
Sebelum membaca alangkah baiknya menyentuh tombol like terlebih dahulu jika suka dengan Chapter ini dan tinggalkan komentar jika ada kekurangan atau kelebihan.
Jangan lupa tekan tombol favorit, agar tak ketinggalan update.
Selamat membaca, semoga terhibur.
...
"Hah ...?"
«Cara kerja skill itu adalah barang siapa yang mendengar perintah suaramu, tubuh mereka otomatis menurutinya»
Aku memang belum memeriksa deskripsi skill Absolute Command, tapi aku tak tahu jika cara kerjanya seperti ini. Ukh ... Mana-ku lama-lama tersedot dengan deras, sepertinya semakin banyak target, semakin banyak Mana yang digunakan.
"Ahh ... biarlah, begini sudah cukup. Orang itu tak akan bisa kabur!"
Aku melesat melalui celah para manusia yang mematung dengan leluasa, tujuannya adalah pada seseorang yang mengenakan jubah abu-abu yang kondisinya sudah mematung tak bergerak.
"Kena kau!"
Orang itu pun aku bawa seperti karung di bahu kananku tuk dibawa ke tempat yang lebih sepi. Dan dengan segera aku menonaktifkan skill itu. Kemudian aku memutuskan untuk membawa orang ini keluar kota.
"Lepas!"
Keadaan kembali normal dan semua orang bisa bergerak bebas lagi.
Huh ...aku bisa bernafas lega, Mana yang sebenarnya belum terisi penuh tidak jadi surut lagi.
Aku membawa orang ini tuk pergi keluar kota sekalian menunggu Masilla meskipun masih menyisakan waktu beberapa jam sebelum pertemuan.
"Akhh ... sa-kit! To-long lepaskan aku!" Rintih orang itu kesakitan saat aku memelintir tangannya ke belakang.
"Sebenarnya untuk apa kau berpakaian seperti ini? Mencurigakan sekali, kau ingin kabur, Putri Calsya?" Kataku sambil melepaskannya.
"Eh?"
Orang ini dengan cepat berbalik untuk melihat bagaimana wujudku. Dia bergegas membuka tudung jubah yang sedikit menghalangi penglihatannya. Dia—Calsya terkejut setengah mati, dia hendak melakukan langkah seribu, tapi tak kubiarkan.
"Kyaaa ...! Hei, to-long lepaskan! Untuk apa kau melakukan ini?" Kata Calsya meringis kesakitan karena tangannya ku cengkram dengan kuat.
"Ah, tenang saja! Aku tak akan menyakitimu, kau cukup di sini saja menemaniku!"
Sedikit takut, Calsya tak punya pilihan selain mengangguk. Dia bersikeras untuk kabur juga percuma, aku akan mengejarnya sampai dapat.
Setelah ini, aku tak punya niat untuk mencari Duke itu lagi. Aku pasrahkan pada Masilla saja, kemampuannya kuperhatikan cukup menjanjikan. Jadi, aku tak perlu khawatir.
"K-k-enapa aku harus di sini?"
"Hmm ...? Apakah aku perlu memberitahumu?" Kataku melayangkan senyuman padanya.
Secara spontan Calsya menggeleng dengan cepat lalu bergeser agak jauh dariku. Yah ... senyumku mungkin menakutkan baginya.
Beberapa jam berlalu ... Langit sudah berwarna jingga, seharusnya Masilla akan muncul jika membawa barang yang kuminta.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ...
Sekelebat siluet melompat sangat tinggi dan jauh sampai melewati parit lebar yang mengelilingi kota. Pendaratannya pun diwarnai dengan kepulan debu yang berterbangan.
Bag ...
Seonggok tubuh dilemparkan sebelum kepulan debu menghilang. Yah, dia melakukan ini agar terlihat keren.
Langsung saja, aku mengambil pisau-pisau yang sudah kubeli, aku menyatukan kedua tangannya lalu menusukkan pisau itu.
"AAAAAA-RGHHH ...!"
Jeritannya pun pun sampai terputus-putus menahan rasa sakit itu. Selanjutnya, aku melakukan hal yang sama pada beberapa bagian tubuh lainnya, seperti kaki dan pundak untuk ditusuk agar gerakan tersegel.
Calsya sangat ketakutan melihat pemandangan ini.
"Sesuai janjiku, Azki ... aku membawanya, hehe."
"Yah, terimakasih."
Melihat pertukaran itu Calsya melongo dan beberapa kali melihat aku dan Masilla dengan tatapan tak percaya.
"Eh? Hah ...? K-k-kak Masilla?" Calsya tentu saja terkejut melihat kakaknya di sini.
"Ah, halo Calsya. Sedang apa kamu di sini? Seisi istana repot gara-gara kamu, lho!" Masilla menunjukkan senyum yang cukup menusuk.
"A-ku b-bisa jelaskan!?"
"Ya, penjelasannya nanti saja. Maaf, kamu akan ku kacangin sebentar!" Kata Masilla sambil memangkas jarak padaku, tak lupa dia memperlihatkan senyumnya.
Calsya tak mengerti situasinya, dia cuma memerhatikan dan menerka-nerka. Si Duke diacuhkan sementara seolah dia tak penting. Sebetulnya dia inti dari semua ini.
