System : Unknown

System : Unknown
Chapter 58 -Pertarungan yang tidak berguna


__ADS_3

Sebuah pedang berbicara dan mengeluarkan sinar yang menyilaukan ... sudah tak bisa lagi disebut sebuah pedang, itu merupakan sebuah senjata yang memiliki ego sendiri atau pada dasarnya senjata itu adalah makhluk hidup.


Tepat di hadapan Kiya, muncul sebuah pedang yang tak asing baginya. Masih lekat dalam ingatannya beberapa bulan lalu, pedang es yang digunakan oleh salah seorang pahlawan, Ranan.


"Kiya, izinkan aku bertarung dengannya!? Akan kubuat moralnya runtuh!" Kata Ashera menyeringai jahat menatap pedang bercahaya yang secara perlahan membentuk sesosok wujud humanoid.


Kiya lantas memerhatikan pedang itu. "Pedang yang memiliki kesadaran? Tak terlalu mengejutkan."


"Huft ... terimakasih Ashera karena telah menunggu transformasi selama beberapa detik ini. Sebagai hadiah ... kau boleh menyerangku dulu, aku tak akan bergerak."


Sosok gadis berambut putih dengan mata merah muda pudar yang mengenakan gaun dengan warna senada berhiaskan motif berwarna merah muda. Sepasang tanduk di kepala dan sayap di belakang tubuhnya menunjukkan bahwa dia bukan manusia, naga?


Ashera telah membuat katana yang tergenggam di tangannya, "Kau selalu sombong, Nia!"


"Naga? Kukira sudah tak ada. Jadi, apa maksudnya ini? Pedang yang dimiliki Ranan adalah Nia, Niare ..."


Kiya menyanggupi permintaan Ashera yang ingin melakukan pertempuran dengan Nia, Kiya pun membawa Calsya menjauh sejauh mungkin agar jalannya pertempuran tak terganggu oleh mereka.


"Jadi, apa maksudnya kehadiran Nia di sini? Ranan pastinya melemparkannya saat aku membuka portal tuk mengeluarkan Viola dan bagaimana bisa dia kebetulan berada di sana? Cih ... merepotkan, pikiran orang itu sangat sulit ditebak!"


«Kiya, sebaiknya keluar saja! Tidak ada gunanya berada di dalam sini»


Luxury memberikan semacam saran.


"Di luar juga tak terlalu berguna ... kita lihat saja bagaimana jalannya pertarungannya!"


«Pahlawan Ranan pasti memiliki semacam rencana. Kehadiran pedang itu adalah buktinya»


"Yah, kau tenang saja!"


"Calsya, jangan jauh-jauh dariku!" Seru Kiya pada Calsya untuk dekat dengannya.


"Aku asumsikan saja bahwa Nia ingin mengambil Calsya!"


"Ya ... tapi, apa yang sedang terjadi? Bukannya itu pedang es Niare ... milik pahlawan Ranan?! Bisa berubah naga? Dan Kiya ... tempat apa ini" Calsya tak bisa menyembunyikan rasa penasarannya.


"Diamlah ...! Aku bukan Dewa pengetahuan!" Jawab Kiya tersenyum pahit atas semua pertanyaan Calsya. Bertanya pada orang yang sama-sama tidak tahu, tentu saja kesal.


Bergeser ke Ashera ...


"Apa yang kau tunggu, Ashera? Ayo serang, aku tak akan bergerak!" Nia tersenyum manis, tapi menurut Ashera itu adalah senyuman yang menyebalkan.


"Baiklah, baiklah ... kuharap kau tak menyesalinya?!" Ashera membentuk kuda-kuda menyerang. Dia sudah sangat ahli dalam hal Kendo.


Satu kedipan, secepat suara bahkan lebih ... Ashera bisa melakukan beberapa gerakan di bawah satu detik. Kini Katana Ashera pun diayunkan secara vertikal, berniat membelah Nia menjadi dua.


Slash ...


"Huh ... tidak kena?" Kejut Calsya. "Padahal sudah sangat jelas itu akan kena, benarkan, Kiya?"


"Ukh ... dia berubah banyak omong!" Kiya memutar bola matanya malas.


Setelah melakukan serangan yang meleset itu, Ashera pun melompat mundur.


"Niatmu pasti ingin menertawakanku yang syok pada serangan yang meleset, sengaja diplesetkan."

__ADS_1


"Hahaha ... kau tau, ya? Huh ... kau cuma bilang tak akan bergerak, berarti kau bisa melakukan hal lain, kan? Mana ada yang ingin mati konyol!"


"Yah, tadi cuma sedikit pemanasan, meskipun batal gara-gara kau!"


Nia menghentakkan kakinya, seketika sebuah bongkahan es setinggi dirinya muncul. Nia memegangnya dan seketika es itu pecah, yang tersisa cuma pedang yang terbuat dari es.


