System : Unknown

System : Unknown
Chapter 16 -Air mata yang keluar lagi-


__ADS_3

Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.


Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.


Selamat membaca, semoga terhibur.


...


"System, pastikan jumlah mereka!"


Terpaut puluhan meter dari tempatnya bersembunyi terdapat ribuan prajurit bergerak secara bersamaan. Kiya menggunakan clairvoyance untuk bisa mengawasi. Jadi, matanya pun berwarna merah menyala karena efek skill itu. Begitu menakutkan jika dilihat dalam kegelapan.


[9 ribu, Tuan]


"Jelaskan lebih rinci?"


[7 ribu prajurit biasa, 800 penunggang kuda, 1150 pemanah, dan 50 penyihir]


"Hmm ... jumlah yang kecil?!"


Sadar merasa aneh, Kiya lalu melihat dalam jarak yang lebih jauh lagi untuk memastikan jumlah pastinya.


"Ohh ... sesuai dugaan! Mereka hanya pembersih perangkap!" Kiya nampak sedikit kesal. Beberapa kilo meter lagi ke belakang pasukan itu, berdiri sebuah camp yang cukup besar.


[Apa rencana Tuan]


"Tentu saja membereskan mereka. Aku juga buruh poin lebih banyak lagi!"


[Tapi, apakah Tuan yakin bisa melakukanya sendirian?]


"Kalo bukan aku, siapa?"


[...]


Kiya langsung bersiap-siap, dia mengaitkan beberapa benang ke sekitar dan memakai tudung jubahnya agar detail wajahnya tetap aman.


Para prajurit itu pun semakin dekat dengan jangkauan serangannya.


"Permainan dimulai!"


Sriettt ... sriettt ...


Kiya mengendalikan benangnya untuk menyayat beberapa prajurit pada barisan paling depan. Dan hasilnya pun beberapa bagian tubuh langsung terpotong ketika mengenai benang itu, zirah besi yang mereka gunakan pun tak mampu membendung ketajaman benang milik Kiya.


Bunyi teriakan kesakitan lalu memecah bunyi langkah kaki para prajurit. Belum sampai di situ ...


"Lightning strike!"


Cling ... Jdarrrrr ...


Sambaran petir turun dari langit menimbulkan ledakan yang cukup besar dan meluluhlantakkan prajurit barisan depan. Formasi mereka pun runtuh.


[Tuan mendapatkan 110 ribu poin]


"Shock therphy!"


Kiya menunjukkan dirinya dari sebalik pohon. Jubah putih yang digunakan dan efek dari Clairvoyance yang membuat matanya merah menyala begitu menakutkan dilihat dalam kegelapan.


Tak sedikit prajurit yang tak bisa menahan tubuhnya agar tak gemetar.


"Jadilah poin!"

__ADS_1


Dengan kecepatan yang tinggi, Kiya bergerak sangat cepat di antara celah pepohonan mengelilingi para prajurit itu.


"Dia orang yang berbahaya!"


Sriettt ...


Salah satu kuda meringik dengan keras lalu menjatuhkan penunggangnya dan mengamuk di tengah-tengah pasukan yang membuat formasi mereka hancur berantakan. Banyak penunggang kuda yang harus kehilangan tunggangannya.


Gerakan Kiya terlalu cepat, para penyihir dan pemanah tak bisa menargetkannya.


Beberapa saat berlalu ... ribuan prajurit sudah dihabisi Kiya. Suasana tiba-tiba menjadi hening, tak ada suara yang terdengar kecuali suara nafas para prajurit yang tak terengah-engah.


Semua fokus mereka hilang, yang menjadi fokus mereka sekarang adalah tetap hidup ... tak ada selain itu.


"System, ulangi berapa poin yang kudapat? Aku tadi tak memperhatikan!"


[Tuan mendapatkan 40 juta poin ...]


"Baiklah ... hampir setengah pasukan sudah aku habisi!?"


Kiya dikejutkan oleh sesuatu ...


Slash ...


Sebuah pedang melesat ke arah pohon tempat bersembunyinya Kiya. Pelempar pedang itu adalah si komandan pasukan—Alga yang terlihat kesal. Dia merampas senjata bawahannya untuk menyerang Kiya. Tentu saja dia tak ingin melemparkan pedangnya sendiri.


"Heh ...!" Kiya tersenyum jahat menggerak-gerakkan jari.


Sriettt ... Sriettt ...


"Apa mereka lupa pada benang-benang itu?"


[Tuan mendapatkan 4 juta poin ...]


Komandan Alga menjadi sangat kesal dan marah. Para bawahannya hampir setengahnya dibantai oleh Kiya. Ribuan di antaranya adalah prajurit veteran dengan beberapa penyihir dan pemanah.


"Kemampuannya sesuai dengan laporan Tuan Volancy? Sihir elemen petir, benang, dan kecepatannya yang sangat tinggi?!" Kata Venald yang terlihat panik.


