System : Unknown

System : Unknown
Chapter 59 -Kelemahan Ashera


__ADS_3

"Ashera sangat bodoh, bisa-bisanya terperdaya dengan kemampuan seperti itu!? Tapi, yah sihir yang menyerang kesadaran, memang sangat sulit dihindari!"


«Dulu Ashera punya sihir Astral Protection. Semua skill pemberian Tuan Asmodeus tak akan bekerja padanya dan sihir yang digunakan Nia»


"Ashera melemah, ya? Ranan tau dan memanfaatkan hal ini!"


Pertarungan berjalan sangat sengit, pertukaran serangan kerap terjadi yang menimbulkan kerusakan besar terhadap area sekitar. Bentang alam sabana yang indah berubah drastis menjadi tempat yang tak enak dipandang, suhu pun turun ke angka minus.


«Jadi, sebaiknya bagaimana? Meskipun belum pasti, tapi rencana Ranan adalah mengatasi Ashera lalu ... kau!»


"Hmm ... apa yang bisa dilakukan? Meskipun Nia berhasil mengalahkan Ashera, dia belum tentu bisa menang melawanku. Kekuatanku telah bertambah, tau!"


«Baiklah, pikir kemungkinan Ranan, pahlawan lainnya, dan para JUDGMENT bisa masuk ke dimensimu»


"Oh, hmm ... yah, aku akan tetap menang!"


«Hmm ... kepercayaan diri»


Mana Link, suatu kemampuan khusus terhubungnya Vessel milik dua individu atau lebih. Dalam kondisi ini setiap individu yang terhubung dalam Mana Link dapat menggunakan Mana individu lain yang terhubung juga pada Mana Link.


Biasanya kemampuan ini digunakan untuk memberikan salah satu individu hak untuk terus-menerus melakukan spam sihir tanpa khawatir kehabisan Mana karena Mana selalu tersuplai dari individu lain. Sebagai contohnya, taktik yang digunakan Nia dan Ranan.


Dalam dimensi milik Kiya, tak ada namanya Mana alam. Jadi, jika kehabisan Mana mereka tak bisa menyerap Mana alam, jalan satu-satunya adalah mengandalkan Regenerasi mandiri atau menggunakan Potion recovery Mana.


Regenerasi Mana hanya terjadi jika individu tak banyak bergerak, dalam kondisi pertarungan sengit antara Ashera dan Nia. Mereka tak bisa melakukan pemulihan, meskipun bisa itu akan sangat lambat, tak akan sebanding dengan konsumsi Mana saat pertarungan.


«Kau tak memberikan Potion atau melakukan Link dengan Ashera? Kau tak kasihan?»


"Biarlah ... ini akan menjadi pelajaran baginya agar tak berbuat seenaknya lagi! Aku ingin melihatnya dipecundangi oleh trik seperti itu."


Kondisi Ashera ...


Tang ...


Sabit besar milik Ashera beradu dengan pedang es Nia. Meskipun sabit Ashera unggul dalam hal kekuatan dan pertahanan, tapi anehnya pedang es Nia malah memberikan tekanan yang lebih.


"Heh ...? Ada apa? Kau terlihat tak baik, Ashera!"


Buk ... jdarrr ...


Nia melakukan tendangan tepat di perut Ashera yang lengah. Ashera pun terhempas jatuh dengan sangat keras hingga area sekitarnya hancur berantakan.


"Cih ... aku mulai kehabisan Mana! Tapi, Hahaha ... ini sangat menyenangkan!"


Nia tak memberi kesempatan hanya untuk Ashera berpikir. Nia lantas melakukan serangan lanjutan.


Swush ... tang ...


"Teruslah bertarung, Ashera! Itu akan sangat membantuku!"


Kecepatan Nia meningkat tajam, serangan bertubi-tubi tertuju pada Ashera yang kesulitan meladeni permainan pedang Nia.

__ADS_1


Striet ... sriett ...


Tebasan demi tebasan pun bersarang pada tubuh Ashera.


"Hah ... hah ... hah ... hehe, kau lumayan, Nia!" Nafas Ashera tersengal-sengal, tapi dia masih sempat melayangkan sebuah senyuman.


"Yah, begitulah ..." Jawab Nia tampak tak peduli.


Selanjutnya tubuh Nia terselimuti oleh Mana.


"Nia dalam kondisi spill? Padahal kami—jangan bilang ...?"


"Icy Hell!"


