System : Unknown

System : Unknown
Chapter 32 -Mode pertahanan-


__ADS_3

Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.


Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.


Selamat membaca, semoga terhibur.


...


Kiya PoV


Swoshh ... Slash ...


Para Origin slime dengan tubuh hampir 1 meter terus membentuk tentakel dari tubuhnya dan menyerangku secara bertubi-tubi. Aku kewalahan untuk menangkis semuanya, terpaksa aku kaitkan benang di seluruh area.


Sriettt ... sriettt ...


Gelombang serangan tentakel itu terpotong ketika melewati benang yang sudah aku siapkan lalu berubah menjadi air. Genangan air yang tercipta lalu bergerak menuju slime itu dan menyatu.


"Hahaha ... system, Rank C sekuat ini?"


[Memang seperti inilah tingkat kekuatannya]


"Huh ... sial sekali, aku tak bisa menggunakan elemen petir karena tempatnya tidak mendukung!" Aku melirik ke belakang.


[Cara termudah untuk mengalahkan Monster jenis slime adalah menghancurkan Core-nya, Tuan]


Tubuh slime berwarna biru transparan untuk yang Origin slime, cokelat untuk Cave slime, dan perak atau hitam untuk Metal slime. Bisa terlihat jelas batu kecil terlihat jelas berenang di tubuhnya yang sedikit berwarna transparan.


"Tapi, aku tak bisa menjualnya jika begitu!"


[Oleh karena itu, para petualang malas berburu slime karena tidak berguna]


"Hmm ... baiklah!"


Cara membunuh slime adalah membuat tubuhnya hancur tak bersisa, jika tidak ... slime itu akan tetap hidup. Tapi, bisa juga dengan menghancurkan Core-nya, slime itu akan langsung mati karena Vessel-nya menghilang. Itu berlaku juga untuk monster lainnya, namun ada beberapa kasus ... menghancurkan Core tak berefek apa-apa, cuma melemahkan.


Setelah mengetahui cara mengalahkan para slime dengan instan, aku tanpa kesulitan membantai mereka semua dengan berbekal benang. Tapi, sayang aku tak bisa mengambil Core-nya karena hancur.


[Tuan mendapatkan 1000 poin ...] X 75


Origin slime memang mudah, tapi tidak untuk Cave slime dan Metal slime. Saat aku akan menyerang, mereka mengubah tubuhnya menjadi tanah dan logam. Otomatis aku tak bisa melihat Core-nya dan seranganku pun melesat.


"Cih ... dua jenis slime itu merepotkan!"


Aku butuh tenaga ekstra untuk menghabisi dua jenis slime itu. Mereka memang merepotkan selain bisa mengubah tubuhnya ... mereka juga bisa melakukan hal lain.


Syutt ... syutt ... syutt ...


Para Metal slime menembakan peluru logam, begitu juga dengan para Cave slime yang menghujaniku dengan tanah-tanah runcing.


"Ahh ... ini sangat merepotkan!"


Beberapa jam berlalu ...


"Berapa total poin yang aku dapat, system?"


[Tuan mendapatkan total 5 juta poin]

__ADS_1


Staminaku sudah berkurang setengahnya. Jadi, aku perlu istirahat sebentar. Luka gores yang aku derita pun tak bisa dianggap remeh.


"Heal ...!" Aku menggunakan Heal pada diri sendiri.


"K-kau tak apa-apa?" Tanya Putri Calsya cemas melihat semua luka yang aku derita.


Jika aku mati di sini, dia juga akan mati ... pantas dia khawatir.


"Yah, aku baik-baik saja."


Heal yang aku lakukan tak begitu sempurna, lukanya tak sepenuhnya sembuh.


"Umm ... a-ku bisa melakukan Heal lebih baik!"


"Hmm ...?"


"T-t-tidak, tidak ... a-ku tak bermaksud merendahkanmu—"


"Ya, silahkan. Aku tak ingin bertarung dengan semua rasa perih ini!" Kataku melihat ke arah lain.


Untuk membendung gelombang serangan slime yang tak ada habisnya. Aku sampai harus membuat dinding dari semua benangku. Jika tidak begitu, mustahil rasanya untuk beristirahat.


"System, apa monster di dungeon ini hanya slime?"


[Masih ada beberapa jenis lagi, Tuan]


"Yah, kuharap itu tidak merepotkan!"


Aku sudah menghabisi ratusan bahkan ribuan slime Rank C. Itu tak ada habisnya ... mereka terus bermunculan. Sepertinya cara mereka muncul adalah melalui kabut hijau.


Heal yang dilakukan Putri lebih baik, semua lukaku sembuh sepenuhnya. Tapi, tidak dengan stamina. Raid kali ini memang memerlukan waktu yang sangat lama karena aku sendirian. Jika aku terus bertarung tanpa henti, maka aku menggali kuburanku sendiri.


Aku menarik nafas panjang, Mana mengalir secara berkala ke semua benangku.


"Death wall!"


Benang baja itu bergerak seperti tembok yang memberikan kematian pada semua slime yang dilaluinya. Kerapatan untaian tembok benang itu tak memberikan celah untuk menghindar. Semua slime tersapu bersih.


