuning yang menyala di atas kepalanya
"Bilang saja kalau ingin makan karena asisten saya tak membeli kan saya makanan, iya betul juga, lagipula belum ada makanan di sini" ucap Zio sumringah ia bangkit berdiri berjalan kearah pintu dengan senyum mengembang dan berpikir jika rencana nya ini berhasil
Ceklek
"Maaf tuan saya mau mengantarkan pesanan non Jessy katanya ini makanan untuk tuan Zio" ucap OB itu menundukkan kepalanya sambil menyerahkan makanan itu
"Kau makan saja" ketus Zio lalu ia menutup pintu dengan kencang
Brak
"Eh copot eh copot" latah OB itu ketika zio membanting pintu nya
"Mampus lah tuan zio marah, aduh gimana ini" ucap OB itu ketakutan
OB itu pergi meninggalkan ruangan dengan perasaan takut sedang kan zio sendiri perasaannya kini Bertambah kesal ide yang akan ia jalankan malah hancur berantakan ketika sang OB datang membawa makanan ia pun memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya tanpa makan siang terlebih dahulu
Di restoran depan kantor Zio Jessy dan Delic masih asik mengobrol
tanpa tau kalua ada orang yang kesal melihat mereka
"Nanti kau pulang naik apa?" tanya Delic pada Jessy
"Naik bus bisa naik taksi bisa jalan kaki juga bisa" ucap Jessy
Delic memang sengaja tak bertanya perihal kehidupan Jessy dan ia pun tau jika Jessy Sigle parents karena ia mencari tau sedikit saja informasi tentang Jessy
__ADS_1
"Bagaimana kalau nanti aku jemput" tawar Delic
"Gak usah lagian juga Deket kok" tolak Jessy halus
"Gak papa, sekalian saya mau jalan-jalan tapi gak tau jalan sini aku ajak kamu aja" ucap Delic meminum juice nya
"Emang kamu gak ada teman gitu di sini, atau mungkin saudara?" tanya Jessy
"Gak ada, aku kesini kan mau kerja doang jadi ya jarang punya teman" ucap Delic
"Oh" ucap Jessy mengangguk angguk
"Gimana mau nggak, cuaca nya juga mendukung ini" ucap Delic menatap langit karena mereka berada di dekat jendela
"Sorry tapi aku harus cepat pulang karena harus jagain baby Al, aku gak enak kalau si mbok nunggu nya kelamaan" ucap Jessy
"Ajak aja baby Al gimana?" bujuk Delic
"Apa gak takut kalau suami aku tau?" tanya Jessy karena setahu nya Jika Jessy punya anak dan seharusnya punya suami
"Kamu kan Sigle" ucap Delic keceplosan ia langsung tersenyum kaku
"Gimana mau gak" tanya Delic mengalihkan pembicaraan
Jessy pun mempermasalahkan hal itu Jessy berpikir jika seorang Delic mencari tahu asal-usul seseorang yang akan di ajak berteman
Soal baby Al Jessy bisa menutupi informasi tentang asal-usul baby Al karena Jessy sedikit bisa menyembunyikan Informasi
"Gimana ya" ucap Jessy
"Ayolah aku cuma beberapa hari di sini" ucap Delic menatap Jessy
"Baiklah, Kalau gak ngrepotin" ucap Jessy menatap Delic
"Gak ngrepotin kok, nanti kalau mau pulang kabari aku ya" ucap Delic tersenyum
"Baiklah masukkan nomor ponsel mu" ucap Jessy menyodorkan ponselnya dan Delic menerima nya
"sudah" ucap Delic mengembalikan handphone Jessy
"Oke kalau begitu aku kerja dulu ya udah mau masuk soalnya" ucap Jessy beranjak dari duduknya
"Iya hati-hati" ucap Delic mengangguk
"Oke terimakasih traktiran nya" ucap Jessy tersenyum
"Jangan lupa kasih kabar ya" ucap Delic tersenyum
Jessy mengangguk ia lalu berjalan ke arah kantornya
__ADS_1
"Asyik juga itu cewek, baik lagi" gumam Delic
"Kira-kira siapa ya suaminya tega sekali apalagi lihat wajah baby Al gak tega liatnya" lirih Delic