System : Unknown

System : Unknown
Chapter 10 -Usaha penyatuan dua kubu- (2)


__ADS_3

Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.


Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.


Selamat membaca, semoga terhibur.


...


"Hmm ... barrier, ya? Yah ... percuma kalau musuhnya sudah ada dalam barrier itu sendiri!"


[Strategi apa yang akan Tuan gunakan? Main Bar-bar atau main cantik?]


"Tunggu informasi dari Celia!"


[Sepertinya Tuan akan dijadikan umpan saja]


Mereka bertiga, Celia dan Maid bersaudari Sebenarnya sudah menyusun rencana jauh-jauh hari untuk mencuri semua harta Duke, namun karena kurang orang dan kekuatan ... mereka belum bisa merealisasikan rencananya. Untung sekarang ada sosok Kiya yang sangat membantu.


"Kupikir tidak akan semulus itu! Rencana kadang meleset sangat jauh!"


"Kau bisa memulainya, Kiya!" Kata Celia menggunakan telepati yang dihubungkan oleh Maid bersaudari.


"Huh ... baiklah, ayo buat keributan!"


Kiya yang menggunakan Hide berdiri di tengah-tengah halaman di depan mansion. Sampai tahap ini belum ada yang menyadari kehadirannya.


Pertama-tama Kiya menggerakkan jari telunjuknya yang sudah terikat dengan benang baja. Kilauan-kilauan bewarna perak memenuhi seluruh area halaman mansion. Kiya sebelumnya ... saat siang hari dia sudah mengaitkan semua benangnya ke segala penjuru.


"Ini juga bagus untuk grinding ...! Lightning strike!"


Petir berwarna biru terkumpul di tangannya lalu dilepaskan ke target menimbulkan efek seperti sambaran petir.


Boom!


Kiya mengincar bagian bangunan mansion agar tercipta ledakan. Lalu dia pun menonaktifkan skill Hide-nya.


Para penjaga yang berada di sekitar area mansion langsung keluar mengepung Kiya.


"Hehe ... ladang poin!"


Di tempat Celia ...


Setelah terdengar bunyi ledakan, baik itu Maid, pegawai lainnya, dan para penjaga langsung bersiaga melindungi ruangan Duke dan walikota. Maid di sana tentu saja dibekali dengan kemampuan bertarung.


Celia pun ikut membaur dengan yang lainnya untuk sementara.


"Kenapa bisa? Padahal penjagaan sudah seketat ini?" Walikota—Klue yang marah pun menggebrak meja.


"Tenang saja anakku!" Duke berusaha menenangkan anaknya. "Hei, kau ... laporkan berapa jumlah penyerang?"


"H-hanya satu, Tuan! Dan dia adalah salah satu penjaga yang bernama Jo!" Kata seorang dengan pakaian penyihir.


Klue semakin membludak amarahnya. Dia tak habis pikir, kenapa bisa ada seorang mata-mata?


"Ohh ... mata-mata pihak musuh, ya? Dan cuma satu, berarti kemampuannya di atas rata-rata," Duke menunjukkan sifat tenangnya, berbeda dengan sang anak. Pasalnya Duke punya senjata rahasia dan dia yakin bisa meredam penyerangan ini.


"Pasti ada mata-mata lainnya! Coba pikir apa yang mereka incar? Nyawa kami? Kurasa mereka tak sebodoh itu! Atau jangan-jangan ..."


"KALIAN! Cepat pergi ke pintu ruang bawah tanah! Dan tangkap siapa pun yang berada di dekat sana!" Perintah Duke.


Boom! Boom! Boom!


Jumlah suara ledakan bertambah banyak. Dalam situasi ini ... Celia yang menguping pembicaraan itu terlihat gelisah. Sepertinya Duke bisa membaca rencananya.


"Ga-wat! Bagaimana ini?"


...


Petir menyambar-nyambar dari tubuh Kiya. Para penjaga tampak sedikit ragu melakukan serangan langsung.


"Kalian tak menyerang? Baiklah, izinkan aku duluan?!"


Swoshh ...


Satu kedipan mata Kiya langsung menghilang.

__ADS_1


"Sangat cepa ..."


Bag ... Brakk ...


Penjaga itu mendadak terpental ke tembok mansion bersamaan dengan sekelebat kilatan berwarna biru yang muncul.


"Berkumpul!"


Para penjaga yang tadinya berpencar kini langsung bergerombol agar Kiya tak bisa mengincar para penjaga satu per satu. Lalu mereka melakukan formasi bertahan dengan tameng besar di letakkan di depan dan atas tubuh masing-masing


Cling ... Jdarrrrr ...


