
Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.
Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.
Selamat membaca, semoga terhibur.
...
Dua orang berjalan melewati suatu lorong
dengan santai, seorang remaja laki-laki berjalan agak tertinggal di belakang, sedangkan seorang wanita dengan seragam Maid memimpin di depan.
"Sungguh menyebalkan!" Gumam remaja laki-laki yang tak lain adalah Kiya yang sedang dalam perjalanan menemui Raja di ruang singgasana.
Suasana hati Kiya sedang jatuh. Bagaimana tidak ... dia hampir mati karena tipu. Dia sudah mengetahui garis besar kejadiannya dari cerita Luxury. Fakta yang mengejutkan.
Tapi, yang paling mengejutkan adalah Rayha hanya pesuruh.
Kiya sakit kepala menanggapi ini, dia merasa semua hal yang dilaluinya memang sudah direncanakan sedemikian rupa.
"Luxury, katamu ada seseorang yang sudah merencanakan ini. Semuanya ... kudeta, dan lalu ini ... apakah dia memang mengincarku?"
«Begitulah kenyataannya»
"Cih ... sungguh tak masuk akal! Aku belum lama tiba di dunia ini dan belum berinteraksi dengan banyak orang ... tiba-tiba aku sudah punya musuh."
«Menurut administrator-ku, Asmodeus ... sosok itu tidak mengincarmu, ini dilakukan secara random»
Mata Kiya terbuka lebar, dia juga seketika berhenti berjalan. Hal itu lantas membuat Maid yang menjadi penunjuk jalan sedikit bingung.
"Ada apa Tuan?" Tanya sang Maid sopan.
"Huh ...? Ahh, tak apa-apa!?" Kiya dengan canggung memegangi bagian belakang dan mulai berjalan kembali mengabaikan si Maid yang tak mengerti situasinya.
"Dia punya dendam tersendiri dengan orang sepertiku, kah?
«Itu kemungkinan terbesarnya»
Setelah berjalan beberapa menit akhirnya Kiya sampai di ruang singgasana.
Ruang singgasana sama dengan apa yang dibayangkan Kiya. Ruangannya cukup besar mungkin setara lapangan sepakbola. Kiya harus menyipitkan mata agar bisa melihat rupa orang-orang yang ada di sisi sebrang ruangan itu.
Kiya mulai berjalan, banyak pasang mata mulai memperhatikan tak membiarkannya membuat gerakan yang tak ada hubungannya dengan berjalan.
"Mereka sangat waspada padaku!"
Kiya mengacuhkannya, matanya sendiri fokus mengindentifikasi setiap orang yang ada di ruangan itu. Selain keluarga kerajaan, penghuni ruangan singgasana rata-rata adalah prajurit ditambah dengan beberapa petinggi kerajaan. Yah ... mereka sangat mewaspadai Kiya.
"Di mana Duke itu?" Pikir Kiya kesal. Orang yang dia carinya tak ada.
"Berhenti ...!" Seru seseorang.
Kiya dengan patuh mengikuti instruksinya, kemudian sedikit melirik ke arah orang yang sudah menghentikan langkahnya.
__ADS_1
"Mereka terlalu takut, ya?"
Kiya masih menyisakan jarak 20 meter dari tempat Raja duduk di kursi kebangsawanannya. Jarak yang tidak ideal untuk melangsungkan pembicaraan.
"Apa di dunia ini ada semacam alat pengeras suara? Eh? Tidak, ini dunia sihir. Benda seperti itu pasti ada?!"
"Terimakasih telah memenuhi panggilan saya!?" Kata Raja dengan lantang. "Pertama-tama perkenalkan—"
"Ini juga kehormatan bagi saya. Tapi, kuharap ini cepat, saya tak punya waktu!?" Kata Kiya dengan nada biasa, tapi kelihatan memerintah.
Semua orang yang ada di sana langsung bereaksi. Setiap prajurit langsung mengeluarkan senjatanya, dan yang lainnya bersiap dengan Rapalan mantra. Mereka sangat marah pada Kiya karena sudah merendahkan Raja secara terang-terangan.
Kiya menanggapinya dengan tersenyum, hal itulah sontak memanaskan suasana yang sudah panas dari awal.
Tak seperti para bawahannya, sang Raja tampak tenang atas kelakuan Kiya yang punya niat memprovokasi.
"Tenang saja ini akan cepat!" Sang Raja menepukkan tangan sekali lalu datang seorang Maid membawa sebuah kantung.
"Itu hadiahmu!"
Maid itu lantas menunjukkan isi dari kantung itu. Isinya adalah ribuan keping koin emas yang bercampur dengan beberapa batu pertama yang indah.
Kiya melihatnya sekilas ... dia tampak tak peduli.
"Dan ada satu lagi ... maukah kamu menjadi—"
"Aku menolak!" Kiya tak membiarkan Raja menyelesaikan perkataannya.