"Kali ini serius, Ashera!" Nia mengacungkan pedangnya ke arah Ashera.


"Baiklah, akan kuladeni kau, Nia!" Ashera menukar katana-nya dengan senjata dua tangan, scythe atau sabit yang ukurannya cukup besar. Melebihi tubuh Ashera.


Inisiatif serangan pertama diambil oleh Nia, gerakan Nia tak secepat Ashera. Memerlukan beberapa langkah agar sampai dijarak serangannya.


Tang ... wushh ...


"Ini sangat dingin!" Kata Calsya menggigil.


Ashera menahannya dengan sempurna, namun hasil dari tebasan itu adalah hawa dingin yang sangat luar biasa. Beberapa bagian tubuh Ashera langsung membeku, begitu juga area belakangnya langsung tercipta bongkahan es.


Nia melakukan gerakan lanjutan mengambil kesempatan Ashera yang tak bisa bergerak.


Zrrrtttttttttttt ...


Ashera mengaliri tubuhnya dengan petir dan menaikkan suhu tubuh untuk mencairkan es.


Tang ...


Serangannya berhasil di tahan, petir yang menyelimuti tubuh Ashera terkumpul di sabit dan Ashera menggunakannya untuk melakukan serangan balasan.


"Rasakan ini, kadal!"


Nia terkena telak dan langsung menjauh sejauh mungkin.


"Ini menyenangkan!" Nia tersenyum kecut.


"Kau akan kalah, Nia!" Teriak Ashera lantang.


"Sebenarnya apa ini? Mereka tidak bertarung dengan serius! Ini sedikit aneh, Ashera tak mungkin seperti itu!"


Kiya mencoba menganalisa situasi yang dipikirnya aneh.


"Luxury, kau tau sesuatu?"


«Aku tidak tau, tapi aku akan mencoba mencaritahu»


"Aku mengandalkanmu!"


Kembali ke pertarungan ...


Pertempuran berlanjut di udara, Nia terbang dan melancarkan serangan jarak jauh berupa tombak es dengan ukuran yang sangat besar.


Jdarr ... jdarrr ... jdarrr ...


Setiap tombak es yang mengenai tanah menciptakan gunung es yang hanya menjatuhkan suhu yang ada di sekitar.


Dan rentetan ledakan menghancurkan gunung-gunung es yang menjulang, juga ... lontaran bola api dan sejenisnya mengincar Nia.

__ADS_1


"Pertarungan macam ini? Buang-buang Mana woi!" Kiya tampak geram melihat pertempuran yang menurutnya aneh ini.


Boam!


Bola api bertemu dengan tombak es yang menciptakan ledakan uap yang menghempaskan area sekitarnya.


"Cih ... tidak berguna!" Kata Kiya kesal menutupi wajahnya dengan lengan.


"I-ni se-ma-kin bu-ruk, Kiya!?" Kata Calsya yang memegang erat ujung pakaianku.


"Peluk saja gampang, kan? Memegang uju—Heh ...!? Apa yang aku pikirkan? Luxury, kau menemukan sesuatu?" Kiya geleng-geleng dan menampar sendiri pipinya.


"Ada apa?"


"Bukan apa-apa!" Jawab dengan ekspresi wajah yang tak karuan.


«Kiya, aku menemukan sesuatu»


Peta wilayah Lamort Desert muncul di hadapan Kiya, bulatan kecil berwarna abu-abu secara perlahan mulai menjauhi gurun.


"Mundur, ya? Tiga bulatan itu dan puluhan lainnya masih tetap berada di tempat."


«Di tiga bulatan di bagian tenggara itu adalah pahlawan ... Gouri, Arron, dan Ranan. Sisanya adalah anggota JUDGMENT yang jumlahnya 30-an yang terbesar di 6 penjuru perbatasan gurun»


"Kiya, apa yang kau lihat?"


"Huh ... Luxury!"


Sekarang Calsya pun juga bisa melihat peta itu. Reaksinya ... tentu saja bingung sekaligus kagum.


"Sekarang diam, jangan banyak bertanya!"


"Ah, iya ... maaf." Jawab Calsya menundukkan kepala.


Luxury kembali menjelaskan.


«Ini cuma hipotesis, tapi mungkin saja ini adalah rencana Nia»


"Hmm ... yah, cepat katakan!"


«Dimensimu tak mengandung Mana alam sama sekali. Kebetulan Ashera telah menggunakan 60% lebih Mana kapasitas Vessel-nya. Dan pertarungan ini kelihatan tak berguna, ini masih samar-samar, tapi sepertinya Nia menggunakan kemampuan semacam Suggestion ... intinya mempengaruhi. Dan ini bagian pentingnya ... tahu istilah Mana Link?»


"Aku sudah mengerti garis besarnya! Huh ... merepotkan saja."


.


.


.


Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.


Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.


aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.

__ADS_1


Dah ... see you


__ADS_2