
Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.
Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.
Selamat membaca, semoga terhibur.
...
Malam tinggal menyisakan sepertiga dari waktu keseluruhannya. Malam yang sebelumnya penuh dengan suara dentuman pedang dan suara ledakan, sekarang sudah berhenti. Sisanya hanya ...
"A-a-a-a-a-pa yang terjadi?"
"Kenapa?"
"Apa yang terjadi pada tubuku?"
Suasana berubah total, ketegangan yang membuat orang susah mengatur nafas lenyap begitu saja. Gantinya adalah kepanikan dan kebingungan.
Yah ... memang sedikit aneh. Terpenting, kemenangan menjadi milik Kiya dan kawan-kawan.
Kegelapan yang hampir total juga mulai sirna, cahaya bulan yang masih sedikit malu menunjukkan dirinya dari sela-sela awan badai yang melonggarkan diri, diciptakan oleh remaja berumur 15 tahun, Kiya.
"Umm ... maaf, sihir ini belum sempurna," Gumam Viola yang malu membenamkan kepala pada dadanya Kiya.
Setelah menggunakan Retrorsum, Viola langsung mencapai batas penggunaan Mana bahkan mengalami Overdose yang membuatnya tak bisa bergerak. Kiya mengambil inisiatif meminjamkan tubuhnya untuk Viola, agar dia tak jatuh tersungkur. Alhasil Viola sekarang dalam gendongan Kiya yang ala-ala Tuan Putri
"Firasatku lagi-lagi benar ...!?" Kiya menghembuskan nafas berat, merasa jengah dengan keadaannya saat ini.
Retrorsum, sihir yang diciptakan Viola. Versi lain dari healing dan recovery yang mempunyai fungsi memulihkan sesuatu. Bisa dibilang Retrorsum adalah versi yang lebih lengkap atau gabungan keduanya. Cara kerja sihir ini adalah membalikan waktu atau membuat waktu bergerak mundur, namun hanya bisa pada area tertentu. Dalam kasus ini, Viola memundurkan waktu di dalam tubuh para prajurit kerajaan Rentweder, membuat mereka berubah kembali menjadi ... bayi.
Ditekan kan, di dalam tubuh, artinya semua hal yang ada di luar tubuh seperti pakaian, tak akan terpengaruh.
Potensi sihir ini sangat besar, dan resiko yang diterima pengguna juga tak main-main ... mengikis jiwa.
Sekarang, prajurit zirah es itu hanya berisi sekumpulan bayi yang tak berdaya ... dan Ranan juga punya hati nurani. Lagi pula, Ranan sebenarnya sudah kalah ketika dia tak bisa membendung serangan penghabisan Kiya karena mulai kehabisan Mana.
"Sekali lagi maaf ... dan terima kasih untuk ini!" Kata Viola pelan. Dia sangat malu dengan posisinya.
"Aku yang memaksamu melakukan ini, jadi ... bisa dibilang ini salahku. Tapi, apa tidak ada cara untuk membatalkannya?" Mata Kiya tak berhenti untuk menatap sekitarnya. Menyaksikannya kebingungan dan kepanikan.
Yah ... karena belum sempurna, semua orang yang ada di Padang rumput itu terkena efek pemunduran waktu random. Ada yang 1 tahun, berbulan-bulan, minggu, hari, bahkan satu detik ... tak sadar bahwa menerima efek Retrorsum. Kiya sendiri berubah menjadi remaja usia 15 tahun.
"A-ku masih belajar!" Balas Viola sedikit menyesal.
"Ya ... ya ... aku terlalu banyak menuntut! Sekarang, turun!" Kiya melepaskan pegangannya, otomatis Viola langsung terjatuh. Untungnya, Vian sigap menangkapnya. Karenanya, Kiya terlempar oleh desakan tubuh jumbo milik burung biru itu.
__ADS_1
"Hoi, manusia ...! Apa-apaan ini?!" Kata Vian penuh amarah.
Kiya mengerutkan alisnya merasa tak terima dengan makian si burung. Namun, sebelum kata-kata kasar keluar ... mereka terkejut terhadap orang yang mendekat.
"Sesuai dengan ucapanmu, pahlawan!" Kata Kiya tersenyum licik.
"Hmm ...?" Orang itu, Ranan menoleh sejenak menatap Kiya lalu mengalihkannya pada Viola yang tengkurap di tubuh Vian.
"What? Aku diabaikan?"
"Viola, kau selalu merepotkanku! Dan ... terlalu naif!" Kata Ranan melirik ke sekitar, tepatnya pada prajurit yang dikira sudah gugur.
Kiya mengikuti arah bola mata Ranan bergerak. Dia pun tersentak kaget karena baru menyadari ini.
"Dia ... apa yang sebenarnya dipikirkan cewek ini?!"
