
Hmm ... gini aja deh, aku udah nggak mood buat lanjutin ini. Udah berhari-hari usaha ngumpulin mood, tapi ya gitu.
Sekali lagi maaf.
Supaya nggak nanggung, aku kasih tau gimana endingnya.
.
.
.
Invasi monster misterius terjadi di seluruh kerajaan. Oleh karenanya pahlawan lagi sibuk-sibuknya, pergi ke sana kemari untuk menyelamatkan tiap kerajaan. Tapi, karena pahlawan cuma ada 4(setelah Viola keluar) mereka kewalahan. Ujung-ujungnya kena mental, banyak kota-kota kecil di berbagai kerajaan yang hancur.
Kepercayaan pada pahlawan mulai luntur, mereka dibenci dan selalu dibanding-bandingkan dengan pendahulu mereka. Di saat krusial seperti itu, Viola(tubuh diambil alih kendali Vio) datang menemui mereka tuk menawarkan bantuan.
Pertarungan sengit sempat terjadi karena tak mempercayai Viola yang bukan seperti dirinya (dikendalikan Vio). Para pahlawan dengan mudahnya dibantai.
Vio memberikan semacam permintaan tuk mencari Azkiya. Vio telah berhari-hari ( di sini Vian udah dibunuh Vio, ya! Karena Vian selalu menghalangi).
(Setelah Ashera bertemu dengan Vio. Ia sekuat tenaga untuk menyembunyikan keberadaan Azkiya, tak membiarkan kedua saudara itu bertemu. Segel ingatan lengkap Azkiya yang dipasang akan terlepas. Sangat berbahaya jika Azkiya mendapati ingatan aslinya)
Para pahlawan protes.
"Azkiya? Dia sudah mati? Bagaimana cara kami mencarinya?" (Ranan)
"Kakak-kakak, kalian terlalu bodoh! Azkiya masih hidup! (Vio)
"Cari dia sampai ketemu! Aku akan membereskan monster-monster itu!" (Vio)
Ranan di sini tak terima. Baru pertama kali ia dalam kondisi paling rendah. Ranan masih bersikeras untuk membantah opini Vio yang mengatakan bahwa Azkiya masih hidup.
"Dengar, kak Ranan! Aku lebih kuat, jauh lebih kuat. Mau adu kekuatan es?" (Vio)
Pada akhirnya Ranan patuh dan menjalankan perintah.
.
.
.
Para pahlawan mengerahkan semua usahanya untuk mencari Azkiya. Mereka memusatkan di Xeliqia. Berminggu-minggu mereka menyusup ke sana dan tak membuahkan hasil. Mulai menyerah, tapi seseorang tiba-tiba menawarkan bantuan ... Fharaya.
Ia tahu akan kesusahan pahlawan. Dan dengan mudahnya ia membocorkan semuanya.
(Fharaya \= Raya)
Salah satu dari tujuh manusia panggilan dari dunia lain. Menurut ramalan kuno, pahlawan cuma ada 6. Jadi, Fharaya dianggap sebagai ketidaksengajaan dan kesalahan. Ia dibuang dan dibiarkan terlantar di dunia yang asing, berbagai macam bahaya dan kesulitan sudah ia hadapi. Penderitaannya telah kenyang, sampai suatu hari ia pergi ke benua Timur. Fharaya bertemu dengan Elf, dan para Elf bersikap baik. Seiring waktu Fharaya bertambah kuat, dengan pengetahuannya dari bumi, ia bisa menciptakan banyak jenis sihir baru. Puncaknya Fharaya berhasil menguasai Benua Timur. Fharaya benci pada semua penduduk benua barat, terlebih manusia.
Setelah mendapat informasi dari Fharaya, pahlawan langsung bergerak menyusun rencana. Mereka langsung bergegas mengirimkan informasi ini pada Vio, tapi naas. Mereka ketahuan karena Fharaya membocorkan kedoknya.
Azkiya sendiri yang menemui para pahlawan.
"Kalian sudah tau, ya? Hmm ... bodoh lah. Sekarang, katakan tujuan kalian ke sini? Lagian, kalian tak sibuk mengurusi invasi monster?" (Azkiya)
(Xeliqia satu-satunya kerajaan yang tak mengalami Invasi monster secara terus-menerus, yang membuat seluruh kerajaan menaruh curiga pada Xeliqia)
Para pahlawan hendak berkata jujur, namun dihentikan oleh Ashera. Masih ragu, tapi Ashera berkeyakinan bahwa para pahlawan ada hubungannya dengan Vio.
"Sudahlah, Kiya. Habisi saja mereka!" (Ashera)
Karena Azkiya cukup kesal dengan pahlawan, jadi, saran dari Ashera pun diterima. Azkiya sebetulnya punya sedikit rencana untuk membuat Ddandelina dan kawan-kawan menjadi pahlawan yang baru. Bisa terealisasi dengan melenyapkan pahlawan yang sekarang.
