Tahta Perak

Tahta Perak
Hutang


__ADS_3

Setelah Evan melampiaskan emosinya pada dinding dan perabotan di dalam ruangan, dia akhirnya berhasil sedikit menenangkan dirinya, meskipun amarah di hatinya masih belum padam setidaknya dia masih dapat berpikir jernih, tidak seperti keadaanya sebelumnya.


Beberapa saat kemudian, Evan menutup kembali Sword Eyes yang tidak sengaja aktif saat dia kehilangan kendali karena kemarahan dan segera duduk di posisi sebelumnya untuk membahas mengenai permasalahan selanjutnya.


Dia tahu bahwa kisah ini tidak akan berakhir sesederhana itu, tidak mungkin ada akhir yang bahagia setidaknya untuk keluarga Silverash yang jelas bersalah atas kejadian ini, saat dia berpikir berapa harga apa yang harus ditanggung oleh keluarganya hanya karena orang bodoh yang tidak dapat mengendalikan nafsunya sendiri, tiba-tiba suara Ryan membangunkannya dari lamunannya.


" Apakah kau sudah tenang ?, tidak apa-apa jika kau ingin meninju dinding lagi. "


" Tidak perlu, aku sudah sedikit lebih baik, maaf untuk perilakuku yang tidak sopan sebelumnya ayah. "


" Bukan masalah, itu wajar jika kau bersikap seperti itu, bahkan aku dulu yang adalah orang paling tampan dan jenius di benua Bintang menghancurkan beberapa kursi dan meja saat mengetahui kebenaran ini. "


" Hentikan, aku sedang tidak dalam suasana hati yang baik untuk bercanda denganmu saat ini, aku lebih ingin tahu bagaimana lanjutan kisah kambing tua penuh nafsu itu. "


" Cih, dasar anak tidak punya selera humor yang bagus, baiklah akan ku ceritakan bagaimana kisah selanjutnya dari kambing tua penuh... tunggu dulu, kau sebut apa tadi leluhur pertama keluarga kita ? "


" Kambing tua penuh nafsu, apa ada yang salah dengan itu ? "


" Dia adalah leluhurmu, bagaimana kau bisa menyebutnya seperti itu. "


" Aku tidak peduli apakah dia leluhurku atau bukan, Kambing tua adalah kambing tua, tidak peduli bagaimana penampilan atau bentuknya. "


" Baiklah, terserah kau saja, ayo kita selesaikan kisah ini dengan cepat, kesokan harinya setelah kejadian itu, William bangun dari tidur nyenyaknya dan mendapati dia tidak memakai selembar kain pun ditubuhnya, setelah itu dia dengan cepat menoleh ke samping dan benar saja, ada seorang wanita yang sedang tertidur dalam keadaan sama seperti dirinya, akhirnya William menyadari apa yang terjadi kemarin malam bukanlah mimpi, tapi sudah terlambat untuk menyesali perbuatannya, jadi dia bangkit


dan mulai mempersiapkan untuk perjalan berikutnya.


beberapa saat kemudian Adelaine bangun dari tidurnya, saat dia melihat keadaannya saat itu, dia menjadi linglung sejenak dan tiba-tiba air mata mulai mengalir ke pipinya, saat William melihat kejadian itu, dia berjalan mendekati Adelaine dan berhenti tepat dihadapanya, setelah itu adegan yang tidak terduga terjadi, William yang mengenakan armor ksatria penuh berlutut di depan Adelaine dan mengucapkan sesuatu yang bahkan membuat Adelaine terkejut.


" Aku William Silverash, bersumpah untuk mengabdikan seluruh hidupku untuk Adelaine Victoria, aku akan melindunginya dan mematuhi setiap perintahnya kecuali itu melanggar nilai-nilai dan prinsip-prinsip seorang ksatria, jika aku melanggar satu katapun yang kuucapkan saat ini, aku tidak akan pernah dapat membuat perbaikan di jalan ksatriaku dimasa depan. "


" Hahahaa, lucu sekali, kau baru saja melanggar tabu terbesar bagi seorang ksatria dan sekarang melakukan sumpah kesetiaan seorang ksatria, apakah kata-katamu dapat dipercaya wahai ksatria terkuat di dunia saat ini, William Silverash yang agung. "


" ... "


" Cepat jawab aku, apakah aku dapat mempercayai sumpahmu itu. "


pada saat itu, William tidak mengucapakan sepatah katapun, karena dia tau bahwa setiap kata tidak akan berarti, dia telah mengambil mahkota paling berharga bagi seorang perempuan, tidak mungkin sebuah kalimat dapat menjelaskan perbuatannya, jadi dia memutuskan untuk membuktikan penyesalannya dengan tidakan, William menarik pedangnya dari sarungnya dan mempersembahkannya untuk Adelaine.


