System : Unknown

System : Unknown
Chapter 73 -Kedatangan yang buruk


__ADS_3

Seekor kelinci raksasa bertanduk selayaknya seekor badak sedang dielus-elus pucuk kepalanya, merasa keenakan, kelinci itu berbaring dan memejamkan mata, menikmati tiap belaian lembut dari wanita dengan rambut berwarna krem—Dandelina.


"A-ku se-lama ini ..." Tangannya berhenti membelai, kelinci itu atau Dandelina biasa memanggilnya Carrot merasakan perubahan suasana hati Dandelina yang selaku Tuannya.


Carrot membuka mata dan mulai menggesek-gesekkan bulunya yang lembut pada tubuh Dandelina.


"Ah, maaf Carrot. Aku tak apa-apa ..." Mulutnya berkata seperti itu, tapi hatinya tidak. Menyembunyikannya pun rasanya percuma. Air yang telah terkumpul cukup banyak di pelupuk mata akhirnya jatuh, membasahi pipi yang mulus.


"Kenapa? Apa-apaan ini? A-ku selama ini ..." Dandelina menangis sesenggukan.


"Aku tak terima, aku tak terima ...!" Kepalanya menggeleng tak karuan.


Dandelina pada dasarnya manusia, terlebih seorang perempuan—makhluk yang sensitif. Rasanya dikhianati, kepercayaan dan kepatuhan ... bahkan pengabdiaan dirinya dibalas dengan sesuatu yang sangat menyakitkan.


Dandelina menangis berlarut-larut tanpa tahu entah kapan berhenti. Di luar ruangan yang dijadikan sebagai kamar untuknya, persis di sebalik pintu ... seseorang menyaksikan tangisan kesedihan dari Dandelina.


"Tak peduli apa pun! Mau itu melawan seluruh dunia, aku akan selalu berada di pihakmu, Lina!" Kata Feelid mengepalkan tangan kuat-kuat.


.


.


.


Pagi hari buta, di halaman Mansion kebesaran Xeliqia.


"Nona Ashera, tolong sampaikan salam kami pada Tuan Kiya, sampaikan padanya bahwa kami baik-baik saja!" Riela, Syilta dan, Balta melambaikan tangannya dengan semangat pada Ashera yang diikuti oleh para wanita yang lain.


"Sampai kapanpun kami tak akan bisa membalas kebaikannya, yang bisa kami berikan adalah rasa setia ini. Tak peduli apa yang dilakukannya ... kami senantiasa mendukung Tuan Kiya!" Kata Volancy menunduk pada Ashera.


Semua orang yang hadir dalam acara perpisahan itu langsung serempak malakukan hal yang sama.


Ashera mengangguk pelan. Setelah beberapa hari dia bersama mereka, hatinya pun melunak. Anggapan bahwa manusia adalah ras yang pantas dimusnahkan sedikit berkurang.


"Baiklah, sampai jumpa. Terimakasih atas perpisahan yang meriah ini!" Kata Ashera tersenyum.


Lingkaran sihir berwarna ungu yang indah muncul tepat di kaki Ashera dan lima orang lainnya. Ke lima orang itu senantiasa diam sajak tadi, tak ada tanda-tanda rasa bahagia yang terpancar dari diri mereka.


"Aku telah mendaftarkan Xeliqia pada Check Point teleportasi, selanjutnya ... aku dan Kiya bisa berkunjung sesuka hati." Imbuh Ashera memberitahu.


Semuanya pun tampak senang karena mengetahui ke depannya Kiya bisa berkunjung kapan pun, tak terhalang oleh jarak. Ada pun dari sebagian kecil penduduk Xeliqia yang belum pernah bertatap secara langsung dengan sosok yang telah mengubah total Xeliqia.


"Sampai jumpa."


Cahaya ungu yang keluar dari lingkaran sihir itu semakin pekat menelan Ashera dan kelima orang lainnya. Satu kedipan mata, mereka berenam telah lenyap dari pandangan semua orang.

__ADS_1


.


.


.


Berlatih pedang dan sihir-sihir dasar telah menjadi rutinitas harian bagi Kiya dan Calsya. Meskipun pagi buta, yang kebanyakan orang di desa masih terlelap. Mereka berdua telah memegang pedang kayu di masing-masing tangan.


Calsya yang berjalan agak di belakang Kiya merasa aneh dan berkata. "K-kiya, apa ini tak terlalu jauh? Tak seperti biasanya."


"Aku hanya tak ingin membuat keributan," jawab Kiya santai, matanya tak berhenti untuk menatap sekitar tuk memilih area yang pas untuk berlatih.


"Ah, baiklah."


