
Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.
Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.
Selamat membaca, semoga terhibur.
...
"Vian, turunkan dia!"
Bag ...
Kiya dibawa terbang keluar dinding kota Xely. Viola terbang menggunakan sihir sejenis dengan skill Hide dan Stealth, para warga kota tak akan heboh ada seekor burung biru besar terbang di atas kota.
"Kau kasar—akhh ...!"
Viola dengan sigap langsung memelintir tangan Kiya ke belakang badannya. Dia takut Kiya akan memanfaatkan waktu jeda dia diturunkan untuk kabur karena kecepatannya di atas rata-rata.
"Sekarang, jawab! Siapa kau?"
Kiya tak menjawab, dia hanya meringis kesakitan ketika Viola mencengkeram tangannya.
"C-c-cewek ini sungguh kuat!"
Tak kunjung mendapatkan respon, Viola menguatkan cengkramannya.
"Kau ingin aku menghancurkan tanganmu?"
"Yah ... dia seorang pahlawan! Dia pasti hanya menggertak—akhhh ... dia tak ragu untuk menghancurkan tanganku!?"
[Bagaimana Tuan?]
"Hahaha ... tulang lenganku sudah retak! A-ku berjudi dengan nasib!"
"Vian, buka tudungnya!"
Akting Kiya pun dimulai.
Paruh besar dan tajam milik burung biru itu merobek tudung jubah yang mencegah wajah Kiya terlihat oleh Viola. Dan saat Viola melihat jelas wajahnya ...
"A-pa? A-ku tak p-punya niat bu-ruk! A-ku hanya takut, apa salah aku memenggal kepala mereka berdua? A-pa kau terima teman dan keluargamu diperlakukan semena-mena di depan matamu?" Mata Kiya berlinangan air mata, semua emosi yang sudah dia pendam dari tadi sudah dikeluarkan. Yah ... meskipun itu palsu.
"Eh? A-a-aku t-t-tak bermaksud—Ahh, iya ... aku minta maaf!?" Termakan dengan akting Kiya. Viola langsung melepaskan tangannya, dia kelihatan sangat bersalah menyaksikan luapan emosi Kiya.
Kiya hanya diam, dia terus menundukkan kepalanya, air matanya pun tak berhenti tuk menetes. Kiya sungguh aktor yang hebat.
"M-m-maaf ... akan kusembuhkan tanganmu!"
"System, aku sungguh ingin tertawa!"
[Tahan, Tuan! Kita bisa menertawakannya nanti]
Cahaya biru yang melembutkan itu pun sukses memulihkan tangan Kiya. Setelah itu suasana canggung menghampiri mereka, tak ada yang memulai pembicaraan.
"Hahaha ... system, ini sangat lucu. Lihat wajahnya itu! Andai saja ada kamera agar aku bisa mengingat ini selamanya!"
[Di shop ada benda seperti itu, Tuan]
__ADS_1
"Woah ... benarkah? Berapa harganya?"
[....]
"Hmm ... jangan memberitahuku jika tidak bisa kubeli."
"A-ku sungguh minta maaf. Mungkin saja jika aku berada di posisimu ... pasti aku akan melakukan hal yang sama. A-ku sangat menyesal sudah membuatmu sedih!" Viola menunduk sedalam mungkin hingga membentuk sudut di bawah 90°. Matanya mulai berair, dia memang menyesalinya.
"Apa aku kelihatan jahat, system?"
[Tuan sangat jahat karena sudah membuat seorang perempuan menangis]
"Sekuat-kuatnya dirinya ... dia tetap seorang cewek, dan cewek rapuh soal perasaan."
[Sebenarnya ini adalah kesempatan untuk lari. Viola sudah sangat lengah]
"Yah ... kau ada benarnya. Tapi, bagaimana dengan burung besar ini? Dia kelihatan sangat kuat! Aku belum bisa menghadapinya!"
[Blue alerion ... monster dengan kategori rank A. Benar, Tuan tak akan bisa menghadapinya]
"A-ku tak pantas menyandang gelar pahlawan, kan?" Viola menatap Kiya dengan mata yang sangat sayu.
"Mental cewek ini sudah hancur! Sehebat itukah akting-ku?"
"Pahlawan hanya mitos menurutku!"
Viola tak bisa berkata apa-apa, sekarang giliran Viola yang terus menundukkan kepala.
"Yah ... kalian hanya menyelamatkan seseorang jika ada laporan. Kau bahkan tak tau bahwa pedagang budak masuk-keluar ke semua kota menjual budak kepada para bangsawan tidak berguna!"
[Anda sangat kejam, Tuan]
Kata-kata menyakitkan yang dilontarkan oleh Kiya sukses membuat Viola tersadar bahwa dirinya selama ini bermain-main dengan title pahlawan. Berkeliling dunia, menaklukkan dungeon? Dia melakukan itu saat kejahatan merajalela.
Viola seolah ingin membunuh dirinya sendiri.