Sambaran petir yang besar menimbulkan ledakan yang menghempas gerombolan penjaga itu, perisai yang mereka gunakan tak membantu sama sekali.


"Akhh ... a-pa benar itu Jo? Dia memiliki kekuatan sebesar ini!?" Kata salah seorang penjaga ketakutan melihat tubuh Kiya yang diselimuti kilatan-kilatan petir.


"Pasti dia adalah penyusup, Jo tak mungkin bisa melakukan semua ini!" Timpal lainnya.


"Jangan takut! Kita menang jumlah!" Penjaga lainnya berusaha menyemangati.


"Heh ... percuma kalian menang kuantitas, tapi kualitas kalian rendah!" Kata Kiya dengan nada meremehkan. Tangannya mengisyaratkan agar mereka semua maju secara bersamaan.


Dan para penjaga itu langsung terpancing dengan provokasinya.


""SERANG!""


6 orang mulai bergerak dan mengepung Kiya dari segala arah. Lalu di ikuti dengan 6 orang lainnya yang berdiri kira-kira 10 meter dari 6 orang terdepan. Hal itu terus dilakukan membentuk 7 barisan kepungan berlapis. Sedangkan sisanya bersiap melakukan sihir atau serangan jarak jauh.


Kiya tersenyum melihat formasi yang digunakan oleh para penjaga. Dia dengan santai mengeluarkan pedang yang sama dengan para penjaga itu.


6 orang terdepan mulai menyerang Kiya, tapi sebelum mereka mencapai jarak lingkup serangan, Kiya juga sudah bergerak.


"A-pa ...?" Kejut salah satu dari 6 orang itu melihat Kiya sudah berdiri di depannya dengan pedang mengincar lehernya.


Boom! Boom! Boom!


Namun ... puluhan serangan sihir muncul dari belakang. Alhasil Kiya melompat mundur untuk menjauh.


"Rencana yang keji! Barisan depan tak lebih hanya umpan ...!" Batin Kiya sedikit marah melihat penjaga tadi mati karena serangan temannya sendiri.


Sepertinya mereka tak ingin membiarkan Kiya untuk berpikir. Serangannya pun dimulai lagi setelah serangan tadi gagal.


"Hahaha ... ini sangat lucu, kalian tau?"


5 orang barisan terdepan seketika berhenti terhadap Kiya yang tertawa tiba-tiba.


"Payah!"


Kiya dengan cepat melesat ke barisan paling belakang, hanya dengan beberapa langkah ... dia sudah berdiri di hadapan mereka. Penjaga itu pun telat bereaksi.


Bag ...


Kiya menendang telak di perutnya yang membuatnya terpental sampai mengenai para penyihir itu. Seketika formasi mereka buyar dan mulai melakukan serangan asal.


"Kalian terlalu membosankan! Jadilah daging cincang!"


Benang yang terikat di tangannya lalu di tarik yang mengakibatkan semua benang yang tersebar di seluruh area itu menjerat semua para penjaga itu dan ...


"A-apa ini?"


Sriettt ... Sriettt ... Sriettt ...


Tubuh mereka terpotong oleh benang tipis itu.


[Tuan mendapatkan 530 ribu poin ...]


"Poin yang aku gunakan untuk membeli benang dan skill manipulasi benang tak sia-sia!" Kiya terlihat sangat puas.


Mengira sudah selesai dan hendak pergi ke dalam Mansion untuk membantu Celia, Kiya tiba-tiba dikejutkan oleh sebuah simbol-simbol aneh muncul di bawah kakinya yang menyebar membentuk sebuah formasi lingkaran sihir berwarna merah. Lalu, secara mengejutkan Kiya tak bisa menggerakkan tubuhnya. Bukannya cemas akan kondisinya, dia malah tersenyum.


"Ahh ... aku bahkan tak menyadari beberapa penyihir menyiapkan sihir seperti ini!? System, coba jelaskan ini?"


Beberapa penyihir berdiri mengelilingi Kiya dari 4 penjuru.


[Sihir segel, seperti nama sihir ini digunakan untuk menyegel sesuatu. Ada beberapa tipe, tapi untuk yang satu ini ... hanya digunakan untuk menyegel gerakan dan vessel]

__ADS_1


(Note : vessel \= wadah mana, tempat penampungan mana dalam tubuh. Author ke depannya akan buat chapter khusus untuk penjelasan tentang dunia yang ditempati MC)


"Oh ... tapi, ini sangat kuat, ya?"


