System : Unknown

System : Unknown
Chapter 46 -Passive Skill-


__ADS_3

Jdarr ... jdarr ... jdarr ...


Aku terus-terusan melayangkan bola api pada para monster itu tuk beberapa waktu. Yah, ini hanya mengetes skill pasif, Growth ... seperti apa peningkatan yang terjadi?


Hasilnya cukup bagus, bola api yang awalnya tak mampu melukai Shellshield dan Rock Lizard sekarang sanggup membakar tubuh kedua monster itu meskipun kecil.


Skill yang cukup mengerikan, skill yang mampu membuatku terus berkembang.


"Jumlahnya masih sangat banyak!?" Kataku menyipitkan mata melihat kumpulan monster yang kupikir jumlahnya tetap sama.


Aku kembali berpijak pada tanah, kaki bahkan belum menempel, tapi serangkaian serangan sudah mengarah padaku.


Swush ... swush ... swush ...


Para Dessert wolf menembakan peluru angin yang diiringi dengan bola api dari Rock Lizard, kedua serangan itu saling menguatkan yang menciptakan serangan kombinasi yang kuat.


"Earth Dome!"


Aku membentuk sebuah kubah tanah untuk membendung serangan itu, tapi tak berhasil.


Jdarrr ...


Pertahananku jebol, aku langsung mengambil jarak sejauh mungkin dari para monster.


"Yah, ini sangat menyenangkan?" Aku tersenyum puas dengan nafas yang terengah-engah.


Maniak pertarungan! Mungkin memang benar, aku sangat senang dengan kondisi pertarungan yang menyudutkanku/aku ekstra kerja keras agar bisa memenangkannya. Apalagi kondisiku saat ini adalah harus menghabisi para monster itu dengan kekuatanku sendiri, tidak bergantung pada skill-skill dari System⟨Luxury⟩


Tingkatkan sihir paling tinggi yang aku bisa adalah sihir elemen petir, tahap tertinggi.


Sementara itu puluhan ribu monster mulai mengelilingiku lagi, tak membiarkanku untuk bernafas lebih lama. Mereka semua menyerang dengan kemampuan khususnya masing-masing.


Sriettt ...


Beberapa serigala berniat menerkamku, dengan mudah aku menghindar dan membelah mereka menjadi dua. Menghadapi beberapa memang mudah, tapi ... berapa lama aku bisa bertahan?


"Thunder blast!"


Boammm!


Aku perlu membuat mereka berpencar, ini memberiku kesempatan untuk menghabiskan mereka satu per satu.


Slash ... Slash ... Slash ...


Jumlahnya bisa aku kurangi meski itu hanya 1% dari keseluruhan.


"Oh, ya ... bukannya ada kalajengking dan slime? Dimana—apa ... sial!?"


Pasir di bawahku secara perlahan menghisapku—menarikku ke bawah. Dan yang lebih mengejutkan belasan slime muncul dari dasar pasir, mereka membalut kakiku dari telapak sampai paha dengan tubuhnya.


"Sialan ...!"

__ADS_1


Tubuh para slime itu mengeras menjadi tanah, kakiku benar-benar tersegel pergerakannya, sedangkan tubuku tak berhenti tenggelam.


"Voltage ...!"


Aliran petir bertegangan tinggi menyelimuti tubuhku, slime yang telah mengeras itu langsung hancur. Tapi ...


"Apa-apaan ini?"


Hancur dan muncul lagi ... begitulah, setiap slime yang aku hancurkan, muncul slime lain yang menggantikannya.


Jleb ...


Aku terlalu fokus pada slime-slime itu sampai tak waspada pada monster lainnya. Beberapa ekor kalajengking yang muncul dari bawah pasir menusuk tubuhku, menyuntikkan racun. Rasa sakit yang amat seketika mengerang.


"H-heal ...!?"


Sihir penyembuhan sederhana untuk mengurangi efek racunnya. Selagi menyembuhkan diri, sekuat tenaga aku mencoba memotong ekor-ekor itu sambil menahan rasa sakit efek racunnya.


Tubuhku pun menyisakan setengah bagian yang belum tenggelam, para slime itu terus memperangkapku ...


Rasanya aku ingin tidur saja!


"Kiya, jangan menyerah! Lawanmu ke depannya akan lebih mengerikan! Lewati batasanmu, berbuat nekat lah! Kadang itu bisa—" Teriak Ashera.


