System : Unknown

System : Unknown
Chapter 63 - Ancaman orang iseng


__ADS_3

Matanya menutup sebelah tuk melihat sebuah objek bergerak—rusa di balik semak-semak.


Tali busur ditarik kuat-kuat agar kayu runcing—anak panah dapat melesat mencapai target. Udara di sekitar tersedot masuk ke paru-paru kemudian dikeluarkan lewat hidung, itu dilakukan beberapa kali.


"Baiklah, ini saatnya!"


Dan ... syutt ...


Lesatan anak panah membelah udara.


Jangan berpikir itu akan kena!


"Hah ...?" Dia membuat suara yang aneh.


Dalam sepersekian detik, rusa itu telah kandas menjadi makanan untuk si pemburu yang tak memiliki keahlian berburu ini—Kiya.


«Sudah kubilang untuk membeli Mastery, kan? Yah, siapa sangka, ternyata kau bisa payah dalam satu-dua hal»


"Berarti aku itu manusia!"


Diam menganggur itu tak menyenangkan, jadi Kiya membantu beberapa pria di desa untuk berburu.


"Ayikza, apa gagal?" Seorang pria datang mendekat.


Kiya lantas keluar dari tempat persembunyiannya yang berupa semak-semak.


"Ma-maaf, aku masih pemula soal hal ini!?" Jawab Kiya canggung memegangi kepalanya.


"Tak perlu dipikirkan ...! Umm, yah ... sebaiknya kamu kembali saja, biarkan kami yang berburu!"


"A-hh, iya ..." Balas Kiya pelan, cenderung lesu.


Yah, itu hanya akting, dia tak peduli bisa membantu atau tidak.


"Jangan bersedih, setelah sebulan berburu pasti jadi sedikit lebih mahir!?" Kata pria itu mencoba menghibur.


"Sedikit? Berarti tidak ada gunanya!?"


"Ya, aku pasti akan lebih mahir."


"Sip ...!" Jempol diacungkannya sebelum pergi.


Pria itu pun pergi, Kiya tak melakukan saran yang diberikan pria itu. Dia memilih tetap berada di hutan untuk melanjutkan kegiatan berburu, meskipun Kiya akan asal-asalan.


"Hmm ... sepertinya aku memang payah dalam menggunakan senjata seperti ini!?"


«Sepertinya begitu»


Tak peduli ada target atau tidak, Kiya membuang-buang anak panahnya. Sampai akhirnya anak panah terkahir telah dilesatkan.


"Hmm ... habis? Sekarang, apa yang akan lakukan?"


«Pungut dan lakukan sekali lagi»


"Yah, beginilah kegiatan seseorang yang sedang gabut. Hmm, ngmong-ngmong, kau sekarang banyak bicara, Luxury!"


«Kau tau arti kata 'bosan'?»


"Hehe ... begitukah? Pasti sangat tidak menyenangkan, ya? Kau tak bisa bergerak bebas."


«Hmm ...»

__ADS_1


waktu tak terasa berjalan, Kiya sadar-sadar telah berada di penghujung siang—sore hari dan mulai gelap.


"Hmm ... ? Harus segera kembali, penduduk desa pasti cemas!?"


Sebelum kembali ke desa, dia tak lupa memastikan semuanya normal. Maksudnya tak ada anak panahnya yang berkurang, karena alasan Kiya nantinya adalah berjalan-jalan, bukan latihan berburu.


"Ah, sudah gelap. Sebaiknya aku cepat, mereka pasti khawatir. Apalagi Calsya, pasti dia sedang menangis mengira aku pergi meninggalkannya!?"


Kiya telah berjalan cukup lama menyusuri hutan, tapi tak kunjung tiba di desa. Di pikirannya dia tak terlalu pergi jauh ke hutan dan masih berada di pinggiran.


"Wah ... ada yang aneh!? Luxury!"


Layar hologram interaktif muncul memperlihatkan peta hutan itu.


"Hehe ... berarti aku tadi cuma berputar-putar, ya? Apa aku tersesat?"


«Tidak masuk akal!»


"Yap, aku juga berpikir begitu ... huh, ada-ada saja." Kiya melihat kegelapan di sekelilingnya malas. "Aku abaikan saja, mungkin orang iseng."


«Orang iseng, kah?»


Selanjutnya Kiya berhasil keluar hutan dengan selamat dan sampai di desa. Kiya pun menyadari suatu keanehan.


"Ayikza ...! Kamu berhasil keluar? Lalu di mana tim pemburu lainnya?" Tanya kepala desa menghampirinya yang baru keluar hutan.


Di pintu masuk desa terdapat kerumunan orang yang banyak, sudah jelas bahwa mereka sedang menunggu. Dan dari pertanyaan kepala desa, berarti semua pemburu belum kembali.


"Saya berpisah dengan tim pemburu dan pergi berjalan-jalan di hutan. Karena terlalu asyik, tak sadar hari sudah gelap ..."


Kiya juga menceritakan bahwa dirinya sempat tersesat sampai akhirnya dapat keluar.


"Kiya, kamu tak apa-apa, kan?" Tanya Calsya yang juga ikut mendekat, dia dengan cemas memeriksa setiap inci tubuh Kiya.


