System : Unknown

System : Unknown
Chapter 25 -Nafsu-


__ADS_3

Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.


Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.


Selamat membaca, semoga terhibur.


...


Pagi ini diwarnai oleh berita yang cukup buruk. Suasana suka cita karena berhasil merdeka dihancurkan oleh seseorang, tepatnya oleh seonggok mayat yang ditemukan di area yang digunakan untuk memasak dan menyimpan bahan makanan ... alias dapur.


"C-celia ...?" Salah seorang dua bersaudari, Balta tak mampu menahan tubuhnya tuk berdiri,. alhasil ... Balta sang adik pun sempat akan tak sadarkan diri.


Mayat yang dimaksud adalah Celia, yang menemukannya untuk pertama kali adalah dua bersaudari, Syilta dan Balta.


Kondisi Celia saat ditemukan kulitnya sudah pucat dan mulai mengundang para hewan pecinta busuk. Tak ada luka yang ditemukan di sekujur tubuh selain mulutnya yang mengeluarkan busa.


"S-siapa yang tega melakukan ini?" Lirih Balta lemas di pelukan sang kakak.


Sebagai seorang sahabat yang sudah kenal sejak kecil, kematian Celia pasti sangat berat bagi mereka. Apalagi ini adalah semacam kasus pembunuhan.


Berita pada pagi itu langsung membuat kehebohan. Kedamaian dan ketentraman menjadi terusik, rasa takut dan khawatir sekali lagi menyerang mereka.


"Huh ... beginilah, ini perkembangan yang tak kuduga!?"


[Tuan memang sudah menduga akan ada yang mati]


"Ya, betul. Tapi, Celia ...? Ini tak masuk perkiraan!"


Belum terlalu dekat dan kenal belum genap sebulan, Kiya tak terlalu berkabung atas kepergian Celia. Sikapnya masih biasa saja, yah ... Kiya selalu menekan perasaannya.


Kiya sibuk melihat semua orang yang menyempatkan waktu di pagi buta pergi ke dapur untuk melihat kejadian ini.


"System, menurutmu?"


[Mungkin bunuh diri, Tuan]


"Jawabanmu memang selalu asal, tapi ada sedikit kemungkinan!"


Tubuh Celia tak dibiarkan berlama-lama, mereka dengan sigap langsung mengurus pemakamannya. Suasana pagi itu benar-benar berkabung dan rasa kekhawatiran meningkat tajam. Tak ada satu pun orang yang membiarkan dirinya sendiri, mereka terus berkelompok dalam melakukan sesuatu.


Ada anggapan duri dalam daging.


Akibat dari kematian Celia, fokus mereka bisa dibilang lenyap pada Putri Calsya dan beberapa rencana pengembangan kota. Prasangka duri dalam daging lah yang menciptakan rasa tidak saling percaya yang menghambat kemajuan.


Perkembangan yang sangat buruk menurut Kiya.


"Aku harus bersiap jika Pencari Putri Calsya akan segera datang!"


Jika Putri Calsya tak kunjung kembali, maka itu memantik kecurigaan dan kecemasan pihak kerajaan. Seharusnya mereka pasti akan mengirim beberapa orang untuk datang ke sini memastikan sesuatu.


Perjalanan dari ibukota ke kota Xely membutuhkan waktu setidaknya 3-4 hari perjalanan darat. Jalur udara lebih cepat, paling lama 2 hari.

__ADS_1


[Apa Tuan sedih?]


"Pertanyaanmu aneh! Jika ditanya begitu ... tentu saja aku akan menjawab 'Yes'."


Putri Calsya sampai saat ini masih belum sadar. Kiya dengan setia menunggu terbangunnya si Putri tidur, dia harus memastikan sesuatu.


"Apa Celia benar-benar tega melakukan itu?" Gumam Kiya tiba-tiba, dia menatap tajam wajah Putri Calsya.


[Bukannya itu sifat dasar manusia? Mereka akan melakukan apapun demi sesuatu yang mereka anggap penting]


"Itu memang benar! Tapi ... beberapa minggu ini ... aku cukup yakin dengan penilaianku." Kiya mengacak-acak rambut saking kesalnya. "Yah, mungkin aku salah!? Cinta memang menakutkan!" Sambung Kiya tersenyum masam.


[Cinta yang berlebihan lahirlah nafsu, Tuan]


Kiya tersentak terhadap pernyataan dari system yang membangkitkan pikiran liar dalam benaknya. Kiya dengan sedikit marah menggigit bibir bawahnya sendiri sampai darah menetes dari mulutnya.


Perasaan kesal, marah, bercampur aduk. Sorot mata Kiya kini penuh dengan kebencian, perasaan yang kental ingin membalas dendam.


"Ahahaha ... jadi, begitu ...? Yah ... mungkin ini masih belum bisa dipastikan kebenarannya. Tapi, akan kubuat dia menyesal sudah lahir di dunia ini!"


