
Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.
Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.
Selamat membaca, semoga terhibur.
...
Danau dengan warna biru-kehijauan yang kini tercampur dengan warna jingga tiba-tiba permukaan airnya beriak yang awalnya sangat tenang. Suasana hening di sekitar danau itu pun juga lenyap, gerombolan burung terbang menjauh dari sekitar danau, begitu juga dengan hewan lainnya.
Dua orang yang berada di tepian danau sudah sejak pagi seketika waspada. Mereka sadar akan ada sesuatu yang muncul, dan mereka berharap itu adalah sesuatu yang mereka tunggu bukan kebalikannya.
Byuurrr ...
Dari tengah danau mendadak tercipta sebuah ledakan yang cukup besar sehingga menciptakan geyser dan objek misterius terlempar dari sana menuju ke dataran. Mereka berdua dengan cekatan berusaha menangkap objek misterius itu.
"P-putri Calsya, Putri ...! Bangun!" Teriak Fleura cemas menepuk-nepuk pipi Putri.
"Hei, bagaimana keadaan Putri Calsya?" Rayha lebih mengkhawatirkan seseorang yang ada dipelukan Fleura.
Fleura mencoba menempelkan telinganya pada dada Putri. Pada awalnya wajahnya sangat serius, namun seiring waktu sedikit melunak karena ketakutannya tak terjadi.
"Hufh ... syukurlah." Fleura menghembuskan nafas berat sambil meletakkan tangan di atas dadanya. Dia tadi berpacu dengan adrenalin.
"Kita akan mendapat masalah besar jika Putri mati!?" Rayha menunjukkan reaksi yang sama.
"Hei, lalu ... bagaimana dengan Kiya? Apa dia juga baik-baik saja?" Tunjuk Fleura pada Kiya.
"Yah, tak ada masalah! Meski luka bakar dan beberapa luka lainnya kelihatan parah ... nyawanya tetap aman!" Balas Rayha sedikit acuh.
Jika dibandingkan, kondisi Putri Calsya dengan Kiya sangat berbeda. Putri tak menderita luka apa pun selain pakaiannya yang robek di bagian punggung. Sedangkan Kiya ... kondisinya tak bisa dibilang baik, sejumlah luka mewarnai tubuhnya, paling mencolok adalah luka bakar. Ledakan besar tadi, Kiya pasti menerimanya dengan penuh.
"Baguslah!" Kata Fleura lega. "Rayha, minimkan poiton ini pada Kiya! Itu akan sedikit membuatnya baikan!?" Fleura melempar sebuah botol kecil.
Rayha pun menangkapnya tanpa bersuara dan dia langsung meminumkannya pada Kiya.
"Hmm ...? Sebenarnya, dungeon apa yang sudah kau temukan? Di sekitar sini seharusnya tak ada dungeon, dan meskipun itu adalah Hidden Dungeon ... normalnya tak semudah itu ditemukan. Ini sedikit aneh, kau tau? Kiya yang katanya memiliki kekuatan yang besar bisa sampai seperti ini." Fleura berdiri dan menarik pedang yang ada di pinggang kirinya.
"Nah ... katakan, semua pembelaanmu!"
"A-a-pa maksudmu?"
Tanpa di sadari dirinya sendiri, Rayha merasakan tubuhnya gemetar hebat dan dia secara perlahan ingin menjauhi Freula. Tapi, kakinya membangkang perintah otaknya alhasil dia mematung dengan wajah yang sudah dibanjiri keringat.
"Heh ...? Yah, baiklah ..." Freula memejamkan matanya sebentar, perubahan terjadi. Mata kanannya berubah warna, asalnya hijau zamrud menjadi ... cokelat rami.
"K-kau bukan Freula?!" Kata Rayha panik.
"Memang bukan!" Jawab Fleura santai.
Formasi lingkaran sihir berwarna ungu muncul di atas Freula. "Makan dia, Cerbi!"
Sebuah kepala anjing yang besar keluar dari sana dan menerjang Rayha. Nasib baik masih menyertainya, dia berhasil merubah arah serangannya, tapi bahu kanannya mengalami luka gigitan yang cukup dalam.
"Hoh ... kau cukup hebat!" Girang Fleura menepuk tangannya. "Baiklah, Cerbi ... kamu bisa kembali!"
Lingkaran sihir beserta kepala anjing telah lenyap menyisakan mereka berdua.
"Sepertinya aku terlalu berbasa-basi, ya? Yah, tak apa lah." Fleura bergumam sendiri.
Ini mungkin kesempatan, pikir Rayha menyadari situasinya. Dia berpikir bahwa Fleura lengah dan dia bisa kabur dengan mudah. Namun ...
Masalahnya adalah tubuhnya yang tidak mau sinkron dengan pikirannya.
"Kau bingung? Tak perlu dipikirkan, lagi pula kau akan mati! Absolute command!"
__ADS_1
...
Fleura—dia sedang dirasuki oleh Asmodeus, dia kehilangan kendali akan dirinya, semua kendali dipegang oleh iblis itu. Dan karenanya ... Rayha terbunuh.
Asmodeus bukan melakukannya tanpa alasan, dia mengetahui bahwa Rayha yang menjebak Kiya dan Putri Calsya agar masuk ke dalam dungeon tipuan yang ternyata adalah Disaster slime—Monster Rank S yang sanggup meratakan sebuah kota dengan mudah.
"Oh, si slime ternyata belum mati!?" Kata Fleura atau Asmodeus cukup terkejut melihat kabut hijau mulai menyelimuti sekitarnya, asalnya dari dalam danau.
