
Aku memiliki masalah mengenai jati diriku. Yah, itu adalah masalah yang sangat serius.
Aku ini orangnya bagaimana?
Itu adalah pertanyaan terbesarku untuk sekarang.
Sampai saat ini aku diketahui memiliki semacam dua kepribadian yang saling bertolak belakang, saling bertentangan.
"K-kiya ... terima kasih, terima kasih ...hiks, hiks ... andai saja tak ada dirimu, maka aku ..."
Saat ini Calsya memelukku sangat erat dengan air mata yang berlinang deras. Dia langsung menangis sejadi-jadinya ketika baru sadar. Awalnya dia kebingungan dengan tempat ini, tapi setelah melihat sosokku ... tak perlu menunggu lama, dia langsung membekap tubuhku.
Sebagian diriku ingin membalas pelukan itu dengan membelai rambut perak mengkilapnya yang lembut dan berkata ... "Sudah tak apa-apa, Calsya! Tak ada yang perlu kau khawatirkan lagi!"
Namun ... sebagian diriku yang lain bereaksi sebaliknya. Dua gejolak itu ... membuatku terpaksa mengambil jalan tengah dengan cara diam, tak merespon.
Beberapa menit berselang dan hanya ada tangisan Calsya yang memenuhi kamarku yang sunyi ini.
«Maaf, Kiya. Aku memang tak bisa mengakses fitur-fitur system lebih dalam, karena hal itu ... masa lalumu masih sangat abu-abu!»
"Tak perlu meminta maaf, Luxury! Cepat atau lambat semuanya pasti akan terkuak!"
Kehidupan normal dengan teman yang banyak dan keluarga yang hangat cuma minus orang tua ... atau kehidupan yang terlihat memilukan karena kehilangan adik perempuan?
Dua hal itu saja telah membuat kepribadianku tumpang tindih.
Aku yang merasa tak pernah membunuh manusia saat di bumi bisa tiba-tiba sanggup menghabisi puluhan ribu manusia tanpa belas kasih, dan kadang aku merasa kasihan dengan musuhku.
Cih ... ini sangat menyiksa.
«Kiya kau mendapatkan 568 ...»
Notifikasi dari Luxury tiba-tiba muncul ... dan begitu terkejutnya aku mengetahui bahwa itu adalah notifikasi mendapatkan sejumlah poin. Yang membuatku lebih terkejut lagi adalah nominal poin itu sendiri.
5 digit
6 digit
7 ... tidak, itu 10 digit.
"Ba-gaimana bisa? Apa yang dilakukan Ashera sebenarnya?"
«Kiya, begini ...»
Luxury pun menjelaskan apa yang kini sedang dilakukan Ashera. Dan, yah ... di luar bayanganku.
__ADS_1
"Apanya yang shock therphy? Dia malah memancing semua orang untuk ke sini!?"
«Dia hanya ingin bersenang-senang»
"Sudahlah! Hubungi Ashera dan suruh dia ke sini, sekalian selamatkan orang yang bisa diselamatkan termasuk Viola!"
"K-kiya, apa terjadi sesuatu?" Calsya melepaskan pelukannya dan menatapku dengan melas, pipinya pun terlihat memerah.
Sialan ...! Kenapa Putri sombong ini bisa menjadi selimut ini? Bertahan, bertahanlah!
Kenapa juga aku punya ketertarikan lebih dengan cewek ubanan?
Aku sedang berdebat dengan diri sendiri.
.
.
.
"Ternyata kau masih melakukan hal konyol seperti itu ya, Viola?! Tapi, yah ... aku juga kadang melakukannya."
Pandangan kosong yang terpancar dari mata biru saphir miliki Viola mendadak mendapatkan kembali sinarnya. Suara yang begitu familiar, Viola langsung tersadar bahwa dia telah berpindah ke suatu tempat yang sangat misterius, sebuah ruangan yang asing dengan dekorasi benda-benda yang aneh.