Pertarungan sengit terjadi, Azkiya dan Ashera Vs Ranan, Arron, Gouri, dan Fene.
Kubu Azkiya unggul, para pahlawan kewalahan. Azkiya tak langsung membunuhnya, ia sedikit mengolok-olok mereka.
"Apakah ini yang namanya pahlawan?" (Azkiya)
"Diamlah! Cepat bunuh kami, apa yang kau tunggu?" (Ranan)
Setelah ini flashback para pahlawan.
(Ranan)
Ranan adalah satu-satunya pahlawan yang bukan berasal dari kalangan bangsawan. Ia adalah rakyat biasa, malah pada awalnya adalah budak. Ranan menjadi budak bersama ibunya.
Suatu hari pada waktu pelelangan, pihak kerajaan memergoki sindikat perbudakan. Ranan dan ibunya sempat bebas, namun siapa sangka bahwa orang-orang yang mengaku sebagai pihak kerajaan adalah sekelompok bandit.
"Hentikan! To-long hentikan!" (Ranan)
Pada akhirnya ibunya dibunuh setelah puas dinikmati oleh 6 orang pria sekaligus. Ranan marah besar, ia berusaha membunuh para bandit itu. Tapi, Ranan cuma anak kecil yang lemah dan tak memiliki kemampuan bertarung.
Ranan diujung tanduk, ia kalah dan hendak dibunuh. Namun, siapa sangka bahwa keajaiban datang. Sebuah pedang es yang indah tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Kau ingin kekuatan? Pegang pedang ini!" (Niare)
Berkat bantuan Niare, Ranan berhasil menghabiskan seluruh bandit.
Takdir memutuskan, Ranan menjadi kandidat pahlawan selanjutnya. Ia pun hidup nyaman dan dilatih dengan sangat keras.
(Arron)
Seorang anak dari seorang Baron, 2 dua bersaudara. Arron dan kakaknya menjadi kandidat pahlawan. Mereka sama-sama mengikuti ujian untuk menjadi pahlawan.
Di sebuah hutan berbahaya, mereka harus mencari busur peninggalan pahlawan. Siapapun yang bisa menemukannya, ia yang akan menjadi pahlawan busur.
Ujian sebetulnya secara individu, tapi Arron dan kakaknya memutuskan bekerja sama.
"Aku akan membantu kakak tuk menjadi pahlawan!" (Arron)
"Yah, aku pasti akan menjawab harapanmu!" (Kakak -Nama belum ditentukan)
Akan tetapi, kejadian tak disangka-sangka terjadi. Iblis muncul.
"Iblis? M-mana mungkin?" (Arron)
(Iblis salah satu demonlord angkatan Ashera, yang lalai akan tugas di masa lalu)
Iblis bawahan dari Sin of Wrath marah akibat waktu tenangnya diusik. Ia membantai seluruh peserta ujian.
"Kak, kita harus lari!" (Arron)
"Tidak, kita tak boleh takut! Iblis itu membawa busurnya. Aku harus mendapatkannya!" (Kakak)
Bisa ditebak, kakak Arron mati karena kenekatannya. Arron selamat setelah busur itu memilih dirinya dan secara sah menjadi pahlawan busur.
__ADS_1
Nasib bawahan Sin of Wrath kabur karena sudah terlalu banyak menggunakan kekuatan, khawatir jika sewaktu-waktu Sin of Wrath melacaknya.
(Gouri)
Belum terkonsep. Maaf🙏
(Fene)
Belum terkonsep. Maaf🙏
.
.
.
Di sisi lainnya ... Vio sesuai janjinya berusaha mengatasi Invasi monster yang terjadi.
"Dasar monster-monster jelek!" (Vio)
Para monster abnormal tersebut bukan tandingan bagi Vio. Meskipun tingkat regenerasi monster tinggi dan cenderung tak bisa mati. Namun, Vio dengan mudahnya membekukan mereka dalam es abadi.
Kegiatan pembersihan dilakukan terus-menerus sampai Vio menemukan biang keroknya.
Si pahlawan nomor 6.
"Ah, Om dari Bumi, kah?" (Vio)
"Hmm ... ya,"
Flashback.
(Pahlawan nomor 6)
(Pahlawan nomor 6 -Nama belum terkonsep-)
Sebagai manusia dari dunia lain yang dibebani tanggungjawab untuk menyelamatkan Arias. Nomor 6 dan pahlawan lainnya mengajukan syarat sebagai imbalan jasa mereka sebagai pahlawan.
"Kami meminta dikembalikan lagi ke Bumi setelah ini selesai!" (Pahlawan -Nama belum terkonsep-)
Para pahlawan pun melakukan tugasnya dengan baik. Perang dimenangkan, namun kerugian yang cukup besar harus diterima.