"A-ku sangat membenci pahlawan, mereka selalu datang terlambat. Ke-tika semua selesai ... cih, aku benci mengatakan ini! Karena ada pahlawan bodoh sepertimu, DIA MATI!" Kiya berteriak pada dua kata terakhirnya.
Blue alerion yang menyadari tuannya akan tumbang, sigap menggunakan tubuhnya sebagai sandaran Viola yang tak bisa lagi berdiri. Kiya menjatuhkan mental Viola sangat dalam.
"Pahlawan hanya bisa menjanjikan sesuatu yang manis. Dan juga mereka melakukan tugasnya karena mengharapkan sesuatu. Yah ... pahlawan memang sosok yang hina!"
"... A-a-aku bu-k—" Viola kehilangan kata-kata. Dia ingin menyangkal perkataannya, namun ... tidak seluruhnya yang dikatakan Kiya salah. Dan Viola sadar, dia tidak melanjutkannya karena memang itu faktanya.
"Terlepas dari semua yang kukatakan padamu ... aku bisa mengatakan ini ..." Kiya mengambil jeda untuk menarik nafas.
"Aku percaya padamu!"
Viola yang terkejut langsung melihat wajah Kiya. Sekarang ekspresi yang ditunjukkannya sudah 180° berubah.
"Aka percaya kau bisa berubah. Lagi pula kau adalah orang yang sangat kuat, Viola! Jadilah True Hero bukan Fake Hero." Tak terduga, Kiya mengirimkan senyum lembutnya.
Belum sampai di situ ...
"A-ku minta maaf atas kata-kataku yang telah menyakitimu. Tapi, itu untuk menyadarkanmu. Jadi ... apa Nona Viola mau memaafkanku?" Kiya mengulurkan tangannya pada Viola dengan senyuman yang belum hilang.
Viola mematung beberapa saat sampai dia akhirnya sadar tangan pemuda itu menunggu untuk diraih. Tangis Viola pun pecah.
__ADS_1
"Y-yah ... aku berjanji pasti akan menciptakan kedamaian bagi semua orang." Viola meraih tangannya. Dia berusaha untuk segera menghapus tangisnya dan menggantinya dengan senyuman.
Namun ... sudut bibir Kiya agak turun, dia tak terlihat senang setelah mendengar kata-kata terakhir Viola.
"Seharusnya kau tak membuat janji seperti itu! Kedamaian bagi semua orang, kebahagiaan bagi semua orang, melindungi ... itu adalah hal yang mustahil! Hatimu akan sakit jika kau tak bisa mewujudkannya ..."
...
[Saya takjub dengan apa yang Tuan lakukan]
"Kau memuji, tapi nadanya sangat datar. Seperti bukan pujian!?"
[Meskipun cara agar bisa terlepas dari Viola terlalu ribet bagi saya]
"Heh ... kau tak tau rencanaku! Di masa depan cewek itu akan berguna. Dan juga aku kasihan padanya yang tak tau apa-apa tentang kejamnya dunia. Dia masih polos! Aku harus membuatnya sadar!"
[Tuan ingin menjadikannya patner?]
"Begitulah ..."
[Patner cinta]
"Aku akan menghajarmu jika saja kau punya wujud fisik!"
[Saya hanya bercanda]
Kiya bergidik ngeri. "Kau kadang menakutkan, system!"
Setelah usai menyelesaikan urusannya dengan Viola, mereka berdua berpisah. Pahlawan itu tak akan mengejar Kiya lagi, dan kini dia dengan leluasa berjalan-jalan di kota. Viola tak lupa memberikan uang, dia tahu bahwa Kiya tak memiliki uang sepeser pun.
"Heh ... dia bahkan memberiku uang!?"
[Artinya Viola perhatian pada Tuan]
"Sudahlah system, jangan menggodaku! Kau hanya membuatku merinding mendengarkan suaramu."
Tak hanya memberikan uang, Viola juga mengganti jubah milik Kiya dirobek oleh peliharaannya dengan miliknya sendiri. Kiya sekarang memakai jubah putih bersih.
"Wangi tubuhnya!"
Kiya sedikit malu ketika aroma samar tercium dari jubah yang dia kenakan.
[Tuan mulai Baper!]
"Diamlah!"
Buk ...
Kiya secara tak sengaja menyenggol seseorang. Dia kemudian mulai meraba di sekitar pinggang kiriya ... kantong uang yang digantungkan di sana raib.
"Baiklah ... umpan sudah dimakan!"
Kiya sengaja menggelantungkan kantung berisi uang pemberian Viola di pinggangnya. Itu untuk memancing seseorang untuk mencopetnya. Dan Kiya bisa memulai leveling, mulai sekarang dia harus menimbun banyak poin.
[Leveling memburu monster ❌
Leveling memburu manusia✔️]
__ADS_1
"Aku akan memburu monster saat aku bisa menghabisi rank A dengan mudah!"