System : Unknown

System : Unknown
Chapter 68 -Rencana lain


__ADS_3

"Hmm ...? Si orang iseng akhirnya menggunakan Mana!?" Kiya tersenyum puas.


Penantian panjangnya akhirnya terbayar, biang kerok masalah telah teridentifikasi tempat persembunyiannya.


«Kiya, di desa terjadi serangan monster. Apa kau tak ingin membereskannya?»


"Ada Calsya, kan? Kenapa harus aku?"


«Apa kau berpikir Putri bisa mengatasinya»


"Tentu saja. Aku terlanjur mengatakan untuk menyerahkan urusan desa padanya, aku tak mau menjilat ludah!"


«Baiklah»


Penggunaan Mana adalah kunci skill Detection, pada dasarnya adalah mendeteksi setiap perubahan aliran Mana yang terjadi, seperti seseorang yang sedang menggunakan sihir.


Tak ingin terlalu membiarkannya berlarut-larut, Kiya langsung menuju ke lokasi. Dan ternyata tak jauh dan masih dalam di sekitaran hutan dekat desa.


"Hmm ... aku tiba-tiba berpikir sesuatu yang bagus!" Ujar Kiya dengan senyuman yang jahat. Otak liar sedang bekerja, memikirkan rencana untuk si orang iseng yang telah berbuat onar.


.


.


.


"Berhenti bergerak, dasar orang gabut!"


Setelah target ditemukan, Kiya langsung menangkap basah dirinya secara blak-blakan. Menggunakan Absolute Command, Kiya membuat orang dengan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh itu tak bisa bergerak.


Kiya mendekati orang berjubah itu, dia menyibak tudung yang selama ini menghalangi penglihatannya.


"Manusia? Kau manusia ...!" Kiya menelisik setiap jengkal tubuhnya. Dan bisa dipastikan dia adalah manusia. Tak ada tanduk, ekor, bulu, atau sejenisnya.


"Lalu, untuk apa kau melakukan ini? Jawab pertanyaanku!" Kiya berbisik tepat di telinganya.


"Untuk jaminan agar bisa berunding denganmu!" Jawabnya spontan karena terpengaruh oleh Absolute Command.


Kiya lantas mendelik tajam, kedua tangannya disilangkan di depan dada, aura yang mengintimidasi keluar.


"Orang ini sungguh menakutkan ...! Dan apa-apaan ini? Kenapa aku terus-terusan mengikuti perintahnya?" Batin si orang iseng.


Peluh keringat membanjiri wajahnya ketika sebilah pedang telah berada di genggaman Kiya. Bilah kehitaman dengan alur ungu terlihat begitu tajam di matanya, setelah melihatnya ... dia langsung tahu bahwa ajal akan menjemput.


"Yah, tak perlu basa-basi, aku akan langsung membunuhmu—"


Slash ...


"Cuma bercanda, aku punya rencana lain untukmu!?" Kata Kiya kemudian dengan senyum yang terlihat menjengkelkan.


"Hah ... hah ... hah ... le-paskan aku!"


Pedang di tangannya pecah menjadi partikel ungu yang mengambang di udara. Sekali lagi, Kiya merapatkan jarak dengan telinga si orang iseng.

__ADS_1


"Kenapa kau repot-repot ingin berunding? Apa yang ingin kau bahas? Jawab Pertanyaanku!" Bisik Kiya dengan sedikit penekanan pada kalimat terakhir.


"Aku adalah utusan yang dibebankan oleh teman-teman brengsek untuk bertemu dan mengajakmu untuk bergabung dengan kami!" Si orang iseng langsung lesu.


Kiya mengangkat sebelah alis—merasa kurang mengerti dengan jawaban yang diberikan.


"Maksudnya sebuah kerajaan? Kerajaan mana itu?"


Selanjutnya, pikirannya pun bergumul dengan segala kemungkinan, sampai Luxury memberikan interupsi.


«Tak perlu basa-basi, tanya lagi!»


"Yah, aku terkadang ingin berlagak seperti detektif!?"


«Tidak berguna»


Kiya pun sekali lagi merapatkan jarak dengan telinga si orang iseng.


"Jelaskan lebih rinci!"


Namun, kali ini tidak ada jawaban. Si orang iseng membisu.


Kiya sedikit membelalakkan mata, seseorang berhasil mengatasi efek Absolute Command, sejarah terjadi—ini baru pertama kali.


"Kira-kira apa yang terjadi?"


«Todong dia lagi»


Kiya mengikuti saran Luxury, sebuah kilatan petir mendadak muncul dan membentuk sebuah pedang yang sama dengan beberapa saat yang lalu.