5 dari total pahlawan gugur, menyisakan nomor 6.
Nomor 6 akhirnya menagih janjinya, ia meminta dirinya bisa di bawa kembali ke Bumi agar bisa menguburkan para sahabatnya dengan layak. Tapi, nomor 6 mendapat jawaban tak disangka.
"Kami tak bisa mengirim kalian kembali!" (Manusia)
Tentu saja nomor 6 sangat kecewa sekaligus marah. Semua usahanya, semua keringat dan darah yang telah ia curahkan bersama dengan teman-temannya, berakhir dengan menyedihkan.
"Maaf, *** aku tak bisa menepati janji kita untuk kembali. Menikah, memilih anak, dan membangun keluarga yang bahagia. Aku sungguh minta maaf!" (nomor 6)
Kebencianmu pun akhirnya menguasai nomor 6, ia menaruh dendam pada seluruh Arias. Ia memalsukan kematiannya dan bertekad untuk menghancurkan Arias, Dunia yang awalnya ia lindungi.
(Di flashback ini seharusnya epic sih. Peperangan besar. Pertarungan 7 kebajikan melawannya 7 dosa besar. Apalagi pertarungan solo Ashera melawan 6 pahlawan. Juga momen mengharukan para pahlawan lainnya mengorbankan diri)
"Nomor 6, teruskan perjuangan kita! Kami mengandalkanmu!" (5 pahlawan)
"Nomor 6, maaf aku tak bisa menepati janji untuk menikah setelah semua ini. Andai saja, andai saja ...." (Kekasih nomor 6)
.
.
.
Nomor 6 dan Vio ternyata memiliki tujuan yang sama, melenyapkan seluruh makhluk yang ada kemudian membangun dunia yang baru.
Vio juga muak pada dunia. Ia dan Azkiya merasa diperlakukan tidak adil.
(Azkiya dan Vio adalah objek penelitian)
"Sesuai prediksiku!" (Nomor 6)
Karena punya tujuan yang sama, nomor 6 dan Vio memutuskan untuk bekerja sama.
Vio mengajukan bantuan untuk mencari keberadaan Azkiya terlebih dahulu dan nomor 6 menyetujuinya.
Nomor 6 lantas memberitahukan keberadaan Azkiya.
.
.
.
Sepertinya terlalu panjang ... aku tulis ringkas aja.
—Azkiya mengurungkan niatnya tuk membunuh pahlawan, ia merasa mereka akan berguna.
—Secara mengejutkan Demonlord lain muncul tak berselang lama jam setelahnya.
—Mereka memperingati akan ada ancaman besar yang muncul. Mereka cuma ingin hidup tenang itu saja, jika dunia kiamat, habis sudah.
—Kedatangan Vio dan nomor 6
—Ingatan Azkiya pulih
—Bujukan Vio untuk kembali bersama.
—Respon yang tak diharapkan, Azkiya menolak rencana Vio. Ia merasa sedikit tak adil jika memusnahkan seluruh makhluk hidup.
—Bujukan Calsya
"Kakak lebih memilih dia daripada adikmu sendiri?" (Vio)
—Percecokan dua saudara.
—Terjadi pertempuran singkat. Diketahui bahwa sebelum ke Arisa, Azkiya memiliki elemen dasar petir, sedangkan Vio Es.
(Akan kujelaskan konsep Bumi yang ditinggali Azkiya di ending)
—Fharaya muncul ke permukaan dengan jati dirinya yang asli.
—Keterkejutan Kiya
—Terbentuk dua kubu. Penghancur dan penyelamat.
__ADS_1
(Azkiya dan seluruh Arias, kecuali benua Timur ditambah 7 Demonlord Vs Vio, nomor 6 dan Fharaya)
—Deklarasi perang penentu nasib dunia
—Kubu Via mundur ke benua Timur
(Akibat dari kehadiran Fharaya, Vio setuju untuk membiarkannya Benua Timur tetap ada)
—Persiapan perang
—Pemberitahuan seluruh kerajaan dan benua iblis untuk bersatu.
—Mengupmpulkan pasukan dan Buff habis-habisan. Tubuh luxury berhasil ditemukan. Setelah ingatan Azkiya kembali sebetulnya system telah terlepas.
—Peperangan
(Perangnya sangat panjang, banyak terjadi pertarungan dan muncul karakter-karakter baru di kedua kubu. Apalagi kubu Vio yang muncul karakter Elf dan demi human. Aku tau di depanku cerita, kedua ras itu belum kumasukkan karena memang di akhir-akhir)
—Pertarungan kakak dan adik
—Vio yang bimbang dan Azkiya yang tak segan-segan.
—Vio meminta penjelasan atas apa yang dilakukannya Azkiya.