Dan ... Yap, semua orang di sana sudah tak bisa menahan amarahnya. Jadi, menyeranglah mereka bersamaan.
Mereka semua mati sebelum bisa menyerang Kiya. Cara kematiannya pun berbeda-beda, kepala terpenggal, tubuh terpanggang, dan lain sebagainya.
Raja beserta keluarga kerajaan lainnya tak bisa menutup mulutnya. Semua yang ada di sana tak tau apa yang baru saja terjadi.
"A-pa alasanmu menolak tawaran saya?" Raja berusaha bersikap tenang.
"Umm ...?" Kiya melirik Putri Calsya sebentar. "Begini saja, apa tujuan kalian sehingga membutuhkan kekuatan yang besar? Apa militer kalian masih belum cukup?"
"T-t-tujuan? Tujuan saya adalah untuk melindungi kerajaanku dari bahaya—"
"Omong kosong!"
Kiya sudah tak memiliki minat untuk berlama-lama di sana, dengan sedikit acuh dia mengambil kantong emasnya dan berbalik pergi. Tak ada orang yang berniat menghentikannya.
"A-pa yang sebenarnya terjadi? Apa dia yang melakukannya?" Batin salah satu orang itu.
"Sampai jumpa, terima kasih hadiahnya!?" Kiya pun melambaikan tangannya tanpa berbalik.
...
Manifestation, yah itu adalah skill yang digunakan Kiya untuk membunuh sekumpulan orang di ruang singgasana. Skill itu memungkinkan untuk mewujudkan perasaan seseorang terhadap Kiya. Sebagai contoh, ada orang yang hendak memenggal Kiya, dengan manifestation ... Kiya dapat mewujudkan sekaligus membalikkan niat membunuh orang tadi, alhasil kepalanya yang terpenggal bukannya Kiya.
Salah satu skill yang merepotkan, yah ... itu jika tak ada batasan penggunaan.
__ADS_1
"Hmm ...? Kemampuan yang diberikan Asmodeus ternyata sangat mengerikan! Tetapi, Mana-ku langsung anjlok ke angka 10%, heh ... bayarannya sangat mahal!"
«Memang begitu mekanismenya. Jika tidak, kau akan terlalu kuat!»
"Huh, menyebalkan! Hmm ... oh, ya ... Luxury, cari keberadaan Duke Volancy!"
«Tidak terlacak!»
"Hmm ... jangan sampai kejadian tempo hari terulang! Akan kucari dia sampai dapat!"
Pencarian Kiya pun dimulai, titik pertama yang diprioritaskan adalah istana. Karena tadi dia sudah mendeklarasikan bahwa akan pergi, jadi terpaksa Kiya menyamar menjadi prajurit penjaga.
"Luxury, kenapa tidak bisa terlacak? Seharusnya sangat mudah bagimu, kan?"
«Itu misteri terbesarnya»
"Cih ... pasti ada trik dibalik ini!"
Kiya melakukan pencariannya ke penjuru istana dan itu tak berjalan lancar. Status sebagai penjaga tak terlalu bisa menjangkau setiap sudut, ada beberapa tempat yang tak bisa didatangi karena beberapa alasan. Jadi, Kiya semakin fokus memerhatikan setiap orang yang ditemuinya, dikhawatirkan ada indikasi dia juga melakukan hal yang sama.
Dan hasilnya tak banyak berubah ... Kiya tak bisa menemukannya.
"Si Duke itu ...! Luxury, tentukan tempat selanjutnya!"
«Tentu saja seluruh kota ini»
"Hebat sekali!"
«Tunggu sebentar Kiya! Kau tak memikirkan kondisi istana dan kota ini setelah terjadi kekacauan tadi»
"Tentu saja!"
Tepat setelah Luxury mengingatkan Kiya, tepukan di pundak langsung dirasakan Kiya. Sontak itu membuatnya langsung melompat menjauh.
"Ahh ... hebat sekali penyelamat adikku ini!"
"Hoi, hoi ... Luxury, apa-apaan ini? Si Putri pertama menemukanku! Kau tak memberitahu?"
«Tak termasuk dalam radar. Dia sepertinya administrator»
"Hah ...?" Teriak Kiya keceplosan.
"Hei, ada apa? Kamu tidak gila karena hanya karena kecantikanku, kan?" Kata si Putri pertama sangat percaya diri mengibaskan rambut perak panjangnya.
"Dia tidak dirasuki oleh iblis itu, kan?"
«Tidak. Meski sama, tapi auranya berbeda dengan Administrator! Ini ada hubungannya dengan percobaan kerajaan ini!"
...
Pokoknya aku ucapin terimakasih pada pembaca yang bisa terus baca sampe chapter terupdate.
Maaf 🙏 nggak bisa ngasih cerita yang bagus.
__ADS_1
aku bakal usahain cerita ini agar bisa tamat.
Dah ... see you