sebagai seorang ksatria, seharusnya kau tau apa arti memberikan pedangmu kepada orang lain secara sukarela. "

__ADS_1


" Tentu saja, jika seorang ksatria menyerahkan pedangnya pada orang lain secara sukarela, maka orang diberikan pedang itu berhak memutuskan hidup dan mati ksatria itu, apa yang terjadi selanjutnya, apakah Adelaine membunuh William ? "


" Tidak, jika Adelaine membunuh William saat itu maka akan ada perang besar antara dua pemimpin tertinggi di benua itu, meskipun William adalah yang terkuat di keluarga Silverash, bukan berarti keluarga Silverash tidak berani memulai perang dengan kekaisaran Azeroth setelah kehilangannya, Silverash adalah keluarga kuno yang ada bahkan sebelum World of Ruins saat ini terbentuk, mereka tidak akan membiarkan salah satu dari mereka terbunuh tanpa alasan yang jelas, sepertinya Adelaine juga menyadari hal ini, jadi dia tidak membunuh William saat itu. "


" Cih, apa gunanya kambing tua penuh nafsu itu, lebih baik potong saja dia menjadi beberapa bagian. "


" Meskipun Adelaine tidak membunuh William, tapi dia meminta 3 permintaan tanpa syarat yang harus dipenuhi oleh keluarga Silverash, dan selama ketiga permintaan itu belum dipenuhi maka keluarga Silverash harus menjadi bagian dari kekaisaran Azeroth dan melindungi keluarga kerajaan. "


" Hah ?, apa saja yang diminta Adelaine saat itu ? "


Saat dihadapapkan dengan pertanyaan putranya, Ryan menggela nafas panjang dan menjawab dengan sedih.


" Hal pertama yang diminta oleh Adelaine adalah Silver Knight Armor. "


" Sialan, jadi Silver Knight Armor adalah milik keluarga kita sebelumnya dan Kambing tua itu benar-benar memberikannya kepada kekaisaran Azeroth begitu saja. "


" Tenanglah Evan..."


" Bagaiman aku bisa tenang, itu adalah Silver Knight Armor yang disebut sebagai baju besi dengan pertahan terkuat di dunia saat ini, seharusnya kambing tua itu menyerahkan saja kepalanya kepada Adelaine agar dia bisa menebus dosa yang dia perbuat sebelmunya, selain itu kita juga tidak perlu menanggung kerugian sebesar itu, dasar kambing tua sialan. "


Evan sangat marah saat mendengar jawaban ayahnya, bagaimana tidak, Silver Knight Armor adalah full plate armor tingkat Myth, di World of Ruins tingkat berbagai senjata dapat dikategorikan sebagai berikut.



Legendary


Epic


Mystery


Elite


Common



Dan sekarang Myth grade items mungkin tidak melebihi 10 di dunia ini, jadi tidak heran jika Evan sangat marah saat mendengar William menyerahkan Myth grade items kepada kekaisaran Azeroth dengan begitu mudahnya, dan kata-kata ayahnya selanjutnya bahkan lebih mengejutkan lagi.


" Sebenarnya kita tidak hanya kehilangan Silver Knight Armor, sebelum Adelaine pergi ke peristirahatan terakhirnya, dia mengatakan bahwa dua permintaan lainnya akan diberikan kepada generasi selanjutnya untuk memutuskan, jika permaisuri selanjutnya belum memberikan permintaannya, maka akan diturunkan lagi generasi dibawahnya, dan akan terus begitu sampai keluarga kekaisaran Azeroth membuat keputusannya. "

__ADS_1


" APA !, bukankah ini berarti keluarga kita harus menjadi pelindung kekaisaran seterusnya sampai kedua permintaan itu diputuskan, bagaimana jika mereka tidak pernah meminta apapaun kepada kita ?, bukankah kita akan menjadi budak mereka untuk selamanya, sialan, aku tidak akan pernah menerima ini. "


" Tenanglah Evan... "


" Dari tadi kau menyuruhku tenang, apakah kau punya solusi untuk semua ini. "


" Tidak, tapi apakah amarahmu bisa membuat situasi kita saat ini lebih baik ? "


" ... "


Setelah mendengar perkataan ayahnya, Evan menyadari bahwa saat ini dia tidak dapat mengontrol emosinya dengan baik, dari awal saat diskusi ini dimulai hingga saat ini, dia selalu dikendalikan oleh emosinya sendiri, dia tahu bahwa ini bukanlah hal yang baik, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan tentang itu, hal-hal yang membebaninya sebagai pemimpin keluarga selanjutnya terlalu berat untuk dia tanggung sendiri, memang dia tidak pernah menganggap enteng beban sebagai pemimpin salah satu keluarga yang berdiri di puncak dunia, tapi dia tidak pernah membayangakan bahwa beban itu akan jauh melampaui imajinasi terliarnya.