[Sebenarnya sihir segel ini tidak cukup untuk menahan Tuan. Tapi, sihir ini adalah 5 lapis]


"Oh ... pasti mereka orang berpengalaman!"


[Apa tindakan Tuan? Ini sangat berbahaya bagi Anda!]


"Kau punya solusi?"


[Di shop ada beberapa skill dan item yang cocok untuk kondisi ini dan poin yang dibutuhkan sudah cukup]


"Tunggu sebentar lagi ...! A-ku punya rencana, meskipun ini sangat bergantung dengan keberuntungan. Umm ... jika gagal, aku ingin kau mengambil tindakan agar aku selamat!"


[Baiklah, saya akan melakukannya]


Lalu kelompok penjaga lainnya muncul. Penjaga yang membawa busur langsung menembak anak panahnya ke arah Kiya. Zirah penjaga yang dia gunakan tak berguna.


Jleb ... jleb ... jleb ...


Beberapa anak panah sukses mengenai Kiya, tapi untungnya itu tidak mengenai bagian vital. Dia pun mulai meringis kesakitan, dia pun berusaha mempertahankan ekspresi tenangnya. Kualifikasi bawahan pedagang budak dengan para prajurit ini berbeda, jadi baru kali ini Kiya mengalami luka.


"Jika keadaan mulai berbahaya, langsung selesaikan ... system!"


[Baik, Tuan]


Mengetahui Kiya sudah dipastikan tidak bisa bergerak dan menggunakan sihir. Para penjaga mulai mendekatinya, padahal mereka sedikit ragu untuk melakukannya.


"A-apa segel itu berhasil?"


"Bisa dipastikan!"


Namun, para penjaga tak ada yang berusaha untuk menghabisi Kiya sekarang. Mereka seolah-olah menunggu.


"Kuharap prediksiku benar!" Kiya harap-harap cemas.


"Wow ... yah, penyusup kita yang hebat sekarang tidak berdaya!" Kata seseorang dengan angkuh mulai mendekat.


Dia adalah pria berumur 30-an dengan rambut pirang yang di sisir ke kanan. Dari busana yang dia gunakan sudah jelas, dia adalah walikota—Klue Egramn. Dia datang membawa sesuatu di kedua tangannya, itu adalah 2 orang wanita.


"Hmm ... berhasil, ya"


Kiya langsung menyadari identitas dua wanita itu meskipun hanya mendengar penjelasan dari Celia dan belum pernah bertemu dengan mereka.


[Seperti yang Tuan rencanakan!]


"Yap ... it's lucky! A-ku belum pernah bertatap langsung dengannya. Tapi, syukurlah prediksiku soal perangai dari walikota yang arogan dan tempramen, benar."


"Hei ... penyusup! Kau sudah mempermainkanku! Sekarang waktunya aku yang mempermainkanmu!" Kata Klue mendorong Maid bersaudari ke para penjaganya untuk dipegang dengan kuat.


"T-t-to-long kami!" Teriak lirih sang adik.


Klue mengeluarkan sebuah pisau, dia mendekatkan pisau itu ke leher sang adik. "Kita lakukan sebuah kesepakatan agar dua temanmu ini selamat!" Kata Klue dengan angkuh, dia merasa sudah menang.


"..."


Dan ... Kiya pun tak bergeming atas ancaman Klue. Hal itu membuatnya sedikit jengkel.


"Kau tak peduli pada temanmu?"


"..."


"Baiklah ... baiklah. Aku akan melakukan sesuatu yang menyenangkan sebelum membunuhnya, lagipula kau tak peduli, kan? Umm ... yah, aku belum pernah mencicipi kedua Maid baru ini!"


Klue perhatiannya berpindah ke kakak. Kedua tangannya memegang bahunya kemudian dia langsung merobek seragam maid sang kakak. BH dan CD berwarna putih pun terlihat jelas.


Belum puas sampai di situ, Klue mulai memutuskan tali BH dan CD-nya. Buah dada D-cup dan daerah V yang tertutupi bulu halus. Klue kemudian mengeluarkan senjatanya dari balik celana dan akan mulai merenggut keperawanan sang kakak.


Si kakak—Syilta hanya bisa pasrah dengan keadaannya. Air matanya pun sampai keluar.


Tapi, ini adalah kali terakhir Klue bisa melakukannya.


Srettt ...

__ADS_1


Sesuatu terpotong ...


__ADS_2