
Saat sampai di tempat latihan Ryan melihat putranya terbaring di lantai tak sadarkan diri, seluruh tubuhnya diselimuti oleh cahaya perak yang sangat terang sehingga sulit bagi orang-orang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
Ryan yang melihat keadaan putranya saat ini tidak menunjukkan tanda-tanda membantu sama sekali, dia bahkan menyuruh para pelayan untuk pergi menjauh dan berjaga di depan pintu agar tidak membiarkan siapapun masuk.
Beberapa saat kemudian Ernest tiba bersama ibunya dan Rossaline, saat Rossaline melihat keadaan putranya dia dengan panik berlari munuju kearahnya tetapi dihentikan ditengah jalan oleh suaminya.
" Biarkan aku pergi, aku ingin menemui putraku. "
" Tenanglah sayang, Evan saat ini sedang berada pada situasi yang kritis, jika kau mendekat itu hanya akan mengganggu prosesnya dan mungkin hal yang buruk akan terjadi. "
" Apa maksudmu dia tidak dalam bahaya saat ini ? "
" Tentu saja tidak, bisa dibilang dia sangat beruntung karena dapat membangkitkan sesuatu yang tertidur jauh di dalam tubuhnya, aku akan menjelaskan padamu nanti, tapi kalau kau mendekat kesana sekarang situasinya akan menjadi tidak stabil dan mungkin nyawa putra kami akan dalam bahaya. "
" Baiklah aku percaya padamu. "
Setelah dibujuk berkali-kali oleh suaminya akhirnya Rossaline sedikit lebih tenang, meski air matanya tidak berhenti mengalir, setidaknya dia tidak lagi bergegas menuju Evan sama seperti pertama kali.
Setelah menenangkan istrinya Ryan berbalik menatap para pelayan dan mengatakan...
" Sampaikan perintahku ! , mulai hari ini kastil Silverash akan ditutup, tingkatkan penjagaan ke level tertinggi dan jangan biarkan satu orangpun masuk atau keluar, siapapun yang melanggar akan dihukum berat. "
Setelah mendengar perintah itu para pelayan segera merespon dengan cepat, tidak lama kemudian seluruh kastil Silverash menjadi seperti benteng tak tertembus, banyak prajurit terlatih yang berpatroli disekitar kastil, bahkan tidak jarang terlihat beberapa ksatria tingkat tinggi yang mengawasi dari tembok kastil.
Adegan ini menjadikan seluruh warga kota Ash menjadi bingung dan khawatir, mereka bertanya-tanya apa yang sedang terjadi.
" Mungkinkah terjadi pencurian lagi di kastil tuan kita? "
__ADS_1
" Bisa saja, tapi kemungkinannya kecil, apakah menurutmu tuan kita akan mengulangi kesalahan yang sama dua kali. "
" Hmm masuk akal, lalu apa yang terjadi kali ini ? "
" Entahlah, cobalah tanya penjaga yang berpatroli di sekitar kastil, mungkin mereka tahu sesuatu. "
Banyak rumor mulai beredar tentang mengapa kastil Silverash tiba-tiba meningkatkan pertahanannya, ada yang mengatakan terjadi pencurian lagi seperti yang terakhir kali, dan ada juga yang mengatakan kastil Silverash diserang oleh penyusup yang sekarang masih mencoba melarikan diri.
Rumor-rumor ini menjadi semakin liar saat para penduduk melihat sinar perak yang sangat terang muncul dari dalam kastil.
Tiga hari kemudian...
Cahaya perak yang menyinari seluruh kastil kini menjadi semakin terang hingga hampir menyelimuti seluruh kota Ash, kota Ash adalah salah satu kota termakmur di kekaisaran Azeroth dan merupakan tempat dimana salah satu pemimpin tertinggi di benua Bintang meletakkan fondasi mereka, dapat dikatakan ini adalah salah satu kota terbesar yang ada di benua bintang.
Dan cahaya perak yang bisa menyinari hampir seluruh kota, tidak dapat dibayangkan seberapa terang sumber cahaya ini.
Dan diatas kastil massa cahaya yang luar biasa berkumpul seolah berusaha untuk bermanifestasi menjadi sebuah bentuk tertentu.
Setelah semua cahaya perak yang menyinari seluruh kota akhirnya menghilang sepenuhnya, sebuah benda terwujud di atas kastil Silverash.
Itu adalah sebuah pedang raksasa berwarna perak yang tampak kuno dan sederhana tapi memancarkan aura yang sangat tajam dan agung.