"Di mana ini—Kiya?" Mata saphir Viola mencoba mengidentifikasi tempat misterius itu, tapi siapa disangka bahwa orang yang dicari-cari selama ini ada di ruangan ini yaitu aku.
Viola perhatiannya tidak terfokus padaku melainkan pada Calsya yang berada di belakangku.
"Sebenernya apa yang kau pikirkan? Kenapa kau datang mencariku?" Aku memegang dagu Viola agar tatapannya terfokus padaku lalu menatapnya serius.
"A-ku ... aku hanya ingin—"
"Tsk ... alasan sekonyol itu hampir membunuhmu!" Aku berdiri lagi dan memegangi kepala lalu menggeleng-gelengkannya. "Lagipula ... kenapa kau tak percaya? Kenapa kau sangat mempercayaiku? Apa kau perlu bukti?"
Aku menatap ke salah satu sudut kamar untuk memberikan isyarat pada suatu sosok agar keluar, yah itu adalah Ashera.
"Halo, pahlawan ... senang bertemu denganmu lagi!" Kata Ashera yang tiba-tiba muncul di antara kami, dia tersenyum sambil melambaikan tangannya pada Viola.
"Cih ... menyingkirlah, Ashera! Kau menghalangi pandanganku!" Kataku dengan kesal mendorong Ashera ke samping.
"Bisa dilihat sendiri ... yah, wanita itu adalah Ashera, kau seharusnya sudah mengenalnya." Kataku menunjuk Ashera yang tersenyum cengengesan. "Dan, lihat sendiri di belakangku! Kau masih menyangkalnya?" Lalu aku sedikit melirik Calsya.
"T-tidak, aku masih tak percaya! Kau tak mungkin—Kiya?" Mata Viola melebar saat sebuah katana tertodong ke arahnya.
"Jangan menilaiku terlalu tinggi, kau tak tau apa-apa tentangku!" Kataku dingin dengan eskpresi datar.
__ADS_1
"Begitulah, wanita ini memang sangat keras kepala! Aku sudah memberitahunya berulang kali—"
"Diamlah, Ashera ...!"
"Ukh ... yah, baiklah." Ashera menghilangkan dirinya kembali.
Kembali ke Viola ...
"A-ku tak percaya! Meskipun pertemuan kita singkat, tapi ... tapi, aku tau kau bukan orang yang seperti itu!"
Deg ...
"Kiya tak mungkin membunuh orang tanpa ada alasan yang jelas!" Viola yang telah mendapatkan kembali keyakinannya berkata dengan tegas.
Sialan ...! Jika sesuai fakta di lapangan, memang bukan aku yang melenyapkan kota Ran'gild dan bukan aku yang memanggil Ashera ... cih ...
Kenapa semua orang yang pernah kutemui selalu menilai diriku terlalu tinggi ... Celia, pak Will, dan semuanya ... apakah aku memang orang yang baik?
Tanpa sadar, katana yang berada di genggamanku bergetar mengeluarkan bunyi metalik yang khas.
"Kiya?" Panggil Calsya dengan cemas.
"Huh ... terserah padamu, Viola!" Aku menurunkan kembali katana-nya.
Aku berbalik dan berjalan menjauhi Viola, lalu ... kujentikan jari, dalam sekejap ruangan kamarku berubah menjadi hamparan sabana yang luas.
"Mereka? Kau menyelamatkan—"
"Jangan pernah menemuiku lagi, Viola ... kau tau, sejujurnya ... aku sangat membenci apa yang namanya 'Pahlawan'. Semua omongan yang pernah aku katakan padamu itu cuma omong kosong! Pahlawan, pahlawan sejati ...? Tak ada bedanya ..."
Muncul retakan dimensi di bawah Viola, yah ... itu adalah portal untuk Viola dan tentu saja para pasukan pencariku yang tergelatak pingsan di seluruh area sabana.
"Selamat tinggal, Viola! Pertemuan kita selanjutnya adalah pertempuran!"
Viola dan para pasukan pencari itu pun jatuh ke retakan dimensi itu.
.
.
.
Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.
Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.
__ADS_1
aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.
Dah ... see you