[Kemungkinannya masih 40%, Tuan]


Celia terbunuh karena perbuatannya sendiri. Dia hendak menghabisi Putri Calsya, namun dengan kemampuannya saat ini ... Celia hanya mengantar nyawanya. Dan ada sesuatu yang aneh pada diri Putri Calsya.


Celia melakukan itu juga karena terpengaruh sesuatu, dan kecurigaan itu ...


"Volancy ...! Bersiaplah!"


...


Putri Calsya PoV


"J-j-jangan pergi! Eh?"


Mimpi buruk, yah, aku selalu memimpikan hal ini berulang kali.


Umm ... ada yang berbeda. Ranjang yang aku baringi tidak ada sensasi empuknya sama sekali, malah tergolong keras. Dan ... tempat ini juga sempit dan pencahayaannya yang redup, ini bukanlah di kamarku. Tunggu, apa ini sebuah penjara?


"Tuan Putri, Anda sudah baikan?"


Aku terkejut ternyata ada manusia selain diriku di ruangan ini. Dia adalah satu-satunya bocah yang aku lihat saat penyambutan.


"Y-yah, di mana ini?"


Aku berusaha mendudukan diri dan mencoba merangkai semua memoriku, kenapa aku bisa berakhir di tempat ini? Seingatku, aku sedang dalam perjalanan kembali ke ibukota, lalu ... ada semacam serangan yang membuat kereta kami terhempas di udara. Setelahnya ... aku tak mengingat apa pun.


"Tuan Putri sedang ada di tempat pengungsian yang ada di bawah tanah."


Kota Xely melakukan kudeta dan pihak kerajaan tak membiarkannya. Jadi, sejumlah prajurit dan pahlawan Ranan dikirim untuk mengatasi masalah ini, perintah untuk menghancurkan kota kecil ini pun diberikan.


Dan sangat luar biasa, mereka berhasil menahan gempuran kami dan berhasil membuat pahlawan Ranan mundur dan memberikan jaminan.

__ADS_1


Ini semua terjadi karena ... yah, sesosok misterius yang membantu kota ini, jika tidak ... kota ini pastinya sudah rata. Dan sosok itu mirip dengan bocah di samping ranjangku ini.


"Apa ada yang aneh pada diri saya, Yang Mulia?" Kata bocah itu dengan bingung menelisik setiap inci tubuhnya.


"Tidak! Jadi—"


"Apa yang kau lakukan tadi malam?"


Aku sedikit tersentak, perubahan nada bicara dan sorot matanya berubah tajam. Dia sekarang penuh dengan aura yang mengintimidasi.


"A-pa maksudmu, a-ku tak—"


"Tugasmu tinggal menjawab, Putri!"


Entah dari mana, secara mengejutkan sebuah pedang dengan bilah yang tipis muncul lalu ditodongkan tepat di leherku. Aku secara spontan mengangkat kedua tanganku ke atas.


"Aku sungguh tak tau apa-apa! Dan apa maksudmu ini? Kau bisa eksekusi karena—"


"Kau tak sadar dengan posisimu sekarang?!" Pedang itu semakin dekat dengan leherku, aku pun merasa sedikit perih karena luka sayatan yang kecil.


"Aku tak tau apa salahku padamu. Tapi, aku sungguh tak tau apa-apa. Aku tak mengingat apa pun. Ingatan terakhir yang kuingat adalah rombonganku yang diserang oleh seseorang! Tolong jangan bunuh aku! Aku akan memberikan apa pun yang kau mau!" Aku cuma bisa mengatakan semua itu. Dia tidak percaya ...? Ya sudahlah, memang itu yang bisa kukatakan.


Aku pasrah mati di tangannya. Mataku sampai terpejam dan aku menggigit bibirku sendiri untuk menahan rasa sakit saat terpenggal. Namun ...


"Huh ... baiklah, maafkan saya Tuan Putri!" Dia mendadak menghembuskan nafas malas lalu menyarungkan pedangnya kembali. Nada bicara dan sorot matanya pun kembali sepertinya semula.


Hah ...? Apa maksudnya semua ini?


Aku sungguh bingung dengan pikiran bocah ini. Aku tak bisa menutup mulutku yang menganga lebar. Sebenarnya apa yang terjadi?


Apa aku hanya dipermainkan?


"Okay, nah ... ayo Putri Calsya, saya akan mengajak Anda berkeliling. Oh, ya ... Anda pasti lapar? Saya akan mencarikan sedikit makanan!" Katanya lembut dengan tangannya terjulur ke arahku.


Meskipun bingung dan ketakutan, aku tetap meneruskan uluran tangannya. Akan tetapi ... Dia mendekat ke arahku, wajahnya pun sangat dekat.


"Dengarkan ini ...! Sebaiknya Anda tutup mulut soal tadi atau saya akan benar-benar membunuh Anda!" Bisiknya tepat di telingaku.


"Nah, ayo kita jalan-jalan!?" Sambungnya tersenyum lebar.


D-d-dia sungguh mengerikan!


...


Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.


Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.


aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.


Dah ... see you.

__ADS_1


__ADS_2