Nia menghentakkan kakinya, seketika bongkahan es berujung runcing muncul dari tanah dan mencuat ke atas di seluruh area. Yah, seluruh sabana ... Kiya harus repot-repot terbang agar terhindar serangan yang kelihatannya tak mengenal lawan atau kawan itu.


Ashera juga melakukan reaksi yang sama, tapi Nia telah memblokir penghindarannya. Nia telah terbang tepat di atasnya.


"Ice Cutter!"


Nia melakukan dua kali tebasan, dengan reflek Ashera memosisikan sabitnya untuk menahan tebasan itu. Namun percuma ...


"Senjata buatanku ... hancur?" Ashera melebarkan matanya sangat lebar.


Slash ...


Efek dari tebasan Nia bahkan menghancurkan apa pun yang berada di lintasannya sampai tercipta tanda X yang sangat besar.


"Pertarungan yang luar biasa!?" Kata Calsya kagum yang merangkul leher Kiya sangat kuat.


Dunia sabana buatan Kiya telah diubah menjadi dunia es oleh Nia sepenuhnya.


"Seharusnya Ashera K.O setelah menerima serangan sebesar itu. Tapi, biarlah ... untuk sekarang." Kiya memerhatikan Nia dengan serius.


"Bagaimana rencana Ranan selanjutnya?"


.


.


.


Ashera PoV


"Ukh ... ra-sanya sa-kit!"


Bagian tubuhku terpotong-potong, tapi tenang saja, aku memiliki kemampuan regenerasi. Tapi, ada sedikit masalah.


Untuk menyambung atau menumbuhkan anggota badan yang terputus memerlukan tenaga dan Mana yang besar, dan sekarang aku sedang mengalami krisis kedua hal itu.


"Woah ... ngeri! Serangan Nia bahkan menciptakan parit sedalam ini!"

__ADS_1


Aku berada tepat di pinggir parit buatan Nia dan menyandarkan tubuhku pada pegunungan es yang dingin.


"Aku kalah ... payah!" Aku menghembuskan nafas melihat ke sekeliling.


Nia dapat masuk ke dalam kondisi Spill, sangat tak masuk akal. Spill hanya terjadi jika Vessel tak kuat menampung Mana, dan akhirnya meluap.


Yah, tak ada gunanya ... sekarang, aku harus berpikir ... apa yang dilakukan Nia selanjutnya.


"Hahaha ... Kiya sangat kejam! Apa dia tak cemas jika aku mati?" Aku mengoceh tak jelas.


Angin yang membawa hawa dingin berhembus ke arahku. Sedikit tanda itu saja, aku sudah tau ... Nia datang. Sayap besar di punggungnya terus mengepak menciptakan hawa dingin.


"Kondisimu sangat menyedihkan, Ashera!" Kata Nia yang wajahnya sedikit menggambarkan ekspresi jijik ketika melihat tubuhku yang sangat lambat dalam menyambungkan diri.


"Inilah Endingnya, Nia! Sangat berbanding terbalik dengan yang dulu ... kau bahkan melarikan diri meninggalkan rek—"


"DIAMLAH ...!" Bentak Nia. Tapi, kemudian dia mulai menenangkan diri. "Tak perlu mengungkitnya ... huh, sekarang matilah di tanganku ... agar pekerjaan Ranan menjadi gampang!" Kata Nia menyiapkan pedangnya tuk melakukan serangan penghabisan.


"Ya ... ini berbanding terbalik!" Jawabku tersenyum. "Nah, cepat bunuh aku! Kau pasti merasa dendam padaku, kan?"


Aku memejamkan mata dan berusaha untuk menaikkan sudut bibirku, tadi cukup menyenangkan. Aku terperdaya ... sihir yang berbasis psikis adalah kelemahan terbesarku untuk sekarang.


"Maaf, Ashera ..."


Kematianku yang kedua ...


"Kembalilah padaku, Ashera!"


Mungkin tidak ... aku masih dibutuhkan.


Slash ...


"A-APA?" Teriak Nia terkejut.


Tubuhku terselimuti cahaya ungu yang mengubahku menjadi sebuah Katana, senjata favoritku. Tak berselang lama aku pun berpindah tempat ke tangan Master-ku.


"Kau berhutang budi! Jadi, jangan berbuat seenaknya lagi!"


Huh ... ke depannya, semua perintah yang diberikan Kiya harus kuturuti. Hahaha ... aku sepenuhnya menjadi babu, sialan!


.


.


.


Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.


Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.


aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.

__ADS_1


Dah ... see you


__ADS_2