System : Unknown

System : Unknown
Chapter 35 -Absolute command-


__ADS_3

Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.


Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.


Selamat membaca, semoga terhibur.


...


Di atap istana bagian sudut yang tersembunyi, dua orang saling berhadapan. Mereka adalah sepasang laki-laki dan perempuan.


"Apa yang kau inginkan, Putri?" Kata si laki-laki yang tak lain adalah Kiya dengan penuh kewaspadaan. Beberapa kali matanya melirik ke sekelilingnya, takut bahwa si perempuan yang tak lain adalah Putri pertama ke sini dengan membawa orang lain.


"Kau tak perlu secemas itu! Aku tak akan menangkapmu atau hal sejenisnya!? Aku hanya ingin berbicara dengan penyelamat adikku yang manis!" Kata Putri pertama dengan senyuman yang terus merekah.


"Tentu saja aku cemas Putri, aku bukan seseorang yang cukup percaya diri untuk bisa menang jika berperang melawan kerajaan ini!" Balas Kiya tersenyum masam. "Seharusnya sebuah kehormatan bisa berbicara dengan Putri, tapi aku tak punya—selamat tinggal—"


"Berhenti ...!" Seru Putri dengan tegas.


Deg ...


Secara mengejutkan Kiya berhenti dari langkahnya yang digunakan untuk melompat. Kedua kakinya mendadak tak bisa digerakkan.


"Apa-apaan ini?" Batin Kiya panik.


"Berbaliklah ...!"


Dan lagi ... Kiya tak disangka mematuhi perkataan Putri, dia pun segera berbalik. Urat-urat syaraf di wajahnya sekarang terlihat jelas, Kiya berjuang agar tubuhnya sinkron dengan pikirannya bukan malah sinkron perkataan si Putri.


"Tak perlu buru-buru!" Perlahan Putri pun mendekat. Selanjutnya Putri mulai melepaskan perlengkapan prajurit yang digunakan Kiya untuk menyamar, wajah Kiya pun kini bisa terlihat jelas. "Aku ingin mengenal lebih dalam dirimu, Kiya!" Bisik Putri tepat di telinganya Kiya.


"Apa ini karma? Biasanya aku yang melakukan ini pada Calsya. Sekarang, kakaknya membalas!"


«Sepertinya begitu»


"Ukh ...!"


"Hmm ... tak kenal maka tak sayang, jadi ... perkenalkan namaku—"


"Tak perlu, Yang Mulia! Siapa juga yang tak mengenal Putri Masilla?"


Putri Masilla Arant Weder, kakak dari Calsya, sepasang saudari yang memiliki ibu berbeda. Cirinya hampir sama dengan Calsya, yang membedakan hanya rambut Masilla lebih panjang juga ukuran dadanya. Selain itu mereka berdua hampir mirip. Oh ... sepertinya tidak, sifat mereka berbeda. Masilla lebih blak-blakan dibandingkan Calsya.


"Haduh ...! Tidak bisakah kau pura-pura tak tahu agar aku bisa memperkenalkan diri dengan benar? Jika seperti itu ... kau hanya membuat hati seorang wanita melayang!" Protes Masilla dengan mengembungkan pipinya.


"Tidak, tidak ... itu normal saja! Kau adalah orang berpengaruh di kerajaan! Wajar saja jika semua orang mengenalmu, bodoh! Dan juga ... jika kau Baper cuma dengan kata-kata seperti itu, berarti hatimu murah sekali! Sangat membosankan!" Kiya menggerutu dalam hatinya.


"He-he-he ... yah, aku bukan orang yang peka!"

__ADS_1


"Fufufu ... kau sedikit lucu, Ki-ya ... hmm ... apa aku boleh memanggilmu dengan sebutan lain? Yah, seperti Azki?"


"Tunggu sebentar, bagaimana dia tau namaku?"


"Terserah kau saja!"


Yah, begitulah ... basa-basi mereka menjadi semakin panjang. Obrolan mereka berjalan alot dengan Kiya yang tak berkutik dengan sekedar berkata "Tidak" terpaksa dia mengikuti arus PDKT dari Masilla.


"Hei, apa makanan kesukaanmu?"


"Kau suka dada yang besar, kecil, atau medium?"


Pertanyaannya memang aneh-aneh, tapi Kiya dengan sabar menjawabnya meskipun setengah hati.


"Apakah menurutmu aku cantik?"


"Bisakah kita menjadi pacar?"


Kiya sampai tersedak pada pertanyaan terakhirnya. Dia tak menyangka Masilla akan berkata seperti itu. Apa yang dipikirkan cewek ini? Pikir Kiya.


Jelas sekali bahwa Kiya akan menjawab "Tidak" memiliki hubungan dekat dengan seseorang yang berpengaruh seperti Putri kerajaan, tak selalu membawanya pada hal yang baik, justru sebaliknya ... malah menambah beban dan dipenuhi ribuan masalah.


"Dia memang gila! Bukannya dia sudah punya tunangan?"