—Azkiya unggul
—Keraguan Azkiya untuk membunuh Vio
—Nomor 6 ikut campur. Saat kedua saudara itu telah kehabisan tenaga, nomor 6 hendak melakukan apa yang tak bisa dilakukan Vio. Menghabisi Azkiya.
—Azkiya yang telah kelelahan akibat pertarungan besarnya dengan Vio, tak berbuat apa-apa. Nasib Azkiya pun diujung tanduk.
"Jangannn!"
—Pengorbanan Vio.
—Azkiya marah besar dan dengan seluruh tenaga terkahirnya ia membunuh nomor 6.
(Seharusnya di bagian ini keren sih)
—Azkiya dan Vio sekarat.
—Calsya datang. Ia berusaha sebisa mungkin menyembuhkan keduanya dengan kekuatan api putihnya, namun tak bisa. Ia juga sudah mencapai batasnya.
"Tidak, tidak. Kiya, t-to-long jangan pergi! Bertahanlah!" (Calsya)
—Keluarga kerajaan Rentweder yang ikut berperang mendatangi Calsya.
"Ibunda, Ayahanda?" (Calsya)
"Tolong izinkanlah kami menebus kesalahan kami pada kalian!" (Ibu dan ayah)
"Apa yang kali—" Calsya tak sadarkan diri akibat Masilla.
(Masilla di sini punya sedikit kekuatan dari Sin of Envy dan Lust. Sama seperti Calsya dan Calista, Masilla juga menjadi objek penelitian) Masilla bisa mencuri Blessing orang lain.
Penelitian untuk memasuki sisa-sisa kekuatan dari para seven Deadly Sin di masa lalu ke tubuh seseorang. Dari ribuan orang, yang berhasil cuma Calsya, Masilla masih tergolong cacat.
"Yah, padahal aku juga mengincar Kiya. Tapi, untuk adik tersayangku ... maka tak apa. Berbahagialah, Calsya!" (Masilla)
—Masilla mencuri Blessing milik Calsya.
(Di sini perang hampir usai, dan dimenangkan oleh kubu Azkiya)
"Ibu, ayah ... kalian siap?" (Masilla)
"Yah, silahkan dimulai kapan saja. Ini untuk menebus kesalahan kita pada Calsya dan juga korban-korban ketamakan kita di masa lalu!" (Ayah dan ibu Calsya)
Dengan sisa tenaga yang terlahir dan bantu dengar kedua orangtuanya, Masilla akan memilihkan Azkiya dan Vio. Nyawa mereka korbannya.
—Pemulihan Azkiya dan Vio disaksikannya semua orang
(Momen yang sangat mengharukan. Aku waktu nyusun plotnya cukup sedih, bahkan hampir nangis.
—Kembali sadar dan melewati masa kritis.
—Hilangnya Vio, kembali seperti semula ... Viola.
—Perang berakhir.
—Kesedihan semua orang.
Karakter penting ada yang mati. Falama, Fene, dan karakter lain yang belum ditentukan namanya.
Cerita ditutup dengan Azkiya dan Calsya bergandengan tangan memimpin penghormatan terakhir kepada semua korban perang.
"Kita mulai semi dari awal!" (Azkiya)
Oh, ya ... pada akhirnya penantian Calsya pun terwujud. Mereka menikah dan dikaruniai seorang anak laki-laki.
Azkiya punya 5 orang istri. Salah satunya Viola.
Semuanya karakter baru ... bakal panjang banget jika aku beberkan semua kejadian-kejadian yang terjadi. Ini sudah diringkas.
Hmm ... perkiraan jika mood ku baik-baik saja. Novel ini akan memiliki 15 arc lebih dengan 600+ chapter. Sayang sih, aku nyusun plotnya hampir dua bulan. Tapi, nggak papa lah. Aku sudah cukup puas.
.
.
.
Tambahan.
Konsep Bumi. Dunia Kiya adalah post Apocalypse, setelah kiamat. Muncul monster-monster dan kekuatan untuk mengendalikan satu jenis elemen dasar bagi tiap individu.
Bumi terus berperang setelahnya, Perang Dunia ke 3, 4, 5 ... tak ada habisnya. Semua negara berambisi membangun kekuatan militernya.
Gitu sih.
Untuk Azkiya dan Vio ... mereka adalah objek eksperimen yang berhasil. Karenanya kekuatan mereka sangat mengerikan, mereka dengan mudahnya membuat kiamat.
Oleh kerena itu, Azkiya dan Vio memutuskan untuk dilenyapkan. Mereka diburu habis-habisan. Padahal umur mereka waktu itu masih anak-anak, polos tak tahu apa-apa. Kenapa mereka diburu?
...
Terimakasih buat yang udah baca.
__ADS_1
Ambil aja ide ceritanya jika berminat.