« Ashera sudah kembali, Kiya »


"Oh, sekarang, kah?"


Lingkaran sihir berwarna ungu muncul di langit, sesuatu keluar dari sana dengan kecepatan tinggi yang menghujani Kiya dan juga Calsya.


Boammm!


Kiya melompat tinggi membawa Calsya yang melingkarkan tangan di sepanjang leher.


"Apa-apaan ini? Apa maksud Ashera~eh? Barrier, aku dikurung?" Kata Kiya sedikit panik melihat sebuah penghalang berwarna merah.


"Luxury, ini Ashera, kah?"


« Tidak, bukan dirinya »


"Tapi, jelas sekali bahwa yang tadi muncul adalah sihir teleportasi milik Ashera!?"


« Jangan tanya aku! Sebaiknya kau fokus saja ... ada lebih dari satu penyerang »


Kemudian seekor kelinci kecil bertanduk muncul dari semak belukar.


"Seekor kelinci—bukan ..."


Dari berbagai penjuru muncul seekor kelinci bertanduk yang tak terhitung jumlahnya mengepung Kiya dan Calsya.


"Tetaplah di belakang, Calsya ... jangan jauh-jauh dariku!" Titah Kiya.


Seperti diberi aba-aba, puluhan ribu kelinci bertanduk itu secara berbarengan menyerbu seperti gelombang air pasang.


"Electric Field!"

__ADS_1


Kilatan-kilatan petir muncul di sekeliling Kiya, semua kelinci yang hendak menyerangnya tersengat tanpa ampun. Namun, masalah belum selesai begitu saja. Ribuan kelinci memang langsung mati seketika terkena pertahanan petir millik Kiya, namun sesuatu yang tak terduga terjadi ... kelinci-kelinci yang mati itu hidup lagi dan menggandakan dirinya menjadi 2.


Puluhan ribu menjadi ratusan ribu ...


Mengerti bahwa membunuh mereka bukanlah solusi, Kiya memutuskan terbang untuk menghindari gelombang pasang kelinci yang mengerikan.


"Oi, oi ... kelinci-kelinci itu bukan kelinci yang pernah aku lihat saat awal-awal ada di dunia ini!?"


« Memang bukan ... Horn Rabbit rank F, dibandingkan dengan Giant Horn Rabbit yang merupakan monster Rank S »


"R-rank S ...? Bercanda, kan?"


Ekspresi wajah Kiya jelas menjadi sangat bermasalah, Calsya yang melihatnya pun menjadi sedikit khawatir.


"Kiya, sebenarnya apa yang terjadi? Apa ini sesuatu yang buruk?"


"Bukan, ini bukan masalah yang tak bisa ku selesaikan, hanya saja ..." Kiya menjeda perkataannya, dia mengambil nafas sejenak lalu dikeluarkan. "Yah, kau tak perlu khawatir! Semuanya akan baik-baik saja." Kata Kiya menatap lembut Calsya yang bergelantungan di lehernya.


"Ya, aku percaya padamu."


Lautan kelinci putih di bawah telah menunjukkan jumlah yang terlalu mengerikan. Setiap detik kelinci baru terlahir, bagaimana tidak ... setiap kelinci melakukan kanibalisme terhadap sesamanya.


"Sudah jelas, bahwa monster kelinci itu adalah jinakkan seseorang!" Batin Kiya menatap lautan kelinci yang semakin besar.


Kiya terpaksa terbang lebih tinggi, para kelinci semakin agresif, mereka membentuk gunung mengandalkan kuantitas untuk bisa mencapai ketinggian yang digunakan Kiya.


"Huh ... aku harus menyelesaikan ini!" Detection!"


Pindaian aliran Mana sekejap menyisir seluruh area dalam Barrier. Lalu ... Kiya langsung mengetahui bahwa ada 5 orang asing yang teridentifikasi.


"4 orang sebagai pembuat Barrier, lalu satu orang lagi ... dia Tamer, kah? Hmm ... yah, tak masalah. Si Tamer akan segera kuhabisi!"


Kiya mengambil Katana yang digenggam di tangan kanan, kilatan petir berwarna ungu lalu menyelimuti.


"Calsya, pegangan yang erat!"


Dalam sekejap mata Kiya melesat dengan kecepatan yang sangat tinggi menuju target, Barrier yang mengelilinginya tiba-tiba menjadi tidak stabil dan hendak hancur.


"Mati kau!"


.


.


.

__ADS_1


Umm ... mau coba up dua kali sehari, jadi nanti malam up ... coba-coba, jika nanti malam nggak up, ya berarti nggak bisa ... nantikan aja.


__ADS_2