"Azki ... aku sudah siap!" Senyuman itu masih belum hilang di wajahnya.
Seharusnya yang gugup di sini adalah Masilla, tapi keadaannya malah berbalik. Aku yang malah gugup tuk sekedar memberi jawaban "tidak".
"Cinta singkat itu konyol, aku tak percaya dengan apa yang aku katakan ... tapi—" Aku menjeda perkataanku tuk memberikan kesan dramatis.
Wajah Masilla semakin berseri-seri saat jawaban yang ditunggu-tunggu akan segera diucapkan. Sepertinya dia sangat yakin aku akan menjawab "Ya".
Baiklah, mulutku mulai bergerak, bersamaan itu angin tiba-tiba berhembus kencang yang sedikit menenggelamkan suaraku, tapi itu masih terdengar dengan jelas.
"... Lupakan semua itu! Kau aneh, Putri!"
Tak ada perubahan ekspresi pada Masilla, dia masih mempertahankan senyumannya.
Dia sedih, kah? Tidak, jangan berpikir seperti itu!
Cinta dalam beberapa menit itu sungguh mustahil, pasti ini akal-akalan Si iblis Lust itu. Dia melakukan sesuatu karena kesenangannya dan itu berakhir dengan aku yang harus menyelesaikan masalah yang diperbuat Si Lust. Meskipun begitu, dia membagikannya sedikit kekuatannya. Kurasa tak buruk, meski semua stat dan skill direset, serta System yang sudah dirombak olehnya.
Administrator dari System/Luxury sekarang Raphael dan Asmodeus, kombinasi yang sangat mustahil, tapi itu berjalan dengan baik.
Aku sedikit bingung dengan si Raphael ... mengasihani? Aku tak mengerti. Satu-satunya jalan adalah aku harus menjalin kontak dengan Raphael untuk meminta penjelasan.
__ADS_1
Kenapa aku bisa berpindah ke dunia ini?
Kenapa aku sampai diberi System?
Masih banyak pertanyaan lain.
Sementara itu ... Masilla masih belum merespon. Jadi, aku mengambil inisiatif duluan dengan cara mendekatkan wajahku ke telinganya lalu membisikan beberapa kata. Aku tak ingin pihak lain seperti Calsya dan Duke mendengar hal ini.
Mata Masilla pun langsung melebar lalu menjaga jarak dariku, dia menatapku aneh.
"Ahh, baiklah!" Jawab Masilla singkat diiringi dengan senyum pahit.
Aku hanya mengangguk.
Selanjutnya fokus sekarang adalah Duke. Dia sudah tak bisa bergerak dan kesadarannya pun sudah menghilang.
"Yah, semuanya sudah selesai. Jadi, aku undur diri, sampai jumpa para Putri ... semoga kita bisa bertemu lagi, meskipun aku tak akan senang jika hal itu terjadi!"
Pada akhirnya ... selalu tak sesuai harapan.
...
Aku memegang secarik kertas dengan gambar seseorang terpampang, aku dari tadi memerhatikan dengan serius karena hembusan angin kencang sedikit mengganggu.
"I-NI SERI-US?" Tanyaku sedikit berteriak pada orang yang memelukku sangat kencang di belakang.
"J-JANGAN TANYA AKU!" Jawabnya dengan teriakan yang tak kalah keras.
Aku bisa sedikit mengerti situasinya saat ini, memang ... para keluarga bangsawan hanya akan membawa masalah padaku.
"Buronan pun buronan lah! Aku tak peduli!" Kataku cuek meremas kertas itu lalu ku terbangkan
Masilla orang yang cukup baik, dia memberikan seekor pegasus sebagai kendaraan. Dan aku tak sendiri, Calsya bersamaku.
Aku sekarang berstatus buronan dengan bouinty sangat tinggi, 10 juta Arial bagi barang siapa yang sanggup membawaku hidup maupun mati ke hadapan Raja.
Tuduhan? Menyerang istana dan penculikan Putri Calsya.
Meskipun setengah benar, tapi mereka duluan yang hendak menyerangku dan mereka mati karena ulah mereka sendiri. Huh ... biarlah mereka berbuat seenaknya kali ini, setelah semua ini ku selesaikan ... aku akan meningkatkan kekuatan dan sedikit memberi perhitungan pada Kerajaan ini. Hanya masalah waktu.
Aku juga membawa Calsya, kekuatan dalam dirinya akan sangat berguna. Itulah alasanku membawanya dalam perjalananku kelak.
"Luxury, cari dungeon atau target pembantaian potensial yang bisa kugunakan untuk Farming poin sebanyak-banyaknya"
«Aku sudah menemukan beberapa»
"Bagus!"
Pertama-tama aku harus menyelesaikan masalah Duke ini ...
Duke Volancy aku ikat dengan tali ke tubuh pegasus, jadi dia terbang bebas terbawa angin seperti layang-layang. Kejam? Entahlah ...
...
__ADS_1
3 chapter lagi ...
Hmm ... kalian boleh saran gimana alur ceritanya untuk arc kedua saat MC berusaha ningkatin kekuatan😁