Segera Evan mengambil nafas dalam-dalam dan berusaha menekan berbagai emosi negatif dihatinya, kemarahan, rasa takut dan kebencian semua bercampuk aduk dan berusaha untuk mempengaruhi dirinya.


Setelah beberapa saat Evan akhirnya berhasil menekan emosi-emosi negatifnya dan sedikit menenangkan dirinya, dia kemudian bertanya sekali lagi kepada ayahnya sambil menggosok pelipisnya dengan jari-jarinya seperti orang tua yang sedang sakit kepala, jika kita mengabaikan penampilan dan umurnya yang baru 9 tahun, dia akan terlihat sama persis dengan orang tua yang sakit-sakitan.


" Sigh... jadi ayah, apakah ada lagi hal yang perlu kuketahui, jika tidak ada aku akan kembali ke ruanganku segera, aku sedikit lelah dengan semua pembicaraan ini. "


Saat Ryan melihat keadaan putranya saat ini, dia merasa bersalah dihatinya karena membuat anak yang baru berusia 9 tahun untuk menanggung beban berat seperti itu, tapi dia tidak punya pilihan lain.


Cepat atau lambat Evan akan mengetahui rahasia ini walaupun dia tidak menginginkannya, dan dengan mempertimbangkan kejeniusan dan kebijaksanaannya, Ryan yakin bahwa putranya ini akan sanggup mengatasi halangan ini, bahkan ini mungkin hanya sebuah batu asah untuk mempertajam tekat dan pengalaman Evan sebagai penguasa di masa depan, jadi Ryan tidak ragu untuk memberitahu putranya tentang semua masalah yang dihadapi keluarganya saat ini agar dia dapat bersiap untuk menghadapinya ketika saatnya tiba.


" Sebenarnya tidak banyak lagi yang harus kuberitahukan padamu, dari dua permintaan yang tersisa yang dimiliki oleh keluarga kekaisaran, satu sudah digunakan 163 tahun yang lalu, mereka meminta kita untuk menjadi perisai mereka dalam The Great War yang kembali meletus saat itu dan juga meminta ⅙ wilayah kekuasaan kita, saat itu merupakan saat terburuk bagi keluarga kita, tidak hanya kita kehilangan tanah kita, kita juga kehilangan banyak prajurit dan ksatria dipihak kita sehingga keluarga kita mengalami banyak kemunduran, bahkan ada juga keturunan langsung keluarga kita yang menjadi korban saat itu. "


Saat Ryan mengatakan itu, kilatan dingin melintas dimatanya sedangkan Evan didepannya menggenggam telapak tangannya sangat erat, tak lama kemudian Ryan melanjutkan lagi kalimatnya.


" Itu adalah permintaan kedua dari keluarga kekaisaran, sakarang yang tersisa adalah permintaan terakhir, jika kita berhasil melewatinya maka keluarga kita akan bebas dari kekangan dan dapat melakukan apapun yang kita mau. "


" Hahahaa, jadi ternyata kita masih punya hutang yang besar kepada keluarga kekaisaran, setelah kita melunasi hutang itu, akan kubuat mereka meludahkan apa yang telah mereka telan, jangan harap kau bisa pergi dengan mudah setelah mengusik keluargaku. "


" Hehehe, kau benar putraku, tapi jangan terlalu keras pada mereka, bagaimanapun mereka masih memiliki sedikit darah Silverash di dalam tubuh mereka. "


" Hah ?, benarkah itu, jadi apakah Adelaine melahirkan anak William saat itu, setelah kupikir-pikir lagi, semua ini berawal dari kambing tua sialan itu, jika dia bisa mengendalikan nafsu bejatnya, kita tidak akan dalam masalah seperti ini. "


" Sudahlah, biarkan leluhurmu beristirahat dengan tenang di alam sana, dia tidak akan bisa tidur nyenyak jika kau terus-terusan mengutuknya. "


" Puih, siapa yang kau sebut leluhurku, aku tidak ingat jika aku adalah seekor kambing. "


" Baiklah, cukup untuk saat ini, ayo kita akhiri diskusi ini dan pergi ke ruang makan untuk makan malam, aku sudah kelaparan saat ini. "

__ADS_1


" Hah...apa kau mengantuk ayah, sekarang adalah tengah malam, bahkan tidak ada hantu yang akan makan malam selarut ini, apalagi manusia. "


" ... "


__ADS_2