«Bukannya seru meng-NTR seseorang? Apalagi seorang pangeran, dia pasti akan membunuhmu apa pun yang terjadi!»


Basa-basi dari mereka sudah mencapai klimaks, si Putri akan segera pergi. Namun, Kiya tak merelakan waktu 45 menit berharga untuk hal yang sia-sia, jadi dia meminta kompensasi atas itu.


"Tolong bawa Duke Volancy ke hadapanku, Putri!"


"Kalau aku menolak?" Jawab Masilla.


"Yah, aku yakin kau tak akan mengabaikan ini! Entah tadi itu serius atau tidak ... tapi, aku akan mempertimbangkan jawabanku sekali lagi, bagaimana?" Kata Kiya dengan kepercayaan diri yang tinggi.


"Ahh ... baiklah, itu adalah hal yang sangat mudah! Tunggu di luar kota saat senja, aku akan menyeretnya untukmu!" Masilla langsung pergi setelah mengatakan itu. Dia terlalu bersemangat.


Salah satu puncak istana itu pun kembali sepi menyisakan Kiya yang termenung melihat pemandangan kota.


"Yah, Kerajaan ini memang gila! Tega sekali melakukan sebuah percobaan pada Putri-Putri mereka sendiri. Tapi, ya sudahlah ... aku tak ingin ikut campur dengan urusan mereka ... Namun ..." Kiya berhenti bergumam sesaat, benaknya terisi oleh sesuatu. "Aku memang tak ingin terlibat di dalamnya, tapi pasti nanti ada sesuatu yang membuatku harus ikut campur. Aku memang orang yang sial!"


...


Perjanjiannya adalah Kiya akan menunggu di luar kota saat senja dan Masilla harus membawa Duke Volancy ke sana. Dalam perjanjiannya tak menyebutkan kemungkinan jika Masilla gagal membawanya dan cuma berujung dengan Kiya yang menunggu tanpa membuahkan hasil.


Oleh karena itu, Kiya tak mau hanya bergantung pada sesuatu yang tak pasti. Jadi, terpaksa dia tetap melakukan pencariannya.


Kiya saat ini berkeliling kota selayaknya pelancong dari negeri lain dengan jubah yang menutupi sejumlah bagian tubuhnya. Yah ... koin emas yang diberikan Raja sangat banyak, dia sampai tak tahu bagaimana menghabiskannya.

__ADS_1


"Di lihat dari segi manapun, kota ini jauh lebih baik daripada kota Xely! Semua warganya tertib, sedikit tindak kejahatannya, namun ... jarang sekali aku melihat wajah senang dari mereka!"


«Kehidupan mereka dikekang. Mereka terus kegiatan ini setiap hari dan tak ada hiburan sama sekali»


Kata lainnya mereka jenuh dan mencoba melakukan sesuatu yang baru. Namun, hak mereka dibatasi. Untuk berpergian ke kerajaan lain pun sampai dibatasi dalam setahun. Maksimal dua kali.


"Malang sekali orang yang tinggal di ibukota!"


«Ehh? Kiya, kau niat mencari atau jalan-jalan?»


"Tentu saja keduanya!"


Bug ...


Secara tak sengaja Kiya bersenggolan bahu dengan seseorang saat di keramaian. Itu hal yang wajar mengingat dia di tengah-tengah keramaian. Akan tetapi ...


"Oi, Luxury ...! Tau kan siapa dia?"


«Aku mengingat semua orang yang kau temui»


Orang yang bersenggolan dengan Kiya sudah lenyap di telan keramaian. Tapi, orang itu akan bisa lolos lagi. Luxury sudah menandai setiap orang yang pernah ditemui Kiya. Tak ingin m membuang banyak waktu, Kiya langsung bergegas mengejarnya mengandalkan arahan Luxury.


"Kenapa dia ada di tempat seperti ini?"


Kejar-kejaran pun terjadi ...


"Hei, jangan berlari di tempat seperti ini?"


"Apa orang itu tidak waras?"


"Dia menghancurkan buah dan sayurku!"


Akibat dari mereka berdua, tak sedikit orang yang mengalami kerugian. Dan Kiya hanya berkata "maaf" sambil berlari.


"Dia gesit juga! Baiklah ... Absolute Command, berhenti ...!" Teriak Kiya memecah keramaian itu.


Dampak dari kemampuan hasil give away dari Asmodeus di luar dugaan ...


...


Hmm ... sedikit sedih sih kebanyakan pembaca lari dari novel ini, tapi ya mau gimana lagi ... sepertinya jalan ceritanya tak sesuai ekspektasi ...


Bagi yang masih baca walaupun ghost reader ... aku ucapin terimakasih lah ... meskipun satu-dua orang aja aku tetep seneng.


Jangan kuatir, novel ini akan aku tamatin.


Sedikit info ... Arc 1 akan berakhir kira-kira 6 chapter lagi, yah bisa dia atas itu bisa di bawah hehehe ...

__ADS_1


Dah ... see you next chapter


__ADS_2