Si orang iseng jelas tak bisa menyembunyikan rasa takutnya, netra berwarna abu-abu milikinya berkerlip.


"Pemanggil Nona Ashera punya sedikit kemampuan Sin of Lust, Asmodeus ... luar biasa, bagaimana dia mendapatkannya? Dia memang menakutkan!"


"Kau tak mau berbicara?" Pedangnya telah sedikit menggores tengkuk.


"Apa aku harus segera bicara? Tapi, apa dengan begitu, dia akan setuju dengan tawaranku? Tidak, akan aku perlihatkan sedikit kekuatanku supaya dia tertarik!"


Salah satu kemampuan istimewa yang dimiliki orang iseng itu adalah pengendalian fungsi tubuh, dia bisa mengendalikan setiap bagian tubuhnya secara mutlak. Contohnya, menghentikan aliran Mana dalam tubuh, meniadakan indera pendengaran untuk sementara. Namun, ada satu kemampuan yang lebih merepotkan dari itu.


"Hei, aku serius ... cepat bicara! Aku hitung sampai 5!" Seru Kiya, dia mulai geram dengannya.


1


2


3


Dia masih bungkam.


4


Slash ...

__ADS_1


Kepalanya telah terpisah—menggelinding begitu saja menyusuri kegelapan malam.


"Hmm ... ada yang tak beres, benarkan Luxury?"


«Aku pikir juga begitu»


"Tapi, kesampingkan hal itu! Sepertinya mereka masih hidup!? Juga, aku harus bergegas kembali ...!"


Para tim pemburu pingsan di sembarang tempat di dekatnya. Kiya memutuskan untuk membiarkan mereka terlebih dahulu, urusan desa lebih dipentingkan.


.


.


.


Sepotong lengan dilingkarkan pada bahu, bermodalkan satu lengan ... Ashera berhasil mengatasi perlawanan 5 orang sekaligus.


"A-ttta~ta ... sakit, aku hampir saja mati!" Ashera lantas membaringkan diri, tenaganya hampir habis dalam pertarungan itu. Lengan yang terputus pun tak bisa dia sambungnya untuk saat ini.


Tak jauh darinya, lima tubuh manusia berceceran tertelungkup di tanah dengan kondisi yang mengenaskan, meskipun begitu ... secara mengejutkan Ashera tak langsung membunuhnya. Dia membiarkan mereka begitu saja ...


"S-si-alan ...! Ce-pat bu-nuh kami! Tak sudi—"


Jdarr ...


"Diamlah, manusia! Kau berisik, tau!" Ashera secara cepat bergerak ke sumber suara, dia menginjak pucuk kepalanya sampai tertanam di tanah.


"To-long, ja-ngan bunuh dia! Biar—"


Swush ... jdarr ...


Sebuah peluru sihir melayang menghujani seorang pria yang tak ingin wanita yang dicintainya—Dandelina dibunuh. Namun, hati Ashera terlalu dingin, untuk mengabulkan permintaannya.


"Ternyata masih sanggup bicara omong kosong! Hmm ... mari kita lihat, bagaimana sebenarnya jati diri kalian!?" Kata Ashera mengarahkan pandangannya ke bawah, yaitu Dandelina.


Mata merah darah kepunyaan Ashera menyala terang di kegelapan. Dia memfokuskan arah pandangan selama beberapa saat pada Dandelina, kemudian di arahkan kepada Feelid dan yang lainnya.


Kemampuan khusus Ashera, atau bisa disebut Blessing miliknya ... Observation, sebuah kemampuan yang memungkinkan Ashera untuk mengetahui segala hal tentang target yang terfokus pada penglihatan mata merahnya. Masa lalu, jari diri, kemampuan rahasia ... bisa diketahui Ashera dengan mudah.


Namun, kelemahan Blessing ini adalah waktu Cooldown, ya ... Blessing milik Ashera memiliki waktu Cooldown, dan itu selama satu minggu. Jadi, Ashera harus menunggu satu minggu kemudian untuk bisa menggunakannya lagi.


"Ah ... baiklah, hidup menyedihkan wanita ini menyelamatkan kalian!" Kata Ashera tersenyum puas.


Kakinya kemudian diangkat dari pucuk kepala Dandelina. Ashera lalu memfokuskan pandangannya ke arah Feelid.


"Cinta ...? Kau tau semua faktanya, tapi demi bisa selalu bersama dengan wanita ini ... kau rela memendam kebencianmu itu! Yah, sepertinya Kiya akan tertarik padamu dan juga kalian semua!"


.


.


.

__ADS_1


Terimakasih telah baca sampai bab ini ...


__ADS_2