Korban jiwa diperkirakan belasan ribu jiwa, tapi kenyataannya adalah nol. Tidak ada yang terbunuh pada pertempuran ini. Meskipun begitu, luka-luka yang dialami oleh semua orang ada yang terlampau berat.
Ini semua berkat Protection yang digunakan Viola.
[Viola menggunakan Protection pada semua orang, Tuan]
Para prajurit kerajaan Rentweder bahkan tak sadar jika telah menerima Protection dari Viola karena besar-kecil nya sudah diatur olehnya. Untuk pasukan kota Xely penerima efek paling besar, sedangkan sisanya cuma efek kecil. Meskipun kecil, itu sudah sangat luar biasa, mereka bisa terhindar dari kematian dan hanya mengalami luka berat, contohnya anggota badan yang sudah tanggal.
[Tapi, Viola berhasil, Tuan]
"Aku tak bisa menyangkalnya! Eh ... jadi, itu kenapa aku tak mendapatkan poin sepeser pun? Padahal aku sudah menghabisi banyak orang!"
[Begitulah, Tuan]
"Mau bagaimana lagi ...? Aku tak bisa menghentikan kalian untuk berperang." Viola memosisikan diri untuk duduk saja mengingat posisinya yang tak nyaman untuk bicara. Regenerasi Mana Viola bisa dibilang cepat, tak butuh waktu lama agar dia bisa sedikit menggerakkan tubuhnya.
"Yah ... itu memang sifatmu!" Ranan berbalik bersiap untuk pergi. "Oh, ya ... selamat untuk kemenangan kalian. Sesuai janji, aku akan mengurus sisanya! Dan ... jangan lupa untuk datang, Viola!" Kata Ranan tanpa menoleh dan terus berjalan.
"Tentu saja."
Para pasukan kota Xely yang dari tadi ingin sekali menghampiri Kiya dan Viola, namun tertahan karena melihat Ranan melakukan hal yang sama. Mereka menunggu sampai Ranan benar-benar pergi. Dan setelah itu ...
"Kita menang!"
"Aku tak percaya ini, kita berhasil?"
"Terima kasih, Dewi Aria."
Semuanya bersuka cita melupakan setiap luka yang ada di tubuh.
__ADS_1
Kiya menghela nafas, "Seharusnya kalian tidak bersikap seperti itu! Apa tidak ingat? Teman kalian ... 8 ribu lebih mati! Apa yang mau dirayakan?" Kiya entah kenapa kesal dengan sikap yang ditunjukkan oleh mereka.
Semuanya langsung terdiam, sorak-sorai tiba-tiba menghilang. Malam pun menjadi sunyi kembali ditemani suara-suara makhluk malam yang menghanyutkan.
...
Sesuai kesepakatannya dengan Kiya, jika prajurit zirah es-nya berhasil dihentikan, maka dia akan menyerah dan membantu kota Xely lepas dari kerjaan Rentweder.
"Bukannya itu merepotkan, Ranan?!"
"Cara memerintah kerajaan ini juga cukup buruk, jadi ... tak apa-apa."
"Heh ... tak seperti dirimu yang biasanya!"
Ranan menaikkan sedikit sudut bibirnya atas suara pernyataan yang muncul di kepalanya.
Berbekal dengan kuda sebagai tunggangan, Ranan menghabiskan sisa malam yang seharusnya digunakannya tuk tidur, malah digunakan mencicil perjalanannya kembali ke ibukota bersama dengan para prajurit lainya.
"Oh ... meskipun kerajaan ini cukup buruk! Namun, persenjataan mereka cukup baik!"
"Yah ... aku terkejut mereka bisa membuat benda seperti itu!?" Kata Ranan melihat ke depan, di sana ada benda yang mirip meriam di angkut menggunakan kendaraan seperti gerobak yang sedikit lebar.
"Hmm ...? Senjata yang digunakan pasukan kota itu juga hebat! Merasa bernostalgia?"
"Jangan membual!"
Ranan memacu kudanya jauh di belakang rombongan berbekal penerangan lentera kecil. Tak ada yang merasa aneh jika Ranan berbicara sendiri.
"Sepertinya aku akan bertemu dengannya lagi!?"
...
Emm ... like nya semakin turun, ya?
Yah ... mau bagaimana lagi, pasti cerita ini tak sesuai ekspektasi para pembaca makanya pada berhenti. Tapi, tak apa. Ini juga salahku sendiri yang jarang berinteraksi dan bukan tipe author yang disukai, kan?
Cuma diem aja ... di akhir chapter nggak ngasih note apa-apa, bales komen juga kadang doang. Author yang nggak asik dan nggak bisa memenuhi keinginan kalian.
Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.
Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.
aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.
Dah ... see you.
__ADS_1