System : Unknown

System : Unknown
Chapter 82 -Jangan mempermainkanku, sialan!


__ADS_3

Aku masih berada di rumah makan Ra, duduk di meja yang terletak di pojokan—mencoba menyendiri dan mencari ketenangan. Lagi pula, visiku akan semakin luas jika berada di spot seperti ini, seluruh ruangan bisa tersisir oleh mataku.


"Manusia memang banyak macamnya ...!?" Gumaman pelan yang tenggelam oleh desir angin yang lembut.


Hawa dingin yang ditimbulkannya membuatku bergidik sesaat. Eh, tunggu ...!? Aku ada di ruangan tertutup, mana mungkin ada hembusan angin.


Kringg ...


Bunyi lonceng pertanda ada seseorang yang melewati pintu, kali ini bukan dari luar, melainkan dari dalam. Seseorang dengan jubah hitam—sosok misterius keluar.


« Jangan berlagak polos, Kiya! Kau tau maksud dari hembusan angin tadi »


"Biar terkesan lebih misterius, aku tak terlalu suka yang blak-blakan."


« —_— »


Seorang pelanggan berdiri, ia meraba-raba sisi kanan celana panjangnya, dilakukan beberapa kali ... diakhiri dengan wajah yang telah berubah pucat pasi.


Seseorang di dekatnya pun bertanya dengan bingung, "Ada apa?"


"Eh? Hilang? Uangku tak ada, dicuri!" Katanya dengan wajah yang pucat.


Si korban pencurian sukses menjadi pusat perhatian, tak terkecuali dengan Fharaya yang kebetulan mendengar kebisingan itu.


"Hilang? Bagaimana bisa, apakah dicuri?" Tanya Fharaya dengan cemas menghampiri orang yang merupakan pelanggan tetapnya.


"A-ku tidak tahu, tapi sangat yakin pasti dicuri!"


Yah, memang dicuri ... pelakunya adalah orang berjubah yang barusan keluar.


"Eh?" Kejut seseorang seperti menyadari sesuatu. "Bagaimana dengan orang berjubah tadi? Dia terlihat mencurigakan, bahkan saat makan dia tetap tak melepaskan jubahnya." Terangnya dengan jelas.


"Oh, apa kalian tak menyadari ada hembusan angin?" Pelanggan lain ikut masuk dalam diskusi yang mendadak ini.


Hampir semua orang mengangguk.


"The Wind Tricky, ini berita yang sedang hangat-hangatnya. Setiap kali ada hembusan angin yang tiba-tiba yang muncul padahal di ruangan tertutup, sudah dipastikan ... akan ada seseorang di ruangan itu yang akan kehilangan barang."


"Pencuri handal yang sulit untuk ditangkap oleh divisi keamanan."


Masalah ini telah menemui titik terang, tapi tak memiliki solusi. Dan Fharaya yang akan memberikan solusinya.


"Sudah, sudah ... tenang! Kita harus melaporkan ini, terutama ciri-ciri pelaku. Umm ... apa ada yang sekilas melihat wajahnya?" Fharaya bertanya pada semua orang.


Sunyi, itu berarti tidak ada.


"Huh ..." Fharaya menghembuskan nafas lalu menatap si korban pencurian. "Kamu tak perlu membayar makanannya, gratis!"


Kecemasan yang sedari tadi menggerogotinya pun sirna, si korban terduduk lemas kembali.


"Orang yang terlalu parno, hmm ... cenderung perfeksionis, satu kesalahan kecil bagaikan bencana."


Fharaya kemudian menghampiriku, urusannya denganku belum tuntas.


"Maaf, Tuan Ayikza ... tadi sangat menggangu, ya?" Katanya sembari menyajikan makanan yang berupa ikan bakar di meja.


"Tak apa-apa." Kataku memfokuskan pandanganku pada korban pencurian. "Hmm ... aku akan segera menangkap pencuri itu."


.


.


.


"Syilta, kau tau berita tentang The Wind Tricky?" Aku berhubungan menggunakan telepati.


"Ah, pencuri yang meresahkan itu?! Iya, dia sudah beraksi sejak beberapa bulan lalu, dan sampai sekarang kami tak dapat menangkapnya."


Telah lama, dan aku tak tahu apa-apa soal ini. Sepertinya aku terlalu kudet.


« Tepat sekali »


"Tch, diamlah! Kau mengganggu!"

__ADS_1


Aku kini sedang di atap rumah Rumah Makan Ra.


"Memangnya ada apa dengan itu, Tuan Ayikza?"


"Sebelum itu, di mana Balta?"


"Ah, dia sedang berada di ruangan pengawasan."


"Kebetulan, suruh dia mengerahkan seluruh Drone untuk mencari orang dengan jubah hitam, prioritaskan untuk mencari di tempat-tempat yang sepi!"


"Baik, akan segera saya laksanakan."


Syilta cepat tanggap, ia tak terlalu banyak bertanya.


"Nah, sekarang ..."


Seluruh Xeliqia memang terdapat belasan ribu Drone yang berfungsi mengawasi seluruh aktivitas di Xeliqia. Drone-drone tersebut punya kemampuan kamuflase dengan lingkungan, orang-orang tak akan menyadari keberadaannya.


Para Drone sangat berfungsi pada situasi seperti ini.