Saat pedang ini muncul seluruh pedang yang ada di kota Ash bergetar hebat seolah sedang menyambut kembalinya raja mereka.
Para penduduk kota Ash dibuat terkejut dengan apa yang mereka lihat saat ini, mereka buru-buru membungkuk dengan hormat kearah pedang raksasa itu yang merupakan simbol dari penguasa seluruh kota Ash saat ini.
Keluarga Silverash dikenal sebagai bangsawan yang dermawan, adil dan murah hati, mereka tidak pernah memungut biaya pajak yang tinggi pada rakyat mereka, selalu adil dan tidak membeda-bedakan saat menangani masalah hukum dan sering mengadakan acara amal untuk orang-orang miskin dan kurang mampu, bahkan budak yang dianggap tidak lebih berharga dari satu koin perak ditempat lain akan diberikan beberapa hak asasi manusia dan diberikan kesempatan untuk menjadi orang bebas jika mereka bersedia bekerja dengan keras.
__ADS_1
Oleh karena itu setiap kali ada kereta dengan lambang keluarga Silverash lewat, setiap warga kota akan membungkuk sebagai tanda penghormatan untuk penguasa mereka.
Dibawah tatapan ketakutan seluruh penghuni kastil, pedang perak raksasa yang semula terbang di udara mulai jatuh kebawah, para pelayan menjadi panik dan berlarian kemana, tapi saat pedang raksasa ini mulai menyentuh kastil tidak ada apapun yang terjadi, seolah pedang raksasa itu hanyalah ilusi, itu menembus apapun yang dilaluinya tanpa meninggalkan bekas sedikitpun.
Akhirnya pedang raksasa itu menghilang ke dalam tubuh seorang anak laki-laki yang terbaring di lantai dengan cahaya perak yang masih bersinar terang di tubuhnya.
Setelah pedang raksasa itu menghilang ke dalam tubuhnya adegan yang sangat menakutkan tiba-tiba terjadi.
Tubuh yang semula terbaring diam dilantai mulai bergetar hebat dan luka seperti tebasan pedang muncul diseluruh permukaan tubuhnya dan darah segar dengan cepat membasahi lantai disekitarnya.
Rossaline yang melihat tubuh putranya mulai tercabik-cabik akhirnya tidak tahan lagi dan berlari sekuat tenaga menuju kearahnya, tapi suaminya tiba-tiba memeluknya dari belakang dan tidak membiarkannya pergi, dia berjuang sekuat tenaga untuk melepaskan diri bahkan sampai mencoba menggigit tangan suaminya tapi tetap tidak berhasil, akhirnya Ryan memutuskan untuk membuatnya pingsan agar dia tidak melihat adegan mengerikan yang ada di depannya.
Tubuh Evan yang terbaring di genangan darah mulai memancarkan cahaya perak redup sekali lagi, anehnya setelah cahaya itu muncul luka mengerikan ditubunya mulai menggeliat dan sembuh dengan kecepatan terlihat oleh mata telanjang, setelah beberapa saat semua luka yang ada ditubuhnya menghilang tanpa bekas, jika tidak ada genangan darah disekitar tubuhnya mungkin semua orang akan meragukan apa yang mereka lihat sebelumnya.
Ryan akhirnya menghembuskan nafas lega setelah melihat semuanya sudah berakhir, dia dengan cepat berjalan menuju putranya yang terbaring di atas genangan darah dan menggendongnya didepan dadanya tanpa merasa jijik dengan darah yang mengotori pakaiannya.
Dibelakangnya, Ernest yang selama ini diam akhirnya membuka mulutnya.
" Ayah, apa yang sebenarnya terjadi ? "
" Apa kau tau mengapa keluarga kita dapat menjadi salah satu yang terkuat di dunia ini ? "
" Bukankah itu karena Teknik pernafasan Breath of Silver Sword, apa hubungannya itu semua dengan kejadian saat ini ? "
" Teknik Breath of Silver Sword hanyalah salah satu faktor, penyebab utamanya adalah sesuatu yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur kita melalui garis darah, karena itulah setiap dari kita yang menyandang nama Silverash akan mempunyai bakat yang sangat tinggi di jalan pedang dan ksatria. "
" Lalu apa yang terjadi pada Evan sekarang ? "
__ADS_1
" Setiap beberapa generasi, beberapa orang dari keluarga kita akan dapat membangkitkan sesuatu yang tertidur jauh didalam darah kita yang diwariskan oleh leluhur kita sehingga mereka mendapatkan kekuatan yang luar biasa, itulah yang terjadi pada saudaramu saat ini, dia sedang mengalami kebangkitan. "