"Ada apa dengan cewek ini? Dia terlalu banyak berubah! Cinta ... huh, itu memang mengerikan!" Batin Kiya yang cuma diam dan melihat wajah cemas Calsya.


"Stop ...! Aku bukan anak kecil!" Kata Kiya berusaha menjauh.


"Tapi, tapi ... kan—"


"Ayikza, Calli, dan para wanita! Kalian kembali saja! Biarkan kami para pria yang melakukan pencarian!" Perintah kepala desa.


""Baik.""


Kiya dan para wanita mematuhi arahan yang diberikan, mereka pun masih kembali ke dalam desa.


Para pria pergi dengan bantuan penerangan obor dan kristal bercahaya, serta beberapa senjata sederhana untuk berjaga-jaga jika ada situasi yang tak diinginkan.


"Hmm ...? Apakah tak terlalu beresiko, ya? Desa sedang kosong, cuma tersisa para wanita dan anak-anak. Mereka pun tak bisa bertarung ... jadi, bagaimana kalau 'orang iseng' itu malah ke sini? Bukannya itu gawat?!"


«Huh ... itu tak akan terjadi karena ada dirimu»


"Yah, memang benar. Huh ... mereka beruntung ada aku di sini! Keputusan yang diambil kepala desa harus lebih baik ke depannya!"


"Kiya ... ada apa—"


"Stttt ..." Kiya menempelkan jarinya di bibir Calsya. "Diamlah, istriku! Aku sedang berpikir."


"Dengan begitu dia akan langsung diam."


Benar prediksi Kiya, Calsya langsung diam seribu bahasa sembari menundukkan kepalanya, tak membiarkan siapa pun untuk melihat wajahnya.

__ADS_1


"Yah, ini lumayan lucu. Hmm ... jadi ..."


Kiya menghentikan langkahnya kemudian berkata. "Umm ... maaf, semuanya. Minta perhatiannya sebentar!"


Mereka pun menoleh ke sumber suara—ke belakang. "Iya, ada apa? Apa ada sesuatu yang penting, Ayikza?" Tanya salah satu wanita itu.


"Aku memiliki saran, dan aku ingin kalian menuruti saran ini. Umm ... begini, sebaiknya kita jangan kembali ke rumah masing-masing, kita berkumpul di kediaman kepala desa saja!"


"Kenapa harus seperti itu?"


"Apa mereka tak peka atau memang bodoh?"


Raut wajah polos nan lugu yang tergambar jelas di wajah Kiya seketika berubah menjadi serius. " Situasi kita saat ini bisa dibilang berbahaya!? Lakukan saja saranku jika ingin sesuatu yang buruk tak menimpa kalian."


"B-be-gitu ...? Ya, kami akan melakukannya!" Balas wanita itu sedikit gemetar.


"Baguslah ..."


Tak perlu menunggu waktu lama, wanita tadi langsung mengintruksikan pada teman-temannya untuk berkumpul di kediaman kepala desa.


Desa yang ditinggali Kiya dan Calsya bisa dibilang desa kecil, malah lebih kecil lagi. Penduduk yang mendiaminya tak lebih dari 300 orang, itu pun didominasi oleh wanita, anak-anak, dan Lansia.


"Calsya ... kau ikut juga ke sana, aku akan melakukan sesuatu!"


"Memangnya apa yang ingin kamu lakukan?" Tanya Calsya cemas.


"Huh ... dia meremehkanku atau apa? Batin Kiya malas memutar bola matanya.


"Jangan khawatir, bodoh! Kau tau aku ini kuat, kan?"


"I-iya ..." Balas Calsya pelan menundukkan kepalanya.


"Jangan terus-terusan parno, Putri! Aku tak akan pergi meninggalkanmu, bukannya aku sudah berjanji ...? Apa kau mempercayaiku?"


"Aku sangat mempercayaimu." Kata Calsya seperti berbisik, suaranya mungkin tak terdengar oleh Kiya.


"Aku juga mempercayaimu." Kiya berbalik dan bersiap untuk pergi. "Lindungilah mereka jika ada bahaya, Calsya. Kau kuat, kan? Aku mempercayakan itu padamu!"


Kiya telah hilang dari pandangan Calsya. Princess dari kerajaan Rentweder itu pun sendirian, mata merah indahnya pun berkaca-kaca dan tangannya di letakkan di depan dada.


"Aku sangat mempercayaimu, Kiya ... tapi, kak Calista juga pernah mengatakan tak akan pergi meninggalkanku, dan pada akhirnya ..." Calsya memilih tak melanjutkan kata-katanya. Perkataan adalah doa, Calsya tak ingin kata-katanya menjadi kenyataan tuk kedua kalinya.


.


.


.


Huhuhu ... maaf, sebesar-besarnya karena telat update. Kegiatan sekolah akhir-akhir ini banyak, waktu untuk nulis jadi tersita.


Mohon pengertiannya 🙏


...


Umm ... mau beritahu aja jika cerita sudah masuk ke bagian genre romance, jadi wajar aja jika akhir-akhir ini pada setiap chapter ada bagian romansa nya.


Harem?


Nggak tau juga, char cewek di cerita ini lumayan banyak ... sekitar 60% didominasi cewek. Jadi, Harem sangat terbuka. Tapi, itu saat akan mendekati ending.


Yah, nantikan aja.

__ADS_1


__ADS_2