"Luxury, gunakan fitur pencarian!"


« ... »


"Ah, baiklah ... kau sekarang bisa bicara."


« ... »


"Oh, begitu caramu main?! Ok, ngambek lah terus ... aku tak mau mencarikanmu tubuh!"


Gertakan kecil itu pun berhasil. Beberapa saat kemudian muncul layar antar muka yang berisi peta seluruh Xeliqia.


« Beraninya ngancem »


Aku menghiraukan kicauan Luxury, lebih menfokuskan melihat peta.


"Ada puluhan ribu yang bulatan berwarna abu-abu, sial ...! Tak berguna ... aku cuma bisa mengandalkan pencarian Drone."


Waktu berjalan baru beberapa menit, aku sudah bosan. Luxury tiba-tiba berbicara lagi.


« Kiya, kau tertarik dengan pencuri itu? »


"Tentu saja, kemampuannya akan berguna. Dia juga pastinya orang yang kuat!"


« Begitu, ya? »


"Kenapa kau bertanya?"


« Bukan apa-apa, tak perlu dipikirkan »


Aku mengerutkan dahi atas pernyataan Luxury yang tak jelas.


"Tuan Ayikza ... saya telah menemukan orang yang dimaksud. Ada 185 orang berjubah hitam di Xeliqia, yang paling dekat dengan Anda ... berada dijarak 1300 meter, kedua ..."


"Shadow Clone! Berpencar!"


Tubuh utama tetap berada di tempat, sedangkan para Clone pergi ke segala arah untuk memburu si pencuri.


Ini akan memakan sedikit waktu.


"Ashera, sedang apa kau?"


Aku menghubungi Ashera untuk personil tambahan.


"Oh, Kiya ... kenapa kau tak pulang? Kau tau ... wanita yang mengaku-ngaku sebagai istrimu mengamuk! Dia tak membiarkanku makan sama sekali."


"Dasar Calsya! Huh, Ashera ... aku punya tugas untukmu. Tangkap setiap orang yang mengenakan jubah hitam!"


"Sekarang?"


"Tentu saja, ini sangat genting!"


"Tunggu, menangkap—"

__ADS_1


"Jangan banyak bertanya! Lakukan saja perintahku!"


"Santai, santai ... aku akan segera melaksanakannya!"


Telepatiku dengan Ashera pun terputus. Aku selanjutnya fokus mengendalikan tiap Clone yang aku ciptakan. 100 Clone berpencar ke segala arah berusaha mencari target yang dimaksud.


"Aku tidak tahu bentuk wajahnya, prioritas utama adalah menangkapnya terlebih dahulu."


« Kiya, tak mau mencoba skill penglihatan, God's Eyes? »


"Ah, skill itu ... skill yang selalu membuat mataku berdarah setelah menggunakannya, bukan cuma itu ... aku bahkan harus mengenakan kacamata selama berhari-hari."


« Cuma saran ... diterima atau tidak, terserah padamu »


Salah satu Clone memberikan transmisi.


« Kenapa? »


"Salah satu Clone berkata ada hal yang penting. Switch!"


Skill shadow Clone bukan sebatas menciptakan salinan diri, lebih dari itu. Aku bisa mengetahui apa yang diketahui Clone-ku, belajar hal yang dipelajari, yang paling aku suka ... aku bisa bertukar peran, tubuh utama menjadi Clone dan sebaliknya. Memberiku kemampuan semacam teleport. Kemampuan ini juga sangat membingungkan lawan karena tubuh utama akan sangat sulit ditebak.


"Pemakaman?" Kataku dengan bingung.


Aku berada di pemakaman.


Tak jauh di depanku, seseorang dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuhnya. Ia bermandikan cahaya bulan, berdiri di depan sebuah makam milik seseorang.


Orang itu belum menyadari keberadaanku.


"Kenapa?"


Tudungnya disibak, untaian rambut coklat sedikit kehitaman yang berhamburan jatuh ke punggungnya. Tak terduga, ia menoleh ke belakang ... dan, aku pun langsung menyadari identitasnya.


"Hehe ... jangan bercanda!" Mataku reflek melebar, senyuman masam juga ikut merekah.


Orang itu langsung berlari seraya mengayunkan belati di kedua tangannya.


"Cih, ini sungguh gila!" Air telah terkumpul di pelupuk mata, bersiap untuk jatuh. Mataku perih, bangsat!


Tanganku gemetaran memegang katana yang aku arahkan ke depan. Tubuhku tak bisa kukendalikan.


« Tenang, Kiya! Dia bukanlah Cel— »


"AKU TAU!"


Jlebb ...


Dengan satu tusukan tepat di dada kiri, orang itu roboh tepat di depanku ... menyunggingkan sebuah senyuman yang kupikir tak pernah bisa kulihat lagi.


"T-tak mungkin, kan?"


BOAMMM!


Swooooshh ...


Tubuh orang Itu meledak menciptakan tornado angin yang hebat.


"Jangan mempermainkanku, sialan!"


Celia tak mungkin bisa hidup lagi, jelas sekali ... ada orang yang mencoba memanfaatkan hal ini.


.


.


.


...Celia Frida...



Aku upload lagi, karena ilustrasi Celia dan beberapa karakter lainnya sempat kuhapus.

__ADS_1


__ADS_2