[Tuan mendapatkan 1000 poin ...] X ???


Kami terus berjalan maju tanpa hambatan. Sudah ribuan slime bahkan sudah menyentuh puluhan ribu yang aku habisi.


Taktik ini ternyata menguras Mana lebih ditambah mengalirkan Mana secara terus-menerus untuk mempertajam benangnya. Yah, sekarang tinggal 20% dari keseluruhan.


Ini tak berlangsung selamanya ... kami malah menemukan jalan buntu. Di depan kami membentang sebuah jurang yang sangat lebar tanpa bisa terlihat sisi sebrang. Batu bercahaya yang menempel di semua dinding gua pun sudah mulai berkurang, tempat ini jadi semakin gelap.


"A-pa? Bahkan Clairvoyance tak bisa mencapai batasnya? Seberapa dalam jurang ini?" Teriakku terkejut.


Aku tak bisa mempercayai ini ... Clairvoyance yang memiliki batasan belasan kilometer tak sanggup mencapai dasar. Berapa dalam lubang itu?


Selanjutnya aku mulai mencoba melihat ke sebrang. Dan ternyata hanya ada dinding-dinding gua, jurang ini adalah batasnya.


"System, apa kau tau sesuatu?"


[Saya sedang menganalisa dungeon ini lebih dalam. Mohon tunggu sebentar!]


"K-kiya, a-ku punya firasat buruk!? Sebaiknya kita kembali?" Celoteh Putri Calsya tampak sangat khawatir melihat sekelilingnya.

__ADS_1


Ini sudah tak bisa dilanjutkan, memang sebaiknya kami kembali. Tapi ... ah sudahlah tidak penting, aku tak ingin mati dengan cara konyol seperti ini.


[Dungeon ... Satu lantai, Anda sedang ada di ruangan boss]


«Disaster slime : S-rank


Atribut ???»


Mataku terbuka lebar, pemberitahuan dari system sudah cukup membuat pikiranku kacau. Aku tak bisa berbuat apa-apa. Boss room, Rank S ...? hahaha, ini terlalu gila.


"Di mana slime itu?"


[Seluruh tempat ini. Dungeon ini adalah tubuhnya, Tuan]


Sesaat setelah system menjelaskan situasinya, tempatku berpijak berubah menjadi gumpalan berwarna biru, bukan hanya itu ... seluruhnya berubah menjadi gumpalan berwarna biru. Sejak awal kami memang sudah ada di dalam tubuh slime ini.


Monster Rank S sungguh mengerikan.


"Kiya, apa yang akan kita lakukan? Aku tak mau mati di tempat ini! Kau sudah menyeretku ke sini, kau harus bertanggungjawab, Kiya!" Putri dengan panik mengguncang tubuhku.


Rasa takutnya padaku kini lebih kecil daripada rasa takutnya akan kematian yang ada di hadapan kami.


Tapi, apa yang bisa kulakukan? Aku tak bisa apa-apa. System tak bisa ku andalkan poinku masih minus.


Apa aku akan pasrah dengan ini? Apa aku rela mati seperti ini?


"Sepertinya ini karma. Seharusnya aku lebih menghargai nyawa manusia!?"


Aku merasa kakiku secara perlahan tenggelam di gumpalan biru itu, langit-langit gua juga mulai menyusut. Ahh ... kami akan mati dan mati dengan cara yang konyol.


"Tarikannya sangat kuat, akan bahkan tak bisa melepaskannya!"


"KIYA ...! Aku tau kau kuat, jadi ... jangan menyerah! Aku tak akan pernah mengampunimu jika kau membiarkan aku mati! Aku tak mau, aku tak mau ...!"


Mungkin teriakan dan pelukan itu bisa membuatku tersentak, tapi tak cukup untuk membuatku bergerak. Bukan hanya Putri yang ketakutan, aku juga ketakutan. Dalam kondisi seperti ini seseorang sulit berpikir jernih dan sering membuat blunder yang berbahaya.


Aku sebisa mungkin untuk tenang, tapi rasa takut ini benar-benar menguasaiku.


"K-kiya ... aku tak ingin mati! To-long la-kukan sesuatu?" Rintih Putri Calsya yang memeluk sangat erat.


Sepertinya ini akhir, gua ini semakin menyempit dan tubuh kami tinggal menyisakan setengahnya.


Aku memang berpikir seperti itu, tapi aku melupakan sesuatu. Yah, si Putri punya mode pertahanannya sendiri. Sepertinya itu akan aktif dengan segera. Akan tetapi, itu bukan sesuatu yang bisa dikendalikan sesuka hati. Hmm ... pada akhirnya kami akan mati.


BOOOOOAAAAAAMMM!


Ahh ... ternyata tidak, aku masih punya sisa keberuntungan. Mengajak Putri ini untuk menjelajahi Dungeon adalah pilihan tepat, karenanya kami bisa selamat. Yah ... aku harus berterimakasih padanya. Kupikir aku sudah keterlaluan selama ini.


Mode pertahanannya sungguh menakutkan.


...


Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.


Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.


aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.

__ADS_1


Dah ... see you


__ADS_2