"SERANG DIA! JANGAN SAMPAI LOLOS!"


Sudah termakan oleh amarahnya, Alga memerintahkan mereka semua menyerang secara brutal ke segala arah.


Meskipun serangannya asal, ada beberapa hal mengarah padanya dan harus membuat Kiya keluar dari persembunyian.


Jdarrrrr ... jdarrrrr ... jdarrrrr ...


"Cih ... mereka terlalu barbar!" Umpat kesal Kiya berusaha menghindar.


Pepohonan rapat dalam sekejap berubah gundul dalam radius 300 meter akibat serangan beruntun tadi. Sekarang tak ada benda apa pun yang menghalangi satu sama lain untuk melihat wujud masing-masing, kecuali kegelapan.


Serangan sihir berhenti sesaat. Para penyihir mulai kehabisan Mana. Mereka menjadi putus asa karena serangan yang menghabiskan Mana tadi tak membuahkan hasil.


"Berhenti? Kehabisan Mana, kah? Sekarang giliranku! Lightning step!"


Cling ...


Dengan sangat cepat Kiya melesat melebihi kecepatannya tadi disertai dengan kilatan-kilatan petir yang menyelimutinya, membuat efek garis-garis biru yang melesat ke sana kemari.


"Waspada!" Teriak Alga memperingati bawahannya.


Jleb ... jleb ...

__ADS_1


"Ko-mandan to—"


"Arghhhhh ...!"


"Di-a monster!"


[Tuan mendapatkan 11 juta poin ...]


Tak ada yang bisa membendung serangan Kiya, para prajurit itu mati satu per satu, hanya tinggal menunggu antrian.


Selanjutnya, Kiya menyudahi serangan tadi.


"Akan kupanggang kalian! Voltage!"


Petir terkumpul di tangan Kiya meloncat-loncat menyambar apa pun di sekitarnya, tegangannya luar biasa tinggi.


Pasukan prajurit itu seketika panik.


Zrrrtttttttttttt ... !


"Buat barrier! Seru Alga panik.


Sisa penyihir buru-buru membuat barrier.


BOOOOOMMMMM!


[Tuan mendapatkan 5 juta poin ...]


Ledakan petir super besar terlihat sampai jarak beberapa km.


Di kota Xely, gerbang ... Pak Will dan lainnya sekilas melihat kilatan-kilatan petir disertai bunyi gemuruh yang lumayan besar.


Di kamp para prajurit pihak kerajaan ... Pemuda dengan rambut abu-abu duduk bersandar pada pohon di belakangnya dengan santai. Padahal para prajurit lainya sangat panik.


"Tuan Ranan? Bagaimana ini?"


"Aku akan membiarkannya bersenang-senang terlebih dahulu!" Muncul senyum tipis di wajah Ranan.


Kembali ke tempat Kiya ...


Kilatan-kilatan petir belum sepenuhnya menghilang pada tumpukan tubuh manusia yang terkapar di depannya ini.


"Mereka membuat barrier sesaat sebelum seranganku mengenai mereka?! Ini gawat sekali!" Kata Kiya yang sudah tak bisa menahan tubuhnya agar tetap berdiri. Dia hendak terjatuh, tapi pedang di tangan kanannya langsung dijadikan tumpuan.


"MP-ku tinggal 25%, SP tersisa 5%. Hah ... hah ..." Nafas Kiya terengah-engah. "Setidaknya mereka sekarang pingsan!"


Kiya membuka Inventory dan mengambil sebuah botol kecil berwarna biru dan hijau lalu meminumnya sekali teguk, itu adalah potion pemulih MP dan HP yang dibeli dari shop.


"Sial! Kenapa tidak ada potion untuk memulihkan stamina!"


Yah ... di shop tak ada potion untuk memulihkan stamina. Hal itu membuat Kiya kesal, stamina sekarang adalah sesuatu yang penting baginya.


Staminanya sudah diambang batas, untuk berdiri sudah sangat berat. Untungnya semua prajurit itu sudah dibereskan, Kiya bisa lebih tenang untuk mengistirahatkan diri sejenak agar staminanya pulih sebelum kembali ke kota.


"Yah ... dengan begini, aku tak perlu takut lagi. Poin ini—"


Kiya tak bisa menyelesaikan perkataannya, matanya terbuka lebar menyaksikan sebuah lesatan cahaya berwarna biru-keunguan melesat dengan sangat cepat. Semua area yang dilaluinya langsung hancur, rata tak menyisakan apa pun selain tanah yang kemerahan akibat dari panas cahaya itu.


Kiya hanya mematung saat cahaya itu persis lewat di sampingnya, hanya terpaut belasan meter.


BOOOOOMMMMM!

__ADS_1


Suara ledakan yang sangat besar terdengar dari arah kota. Di saat yang bersamaan setetes air keluar dari mata kanannya.


Itu adalah air mata pertama yang keluar setelah Kiya tak pernah lagi menangis setelah kematian orang yang penting baginya.


__ADS_2