"Diam, Ashera!"


Benar yang dikatakan Ashera, jika aku masih bisa bernafas ... aku harus berjuang sekuat tenaga sampai aku benar-benar mati.


"Taifun!"


Aku di terbangkan sangat tinggi ke atas. Aku baru saja menciptakan tornado super besar yang meluluhlantakkan ribuan monster.


Tornado itu tak bertahan lama, aku dan semua monster itu pun terhempas dari ketinggian yang ekstrim.


«Passive skill, Super Resilience didapatkan»


«Passive skill, Overdrive didapatkan»


«Passive skill, Poison Resist didapatkan»


Bak ... jdarrrrr ...


Aku akhirnya mendarat ke tumpukan pasir itu bersama dengan para monster.


Rasanya sakit, sangat sakit ... tapi entah mengapa aku berhasil selamat. Mungkin berkat beberapa skill pasif yang tiba-tiba aku dapatkan. Ini salah satu peningkatan System⟨Luxury⟩ jika aku berada dalam kondisi tertentu secara terus-menerus atau melakukan sesuatu secara berulang, aku akan mendapatkan sebuah skill pasif.


Contohnya Poison Resist, aku mendapatkannya karena tubuhku secara terus-menerus menerima racun dari Scorpio.


Sekarang racun dari kalajengking itu tak terlalu berefek padaku.


"Kiya, apa kau mau melanjutkannya?"

__ADS_1


"T-t-tentu saja!" Kataku berusaha berdiri. Katana Ashera terlempar cukup jauh, tapi dengan cepat pedang itu datang sendiri ke tanganku kembali.


Ashera yang menjadi penonton dari langit tersenyum puas lalu dia menunjuk ke arah gerombolan ular berkepala delapan. "Cepat kalahkan ular itu!"


Sejumlah monster seperti Desert Wolf, Rock Stone, Sand Slime, Scorpio telah mati akibat tornado yang sangat besar tadi. Monster yang bertahan adalah Shellshield dan tentu saja ... si ular berkepala 8, Orochi.


Aku ragu bisa menang atau tidak, Mana-ku tersisa 30-an %, dan pemulihan Mana yang cukup lambat. Terlebih lagi dengan luka yang tak bisa sepenuhnya sembuh.


"Berjuang keras!"


.


.


.


"Viola, kau terlambat!"


Viola baru saja membuka pintu, dan sudah ada orang yang langsung melayangkan kalimat yang lumayan menusuk itu.


"Maaf, ada gangguan di jalan!" Balas Viola dengan badan yang sedikit tertunduk, lalu berjalan menuju ke kursi yang masih kosong pada meja berbentuk segi lima.


Viola pada kenyataannya adalah orang yang datang paling akhir. Tentu saja semuanya cukup bosan menunggu, tidak ... hanya satu orang yang merasa seperti itu.


"Woah, semuanya sudah datang?!" Kata seorang wanita berambut biru yang melakukan peregangan karena telah tidur cukup lama.


Pria yang pertama menegur Viola, saraf di dahinya bermunculan karena tingkah wanita itu.


"Fene, kau seorang wanita! Tapi, kenapa terlalu pemalas? Seharusnya—"


"Ah, selamat pagi! Apa rapatnya sudah selesai?" Kata seorang pria berambut abu-abu—Ranan mengucek-ngucek matanya, dia baru saja bangun setelah cukup lama terlelap.


"Ra-nan ...! Bahkan kau juga?!" Kata pria dengan rambut cokelat yang semakin geram atas tingkah semua rekannya.


"Kenapa ribut-ribut? Apa aku ketinggalan sesuatu?" Pria berambut pirang melihat seisi ruangan dengan bingung.


"Aku akan membunuh kalian semua!" Teriak si pria berambut cokelat penuh dengan kemarahan, dia merasa sudah dipermainkan.


Kelihatan seperti sekelompok orang yang tak bisa serius dan suka menyepelekan sesuatu. Tapi, sejujurnya mereka hanya mencoba tuk menenangkan diri.


Memikirkan kemungkinan bertempur dengan iblis yang pernah muncul di masa lalu membuat mereka gugup, jadi sewajarnya jika mereka memutuskan untuk tidur.


.


.


.


Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.


Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.

__ADS_1


aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.


Dah ... see you


__ADS_2