Ribuan slime muncul di sekitar Asmodeus. Dia hanya tersenyum menanggapi hal itu.
"Dor!"
Asmodeus mengumpulkan sejumlah energi di ujung jarinya dan menembakkan ke dasar danau. Tak memiliki efek apapun seperti ledakan, tapi ... kabut hijau di sekitarnya dan ribuan slime yang sempat muncul tadi langsung lenyap secara mendadak.
"Fufufu ... aku hanya perlu mengincar Core-nya saja, sangat mudah!"
Gangguan tadi sudah hilang, dia kini sudah bisa fokus untuk tujuannya melakukan ini dari awal.
Asmodeus fokus memperhatikan tiga orang yang tak sadarkan diri di dekatnya.
"Azkiya ... musuhmu ternyata setara Demi-god bahkan di atasnya." Katanya memerhatikan Rayha yang hanya tinggal jasad saja. "Suruhan?!"
Selanjutnya berganti pada Putri, "Ternyata manusia sanggup melakukannya? Menarik!" Kata Asmodeus cukup senang.
Terakhir Kiya, dia menatapnya cukup lama dan beberapa saat kemudian Asmodeus tertawa garing sambil memegangi kepalanya.
"Haha ... Azkiya, kamu bikin repot saja! Huft ... tapi karena aku tertarik padamu, aku akan sedikit membagi kekuatanku dan melakukan pembaruan pada system payah yang diciptakan Raphael! Tak seru jika kamu mati cepat!"
...
«Kiya, bangun!»
"Ugh ... ra-sanya tubuhku sakit semua!?"
"Hmm ...? Oh, aku di kamar ... apa itu berarti aku telah tiba di ibukota?"
Dia telah menyadari bahwa dia terbangun di sebuah ruangan dengan dekor yang mewah, ranjang tempatnya berbaring juga sangat besar.
«Ya, benar sekali. Kau telah tiba di ibukota»
"Ah, begitu, ya!?"
«Kau tidur selama 3 hari, Kiya»
"Mau bagaimana lagi, pertem—eh?" Kiya menyadari sesuatu yang berbeda.
"Kau system, kan? Kenapa nada bicaramu tak datar dan formal seperti sebelumnya?"
«Aku Luxury, versi lebih tinggi daripada system yang diciptakan Tuan Raphael. Tuan Asmodeus sudah melakukan penyesuaian agar kejadian tempo hari tak terulang, system salah mengambil informasi»
"Luxury?" Kata Kiya menaikkan sebelah alisnya.
«Lihat saja pesan ini!»
Layar antarmuka muncul persis di depan Kiya, itu memuat suatu video.
"Halo ... ini adalah interaksi kedua kita, Azkiya!"
Video itu menampakkan seorang wanita dengan rambut hitam yang tergerai lurus hampir menyentuh kakinya. Hanya dengan melihat rambutnya saja Kiya sudah tahu siapa, namun ... hal yang paling diingatnya adalah mata cokelat rami.
"Ahaha ... pertama-tama, aku minta maaf sudah merubah system-mu." Asmodeus memulainya dengan ceria.
"Tapi, mau bagaimana lagi ... system yang diciptakan Raphael untukmu terlalu lemah, sampai-sampai mudah dikelabui. Dan ... karena aku peduli padamu, jadi ... aku melakukan pembaruan pada system. Seharusnya, itu sudah lebih baik. Hanya itu yang bisa kukatakan, jadi ... sampai jumpa."
Video itu diakhiri dengan Asmodeus yang tersenyum centil.
__ADS_1
"Iblis itu ...!" Kata Kiya dengan sorot mata yang kosong. "Satahuku, bukannya asmodeu itu pria, ya? Tapi, di sini wanita? Tunggu, apa iblis punya gender?"
«Kau tak perlu memikirkan hal tak penting seperti itu!»
"Hmm ..."
«Baiklah, ini adalah status-mu yang baru»
Layar antarmuka kembali muncul di depannya.
...Nama : Azkiya...
...Ras : Manusia...
...Umur :15...
...Vessel : 100% (Bar berwarna biru)...
...Stamina : 100% (Bar berwarna kuning)...
...Skill :...
...*Absolute command...
...*Suggest...
...*Mind control...
...*Stimulant...
...*Manifestation...
...Cursed/Blessing: System⟨Luxury⟩...
...Inventory : —...
...Poin : — 2988.000.000...
«Tuan Asmodeus menghilangkan konsep level dan tingkat kekuatan dengan angka»
"Terserah!"
Kiya melihat status barunya itu dengan malas, terlebih saat melihat bagian poin yang masih ada tanda (—). Kiya tampak tak bersemangat.
"Semua skill menghilang, begitu juga dengan barang-barang. Tapi, kenapa iblis itu tak menghilangkan hutangku? Ahh ... dia sengaja melakukannya!"
"Eh? Lalu, bagaimana caraku mengukur tingkat kekuatanku?"
«Pengalaman ... Arias tak punya konsep dunia game yang dimana setiap makhluknya memiliki status. Apa kau tak merasa aneh jika melihat melihat angka-angka yang hanya membuat pusing?»
"Huh ... tidak punya?"
«Tentu saja. Kenapa kau berpikir bahwa Arias memiliki konsep Game? Di Arias juga tak ada yang namanya skill, yang ada cuma sihir. Itulah mengapa Heal tidak pernah masuk dalam daftar skill-mu, kan?»
"Eh?"
...
Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.
Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.
aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.
Dah ... see you
__ADS_1